Sinopsis & Review Venom: Let There Be Carnage (2021)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Venom: Let There Be Carnage
2.7
/5

Eddie Brock berusaha mengembalikan namanya di dunia jurnalisme dengan mewawancarai Cletus Kasady, seorang pembunuh berantai yang akan dihukum mati, dimana darah bekas gigitan tangan Eddie menjadikannya tubuh dari symbiote jahat yang membuatnya lepas dari penjara dan membalaskan dendam kepada orang-orang yang menentangnya di masa lalu, termasuk Eddie.

Venom: Let There Be Carnage adalah film action superhero karya Andy Serkis yang dirilis oleh Sony Pictures pada 1 Oktober 2021. Masih dibintangi oleh Tom Hardy yang juga menjadi penyumbang ide cerita dari sequel film Venom (2018) yang sukses menjadi salah satu film terlaris di tahun 2018 lalu, film ini juga merupakan film kedua dari Sony’s Spider-Man Universe.

Sejauh mana perkembangan semesta Spider-Man versi Sony ini yang sama sekali belum memunculkan Spider-Man? Baca review berikut sebelum menonton film yang sudah menembus angka $200 juta di tangga box-office Amerika ini.

Sinopsis

Venom: Let There Be Carnage

Eddie Brock diminta oleh detektif Patrick Mulligan untuk berbicara dengan Cletus Kasady, seorang pembunuh berantai. Hasil wawancara tersebut dimuat di surat kabar, tetapi yang menjadi berita besar adalah penemuan mayat-mayat korban pembunuhan Cletus yang merupakan hasil kejelian Venom dalam melihat coretan-coretan di dinding yang menjadi petunjuk lokasi penemuan itu.

Karir Eddie terangkat lagi, seiring Cletus yang dijatuhkan hukuman mati oleh pengadilan. Anne menyampaikan kabar pertunangannya dengan Dan Lewis kepada Eddie yang langsung membuatnya patah hati. Meski Venom mencoba menghibur dengan caranya, tetap tidak bisa membuat Eddie senang.

Cletus mengundang Eddie kembali sebagai salam perpisahannya sebelum dihukum mati. Karena sebuah ucapan dari Cletus, Venom terpancing emosinya dan mendadak menyerangnya dimana Cletus sempat menggigit tangan Eddie yang menyisakan darah di tepian bibirnya. Di rumah, Eddie dan Venom bertengkar yang membuat Venom pergi dari tubuh Eddie dan pergi ke jalanan.

Saat hendak dieksekusi mati, symbiote yang berasal dari darah Eddie yang telah masuk ke tubuh Cletus membuatnya berontak dan pergi dari penjara setelah melawan seluruh petugas disana serta membebaskan para tahanan. Cletus dan Carnage melakukan kesepakatan untuk saling membantu melawan musuh-musuh mereka.

Cletus membebaskan Frances Barrison dari Ravencroft, tempat dia dikurung selama ini setelah peristiwa pemindahan yang berujung pada luka tembakan di matanya di tahun 1996 silam. Kemudian mereka mendatangi pasti asuhan mereka dahulu, St. Estes, dan membakarnya.

Detektif Patrick mencurigai Eddie terlibat dalam peristiwa ini dan menahannya di kantor polisi. Eddie menghubungi Anne untuk menemukan Venom, karena hanya dia yang bisa menyelamatkannya dari kejaran Cletus.

Setelah berpindah-pindah tubuh, Venom ditemukan oleh Anne di toko milik Mrs. Chen tempat Eddie biasa membeli cokelat. Venom bersedia kembali jika Eddie meminta maaf padanya.

Anne datang ke kantor polisi dan menjadi Venom untuk melepaskan Eddie. Setelah meminta maaf, Venom kembali ke tubuh Eddie. Cletus menangkap Patrick, sedangkan Frances meringkus Anne dan membuat Dan menyampaikan pesan kepada Eddie. Setelah mendapat informasi itu, Eddie segera berlari ke gereja tempat pernikahan Cletus dan Frances berlangsung.

Venom langsung mendobrak masuk, tapi ciut sebentar karena melihat penampilan Carnage. Setelah diizinkan oleh Eddie untuk memangsa semua orang yang ada di sana, kecuali pendeta yang ketakutan, Venom setuju untuk bertarung melawan Carnage. Sementara itu, Frances berusaha membalaskan dendamnya kepada Patrick dengan menggantungnya di atap.

Venom nyaris tidak bisa mengimbangi kekuatan Carnage. Tapi ketika melihat Carnage dan Cletus tidak padu, apalagi setelah Carnage nyaris membunuh Frances, semangatnya timbul lagi. Venom berhasil menyelamatkan Anne lalu memprovokasi Frances untuk mengeluarkan kekuatannya yang kemudian melemahkan Carnage juga Venom.

Bagaimana cara Venom untuk bisa mengalahkan Carnage yang kekuatannya seimbang dengannya? Simak film ini hingga selesai dan jangan beranjak dulu sebelum credit title habis, karena ada adegan mengejutkan di sana terkait kehadiran Spider-Man.

Penuh Adegan Action Memukau

Penuh Adegan Action Memukau

Bagi fans film-film superhero Marvel yang sudah terbiasa disuguhkan adegan action dengan balutan CGI yang memukau, maka sekali lagi kalian akan terpuaskan dengan kehadiran film berdurasi 1 jam 37 menit ini.

Special effect yang rapi adalah kualitas utama yang ditonjolkan oleh sutradara Andy Serkis yang sudah terbiasa menjadi aktor di balik balutan CGI. Masih ingat Gollum di trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit, atau King Kong (2005)? Andy Serkis adalah aktor dibalik dua karakter ikonik itu. Jadi tidak heran faktor inilah yang terlihat lebih dulu.

Ditambah lagi dengan sinematografi yang apik dari Robert Richardson, sinematografer peraih tiga Oscar, yang menampilkan pertarungan antara Venom dan Carnage dengan jelas meski terjadi di malam hari. Kepuasan mata kita lebih terjamin jika dibandingkan dengan pertarungan di film Venom sebelumnya.

Latar Belakang Cerita yang Kurang Menarik

Latar Belakang Cerita yang Kurang Menarik

Meski memiliki kelebihan di sisi visualisasi dan teknis, Venom: Let There Be Carnage tidak memiliki penuturan cerita yang menarik dan kurang mendalam. Salah satu penyebabnya adalah latar belakang kisah yang terkesan absurd, yaitu kembalinya karir jurnalisme Eddie dengan mewawancarai Cletus yang sepertinya sudah tidak relevan lagi di zaman internet seperti sekarang ini.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram