Bacaterus / Review Film Korea / Sinopsis & Review Drakor Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Sinopsis & Review Drakor Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

“Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo” adalah serial televisi Korea Selatan yang diangkat dari novel Cina berjudul “Bu Bu Jing Xin”. Drama ini tayang pada Agustus-November 2016, cukup lama karena total episodenya ada 20. Drama ini mendulang kesuksesan yang sangat tinggi di Korea maupun di luar negeri.

Di negara asal novelnya, yaitu Cina, drakor ini mendapatkan lebih dari 1.1 miliar penayangan. Penasaran seperti apa sinopsis, siapa para pemain, dan bagaimana review dari tim Bacaterus? Yuk, nikmati sampai akhir.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama, History, Romance
  • Penulis: Tong Hua (novel), Jo Yoon-Young
  • Sutradara: Kim Kyu-Tae
  • Pemain: Lee Joon-G, IU, Kang Ha-Neul, Hong Jong-Hyun, Nam Joo-Hyuk, Baekhyun, Ji Soo, Yoon Sun-Woo, Kang Han-Na, Jin Ki-Joo, Seohyun, Z.Hera
  • Negara: Korea Selatan
  • Episode: 20
  • Stasiun TV: SBS

Setting waktu “Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo” dimulai pada masa sekarang. Ada seorang wanita yang sudah enggan hidup karena dikejar-kejar rentenir, padahal yang berhutang adalah pacarnya, yang ternyata berselingkuh.

Namanya adalah Go Ha Jin (diperankan oleh Lee Ji Eun—IU). Dia bertemu dengan seorang gelandangan dan curhat padanya, namun pria tersebut malah mengatakan sesuatu yang membingungkan.

Di saat itu pula, dia melihat ada seorang anak yang tenggelam. Karena tak ada seorang pun yang menolongnya, Ha Jin pun nekat loncat ke dalam danau tanpa perbekalan apa-apa. Saat tiba di tepian, tiba-tiba saja tubuh Ha Jin tersedot hingga ke dalam danau.

Mengira telah mati, Ha Jin malah ada di Dinasti Goryeo, tahun 941 (abad ke-9). Dia pun mau tidak mau hidup sebagai Hae Soo, gadis yang ternyata memiliki wujud yang sama persis dengannya.

Hae Soo dikelilingi oleh tujuh pangeran, hampir semua berteman dengannya, ada satu yang menjadi ‘musuh’nya, tapi hanya dua yang terlibat secara romantis dengannya, yaitu Wang So (Lee Joon Gi) dan Wang Wook (Kang Ha Neul). Selama ini Kehidupan Go Ha Jin sebagai Hae Soo berputar bagai roda, kadang senang, kadang sulit.

Karena drama ini berdasarkan sejarah asli, Go Ha Jin yang datang dari masa depan tentu sudah tahu bakal seperti apa Goryeo karena ia telah belajar sejarah tentunya semasa sekolah dulu. Nah, Ha Jin khawatir tentang siapa satu dari ketujuh pangeran yang akan menjadi Gwangjong, karena ia adalah raja yang dikenal kejam dan tega membunuh saudara-saudaranya untuk mendapatkan tahta.

Ha Jin mengira kalau Gwangjong adalah pangeran ke-4, Wang So, yang dibuang ibunya sendiri. Karena, selama ini Wang So dikenal berdarah dingin. Ia juga memiliki bekas luka di wajah (yang diakibatkan oleh ibunya sendiri juga) yang bahkan dikucilkan oleh masyarakat kelas bawah.

Ha Jin mengira Wang So pasti memiliki dendam tersendiri dan akan berubah menjadi monster. Akhirnya, Ha Jin pun sadar kalau ia tengah berada di tengah polemik perebutan tahta, yang entah mengapa selalu menyeret dan membahayakan nyawanya juga. Ia pun ingin segera kembali ke dunianya.

Berdasarkan Latar yang Nyata

* sumber: alchetron.com

Tahukah kamu? Karakter-karakter dalam drama ini didasarkan pada sejarah nyata. Drama serial menggunakan karakterisasi raja dinasti Goryeo (Taejo, Hyejong, Jeongjong, dan Gwangjong). Tapi, tentunya jalan ceritanya tidak 100% sama dengan sejarah yang terjadi.

Karena, anak-anak raja jumlahnya jauh lebih banyak, bukan hanya delapan pangeran dan satu putri. Terus, karakter Hae Soo sendiri tidak pernah ada di dunia nyatanya, hanya untuk keperluan cerita fiksi saja.

Drama dengan Main Character Terbanyak

* sumber: aminoapps.com

Seperti yang bisa kamu lihat pada tabel di atas, ini semua adalah relasi dari raja, ratu, pangeran, putri, dan Hae Soo. Semua orang di atas memegang peran penting dalam drama, jadi bisa dibilang semuanya karakter utama. Tapi, main character dari main character adalah Wang So, pangeran ke-4 yang diperankan oleh Lee Joon Ki.

Akting Lee Joon Ki sangat pas, seperti di adalah Wang So saja. Mungkin karena selama ini Joon Ki sering bermain di drama dengan genre serupa, seperti”Scholar Who Walks the Night” misalnya. Lalu, tentu saja Lee Ji Eun alias penyanyi IU yang aktingnya semakin hari semakin baik saja. Akan tetapi, seluruh pemain berakting dengan baik sesuai porsinya masing-masing.

Dimeriahkan oleh Aktor & Idol Ternama

Semua pemain yang menjadi pangeran adalah aktor-aktor ternama, belum lagi ditambah IU yang merupakan solois terkenal, dan ada pula Baekhyun EXO juga Seohyun ex SNSD. Didukung dengan aktor-aktris legendaris di Korea Selatan, wajar saja jika drama ini menjadi semakin keren.

Politik, Persaudaraan, Persahabatan, Cinta

Wajar saja, drama ini berlatarkan abad ke-9. Jadi, semua yang terjadi dalam drama ini sama sekali tidak manusiawi. Masalah intrik keluarga kerajaan yang penuh polemik, incest yang dilakukan (karena adik dan kakak bisa dinikahkan, walaupun berbeda ibu kandung), pembunuhan antar saudara demi tahta, raja yang punya lebih dari 23 istri karena ‘ingin menyatukan bangsa’ dan menguatkan kerajaan.

Tidak hanya itu saja, di sini juga menceritakan bagaimana orang-orang pada masa itu menilai orang lain dengan kedudukan dan juga fisik, terlalu percaya pada ramalan bintang untuk menentukan segala hal.

Kacau sekali, bukan? Saya juga sangat terganggu dengan wanita dijadikan obyek rendahan, seperti jadi pembawa makanan, penyedia teh, bisa dijadikan kambing hitam atas kesalahan orang lain yang statusnya lebih tinggi (sebenarnya ini berlaku untuk pria juga), bisa ‘diberikan’ untuk dinikahkan dan tidak bisa menolak, gadis-gadis kasta bawah tidak diperkenalkan pada baca tulis. Kalau saya hidup pada masa itu, sepertinya saya akan sangat depresi.

Orang Korea yang Mementingkan Visual

Saya pernah baca, kalau raja, ratu, dan para petinggi kerajaan lainnya itu tidak boleh memiliki sedikitpun bekas luka di tubuhnya, apalagi pada wajah. Dari drama “Rooftop Prince” juga saya mengetahui hal ini, karena si perempuan yang seharusnya dijodohkan dengan pangeran mahkota (calon raja) itu dilukai wajahnya oleh adiknya sendiri, sehingga yang menikah dengan pangeran akhirnya si adiknya yang jahat itu.

Ada juga teori musik video Agust D (Suga BTS) yang berjudul “대취타”. Di sana Suga memiliki scar atau luka pada wajahnya, tapi ia seorang raja, yang menandakan betapa kuatnya ia bahkan ketika wajahnya ada bekas luka pun ia tetaplah rajanya. Mungkin, mungkin ini ya, orang-orang Korea Selatan sejak dulu memang sangat mementingkan visual. Karena sekarang pun masih seperti itu, bukan, walaupun tidak separah sekarang.

Wang So adalah pangeran yang tampan, seperti saudara-saudaranya yang lain. Akan tetapi, karna bekas luka di wajahnya yang diakibatkan oleh ibunya itu, ia bahkan dibiarkan ‘diadopsi’ oleh jenderal kerajaan alias diasingkan untuk sementara waktu dari kerajaan.

Belum lagi scene saat ritual hujan, Wang So dihujat habis-habisan, dilempari lumpur, dikatai monster, oleh masyarakat biasa karena ia menggunakan topeng! Bahkan bagi ‘kasta rendahan’ saja pangeran bisa tidak ada nilainya akibat visual yang tidak sempurna. Bantuan kecil dari Hae Soo, yaitu menutupi bekas luka Pangeran So menggunakan concealer, bisa membuat pangeran lebih dihormati dan dianggap ‘pangeran’. Miris banget, nggak, sih?

Memainkan Hati Penonton

Sebelum menonton drama ini, saya sudah diberitahu oleh orang-orang kalau drama ini berakhir tragis. Hal itu tidak membuat saya ciut menontonnya, malah saya ingin tahu setragis apa. Dan, ya, kamu tidak mungkin tidak menangis barang sekali saja saat menonton drama ini.

Saya justru lebih mengapresiasi bagaimana keseluruhan cerita dibangun, bagaimana karakter setiap orang berubah menjadi lebih buruk atau jadi lebih baik, dan bagaimana para aktor-aktris bekerja dengan baik.  Saya juga senang mengetahui bagaimana budaya Korea Selatan pada masa itu, bagaimana pakaiannya dan kondisi kerajaannya.

Drama ini sukses membuat saya, yang tidak tahan menonton drama sejarah yang bertele-tele, jadi menikmatinya. Pada beberapa episode awal, drama ini memang lebih seperti ‘bercanda’ sebelum masuk ke episode yang ketat dan serius di atas episode keenam.

Orang-orang berkomentar tentang endingnya yang mengecewakan, melupakan perjalanan drama ini dari awal hingga akhir yang plotnya begitu menarik. Jadi, apa saya merekomendasikan drama ini? YA!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *