Bacaterus / lagu / 10 Rekomendasi Lagu Barat Tahun 80an yang Enak Didengar

10 Rekomendasi Lagu Barat Tahun 80an yang Enak Didengar

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Januari 2020

Pada dekade 80an, industri musik terus berkembang dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Disko yang populer di tahun 70an mulai memudar. Sebagai gantinya, genre dance music dan new wave mulai muncul.

Genre rock masih banyak yang membawakan bahkan pasarnya semakin besar. Sementara itu, hip hop mulai berjaya dan dekade ini dijuluki dengan The Golden Age of Hip Hop. Kalau kamu butuh rekomendasi, ini dia 10 lagu Barat tahun 80an yang enak didengar.

1. George Michael – Careless Whisper (1984)

George Michael – Careless Whisper

* sumber: audiophileparadise.files.wordpress.com

Genre musik pop tidak pernah kehilangan penggemar sejak kemunculannya. Dengan nada dan musik yang simpel, orang-orang akan dengan mudah mengingat lagunya. Apalagi kalau dibalut dengan lirik tentang cinta yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Terbukti sampai hari ini formula tersebut masih berfungsi.

Careless Whisper merupakan debut single dari penyanyi asal Inggris, George Michael. Sejak lagu ini dirilis, namanya langsung melambung. Liriknya bercerita tentang penyesalan karena sudah merebut kekasih dari teman sendiri. Keunikannya ada pada bunyi saksofon di lagu ini yang langsung bisa dikenali pada saat intro.

2. Cyndi Lauper – Girls Just Want to Have Fun (1983)

Cyndi Lauper – Girls Just Want to Have Fun

* sumber: m.media-amazon.com

Girls Just Want to Have Fun merupakan lagu yang diciptakan Robert Hazard pada tahun 1979, tapi baru dikenal oleh publik sejak dibawakan oleh Cyndi Lauper empat tahun kemudian. Lauper yang menggunakan lagu itu sebagai debut single-nya, langsung mendapat eksposur yang besar dan menjadikannya salah satu penyanyi yang terkenal di era itu.

Pemilihan genre new wave untuk membawakan kembali lagu ini dianggap sebagai keputusan tepat sebagaimana kemunculan genre tersebut. Secara lirik, lagu tersebut bercerita tentang pemberdayaan perempuan, bahkan disebut sebagai sebuah anthem untuk para feminist. Musik video dari lagu ini berhasil memenangkan Grammy.

3. Dexys Midnight Runners – Come On Eileen (1982)

Dexys Midnight Runners – Come On Eileen

* sumber: images-na.ssl-images-amazon.com

Come On Eileen merupakan single kedua dari album Too-Rye-Ay milik band asal Inggris, Dexys Midnight Runners. Di tahun-tahun saat musisi tanah Britania berjaya di Amerika, lagu ini berhasil menduduki puncak tangga lagu di negara Paman Sam. Lagu ini juga memenangkan Best British Single di Brit Awards tahun 1983.

Come On Eileen menjadi spesial karena perubahan tempo lagunya yang tiba-tiba menjadi cepat. Gabungan new wave, soul dan blues terdengar sangat mulus. Sementara liriknya bercerita tentang ego anak-anak muda di kelas pekerja yang menantang berbagai norma yang diturunkan oleh orang tua.

4. Michael Jackson – Billie Jean (1983)

Michael Jackson – Billie Jean

* sumber: 1.bp.blogspot.com

Di dekade 70an, Michael Jackson masih tergabung sebagai salah satu personil The Jackson Five yang beranggotakan saudara-saudaranya. Awal dekade 80an merupakan puncak karirnya sebagai penyanyi solo. Salah satu album paling larisnya, Thrille” berisi Billie Jean yang dijadikan sebagai single kedua.

Billie Jean merupakan kombinasi dance music dan funk yang mengasyikkan. Bukan tidak mungkin yang mendengarkan lagu ini merasa ingin menirukan gerakan Michael Jackson. Liriknya bercerita tentang groupie yang mengaku-ngaku mempunyai hubungan dengan anak dari tokoh terkenal demi mendapatkan popularitas.

5. The Smiths – Bigmouth Strikes Again (1985)

The Smiths – Bigmouth Strikes Again

* sumber: elsitioderuife.files.wordpress.com

Sebagian mengetahui The Smiths lewat film 500 Days of Summer, tapi band asal Manchester itu sudah terkenal sejak awal 80an. Walaupun sepanjang karirnya hanya merilis empat album, tapi kesuksesannya membuat mereka dijuluki sebagai pionir musik indie. Keretakan hubungan sang vokalis, Morrissey, dan sang gitaris, Johnny Marr menjadi penyebab bubarnya mereka di tahun 1987.

Bigmouth Strikes Again merupakan single pertama dari album The Queen Is Dead. Bergenre post-punk, lagu ni bisa dibilang sangat terdengar berbeda dibanding band-band di tahun 80an. Liriknya bercerita tentang orang-orang yang menggunakan alasan hanya bercanda ketika terlalu banyak bicara omong kosong.

6. Prince – When Doves Cry (1984)

Prince – When Doves Cry

* sumber: img.cdandlp.com

Populernya Michael Jackson di tahun 80an membuatnya dijuluki The King of Pop. Sementara itu, beberapa orang menganggap bahwa julukan itu lebih layak disematkan pada Prince. Pesona Prince sebagai seorang entertainer bukan hanya sebatas menciptakan lagu, tapi juga mampu memberikan pertunjukkan yang lebih berani.

When Doves Cry merupakan single utama dari album Prince yang berjudul Purple Rain. Lagu ini yang kemudian disebut-sebut sebagai blueprint dari lagu-lagu Prince yang lain. Menyajikan banyak genre musik dalam satu lagu mulai dari psychedelic, rock sampai experimental pop tidak membuat kita mengernyitkan dahi, tapi bisa ingin berjoget dan bernyanyi.

7. Grandmaster Flash and The Furious Five – The Message (1982)

Grandmaster Flash and The Furious Five – The Message

* sumber: michaelsprott.files.wordpress.com

The Message merupakan single dari debut album Grandmaster Flash and the Furious Five yang berjudul sama. Dengan genre old school hip hop, lagu ini dinobatkan sebagai Track of The Year dalam majalah musik asal Inggris, NME. Lagu ini diciptakan oleh salah satu personil grup asal Bronx, New York dengan salah seorang musisi sesi grup itu yang bernama Ed “Duke Bootee” Fletcher.

Hip hop yang pada saat itu liriknya masih banyak membahas tentang kebanggaan menjadi musisi atau pesta pora, berubah sejak The Message dirilis. Mengambil tema tentang komentar kehidupan sosial, lagu ini menjadi pelopor grup hip hop lain untuk lebih berani. Liriknya menceritakan bagaimana sulitnya menjalani hidup bagi orang-orang yang berada di kelas bawah.

8. Cameo – Word Up! (1986)

Cameo – Word Up!

* sumber: i1.cdn.hhv.de

Word Up! merupakan single album berjudul sama dari band asal New York, Cameo. Sejak dirilis, lagu ini langsung mencuri perhatian dan sering diputar di radio-radio yang menampilkan lagu-lagu dance dan R&B. Music videonya menampilkan aktor Amerika, LeVar Burton. Dia tampil sebagai polisi yang mencoba menangkap Blackmon ketika berjoget.

Larry Blackmon dan Tomi Jenkins merupakan otak terciptanya Word Up!. Salah satu bagian dalam lirik yang berbunyi ‘Now all you sucker DJs who think you fly, there’s got to be a reason and we know the reason why’ merupakan respons Blackmon karena band-nya sering dihina oleh DJ dan musisi hip hop.

9. Guns N’ Roses – Welcome to the Jungle (1987)

Guns N’ Roses – Welcome to the Jungle

* sumber: i.pinimg.com

Membahas musik tahun 80an tapi melewatkan Guns N’ Roses sepertinya akan terasa berdosa. Welcome to The Jungle merupakan lagu dari band asal Los Angeles, California yang berada di album Appetite for Destruction. VH1 menobatkan lagu ini sebagai The Greatest Hard Rock Song di tahun 2009.

Musik Welcome to the Jungle dibuat oleh Slash, sementara liriknya oleh Axl Rose. Axl mengatakan bahwa inspirasi dari liriknya adalah saat dia dan temannya bertemu seorang tunawisma ketika baru turun dari bis di New York. Dia menakuti anak-anak muda dengan berteriak, ‘You know where you are? You’re in the jungle baby; you’re gonna die!’.

10. U2 – With or Without You (1987)

U2 – With or Without You

* sumber: www.u2songs.com

Selain Guns N’ Roses, salah satu band yang populer di tahun 80an sampai saat ini adalah U2. Bahkan mereka masih tetap berjalan sebagai sebuah band dan rutin menggelar konser di berbagai tempat di belahan dunia. Berasal dari Irlandia, mereka disebut-sebut sebagai band paling sukses setelah dianggap mampu menaklukkan Amerika.

With or Without You merupakan single utama dari album yang berjudul The Joshua Tree. Musiknya dibuat oleh semua personil U2, sedangkan liriknya dibuat oleh Bono, sang vokalis. Bono menyatakan bahwa liriknya terinspirasi dari kegamangan perasaannya yang hidup sebagai musisi tapi di sisi lain ingin hidup seperti orang biasa.

Kalau kamu suka mendengar musik, rasanya penting untuk mengenal musik-musik lama. Selain musik-musik modern, 10 lagu barat tahun 80an yang enak didengar di atas mungkin mampu menyalurkan emosi kamu. Jangan lupa untuk membaca rekomendasi lainnya tentang lagu yang enak didengar dari tahun 70an.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *