Bacaterus / Review Film Korea / Sinopsis dan Review Drama Korea The World of the Married

Sinopsis dan Review Drama Korea The World of the Married

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

“The World of the Married”, “The World of Marriage”, atau dikenal juga dengan judul “A World of Married Couple” adalah drama Korea yang paling ngehits pada awal tahun 2020. Buat yang belum tahu, drakor ini berdasarkan serial drama di channel BBC asal Britania Raya yang berjudul “Doctor Foster”. Jadi, drama ini bukan jiplak melainkan adaptasi, ya.

Menceritakan tentang dunia pasangan menikah yang berkhianat, mendorong mereka pada kesedihan, kemarahan, rasa ingin balas dendam, dan juga healing time.

Drama yang dimainkan oleh Kim Hee Ae, Park Hae Joon, dan Han So Hee ini meraup rating tertinggi sepanjang sejarah drama televisi Korea, yaitu sebanyak 28,37% untuk episode terakhirnya. Setiap episode baru drama ini tayang, sering pula kita lihat menjadi trending topic tak hanya di beberapa negara saja tapi di seluruh dunia!

Ingin tahu lebih dalam mengenai drakor yang dibicarakan orang-orang ini? Yuk, langsung saja simak sampai selesai review dari tim Bacaterus!

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Melodrama, Romance, Family, Thriller
  • Episode: 16 + 2 (spesial)
  • Produksi: Drama House (JTBC Studios)
  • Sutradara: Mo Wan Il & Kim Sung Jin
  • Pemeran: Kim Hee Ae, Park Hae Joon, Han So Hee, Jeon Jin Seo, Park Sun Young, Kim Young Min, Chae Gook Hee

Ji Sun Woo adalah seorang dokter sekaligus direktur asosiasi di Family Love Hospital. Ia memiliki status dan derajat yang tinggi, dihormati, dan terpandang. Ia juga memiliki keluarga yang bahagia bersama suaminya, Lee Tae Oh, dan putra mereka, Lee Joon Young.

Nampaknya, Sun Woo memiliki segalanya, ya? Ternyata, hidup tidak seindah itu. Karena, tanpa sepengetahuannya, ia dikhianati oleh suaminya sendiri (dan juga orang-orang di sekitarnya).

Saat perselingkuhan Tae Oh dan Yeo Da Kyung terungkap, Sun Woo sempat berpikir untuk mengusir Tae Oh dari rumah, cerai, dan menjanda. Tapi, pilihannya ini pasti sangat berpengaruh pada anak semata wayangnya. Sun Woo pun dilanda kebingungan untuk memilih antara menyelamatkan pernikahannya, berpisah, dan kebahagiaan anaknya juga.

Plot yang Tidak Tertebak

Berbeda dengan cerita-cerita perselingkuhan yang klise, di mana perselingkuhan pasangannya ketahuan di tengah atau malah di akhir cerita, The World of the Married membongkar cerita perselingkuhan sejak episode pertama.

Jadi, penonton bisa mengerti kalau yang ingin ditunjukkan dari kisah ini bukan perselingkuhannya, tapi proses kehidupan yang terjadi dari para karakter dan relasi di sekitarnya setelah perselingkuhan terekspos.

Jujur saja bukan tipe orang yang selalu menonton drama atau film dari awal sampai akhir. Saya lebih suka skip scene yang menurut saya kurang penting atau kurang seru. Tapi, drama ini sangat menyita atensi saya.

Dan, saya pikir kalau ada scene yang terlewat maka penonton akan kurang mengerti dengan lanjutan ceritanya. Tiap episode yang baru pun selalu mengejutkan, sekali Sun Woo menang, tiba-tiba ia kalah lagi. Makanya, kalau menonton drama ini kamu tidak boleh skip.

Erat dengan Kehidupan Nyata

Kenapa orang-orang banyak yang menyukai (tapi juga membenci) drama ini? Karena, temanya sangat dekat dengan kita semua. Di lingkungan kita pasti ada saja cerita atau gunjingan tentang keluarga seseorang yang kurang harmonis, entah itu karena KDRT, perselingkuhan, atau anaknya yang bermasalah.

Itu semua ada di drama The World of Marriage. Jadi, drama ini sangat realistis. Di dunia nyata, dalam perselingkuhan, seringkali pihak wanita yang disalahkan. Kurang perhatian lah, sudah tidak cantik lagi lah. Begitu pula yang dialami oleh Sun Woo.

Ia digambarkan sebagai istri yang sempurna. Cantik walaupun sudah berusia, telaten mengurus rumah beserta suami dan anak, padahal ia memiliki karir di luar sana sebagai dokter dan wakil direktur rumah sakit.

Bahkan, bisnis suaminya yang berupa perusahaan produksi film kecil-kecilan dibiayai oleh Sun Woo, semua sertifikat rumah dan asuransi juga dibayar oleh Sun Woo semua. Namun, ia juga diperlihatkan sebagai tipe orang yang ‘terlalu kaku’, dan terkesan ‘terlalu mendikte’ suami dan anaknya. Itulah yang membuat Tae Oh beralasan untuk selingkuh.

Karena, ia merasa lebih memiliki power, lebih berkharisma, dan lebih bebas dengan selingkuhannya, Da Kyung. Ia juga sepertinya muak hidup dalam bayang-bayang ‘direktur yang mengandalkan uang istrinya’ dan karena istrinya jauh lebih sukses, sebagai pria egonya pasti tercoreng.

Sedangkan Da Kyung adalah anak orang kaya yang belum memiliki karir apa-apa, tidak pula diceritakan ia mengemban pendidikan (kuliah) atau tidak saat perselingkuhan berlangsung.

Kita tidak tahu bagaimana Tae Oh dan Da Kyung akhirnya menjalin kasih, yang jelas Da Kyung mengetahui kalau Tae Oh sudah berkeluarga.

Saya berpikir kalau motif Tae Oh mendekati Da Kyung adalah untuk mendapatkan koneksi, karena ayah Da Kyung adalah orang terpandang diantara orang terpandang. Terbukti dari Tae Oh yang terus mendekati (dan menjilat, serta merendah) di depan ayah Da Kyung tanpa sepengetahuan selingkuhannya itu.

Sedangkan Da Kyung, saya rasa memiliki rasa kesenjangan dengan kedua ayahnya yang sibuk dan ibunya yang sosialita. Sehingga akhirnya ia pun jatuh hati pada seorang pria yang terpaut usia cukup jauh dengannya.

Da Kyung juga mungkin mengira Tae Oh kaya raya, tidak mengetahui kalau itu harta istrinya. Terbukti ketika akhirnya perselingkuhan mereka terbongkar dan Tae Oh tidak diterima lagi oleh Sun Woo.

Da Kyung juga tadinya hampir memutuskan Tae Oh dan menggugurkan kandungannya (iya, ia hamil anak Tae Oh). Akan tetapi, ia meraih Tae Oh kembali dan memutuskan untuk keluar dari rumahnya.

Saat membahas tentang keuangan, Tae Oh bilang ia tidak punya apa-apa lagi, dan Da Kyung terlihat sangat kaget dan kecewa. Ia sampai memohon pada ayahnya untuk menerima Tae Oh, ia, dan bayinya, tapi sang ayah sudah kepalang malu dan akhirnya mereka bertiga pun meninggalkan kota.

Membalas Dendam Secara Elegan?

Pada episode pertama, penonton diperlihatkan siapa peselingkuh dan pelakor, serta siapa saja fake friends yang tahu akan perselingkuhan tapi memutuskan untuk diam. Begitu intens dan terkesan cepat, bukan? Dalam episode tersebut juga, kita bisa melihat kalau Sun Woo memutuskan untuk membalaskan dendamnya dengan cara yang pintar.

Berhasil Membuat Mood Jungkir Balik Tiap Episode

Saya pikir drama akan berakhir ketika Tae Oh bersama Da Kyung dan Sun Woo berakhir sendirian bersama putranya. Saya pikir itu ending yang cukup ‘adil’ dengan Da Kyung yang dikucilkan dan kehidupan barunya dengan Tae Oh. Lalu, Sun Woo juga terlihat bahagia bersama anaknya dan ia juga sudah membalaskan dendamnya.

Akan tetapi, di episode selanjutnya, ceritanya dipercepat dua tahun. Kehidupan Sun Woo yang tenang kembali terusik karena Tae Oh dan Da Kyung kembali ke kota Gosan. Tidak hanya sekedar kembali, kehidupan mantan suaminya pun meningkat drastis.

Ia telah menjadi penulis skenario termahsyur dan memiliki rumah paling besar di Gosan. Orang-orang yang dulu menggunjing Tae Oh dan Da Kyung pun malah berbalik menjadi baik (a.k.a menjilat). Drama ini pun kembali menegang.

Plot Memanas, Cinta Lama Belum Hilang?

kembalinya Tae Oh ke Gosan membuat hati mereka berdua goyah juga, loh. Awalnya Tae Oh nampak dengan jelas ingin mengambil hati anaknya lagi. Belum lagi Joon Young yang mulai beranjak remaja, momen seseorang sedang memberontak.

Dan Sun Woo yang workaholic serta single parent tidak bisa meraih kepercayaan anaknya. Celah ini sangat memudahkan Joon Young untuk pergi ke ayahnya.

Di antara kejadian ini ada momen yang membuat Tae Oh dan Sun Woo menyadari kalau mereka sebenarnya masih saling peduli dan mencintai, yang membawa mereka tidur bersama pada suatu malam.

Dan, dekat-dekat ending, Tae Oh tidak berhasil mengambil kepercayaan anaknya karena ia menampar Joon Young tanpa mendengarkan pembelaan anaknya terlebih dahulu. Ini menjadi momen kemenangan Sun Woo untuk seterusnya.

Mental Anak Terganggu Akibat Sikap Orang Tua

Joon Young secara psikologis sangat dipengaruhi dengan konflik orang tuanya. Di mana ia harus ‘memihak’, karena kedua orang tuanya masih saling memiliki ego tinggi.

Pertikaian dan perceraian orang tuanya-lah yang mendorong Joon Young melakukan tindakan-tindakan seperti kabur dari rumah, bolos les, berkelahi dengan teman yang menggosipkan ibu dan ayahnya (mostly ibunya), hingga mengutil di mana saja. Ya, Joon Young jadi mengidap kleptomania.

Di dalam benak Joon Young juga tertanam kebencian atas ayahnya. Pertama, karena ayahnya berselingkuh. Kedua, karena Tae Oh ‘melakukan kekerasan’ pada Sun Woo. Ketiga, perceraian orang tuanya, yang Joon Young pikir pasti murni kesalahan ayahnya semata.

Keempat, ketika Tae Oh berusaha mengambil kepercayaan Joon Young lagi, ia malah gagal karena insiden tamparan di mansion-nya. Terakhir, saat Tae Oh berusaha bunuh diri dengan melompat ke depan truk, tapi ia selamat.

Sun Woo yang ketika ditanya “Apakah ibu akan menerima ayah kembali?” oleh Joon Young, Sun Woo dengan sigap menjawab tidak.

Tapi, aksinya yang berlari menghampiri Tae Oh (sebenarnya ini manusiawi, siapa yang tidak khawatir jika ada seseorang yang tiba-tiba melemparkan diri ke hadapan kendaraan yang sedang melaju?) dan memeluk meraih Tae Oh menggambarkan kalau Sun Woo sebenarnya masih peduli pada Tae Oh.

Joon Young yang sudah tanggung jijik dan benci pada ayahnya sendiri kecewa akan sikap ibunya yang tidak konsisten, akhirnya ia kabur dan menghilang selama satu tahun.

Saya pribadi mengambil pelajaran yang sangat berharga dari drama ini. Misalnya di dalam perceraian, berakhirlah secara baik-baik, jangan ada pihak yang menjatuhkan, jangan jelekkan satu sama lain, karena kita tidak tahu apakah di masa depan ingin rujuk lagi.

Kalau pun tidak, tetaplah jaga komunikasi dengan baik agar mental anak tidak terganggu, contohnya seperti Dedy Corbuzier dan Kalina, anaknya justru mendukung kedua orang tuanya cerai karena orang tuanya nampak lebih happy jika berpisah. Mental anaknya pun tidak terganggu karena kedua orang tuanya masih saling mendukung untuk membesarkannya.

Open Ending

Drama dengan ending yang menggantung ada sisi positif dan negatifnya. Orang-orang mungkin akan mengatakan “Sudah, begitu saja?” saat film ini selesai, ending-nya memang sangat antiklimaks.

Tapi, karena sangat open akan semua kemungkinan, setiap orang bisa berspekulasi dan membuat ending drama dalam versi sendiri. Dan, saya menghormati keputusan sutradara dan penulis cerita untuk ending yang seperti ini.

Di akhir cerita, kita bisa melihat Joon Young melempar ponselnya dan pergi entah ke mana. Lalu, cerita dipercepat hingga satu tahun setelah kejadian tersebut. Sun Woo kembali bekerja di RS seperti sedia kala, Tae Oh juga mulai merintis karirnya lagi dan tetap semangat walau ditolak di mana-mana.

Lalu, kita melihat Sun Woo mendapatkan surat dari Runaway Children Counseling Center. Misteri hilangnya Joon Young pun terjawab. “Siapa yang pulang?”, mungkin menjadi frequently asked question. Tapi, saya yakin itu kaki anaknya. Jadi, yang pulang adalah Joon Young, bukan Tae Oh.

Masing-masing Tokoh Mengalami ‘Healing Time’

Yang saya sukai juga dari drama ini adalah, setiap karakternya memiliki waktu untuk menyembuhkan dirinya. Baik itu Sun Woo, Tae Oh, Joon Young, bahkan Da Kyung yang penonton anggap pelakor jahanam.

Saya merasa bersyukur Tae Oh tidak meninggal akibat tertabrak truk. Karena dengan begitu, semua karakter tidak akan mengalami waktu untuk menuju kebahagiaan yang hakiki.

Saya juga senang Da Kyung menceraikan dan membuang Tae Oh lalu memulai kehidupan barunya dengan meneruskan minatnya dalam bidang fashion (dan scene ketika ia menolak minuman pemberian cowok ganteng, love it! But also kinda sad, karena mungkin saja Da Kyung jadi trauma akan cinta).

Well, akhirnya semua orang bisa berdamai dan memaafkan diri mereka sendiri dan melanjutkan hidup dalam kondisi yang lebih baik.

Sun Woo Inosen?

Seperti banyak drama Korea bertemakan sesuatu yang berat lainnya, “The World of the Married” tidak melukiskan karakternya sebagai 100% baik atau buruk, tapi menunjukkan kalau orang baik ada sisi buruknya, dan orang jahat ada sisi lemahnya tak selalu kuat.

Drama ini juga tidak menyudutkan ‘Yang salah itu Sun Woo karena ia terlalu tinggi dan tidak membiarkan suaminya bernapas’ atau ‘Tae Oh adalah suami tidak tahu diri yang mengkhianati istri dan anaknya sendiri’, tapi lebih meninggalkan semuanya pada penonton untuk membuat pendekatan dan kesimpulan sendiri. And, I love this drama for that.

Contohnya, sang karakter utama, yaitu Sun Woo. Apakah ia protagonis yang baik hati, lemah, dan disukai semua orang seperti karakter FTV atau drakor genre komedi romantis yang biasa ada di pasaran? Tidak.

Sun Woo tidak baik, tapi tidak jahat juga. Kalau saya bilang, ia manipulatif, dan pintar. Ia adalah orang yang bisa fake her smile namun ternyata mendendam, menunggu bom meledak untuk mengeluarkan semuanya. Ini bisa jadi sisi positif atau negatif dari dirinya.

Sikapnya terhadap mertuanya selama ini juga bisa dibilang bukan contoh menantu yang ideal. Ia tidak pernah mengunjungi sang ibu mertua, padahal ibunya dirawat selamanya (Seperti panti jompo tapi buat lansia yang sakit) di rumah sakit tempat ia bekerja.

Walaupun, lebih parah Tae Oh sebagai anak kandungnya sendiri tapi mengunjungi dan menelepon ibunya pun tidak pernah juga. Lalu, saat Sun Woo memojokkan sang ibu mertua mengenai dirinya yang tahu akan perselingkuhan anaknya.

Ia pun seperti memberikan ultimatum pada sang ibu kalau ia akan menghancurkan Tae Oh, dan sang ibu harus melihat ketika hal itu terjadi. Padahal Sun Woo mengetahui kalau ibunya sakit jantung kronis yang tidak boleh memiliki pemikiran berat ataupun dikagetkan.

Saya juga kalau jadi Sun Woo pasti kesal dan merasa terkhianati, tapi dengan ia mengatakan hal tersebut pada sang ibu, dan akhirnya ibu Tae Oh meninggal esok paginya, saya rasa itu bukan hal yang baik.

Jangan lupakan Sun Woo yang memanfaatkan kekuasaannya sebagai dokter dengan memberikan resep obat tidur pada Min Hyun Seo, seorang gadis muda pekerja keras yang tidak bisa lepas dari pacarnya yang abusive.

Sebagai ganti dari resep obat tersebut, Sun Woo meminta Hyun Seo membuntuti Tae oh Dan Da Kyung lalu melaporkan semuanya padanya. Sebagai dokter dan orang intelek, seharusnya Sun Woo tidak bersikap seperti itu walau dibutakan oleh api amarah dan cemburu.

Sun Woo juga memanfaatkan rasa suka sahabat suaminya terhadap dirinya, yaitu Son Je Hyuk. Ia mendapatkan informasi dan ide bagaimana cara membalaskan dendam pada Tae Oh secara diam-diam, dan juga dengan cara ilegal.

Sebagai gantinya, Je Hyuk ingin tidur bersama Sun Woo dan berharap Sun Woo meninggalkan tae Oh dan memilihnya. Padahal, Je Hyuk memiliki istri yang setia padanya dan Sun Woo pun berteman dengan sang istri, yaitu Go Ye Rim.

Memang, Ye Rim juga memiliki kesalahan, seperti tidak memberitahukan Sun Woo tentang perselingkuhan Tae Oh, juga diam-diam memiliki kecemburuan pada Sun Woo karena ia tahu suaminya sudah dari dulu menyukai Sun Woo.

Tapi, Walaupun sudah saling mengkhianati, Ye Rim masih peduli dengan Sun Woo dan keluarganya, dibuktikan ketika ada orang yang menerobos masuk ke rumah Sun Woo, ia menghampiri rumah tetangganya itu dan menelepon polisi. Ia juga menampung sementara Joon Yeong saat Sun Woo dan Tae Oh ‘berbicara’ berujung KDRT yang direncanakan Sun Woo.

Kenapa saya bilang direncanakan? Karena Sun Woo yang memancing Tae Oh. Ia secara implisit mengatakan seolah-olah sudah membunuh anak mereka, Joon Yeong. Tae Oh tentu murka dan tidak percaya Sun Woo bisa berbuat sejauh itu.

Ia pun memukul dan mendorong Sun Woo ke tembok hingga kepalanya berdarah dan pingsan. Hal ini dilihat oleh Joon Yeong dan juga Ye Rim. Tae Oh pun dilaporkan ke polisi dan perceraian mereka berjalan lancar dan Sun Woo menang karena ia memiliki banyak bukti sekarang.

Begitu pula ketika ia mengaku pada Da Kyung kalau ia dan Tae Oh tidur bersama kembali pada suatu malam, padahal Tae Oh dan Da Kyung sudah menikah. Lalu, menerangkan hipotesanya tentang bagaimana Da Kyung hanya merupakan pengganti saja untuk dirinya.

Itu ada sisi positif dan negatifnya kalau menurut saya. Negatifnya, ia sebelumnya sudah berjanji untuk merahasiakan hal ini, dan kalau ia ingin Tae Oh kembali ke keluarganya yang baru.

Jadi, seharusnya ia tidak perlu memberi tahu Da Kyung dan orang tua Da Kyung akan hal ini. Tetapi, sisi positifnya, ia setidaknya sedikit peduli pada Da Kyung.

Ia khawatir kalau suatu saat nanti Da Kyung akan menjadi next Sun Woo, alias tergantikan juga. Jadi, lebih baik tinggalkan Tae Oh duluan sekarang saja. Walau, bisa saja motif Sun Woo adalah untuk menjatuhkan Tae Oh hingga ke dasar dengan hal ini.

Kesimpulan

“The World of the Married” adalah drama tentang perselingkuhan dan kehidupan orang dewasa yang intens. Drama ini menggambarkan kalau pernikahan itu tidak selalu sunshine and rainbow, tapi ada strom juga.

Drama ini mengemas cerita secara ciamik untuk menunjukkan betapa rumitnya pernikahan itu. Setelah mengetahui perselingkuhan suaminya, Sun Woo memiliki dua opsi, yaitu untuk bercerai atau tidak bercerai.

Mungkin ada banyak penonton yang mendukung Sun Woo untuk bercerai, dan Tae Oh pantas mendapatkan kejatuhan total seperti yang diceritakan pada episode terakhir. Baik bercerai atau memaafkan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Melalui karakter lain dalam drama ini, kita juga bisa melihat kalau perceraian tidak selalu menjadi pilihan terbaik, terutama bagi wanita dan orang-orang yang disayangi wanita tersebut (anak dan keluarga inti, misalnya).

Karena, Korea Selatan masih konservatif, perceraian bukanlah topik yang bisa dibicarakan secara terbuka oleh orang-orang. Contohnya, perceraian artis-artis Korea Selatan tak ada yang diekspos berlebihan, kan?

Mereka yang cerai tidak diundang ke televisi atau YouTube untuk konfirmasi dan sebagainya, tidak seperti di negara kita. Walaupun terkesan tertutup, tingkat perceraian di Korea Selatan sangat tinggi se-Asia Timur.

Fun fact: perselingkuhan merupakan tindak pidana sebelum tahun 2015, namun hukum yang berlaku tetap tidak menghalangi pelaku perselingkuhan. Karena seks bukan urusan pemerintah Korea Selatan, itu sudah seperti hak semua orang untuk melakukan hubungan badan dengan siapa saja.

Tapi, perzinahan memang ilegal. Jadi, hukum tentang perselingkuhan tadi kontradiktif. Faktanya, hampir dari separuh seluruh pria yang menikah pernah berselingkuh, setidaknya sekali dalam hidupnya.

Yang bermimpi untuk menikahi idolanya bisa berpikir-pikir lagi, deh, hihi. Begini saja, ada orang yang tidak berselingkuh sama sekali. Tapi, sekalinya selingkuh, ia tidak mungkin melakukannya hanya sekali. Ini berlaku untuk pria maupun wanita, ya. Sudah cukup review drama kali ini. Bagaimana pendapatmu mengenai drama “The World of the Married” ini?

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *