bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Venom: Let There Be Carnage (2021)

Eddie Brock berusaha mengembalikan namanya di dunia jurnalisme dengan mewawancarai Cletus Kasady, seorang pembunuh berantai yang akan dihukum mati, dimana darah bekas gigitan tangan Eddie menjadikannya tubuh dari symbiote jahat yang membuatnya lepas dari penjara dan membalaskan dendam kepada orang-orang yang menentangnya di masa lalu, termasuk Eddie.

Venom: Let There Be Carnage adalah film action superhero karya Andy Serkis yang dirilis oleh Sony Pictures pada 1 Oktober 2021. Masih dibintangi oleh Tom Hardy yang juga menjadi penyumbang ide cerita dari sequel film Venom (2018) yang sukses menjadi salah satu film terlaris di tahun 2018 lalu, film ini juga merupakan film kedua dari Sony’s Spider-Man Universe.

Sejauh mana perkembangan semesta Spider-Man versi Sony ini yang sama sekali belum memunculkan Spider-Man? Baca review berikut sebelum menonton film yang sudah menembus angka $200 juta di tangga box-office Amerika ini.

Sinopsis

Venom: Let There Be Carnage

Eddie Brock diminta oleh detektif Patrick Mulligan untuk berbicara dengan Cletus Kasady, seorang pembunuh berantai. Hasil wawancara tersebut dimuat di surat kabar, tetapi yang menjadi berita besar adalah penemuan mayat-mayat korban pembunuhan Cletus yang merupakan hasil kejelian Venom dalam melihat coretan-coretan di dinding yang menjadi petunjuk lokasi penemuan itu.

Karir Eddie terangkat lagi, seiring Cletus yang dijatuhkan hukuman mati oleh pengadilan. Anne menyampaikan kabar pertunangannya dengan Dan Lewis kepada Eddie yang langsung membuatnya patah hati. Meski Venom mencoba menghibur dengan caranya, tetap tidak bisa membuat Eddie senang.

Cletus mengundang Eddie kembali sebagai salam perpisahannya sebelum dihukum mati. Karena sebuah ucapan dari Cletus, Venom terpancing emosinya dan mendadak menyerangnya dimana Cletus sempat menggigit tangan Eddie yang menyisakan darah di tepian bibirnya. Di rumah, Eddie dan Venom bertengkar yang membuat Venom pergi dari tubuh Eddie dan pergi ke jalanan.

Saat hendak dieksekusi mati, symbiote yang berasal dari darah Eddie yang telah masuk ke tubuh Cletus membuatnya berontak dan pergi dari penjara setelah melawan seluruh petugas disana serta membebaskan para tahanan. Cletus dan Carnage melakukan kesepakatan untuk saling membantu melawan musuh-musuh mereka.

Cletus membebaskan Frances Barrison dari Ravencroft, tempat dia dikurung selama ini setelah peristiwa pemindahan yang berujung pada luka tembakan di matanya di tahun 1996 silam. Kemudian mereka mendatangi pasti asuhan mereka dahulu, St. Estes, dan membakarnya.

Detektif Patrick mencurigai Eddie terlibat dalam peristiwa ini dan menahannya di kantor polisi. Eddie menghubungi Anne untuk menemukan Venom, karena hanya dia yang bisa menyelamatkannya dari kejaran Cletus.

Setelah berpindah-pindah tubuh, Venom ditemukan oleh Anne di toko milik Mrs. Chen tempat Eddie biasa membeli cokelat. Venom bersedia kembali jika Eddie meminta maaf padanya.

Anne datang ke kantor polisi dan menjadi Venom untuk melepaskan Eddie. Setelah meminta maaf, Venom kembali ke tubuh Eddie. Cletus menangkap Patrick, sedangkan Frances meringkus Anne dan membuat Dan menyampaikan pesan kepada Eddie. Setelah mendapat informasi itu, Eddie segera berlari ke gereja tempat pernikahan Cletus dan Frances berlangsung.

Venom langsung mendobrak masuk, tapi ciut sebentar karena melihat penampilan Carnage. Setelah diizinkan oleh Eddie untuk memangsa semua orang yang ada di sana, kecuali pendeta yang ketakutan, Venom setuju untuk bertarung melawan Carnage. Sementara itu, Frances berusaha membalaskan dendamnya kepada Patrick dengan menggantungnya di atap.

Venom nyaris tidak bisa mengimbangi kekuatan Carnage. Tapi ketika melihat Carnage dan Cletus tidak padu, apalagi setelah Carnage nyaris membunuh Frances, semangatnya timbul lagi. Venom berhasil menyelamatkan Anne lalu memprovokasi Frances untuk mengeluarkan kekuatannya yang kemudian melemahkan Carnage juga Venom.

Bagaimana cara Venom untuk bisa mengalahkan Carnage yang kekuatannya seimbang dengannya? Simak film ini hingga selesai dan jangan beranjak dulu sebelum credit title habis, karena ada adegan mengejutkan di sana terkait kehadiran Spider-Man.

Penuh Adegan Action Memukau

Penuh Adegan Action Memukau

Bagi fans film-film superhero Marvel yang sudah terbiasa disuguhkan adegan action dengan balutan CGI yang memukau, maka sekali lagi kalian akan terpuaskan dengan kehadiran film berdurasi 1 jam 37 menit ini.

Special effect yang rapi adalah kualitas utama yang ditonjolkan oleh sutradara Andy Serkis yang sudah terbiasa menjadi aktor di balik balutan CGI. Masih ingat Gollum di trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit, atau King Kong (2005)? Andy Serkis adalah aktor dibalik dua karakter ikonik itu. Jadi tidak heran faktor inilah yang terlihat lebih dulu.

Ditambah lagi dengan sinematografi yang apik dari Robert Richardson, sinematografer peraih tiga Oscar, yang menampilkan pertarungan antara Venom dan Carnage dengan jelas meski terjadi di malam hari. Kepuasan mata kita lebih terjamin jika dibandingkan dengan pertarungan di film Venom sebelumnya.

Latar Belakang Cerita yang Kurang Menarik

Latar Belakang Cerita yang Kurang Menarik

Meski memiliki kelebihan di sisi visualisasi dan teknis, Venom: Let There Be Carnage tidak memiliki penuturan cerita yang menarik dan kurang mendalam. Salah satu penyebabnya adalah latar belakang kisah yang terkesan absurd, yaitu kembalinya karir jurnalisme Eddie dengan mewawancarai Cletus yang sepertinya sudah tidak relevan lagi di zaman internet seperti sekarang ini.

Selain itu, latar belakang kisah cinta antara Cletus dan Frances terkesan hambar tanpa adanya chemistry, sehingga membuat kita tidak yakin dengan gelora asmara antara mereka yang sudah terpisah selama 25 tahun. Reaksi yang ditampilkan oleh Woody Harrelson dan Naomi Harris cenderung dingin.

Dan yang kurang diperhatikan oleh penulis naskah Kelly Marcel ialah tidak dibuatnya rasa heran atau terkejut pada diri Cletus saat menyadari Carnage tumbuh di tubuhnya. Seolah dia sudah siap dengan kondisi itu dan langsung bisa menikmati kekuatannya. Hal-hal kecil seperti ini sangat berpotensi membuat cerita terasa datar yang membuat kita sedikit kecewa.

Kisah Cinta Sesungguhnya

Kisah Cinta Sesungguhnya

Sudah pasti kita tidak akan terkesan dengan kisah cinta Cletus dan Frances, meski mereka digambarkan saling mencintai satu sama lain dengan memahatkan nama mereka di sebuah pohon di halaman panti asuhan masa kecil mereka dahulu. Dan kita juga dibuat tidak berharap dengan kembalinya Anne ke pelukan Eddie karena dia sudah menemukan tambatan hati baru.

Tapi sebenarnya, inti cerita film ini adalah kisah cinta. Cinta siapa? Cinta persahabatan antara Eddie dan Venom. Meski Venom kesal karena kejeliannya tidak diakui oleh Eddie, bahkan Eddie yang mendapat nama karena penemuan bukti penting dari kasus Cletus, Venom tetap mau menghibur Eddie yang sedang patah hati, meski dengan caranya yang aneh dan urakan.

Begitu pun dengan Eddie. Meski dia awalnya senang Venom lepas darinya, nyatanya dia merasa kesepian kemudian tetap membutuhkan Venom untuk menyelamatkan dirinya dan masyarakat luas dari serangan Carnage.

Memang mereka selalu beradu argumen, terutama karena sifat Venom yang temperamental namun mudah memaafkan, tapi setelah semua ini usai mereka berdua memilih berlibur ke pantai.

Sebagai sebuah sequel, Venom: Let There Be Carnage masih bisa memuaskan para fans setianya, terutama dengan pameran CGI yang apik dan sentilan humor yang cukup menggelitik. Tapi karena cerita yang kurang menarik dan menggigit, film ini seperti hanya mengumbar kekonyolan Venom dan Eddie saja yang kadarnya masih di bawah kekonyolan Deadpool.

Ada potensi untuk mempertemukan Sony’s Spider-Man Universe ini dengan semesta Marvel lainnya, yaitu Marvel Cinematic Universe (bisa dilihat di saat credit title), karena apalah artinya semesta Spider-Man tanpa ada Spider-Man, bukan? Daripada menunggu kabar yang masih belum pasti, sebaiknya tonton dulu film ini dan nikmati pertarungan seru Venom melawan Carnage.

Venom: Let There Be Carnage
Rating: 
2.7/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram