Bacaterus / lagu / 10 Rekomendasi Lagu Barat Tahun 70an yang Enak Didengar

10 Rekomendasi Lagu Barat Tahun 70an yang Enak Didengar

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Januari 2020

Musik di tahun 70an menyajikan banyak pilihan untuk para pendengarnya. Kemunculan disco, bertahannya funk, populernya new wave, reggae sampai rock yang melahirkan banyak subgenre.

Penggunaan synthesizers merupakan salah satu yang paling menyeruak melanjutkan tren di akhir tahun 60an. Mau coba dengar? Ini dia 10 lagu Barat tahun 70an yang enak didengar.

1. Queen – Bohemian Rhapsody (1975)

Queen – Bohemian Rhapsody

* sumber: www.udiscovermusic.com

Pada tahun 2018, film berjudul Bohemian Rhapsody berhasil membuat orang-orang semakin mengenal Queen. Pengambilan judul film dari lagu mereka yang dirilis tahun 1975 bukannya tanpa alasan. Lagu ciptaan Freddie Mercury itu dianggap sebagai lagu yang mempopulerkan mereka walau sempat banyak yang mengejek pada awal perilisannya.

Lagu Bohemian Rhapsody menyuguhkan ballad, musik opera dan hard rock dalam durasi selama 5 menit 55 detik. Mercury tidak pernah menjelaskan maksud dari kata-kata yang dibuatnya. Uniknya, lagu ini tidak mempunyai chorus. Dengan durasi yang terbilang panjang rasanya sangat sulit untuk membuat lagu yang diingat orang tanpa hadirnya chorus.

2. Bee Gees – Stayin’ Alive (1977)

Bee Gees – Stayin’ Alive

* sumber: m.media-amazon.com

Stayin’ Alive merupakan lagu dari Bee Gees yang diambil dari soundtrack film Saturday Night Fever yang dibintangi John Travolta. Lagu ini menjadi salah satu lagu yang mempunyai ciri khas Bee Gees. Walaupun di lagu ini mereka memainkan genre disco, tapi sebenarnya mereka adalah band pop. Mereka bahkan mengaku sempat merasa terjebak dalam genre tersebut.

Menurut Robin Gibbs, lirik Stayin’ Alive bercerita tentang perjuangan orang-orang dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup. Setiap menit lagu ini mengalun dengan 103 kali ketukan. Sebuah kelompok studi Ilmu Kedokteran Illinois bahkan menjadikan lagu ini referensi bagi yang ingin melakukan CPR agar terjaga ritmenya dengan mengikuti ketukan lagu ini.

3. Gloria Gaynor – I Will Survive (1978)

Gloria Gaynor – I Will Survive

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Sebagian dari kita pasti mengetahui lagu berjudul I Will Survive yang dibawakan oleh band Amerika bernama Cake. Sebenarnya Gloria Gaynor yang pertama kali membawakan lagu ciptaan Freddie Perren dan Dino Fekaris ini. Setelah dirilis, lagu ini mendapatkan kesukesan besar dengan terjual sebanyak 14 juta kopi di seluruh dunia dan menjadi salah satu lagu disco paling populer.

Lirik I Will Survive bercerita tentang perjuangan seseorang yang baru saja mengalami putus cinta. Dengan Gloria Gaynor sebagai penyanyinya, lagu ini dianggap sebagai simbol kekuatan wanita. Dengan ketukan yang memancing kita untuk berdansa dan lirik yang positif, rasanya lagu ini masih relevan untuk diputar di jaman sekarang.

4. Eagles – Hotel California (1976)

Eagles – Hotel California

* sumber: cdn11.bigcommerce.com

Hotel California merupakan single dari band asal Amerika, Eagles yang diambil dari album berjudul sama dengan lagunya. Lagu ini membuat nama Eagles dikenal oleh lebih banyak orang sebagaimana mereka berhasil merajai tangga lagu di berbagai negara. Selain itu, lagu ini juga dinobatkan sebagai Record of the Year pada Grammy Award tahun 1978.

Banyak yang menginterpretasikan maksud lirik lagu ini. Satu yang paling populer adalah yang menganggap bahwa judul lagu ini adalah rujukan pada sebuah hotel yang dijadikan gereja setan oleh Anton LaVey. Don Henley mengatakan bahwa sebenarnya lirik lagunya menceritakan dua sisi kehidupan serta komentar sosialnya tentang industri musik dan kehidupan di Amerika secara umum.

5. David Bowie – Starman (1972)

David Bowie – Starman

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Tidak lengkap rasanya kalau membahas lagu-lagu tahun 70an tanpa memasukkan karya David Bowie. Dia dianggap banyak mengubah industri musik bukan hanya lewat lagunya, tapi juga dengan gimiknya. Dia tidak segan-segan mengubah penampilannya dengan mengubah model rambut, warna rambut bahkan menggunakan pakaian yang absurd ketika tampil di panggung.

Starman merupakan lagu dari Bowie yang merupakan single dari album The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars. Sebelumnya dia tidak yakin bahwa lagu ini cukup bagus untuk masuk ke album tersebut, sampai diyakinkan oleh Dennis Katz, orang dari labelnya. Liriknya sendiri menceritakan tentang penantian alien yang datang ke Bumi dari luar angkasa.

6. Donna Summer – Hot Stuff (1979)

Donna Summer – Hot Stuff

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Hot Stuff merupakan single dari album ketujuh Donna Summer yang berjudul Bad Girls. Albumnya diproduseri oleh Pete Bellotte dan seorang musisi asal Italia yang disebut-sebut membawa musik elektronik ke level berbeda, yaitu Giorgio Moroder. Lagu Hot Stuff disebut-sebut sebagai lagu terbaiknya dan yang paling populer.

Musik di lagu Hot Stuff sekilas terdengar seperti lagu disco, padahal menuju akhir lagu ada solo gitar yang membuat lagu ini bercampur antara musik disco dan rock. Lagu ini berhasil membuat Summer memenangkan Best Female Rock Vocal Performance di Grammy Award tahun 1980. Liriknya sendiri bercerita tentang membutuhkan seseorang ketika sedang kesepian.

7. ABBA – Dancing Queen (1976)

ABBA – Dancing Queen

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Dancing Queen merupakan single utama dari album keempat grup asal Swedia, ABBA yang berjudul Arrival. Mengawali perilisan di negara asalnya, beberapa hari kemudian lagu ini langsung dirilis di dua pasar musik dunia, yaitu Amerika dan Inggris. Hasilnya lagu ini menjadi hits hampir di semua negara.

Dancing Queen menggabungkan musik disco dengan nuansa pop ala Eropa yang menyajikan harmonisasi nada-nada manis. Diakui oleh para personil ABBA, lagu ini dibuat untuk mengikuti pasar musik Amerika. Liriknya bercerita tentang seorang wanita belasan tahun yang bersenang-senang di klub malam atau diskotik padahal ada pembatasan umur untuk bisa masuk ke tempat itu.

8. George Harrison – What Is Life (1971)

George Harrison – What Is Life

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Bubarnya The Beatles tidak serta-merta menghentikan karir para personilnya di dunia musik. Semua personil berubah menjadi penyanyi solo, termasuk George Harrison. Dia merilis materi-materi yang dikumpulkan pada saat masih tergabung dalam The Beatles dan menghasilkan album masterpiece berjudul All Things Must Pass.

What Is Life adalah single kedua dari album All Things Must Pass. Harrison dalam biografinya yang berjudul I, Me, Mine mengatakan bahwa proses pembuatan lagu ini sangatlah cepat. Liriknya bercerita tentang cinta yang universal, pada pasangan dan dewa sebagaimana Harrison menjadi orang yang rajin bermeditasi sejak kunjungan The Beatles ke India di tahun 1967.

9. Talking Heads – Life During Wartime (1979)

Talking Heads – Life During Wartime

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Life During Wartime merupakan single pertama dari album ketiga band asal New York, Talking Heads yang berjudul Fear of Lights. Walaupun posisinya tidak meyakinkan di tangga lagu, tapi banyak yang menganggap bahwa penggabungan new wave dan disco di lagu ini terlalu menyenangkan untuk dilewatkan.

David Byrne yang menulis lirik Life During Wartime terinspirasi dari kemajuan teknologi dan informasi yang membuat kekacauan dan histeria massa. Walau terdengar serius, tapi pengemasan musik dan lirik justru terdengar seperti candaan. Lagu ini dibawakan dalam konser mereka yang difilmkan berjudul Stop Making Sense.

10. Led Zeppelin – Stairway to Heaven (1971)

Led Zeppelin – Stairway to Heaven

* sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Stairway to Heaven merupakan salah satu lagu dari Led Zeppelin yang terdapat di album Led Zeppelin IV. Lagu ini mempunyai tiga bagian musik, dimulai dengan akustik di awal kemudian masuk pada bagian elektornik sebelum temponya menjadi kencang di akhir, khas lagu hard rock. Banyak yang menganggap lagu ini sebagai lagu rock terbaik sepanjang masa.

Populernya lagu Stairway to Heaven diwarnai oleh isu bahwa lagu ini kalau diputar terbalik akan terdengar kata-kata yang memuja setan. Hal itu diperparah dengan Jimmy Paige, sang gitaris yang membeli rumah seorang okultis yang erat kaitannya dengan gereja setan, yaitu Aleister Crowley. Plant yang menulis liriknya membantah bahwa lagunya didedikasikan untuk penyembahan setan.

Itulah 10 lagu Barat tahun 70an yang enak didengar. Mungkin kamu juga punya daftar lagu Barat tahun 70an yang belum diulas, kamu bisa ikut menambahkan di kolom komentar.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *