Sinopsis & Review Voice Season 3, Akhir Do Kang Woo yang Tragis

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Voice Season 3
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Siap mengikuti kelanjutan kisah Lee Ha Na yang istimewa berkat kemampuan mendengarnya? Voice Season 3 sudah tayang sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Drama kriminal kebanggaan OCN ini masih mengangkat tema yang sama namun dengan kejutan yang berbeda.

Voice Season 3 disutradarai oleh Nam Ki Hoon sementara naskahnya ditulis dengan apik oleh Ma Ji Won. Duet antara sutradara dan penulis tersebut menghasilkan sebuah drama yang seru dan menegangkan. Plot twist dalam drama Voice musim ketiga ini akan cukup membuat Anda kaget sekaligus semakin ingin tahu dengan akhir ceritanya. Sudah penasaran? Baca sinopsis dan review-nya lebih dulu yuk!

Sinopsis

Sinopsis Voice Season 3

Do Kang Woo (Lee Jin Wook ) yang sempat diculik dan hilang pasca peristiwa kebakaran, akhirnya kembali ditemukan di Jepang. Setelah kurang lebih sepuluh bulan sang komandan ini absen dari Golden Time, dia justru terlibat sebuah kasus yang takkalah rumit; Do Kang Woo dituduh telah membunuh seseorang di Jepang.

Kembalinya Kang Woo ke Korea mendapat sambutan dari Kang Kwon Joo (Lee Ha Na), ketua Golden Time. Meski sudah kembali, Komandan Do memiliki rencana untuk mengundurkan diri dari jabatan serta pekerjaannya. Kang Woo ingin mencari jati diri karena selama ini dia mengira dirinya adalah seorang psikopat.

Sementara itu Kwon Joo dan tim dihadapkan pada kasus sindikat jual beli organ manusia. Seseorang yang masih misterius menjadi incaran atas kecurigaan mereka. Dia adalah orang yang secara sengaja membunuh orang lain, kemudian memotong-motong bagian tubuh lalu menjualnya di dark web.

Hal yang lebih mengerikan adalah penjahat tersebut bukan hanya menjual organ melainkan juga menyimpannya sebagai koleksi. Kecurigaan Golden Time yang dipimpin oleh Kwon Joo mengarah pada seorang laki-laki. Diketahui bahwa dia merupakan professor sekaligus seorang seniman yang bertugas mengajar di sebuah kampus di Korea Selatan.

Professor yang sekaligus seorang seniman tersebut bernama Masayuki Kaneki (Park Byung Eun). Lelaki itu merupakan keturunan Jepang dan Korea. Dia memilih mengubah namanya menggunakan nama Jepang ketika dewasa.

Insting Kwon Joo dalam mengidentifikasi penjahat memang tidak perlu diragukan. Terbukti bahwa kecurigaannya terhadap Kaneki adalah benar. Lelaki itu merupakan otak dari sindikat penjualan orang tubuh manusia yang selama ini mereka cari.

Di sebuah studio yang sangat misterius, Kaneki diketahui menyimpan organ-organ tubuh yang sudah diawetkan. Sayang, tim kepolisian kesulitan mengumpulkan bukti karena Kaneki memiliki image yang baik. Lelaki itu masih belum bisa ditangkap sepenuhnya.

Sambil terus mengumpulkan bukti untuk menangkap Kaneki, Kang Woo yang masih tergabung dalam tim mulai mengingat-ingat dan menggabungkan kenangan masa kecilnya. Belakangan diketahui bahwa Kang Woo dan Kaneki memiliki sebuah hubungan yang cukup dekat saat keduanya masih kecil.

Mereka adalah adik dan kakak kandung yang harus terpisah oleh keadaan saat keduanya masih sangat belia. Salah satu dari Kaneki dan Kang Woo mengidap penyakit mental yang membuat mereka harus hidup secara terpisah.

Bagaimana akhirnya Kang Woo menghadapi kenyataan ini? Apa yang akan dilakukannya setelah terpisah cukup lama dari sang kakak dan bertemu dalam keadaan demikian? Bisakah Komandan Do membantu tim menjebloskan Kaneki dalam penjara?

Melibatkan Psikopat yang Lebih Mengerikan

Melibatkan Psikopat yang Lebih Mengerikan

Pada Voice Season 2, Golden Time dibuat terkejut dengan fakta bahwa seorang Bang Je Soo (Kwon Yool) yang pendiam adalah pembunuh berdarah dingin. Dia membunuh orang-orang sebab alasan yang sepele kemudian memotong organ tubuh korbannya. Je Soo lantas menjual organ tubuh tersebut ke dark web.

Kengerian menghadapi Je Soo ternyata belum seberapa. Tim kejahatan Golden Time kali ini harus berhadapan dengan sang pemilik situs jual beli organ manusia yang ternyata juga seorang psikopat. Psikopat yang dihadapi tim Violence Crime bukan orang biasa. Dia menutupi kekejamannya dengan gelar aktivis HAM.

Selain profesor dan seniman, Kaneki juga seorang aktivis HAM. Dia membunuh serta memutilasi korbannya seorang diri lalu menjualnya ke situs yang dia kelola. Singkatnya, psikopat yang dihadapi di Voice Season 3 adalah kepala dari Je Soo, psikopat di musim kedua.

Dikagetkan oleh Plot Twist

Dikagetkan oleh Plot Twist

Drama Voice Season 3 memang bukan sekadar drama kriminal biasa. Selain memiliki Kwon Joo sebagai “pendengar”, ia juga suguhkan plot twist yang membuat banyak penonton terkejut. Di musim sebelumnya fakta mengenai Je Soo serta latar belakang dan motif kejahatan yang dilakukannya sudah cukup mengejutkan penonton, di musim ini plot twist itu semakin menjadi.

Bagaimana tidak mengejutkan ketika psikopat, musuh utama di Voice Season 3, adalah kakak kandung dari anggota kepolisian, Do Kang Woo. Kang Woo yang sedang gamang sebab ingin memutuskan resign tapi kembali dibutuhkan semakin merasa berat dengan kenyataan ini. Keadaan mentalnya turut menjadi sorotan dalam Voice Season 3.

Cerita yang Rapat dan Tidak Membosankan

Cerita yang Rapat dan Tidak Membosankan

Intensitas konflik dan keseruan drama ini benar-benar rapat. Tidak ditemukan plot hole pada ceritanya. Sehingga meski terasa rumit dan panjang, Voice Season 3 tetap terasa seru dan membuat penasaran. Sutradara juga lebih banyak memperkenalkan anggota Golden Time sehingga membuat penonton terasa memiliki kedekatan emosi dengan mereka.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram