Bacaterus / Film Indonesia / 10 Sutradara Terbaik Indonesia dengan Karya yang Luar Biasa

10 Sutradara Terbaik Indonesia dengan Karya yang Luar Biasa

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kesuksesan sebuah film tidak terlepas dari kerja keras para kru produksi yang berada di belakang layar. Dalam sebuah proses produksi pembuatan film, tim tersebut akan dipimpin oleh seorang sutradara. Ialah yang bertanggung jawab akan seluruh aspek dari film tersebut beserta proses produksi film dari awal hingga akhir.

Industri perfilman Indonesia juga memiliki banyak sutradara-sutradara hebat yang telah memproduksi karya-karya film yang luar biasa. Mereka bahkan juga sudah memiliki banyak prestasi pada bidang perfilman. Inilah 10 sutradara terbaik Indonesia yang harus kamu tonton karya-karya filmnya!

1. Usmar Ismail

* sumber: studioantelope.com

Nama Usmar Ismail sangat populer dalam dunia perfilman Indonesia. Ia bahkan mendapat julukan sebagai bapak perfilman Indonesia. Usmar Ismail merupakan sutradara pelopor di Indonesia dan telah menyutradarai film sejak tahun 1949. Setelah meninggal, namanya juga diabadikan sebagai pusat perfilman Jakarta, yaitu Pusat Perfilman H.Usmar Ismail.

Usmar Ismail juga pernah menjabat sebagai direktur Perusahaan Film Nasional Indonesia atau Perfini. Sepanjang sejarah karirnya, ia telah memproduksi tidak kurang dari 25 judul film, di antaranya adalah Darah dan Doa, Enam Djam di Djogja, Tiga Dara, dan Anak-Anak Revolusi.

2. Teguh Karya

* sumber: www.tehpucukharum.com

Teguh Karya memiliki nama asli Steve Liem Tjoan Hok. Ia aktif menyutradarai film-film Indonesia pada dekade 70-an hingga 90-an. Teguh Karya juga terkenal menjadi pemegang rekor sebagai sutradara yang paling banyak meraih penghargaan Sutradara Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Teguh Karya telah meraih enam penghargaan dan Sembilan nominasi untuk kategori Sutradara Terbaik. Ia juga menjadi sutradara yang mengantarkan banyak film-filmnya meraih kategori Film Terbaik. Film-film karyanya di antaranya adalah Cinta Pertama, Badai Pasti Berlalu, dan Pacar Ketinggalan Kereta.

3. Arifin C Noer

* sumber: m.ayocirebon.com

Arifin C Noer memulai karirnya pada dunia teater. Ia kemudian mulai menekuni dunia film pada tahun 1973. Karya-karya Arifin C Noer banyak memenangkan prestasi pada festival-festival film nasional di era 80-an dan awal 90-an, termasuk dua Piala Citra untuk kategori Sutradara Terbaik.

Film Arifin C Noer yang paling terkenal dan cukup mempengaruhi dunia perfilman Indonesia adalah film Pengkhianatan G 30 S/PKI yang rilis tahun 1984. Selain itu, Arifin C Noer juga memiliki karya-karya film terkenal lainnya, seperti Taksi, Serangan Fajar, Djakarta 1966, dan Matahari Matahari.

4. Garin Nugroho

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Prestasi Garin Nugroho sebagai sutradara bukan hanya diakui oleh Indonesia saja. Ia juga telah banyak mendapatkan penghargaan di festival internasional. Sejak awal 1990-an hingga sekarang, Garin masih aktif menjadi sutradara film dan membawa film-filmnya hingga ke kancah internasional.

Garin meraih berbagai penghargaan pada Festival Film Indonesia, Asia-Pacific Film Festival, Berlin International Film Festival, Tokyo International Film Festival, hingga Asian Film Awards. Beberapa karya filmnya yang cukup dikenal di antaranya Cinta dalam Sepotong Roti, Bulan Tertusuk Ilalang, Daun di Atas Bantal, Opera Jawa, dan Kucumbu Tubuh Indahku.

5. Riri Riza

* sumber: www.kincir.com

Riri Riza merupakan salah satu sutradara yang cukup berpengaruh pada perfilman Indonesia. Di tahun 2000, ia menyutradarai film Petualangan Sherina, salah satu film yang kembali menggeliatkan perfilman Indonesia setelah “mati suri” dalam beberapa tahun terakhir. Riri Riza juga beberapa kali masuk nominasi dalam Festival Film Indonesia.

Ia mendapatkan 4 nominasi sutradara terbaik Festival Film Indonesia pada 2004, 2005, 2014, dan 2016. Di tahun 2018, ia memenangkan kategori tersebut melalui film Athirah. Selain Petualangan Sherina dan Athirah, film-film terbaik Riri Riza lainnya di antaranya adalah Gie, Laskar Pelangi, Ada Apa Dengan Cinta 2, dan Bebas.

6. Joko Anwar

* sumber: portaljember.pikiran-rakyat.com

Joko Anwar memulai karirnya sebagai sutradara film di tahun 2005. Film pertamanya Janji Joni menjadi peraih box office terbesar di tahun itu dan menjadi nominasi pada berbagai ajang festival, seperti Sydney Film Festival dan Pusan International Film Festival. Di tahun 2007, ia menyutradarai film noir pertama di Indonesia, Kala.

Semenjak itu, Joko Anwar dikenal sering menyutradarai film-film bergenre horror atau thriller. Beberapa filmnya yang terkenal di antaranya Pengabdi Setan, Modus Anomali, dan Pintu Terlarang. Film-film tersebut juga banyak mendapatkan penghargaan baik di festival dalam negeri hingga luar negri.

7. Hanung Bramantyo

* sumber: en.wikipedia.org

Hanung Bramantyo memulai karirnya sebagai sutradara di tahun 2004 dengan film pertamanya, Brownies. Film pertamanya tersebut sukses membawa Hanung memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2005. Semenjak itu, Hanung sangat aktif menyutradarai berbagai judul film.

Sepanjang karirnya, Hanung sudah menyutradarai tak kurang dari 30 film dengan berbagai genre. Ia juga sukses meraih 11 nominasi sebagai sutradara terbaik pada ajang Festival Film Indonesia. Beberapa filmnya yang sukses di pasaran adalah Get Married, Jomblo, Ayat-Ayat Cinta, Kartini, Bumi Manusia, dan Perahu Kertas.

8. Angga Dwimas Sasongko

* sumber: mediaindonesia.com

Angga Dwimas Sasongko telah menyutradarai film layar lebar pertama saat masih berusia 21 tahun. Namanya kian melejit ketika menyutradarai film Filosofi Kopi di tahun 2015. Film tersebut kemudian membuat tren bisnis kedai kopi menjamur di Indonesia. Filosofi Kopi juga membawanya meraih nominasi Sutradara Terpuji Festival Film Bandung 2015.

Hingga kini, Angga telah menyutradarai 9 judul film, dimana salah satu filmnya, Hari untuk Amanda sukses meraih 8 nominasi Piala Citra 2010, termasuk untuk kategori Sutradara Terbaik. Selain Filosofi Kopi dan Hari untuk Amanda, film-film Angga lainnya ialah Surat dari Praha, Cahaya dari Timur: Beta Maluku, dan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

9. Ifa Isfansyah

* sumber: www.tribunnews.com

Ifa Isfansyah memulai karir filmnya dengan menyutradarai film-film pendek yang sukses di berbagai festival internasional. Film-film tersebut meraih penghargaan di Rotterdam International Film Festival, Hamburg International Film Festival, Almaty Film Festival Kazakhstan, dan Three Eyes Film Festival Mumbai.

Ifa memulai debut film layar lebar pertamanya di tahun 2009 melalui film Garuda di Dadaku. Di tahun 2011, ia berhasil meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia 2011 melalui film Sang Penari. Film-film Ifa Isfansyah lainnya di antaranya adalah Pendekar Tongkat Emas dan Catatan Dodol Calon Dokter.

10. Upi Avianto

* sumber: www.wowkeren.com

Upi Avianto atau yang lebih dikenal dengan Upi merupakan salah satu sutradara wanita yang sudah cukup banyak menyutradarai berbagai judul film. Karirnya sebagai sutradara film dimulai di tahun 2004 ketika menyutradarai film 30 Hari Mencari CInta yang sangat sukses kala itu. Terhitung tak kurang dari 12 judul film sudah disutradarai olehnya.

Sebagai sutradara, Upi berhasil meraih 3 kali nominasi Festival Film Indonesia melalui film My Stupid Boss, Belenggu, Serta Radit dan jani. Selain tiga film tersebut, film-film Upi lainnya yang sukses di pasaran di antaranya adalah Realita, Cinta dan Rock’n Roll, Serigala Terakhir, dan Sri Asih.

Itulah 10 sutradara terbaik di Indonesia dengan karya-karya film mereka serta segudang prestasi yang telah ditorehkan. Siapakah diantaranya yang menjadi sutradara favoritmu? Ceritakan di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *