bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Serial Netflix The Witcher Season 1

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 23 September 2021

Serial ini sebenarnya lebih mendekati pada seri novelnya dibandingkan dengan video gamenya. Seri buku The Witcher ditulis oleh penulis asal Polandia yang bernama Andrzej Sapkowski. Serial yang ditayangkan di Netflix ini berada di abad pertengahan, dan berlatar di sebuah wilayah yang disebut dengan Continent.

The Witcher secara singkatnya mengikuti kisah dari tiga orang, yakni sang Witcher Geralt of Rivia, Putri Mahkota Kerajaan Cintra, Cirilla "Ciri," dan penyihir dari Vengerberg bernama Yennefer. Masing-masing dari ketiganya diceritakan di berbagai titik waktu yang berbeda, hingga akhirnya mereka bertemu di satu garis waktu yang sama ketika Kerajaan Nilfgaard akan menyerang Kerajaan Cintra.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Jumlah Episode: 8
  • Genre: Action, Adventure, Fantasy
  • Rumah produksi: Sean Daniel Company, Stillking Films, dan Platige Image
  • Sutradara: Alik Sakharov, Alex Garcia Lopez, Charlotte Brändström, dan Marc Jobst
  • Pemeran Utama: Henry Cavill, Anya Chalotra, dan Freya Allan 

Geralt merupakan manusia yang lahir dari seorang penyihir bernama Visenna. Geralt kemudian menjadi seorang Witcher di wilayah Continent, dan mempunyai pekerjaan untuk membunuh para Monster demi mendapatkan koin yang banyak. Ras Witcher selanjutnya menjadi langka karena sebagian dari mereka telah diburu oleh manusia untuk dimusnahkan.

Meski mempunyai kekuatan yang luar biasa, Geralt memiliki prinsip untuk tidak membunuh manusia. Ia beralasan karena dirinya tidak ingin dilihat sebagai sosok “Monster” oleh para manusia. Namun, tekadnya itu ternodai ketika ia terpaksa membunuh Putri Renfri dan anak buahnya di Kota Blaviken. Para penduduk Blaviken lalu menghinanya sebagai Witcher kejam sang penjagal manusia.

Akan tetapi, sebelum Renfri meninggal, ia memberitahu kepada Geralt untuk menemukan seorang putri dari sebuah kerajaan yang tengah hancur. Renfri mengungkapkan jika putri tersebut adalah takdir yang selama ini dicari oleh Geralt. Dengan perasaan bersalah, dan terhina, Geralt bersama kudanya pergi meninggalkan Blaviken.

Sementara itu di waktu yang berbeda, Kerajaan Cintra tengah porak poranda karena diserang oleh Kerajaan Nilfgaard. Ratu Cintra yang bernama Calanthe berada dalam kondisi sekarat setelah terluka di medan perang.

Sebelum ia meninggal, Ratu Calanthe mengatakan kepada Ciri agar menyelamatkan diri, dan menyuruhnya pergi meninggalkan kerajaan untuk menemukan seorang Witcher bernama Geralt of Rivia.

Ciri lalu berhasil kabur dari sergapan pasukan Nilfgaard yang mengejarnya. Namun, ia tersesat di sebuah hutan saat musim dingin tiba. Ciri kemudian bertemu dengan seorang elf bernama Dara. Ciri lalu mengetahui kekejaman yang dilakukan oleh neneknya, Ratu Cintra, dari elf tersebut, di mana atas perintah sang ratu, pasukan kerajaan Cintra membantai seluruh klan elf sampai tidak ada yang tersisa.

Di sisi lain, di dalam garis waktu yang berbeda juga, Yennefer adalah seorang perempuan yang lahir dari persilangan antara elf dan manusia. Akibat hal itu, Yennefer pun terlahir dengan kondisi tubuh yang cacat, dan ia memiliki tubuh yang bungkuk.

Ayahnya tidak menyukai keberadaannya, termasuk orang-orang sekitarnya yang sering mengejek Yennefer. Suatu hari, seorang penyihir bernama Tissaia de Vries membeli Yennefer dengan harga yang cukup murah, dan sang ayah lalu menjualnya kepada penyihir tersebut.

Tissaia ternyata adalah kepala sekolah dari Aretuza, yang merupakan tempat untuk para penyihir. Di tempat tersebut, Yennefer mulai belajar sihir, hingga pada akhirnya ia pun mengorbankan rahimnya, dan tidak mempunyai anak agar ia bisa menghilangkan cacat ditubuhnya menjadi perempuan cantik.

Setiap Episodenya Cukup Seru Dinikmati

The Witcher rasanya cukup baik dalam mengadaptasi karakter Geralt of Rivia (Henry Cavill) ke dalam serial milik Netflix ini. Pemeran Superman dalam semesta DC di Warner Bros tersebut setidaknya mampu menggambarkan karakter Geralt agar terlihat mirip seperti versi yang ada di video game The Witcher. Ia tampil dingin dengan geramannya yang khas, dan terlihat superior di beberapa adegan.

Serial ini secara apik mengisahkan Geralt, yang melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menerima pekerjaan membunuh monster atau iblis dengan imbalan berupa koin. Apa pun yang dilakukan olehnya, cerita serial ini tersaji cukup seru, dan menarik. Apalagi, penampilan Cavill terus berkembang di setiap episodenya, seiring dengan konflik, dan musuh baru yang harus ia hadapi.

Alur cerita di serial ini disajikan secara episodik, dimana setiap episodenya menghadirkan misi baru yang selalu diselesaikan pada setiap episode tersebut. Lewat cara seperti itu, jarang ada permasalahan yang menggantung.

Tapi, cara itu juga membuat serial ini terasa seperti video game, yang mengharuskan kita menyelesaikan masalah di setiap babaknya agar bisa melanjutkan ke alur selanjutnya. 

Sementara itu, saat tidak fokus kepada Geralt, serial The Witcher lebih menyoroti Yennefer sebagai “love interest” dari sang Witcher tersebut. Awalnya, ia memang digambarkan sebagai perempuan yang cacat secara fisik. Namun, Anya Chalotra yang memainkan karakter Yennefer tampil begitu totalitas, dan rasanya aktingnya di serial ini cukup menarik perhatian.

Selepas melewati tindakan spiritual dan sihir yang cukup menegangkan, Yennefer berubah menjadi sosok perempuan cantik. Dari situlah aura terbaik dari Anya sebagai Yennefer sedikit demi sedikit mulai terlihat di setiap episodenya.

Peran Yennefer bukanlah sebatas pemain pendukung saja, ia bersama Ciri, dan Geralt menjadi karakter penting di dalam dunia The Witcher dalam menghadapi Kerajaan Nilfgaard.

Perbedaan Timeline Dirangkai Tidak Apik

The Witcher menyuguhkan 8 episode, yang dimana 5 episode awalnya memiliki garis waktu yang acak dan berbeda. Dua episode terakhir dari serial ini mulai berjalan menuju garis waktu yang sama, tepatnya di tahun 1263 ketika Kerajaan Cintra hancur oleh Nilfgaard, dan Ciri mulai melarikan diri dari kejaran pasukan Nilfgaard yang kejam untuk menemukan Geralt.

Cerita serial ini diawali oleh Geralt, yang mulai dikisahkan di tahun 1231 sampai dengan tahun 1263, dimana ia akhirnya bertemu dengan Ciri di sebuah hutan. Lalu, cerita Yennefer bermula di tahun 1206, hingga tahun 1262, dan ia harus berpisah dengan Geralt setelah misi dalam melindungi seekor naga. Alur perjalanan Ciri menjadi garis waktu utama karena ia berada di tahun 1263 sebagai inti ceritanya. 

Geralt dan Yennefer kemudian saling bertemu pada tahun 1256, lebih tepatnya di episode kelima serial The Witcher ini. Keduanya lalu bertemu lagi di episode selanjutnya sebelum mereka akhirnya berpisah seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Serial ini memang menghadirkan alur maju mundur terhadap perjalanan Geralt dan Yennefer. Hal itu kemudian memberikan kebingungan bagi yang pertama kali menonton The Witcher, sebab serial ini tidak memberikan sebuah informasi atau penjelasan yang menunjukan latar waktu tersebut.

Tapi yang pasti, jika serial ini beralih menceritakan kisah perjalanan Ciri, maka dipastikan bahwa alur tersebut berada di garis waktu utama di serial The Witcher. Transisi terkait perbedaan garis waktu ini rasanya menjadi kekurangan dalam The Witcher, dan memaksa kita yang menontonnya untuk menggali informasi agar bisa merangkai timeline The Witcher supaya menjadi cerita yang mudah dimengerti.

Kurang rapihnya dalam memberikan penjelasan garis waktu tersebut di satu sisi berhasil memberikan twist kepada kita yang menontonnya. Namun, bagi yang tidak sabar, dan kurang detail saat menonton The Witcher, mungkin mereka akan langsung merasa aneh dan sedikit kurang tertarik untuk mengikuti ceritanya.

Menonton serial ini memang disarankan mengetahui terlebih dahulu garis waktu sebenarnya agar tidak merasa kebingungan. Tapi terlepas dari hal itu, The Witcher menghadirkan berbagai macam karakter menyeramkan yang membuat serial ini sangat seru untuk ditonton.

Serial Dari Netflix yang Mesti Ditonton

the witcher season 1_Serial Dari Netflix yang Mesti DitontonSumber: filmdaily.co

Musim pertama dari serial ini dirilis pada tanggal 20 Desember 2019 lalu. Ceritanya sendiri didasarkan pada The Last Wish dan Sword of Destiny, yang merupakan kumpulan cerita pendek dalam saga fantasi The Witcher. Serial ini cukup sukses, dan Netflix pun sudah mengumumkan jika musim kedua The Witcher direncanakan tayang di tahun ini, dan akan tetap menyajikan 8 episode.

Selain ceritanya yang cukup menarik, dan menegangkan di beberapa bagian, The Witcher juga menyajikan elemen horor yang bisa memberikan nuansa menyeramkan. Di sini kita akan melihat sesosok makhluk mengerikan bernama Striga, dan suara lengkingannya yang mengganggu telinga.

Lalu, ada juga berbagai karakter unik lainnya seperti naga, elf, para penyihir, mutan, dan visual abad pertengahan yang seperti nyata.

Serial ini memang sudah lama ditayangkan oleh Netflix, tapi bagi kalian yang ingin menonton The Witcher, maka jangan ragu untuk menyaksikannya. Sebelum itu, pastikan kalian sudah paham garis waktu di serial ini supaya tidak merasa bingung ketika mengikuti ceitanya. Jika memang sudah paham, dan mengerti alur ceritanya, selamat menonton!

The Witcher Season 1
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram