bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Winter Sonata (2002), Drakor Legendaris

Winter Sonata (2002) merupakan serial drama pelopor yang membangunkan ‘hallyu wave’ Korea Selatan ke kancah dunia. Meski dua dekade sudah berlalu, Winter Sonata (2002) masih menjadi salah satu serial drama favorit sepanjang masa di seluruh belahan dunia.

Bahkan, lokasi syuting di mana kedua tokoh utama pertama kalinya berciuman pun diabadikan dalam sebuah bentuk karya seni, yaitu patung dari kedua tokoh utama tersebut. Rumah pemeran utama pria serta perlengkapan syuting di dalamnya juga diabadikan, malah dijadikan museum. Kalau kamu berkunjung ke Pulau Nami, pasti tempat itu jadi salah satu lokasi yang direkomendasikan oleh orang lokal.

Meski sayangnya, telah ada rencana untuk pembongkaran, karena di lahan tersebut akan dibangun sebuah apartemen. Namun, piano legendaris dalam serial ini beserta beberapa barang lainnya nantinya akan diabadikan dalam lahan khusus di pekarangan apartemen yang akan dibangun.

Winter Sonata meraih banyak penghargaan di KBS Awards 2002 dalam kategori Akting Terbaik untuk peran Bae Yong Jun, Choi Ji Woo, dan Park Yong Ha. Kemudian kategori Penghargaan Kepopuleran untuk Bae Yong Jun dan Choi Ji Woo.

Walau telah dua tahun berlalu, dalam KBS Awards 2004, ada kategori Penghargaan Khusus dan Yoon Seok Ho memenangkannya, loh. Buat yang sudah agak lupa, atau yang tahu dengan drakor legendaris ini, yuk, simak sinopsis dan reviunya dari Bacaterus berikut ini!

Sinopsis

winter sonata
  • Tahun rilis: 2002
  • Genre: Romance, Melodrama
  • Produksi: Pan Entertainment
  • Sutradara: Yoon Seok Ho
  • Pemeran: Bae Yong Joon, Choi Ji Woo, Park Yong Ha, Park Sol Mi, Lee Hye Eun, Ryu Seung Soo, Kwon Hae Hyo, Song Ok Sook, Jung Dong Hwan, Kim Hae Sook, Ha Ji Hye, Jung Won Joong, Jang Hang Sun, Lee Hyo Chun, Park Hyun Sook, Son Jong Bum, Yoo Yul, Maeng Ho Rim, Ha Jae Young
  • Jumlah episode: 20

Joon Sang (Bae Yong Joon) adalah seorang anak di luar nikah. Dia tumbuh menjadi sosok yang pemurung dan penyendiri. Dia merasa orang tuanya tidak pernah mengasihinya, apalagi setelah ayah kandungnya meninggal dunia. Pada masa remajanya, Joon Sang berteman dengan Yoo Jin (Choi Ji Woo). Mereka semakin dekat dan mulai bersahabat, lalu, perlahan mereka saling mencintai.

Namun, suatu hari, musibah terjadi. Joon Sang tertabrak mobil yang menyebabkan otaknya terganggu dan dia kehilangan semua ingatan dari sebelum musibah tersebut. Kejadian ini dimanfaatkan oleh ibu Joon Sang yang sangat mengharapkan kepedulian Joon Sang padanya.

winter sonata 2

Dia membawa Joon Sang ke pakar terapi untuk melakukan metode ‘brainwash’ pada anaknya tersebut. Hal itu membuat Joon Sang benar-benar tidak mengingat masa lalunya dan hanya memiliki kenangan baru (yang telah di-fabrikasi) di dalam ingatannya.

Setelah itu, ibu Joon Sang memboyong anaknya ke Amerika Serikat. Di sana, mereka mengawali ‘hidup baru’ sebagai ibu dan anak yang saling mengasihi. Dan, dengan jahatnya, ibu Joon Sang menginformasikan kepada kawan-kawan maupun guru-guru Joon Sang kalau anaknya itu telah tiada. Dia juga mengganti identitas Joon Sang menjadi Min Hyung.

Min Hyung tumbuh menjadi sosok yang baru, yang lebih berani mengungkapkan pemikirannya dan mudah berteman dengan siapa pun. Setelah dewasa, dia berprofesi menjadi seorang arsitek.

Dia sangat berbakat hingga mendapatkan penghormatan dalam kontes arsitek di Amerika Serikat. Kehidupannya begitu sempurna. Namun, ada yang tidak dia ketahui, bahwa dirinya dibuat tak ingat satu hal pun tentang Korea.

winter sonata 3

Di Korea, Yoo Jin yang mengira Joon Sang sudah meninggal, mulai membuka lembaran baru dengan pria lain, Sang Hyuk (Park Yong Ha). Sang Hyuk adalah kawan Yoo Jin sejak kecil, dan selalu mendampingi Yoo Jin saat gadis itu dalam kondisi terluka.

Hubungan mereka begitu serius dan hampir saja bertunangan, sampai tanpa sengaja Yoo Jin melihat Joon Sang. Kebetulan, perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan Joon Sang. Melalui kerja sama ini, Yoo Jin sembari menyelidiki siapa Min Hyung sebenarnya karena dia menduga pria itu adalah Joon Sang.

Pada saat itu, Min Hyung sedang berpacaran dengan kawan dan juga rival Yoo Jin, Chae Rin (Park Sol Mi). Seiring berjalannya waktu, Min Hyung mulai menyukai Yoo Jin yang tentunya menimbulkan masalah pada hubungannya dengan Chae Rin.

Chae Rin berusaha mempertahankan hubungannya dengan Min Hyung hingga menghalalkan segala cara untuk menjauhkan Yoo Jin dari kekasihnya itu. Apakah rencana Chae Rin berhasil? Lalu, bisak ah ingatan Min Hyung kembali?

Sinematografi yang Apik

winter sonata 4

Pada masa awal penayangannya, serial drama ini mendapatkan animo tinggi. Selain karena ceritanya yang menyentuh kalbu, sinematografinya juga tak kalah memanjakan mata para pemirsanya. Kita sebagai penonton disuguhkan pemandangan Korea Selatan yang asri. Kita juga sedikit jadi lebih tahu tentang kebudayaan orang Korea yang tentunya berbeda dengan orang Indonesia.

Tapi, tentunya yang paling menarik adalah perbedaan musim di Korea dan di Indonesia. Sesuai judulnya, Winter Sonata, serial ini menampilkan musim dingin yang indah di Korea. Membuat kita ingin merasakan musim dingin juga, sekaligus romansa pada masa winter. Sayang, kita termasuk negara tropis yang cuma punya dua musim, ya.

Kisah Percintaan yang Menyayat Hati

winter sonata 5

Winter Sonata memiliki tema percintaan yang bisa membawa penonton ikut bersedih karenanya. Drama romansa memang sudah umum, ya. Namun, pada masa tayangnya, serial drama ini sungguh-sungguh menyentuh para pemirsanya. Bahkan sampai sekarang, pasti banyak orang yang masih ingat serial drama ini.

Saking euforia-nya, sampai dibuat patung di lokasi pertama kalinya Joon Sang dan Yoo Jin berciuman. Rumah yang diceritakan sebagai kediaman Joon Sang pun dijadikan museum, meski sekarang direncanakan untuk dipugar karena lokasinya akan dijadikan apartemen.

Padahal rumah hanok properti syuting mungkin bisa dipertahankan untuk melestarikan budaya Korea Selatan sendiri dan untuk menarik turis tentunya. Tapi, kita yang cuma penggemar bisa apa, hehe.

Serial drama ini banyak adegan yang menguras hati dan air mata. Kisah cinta yang indah, tiba-tiba harus kehilangan, berusaha move on, eh, malah ketemu lagi. Tapi, si dia ternyata lupa ingatan!

Berjuang mengembalikan ingatannya, termasuk perasaannya yang juga entah ke mana. Serial ini mengajarkan, perjuangan yang sungguh-sungguh dan tulus tentunya akan membuahkan hasil yang baik. Benar begitu, bukan?

Soundtrack yang Berhasil Membuat Baper

winter sonata 6

Meski ada kendala bahasa, dengan alunan musik yang enak didengar, soundtrack serial ini sukses membuat pemirsa yang menonton ikut terhanyut dengan alur ceritanya. Setiap lagunya dibuat dan ditampilkan dalam adegan yang tepat.

Mungkin, untuk sebagian pemirsa, lagu-lagu tersebut bisa membuat mereka ikut sedih, terharu, bahkan menangis dalam setiap plot yang menyentuh hati mereka. Bahkan, lagu-lagunya masih enak didengar pada masa sekarang, membuat kita sedikit bernostalgia kembali ke masa jaya serial drama ini.

Sayangnya, OST serial drama ini tidak mendapatkan satu pun penghargaan. Bahkan, serial dramanya sendiri tidak mendapatkannya, loh! Penghargaannya hanya didapatkan oleh para pemainnya saja. Padahal drama ini ikonik banget sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Dari sekian banyaknya lagu original serial drama ini, yang mungkin paling banyak diingat adalah Don’t Forget yang dibawakan oleh Ryu. Di internet tidak ada akun resmi yang mengunggah lagu tersebut, tapi kamu bisa mendengarkan video fanmade-nya yang berseliweran, kok.

Kekurangan di Dalam Plot

winter sonata 7

Saat ibu Joon Sang mengatakan Joon Sang meninggal, mungkin akan jadi lebih meyakinkan jika ada adegan pemakaman. Supaya orang-orang yang mengenal Joong Sang merasa teryakinkan kalau Joon Sang memang telah pergi untuk selama-lamanya.

Meski sebenarnya, Joon Sang belum meninggal tentunya. Dan, saat Yoo Jin mengetahui tentang berita kematian Joon Sang, bukankah seharusnya dia mencari tahu lebih dalam untuk lebih memastikan kebenarannya? Bukan hanya menelan informasi itu bulat-bulat.

Ya.. namanya juga drama. Mungkin ada hal-hal yang tidak perlu dijelaskan dengan detail menurut sutradara atau penulis ceritanya. Entah untuk penghematan biaya produksi, atau memang tidak perlu ada supaya membuat penasaran pemirsanya.

Jadi, itulah sinopsis dan review serial drama Winter Sonata (2002) dari Bacaterus. Kamu mungkin masih bisa menontonnya di platform tertentu. Jangan membandingkan kualitas gambar dan teknologi serial ini dengan karya-karya masa sekarang, ya. Karena rasa jadulnya tentu akan tetap terasa. Dan, jangan lupa siapkan tisu, kalau-kalau kamu berderai dengan air mata.

Winter Sonata
Rating: 
3.7/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram