bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Yaksha: Ruthless Operation (2022)

Seorang jaksa yang berdedikasi terhadap pekerjaan merasa bosan karena di tempat kerja yang baru dia tidak banyak memutar otak. Suatu hari dia menawarkan diri menggantikan rekannya untuk pergi ke China. Tanpa menduga tugas yang dihadapi cukup berat, jaksa bernama Han Ji Hoon ini percaya diri pekerjaannya akan mudah.

Alih-alih duduk manis dan melaporkan apa pun yang dilihatnya kepada kantor pusat, Han malah terlibat dalam misi yang dikerjakan Black Tim pimpinan Ji Kang In. Bersama Black Tim, Han, bersiap menghadapi mata-mata yang membahayakan negaranya.

Dalam Yaksha: Ruthless Operation (2022), mari kita lihat petualangan berbahaya mereka. Sebelum itu kita simak sinopsis dan ulasannya lebih dulu berikut ini!

Sinopsis

Yaksha sinopsis_

Lee Chan Young (Choi Won Young) selaku Ketua Sang In Group diinterogasi oleh Jaksa Han Ji Hoon (Park Hae Soo) atas tuduhan suap dan manipulasi saham. Menurut kejaksaan jika Lee terus menyangkal, surat penahanan bisa diajukan. Sayang, tim penyidik melakukan kesalahan dalam tugasnya sehingga interogasi pun terpaksa dihentikan.

Han Ji Hoon lalu pindah ke NIS di bagian Administrasi Kejaksaan. Semangat dan etos kerja Ji Hoon yang tinggi seperti tidak terpakai di sana. Pasalnya hari-hari hanya dihabiskan untuk bersantai karena tidak banyak pekerjaan mendesak yang perlu diselesaikan.

Hingga suatu hari Direktur Yeom Jeong Won (Jin Kyung) datang membawa tugas untuk Jaksa Park, rekan kerja Han Ji Hoon. Namun, Park menolak dengan berbagai alasan. Kesempatan ini dengan sigap diambil Han Ji Hoon. Jaksa tersebut lantas dikirim ke Shenyang.

Shenyang merupakan pusat kekuasaan Asia Timur Laut atas Korea Utara. Agen intelijen dari negara lain diam-diam masih berperang di sana. Black Tim juga ditugaskan di sana untuk misi rahasia. Oleh karena itu informasi kegiatan di Shenyang masih sangat terbatas.

Belakangan laporan yang didapat NIS dari Shenyang berisi informasi palsu. Tugas Han Ji Hoon adalah untuk menyelidiki mengapa hal tersebut bisa terjadi dan ada aktivitas ilegal apa di belakangnya. Ji Hoon sampai di Shenyang dan dijemput oleh Manajer Hong (Yang Dong Geun), salah satu agen NIS di sana dengan nama samaran Fang Defeng.

Ji Hoon bertemu dan dikenalkan dengan beberapa agen lainnya tapi tidak ada yang terlihat ramah atau sopan. Mereka kompak menyembunyikan misi atau pekerjaan yang sedang dilakukan.

Ketika tiga agen yang terdiri atas Jeong Dae (Jinyoung), Jae Gyu (Song Jae Rim) dan Hui Won (Lee El) bergegas pergi setelah mendapat pesan dari Ketua Ji Kang In (Sol Kyung Gu), Ji Hoon memaksa ikut.

Ji Kang In tidak suka melihat ada orang lain ikut dalam transaksinya. Pasalnya dia tahu ini adalah misi yang berbahaya. Benar saja, transaksi yang harusnya berjalan lancar berakhir dengan tembak-tembakan. Ji Hoon yang sebelumnya sudah dipakaikan rompi antipeluru terlihat shock.

Sejurus kemudian Jeong Dae membiusnya. Ji Hoon terbangun di sebuah kamar dengan seorang wanita di sebelahnya. Tak lama beberapa anggota polisi datang menggerebegnya. Ji Hoon yang merasa dijebak segera melarikan diri. Dia berhasil lolos dan bertemu Ji Kang In yang sepertinya sudah mengamati dari tadi.

Kang In meminta Ji Hoon segera meninggalkan Shenyang dan tidak usah memusingkan soal laporan karena Manajer Hong yang akan melakukannya. Namun, Ji Hoon menolak dan akan tetap melaporkan kejadian yang dialaminya secara detail. Kang In mengancam akan melaporkan Ji Hoon dengan tuduhan penggunaan narkoba.

Sebelum berangkat ke Shenyang Ji Hoon sudah mendapat peringatan soal Ji Kang In. Menurut Direktur Yeom, Ji Kang In kerap melakukan misi asing dan menyebabkan kementerian kerepotan dengan metodenya. Akan tetapi, karena Ji Kang In selalu menyelesaikan misi dan mencapai tujuan, para petinggi cenderung membiarkannya.

Ji Kang In mendapat julukan Yaksha yang berarti roh kejam pemangsa manusia. Dalam agama Buddha, Yaksha berarti dewa penjaga. Dia tidak bisa diprediksi dan dikendalikan. Ji Kang In seperti bom waktu yang tidak boleh dipercaya.

Melihat kegigihan Ji Hoon, Ji Kang In sepertinya berubah pikiran. Dia memperlihatkan video yang memperlihatkan adu tembak antara dua kelompok dengan target satu pria tua.

Kelompok pertama merupakan pengawal tertinggi Korea Utara. Mereka adalah orang-orang yang menyerang Ji Kang In dan tim beberapa saat lalu, sementara kelompok kedua belum teridentifikasi.

Ji Hoon yang kini sudah terlibat dengan mereka bertanya mengenai pria tua yang menjadi target dua kelompok itu. Jeong Dae menjelaskan kalau pria tersebut bernama Moon Byung Uk dari Partai Buruh Korea Utara. Ji Hoon sama sekali tidak mengenalnya dan membuat Hui Won kesal.

Dia merasa tak perlu menjelaskan masalah ini kepada orang awam seperti Ji Hoon. Berbeda dengan Hui Won, Jeong Dae melanjutkan penjelasannya.

Menurut penuturannya Kantor Pusat Partai Buruh Korea Utara No.3 Gedung 9 atau disebut No.39 mengatur mata uang asing dan mengelola dana gelap pemerintahan Kim. Dana berjumlah lebih dari 4 Triliun yang ada di sana dikelola oleh Moon Byung Uk.

Moon Byung Uk meminta perlindungan pada Ji Kang In dan tim tetapi tak pernah muncul. Sementara itu Korea Utara, China dan pihak lain bentrok karena No.39 tersebut. Jika keterlibatan tim Ji Kang In diketahui akan memunculkan krisis diplomatik. Lalu, akankah mereka bisa menemukan dan melindungi Moon Byung Uk?

Aksi Jaksa Lawan Mata-Mata

Aksi Jaksa Lawan Mata-mata_

Seorang jaksa bernama Han Ji Hoon cukup kecewa dengan kinerja timnya yang tidak berhati-hati. Upayanya untuk menangkap penjahat kelas kakap pun gagal dan dia dipindahkan ke BIN. Han yang terbiasa bekerja keras dan berpikir untuk menyelesaikan satu kasus kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang santai.

Suatu hari dengan inisiatifnya yang tinggi dia menawarkan diri untuk melakukan sebuah tugas. Petualangan Han pun dimulai di sini.

Tanpa persiapaan apa pun Han langsung dibawa ke lapangan dan terkejut karena melihat orang-orang dibunuh dengan mudah. Keterkejutan Han berkembang jadi satu emosi yang membuat film ini tidak hanya brutal, melainkan tetap terasa manusiawi.

Memasang Park Hae Soo sebagai Han Ji Hoon, karakternya tidak disiapkan untuk menghadapi mata-mata dan inilah yang membuat plot-nya jadi menarik. Han yang semula merepotkan Black Tim pimpinan Ji Kang In justru menjadi tambahan bantuan yang hebat dan dibutuhkan.

Baca Juga: Rekomendasi Drama Korea Bertema Hukum yang Penuh dengan Intrik

Pertarungan Menegangkan Dibumbui Pengkhianatan

Pertarungan Menegangkan Dibumbui Pengkhianatan_

Yaksha: Ruthless Operation (2022) dibuka dengan aksi brutal seorang pria yang membunuh beberapa orang sekaligus, termasuk anggotanya, demi sebuah benda misterius. Pada dialog pertama kamu akan langsung tahu bahwa film ini berisi tentang pengkhianatan.

Berdurasi sekitar 2 jam 5 menit, bagian awal film sudah dibungkus dengan sinematografi yang cantik. Kamu akan melihat sebuah mobil yang dikendarai Ji Kang In menerobos jalanan padat di China. Jalanan tersebut dipenuhi lampu-lampu terang berwarna merah, seperti melambangkan emosi JI Kang In sebab dikhianati anggotanya sendiri.

Semakin memasuki cerita lebih dalam kamu akan menemukan plot twist yang lagi-lagi berisi pengkhianatan. Akan ada satu karakter yang mengejutkan karena berhasil menutupi identitasnya sebagai mata-mata.

Nyatanya formula semacam ini bukan sesuatu yang baru untuk film laga bertemakan spionase, tapi tetap bisa diandalkan untuk menambah emosional.

Penampilan Sol Kyung Gu Tak Perlu Diragukan

Penampilan Sol Kyung Gu Tak Perlu Diragukan_

Cast yang bermain dalam film Yaksha: Ruthless Operation (2022) adalah aktor-aktor berkualitas. Selain Park Hae Soo yang ahli menghidupkan karakter seperti Han Ji Hoon, ada Sol Kyung Gu yang tak perlu kamu ragukan.

Di usianya yang semakin matang, aktor senior ini seperti effortless untuk tampil keren dan memuaskan sebagai seorang kepala Black Tim bernama Ji Kang In.

Ji Kang In mendapat julukan Yaksha karena dia bisa menjadi dewa penjaga sekaligus agen yang sulit dikendalikan dan ditebak. Dengan pesona dan kharismanya, Sol Kyung Gu bisa menghidupkan karakter Ji Kang In yang dingin tetapi punya target. Dia memastikan diri untuk mewujudkan keadilan menggunakan cara apa pun.

Yaksha: Ruthless Operation (2022) tidak menyuguhkan sesuatu yang baru sebagai senjata untuk memenangkan perhatian banyak penonton. Film ini masih memakai formula standar yang biasa kamu temui pada film mata-mata arus utama. Meski begitu ia tidak berarti mengecewakan.

Beberapa adegan tembak-tembakan sangat memuaskan, begitu pun dengan kejutan di beberapa titiknya. Khusus bagi penggemar Jinyoung dan Song Jae Rim siap-siap terpesona melihat mereka beraksi sambil memegang senjata. Penasaran? Kamu sudah bisa menikmati film ini melalui Netflix!

Yaksha: Ruthless Operation
Rating: 
3.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram