Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Unfriended: Dark Web (2018)

Sinopsis dan Review Film Unfriended: Dark Web (2018)

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ketemu laptop tak bertuan. Kira-kira kalian bakal ngapain nih? Bakal kasih ke pihak berwenang atau malah diembat aja? Lumayan kan, MacBook pula.

Kalau kalian kepikiran buat main klaim sendiri, kalian 11-12 deh dengan tokoh utama di film ini. Matias, sang tokoh utama seneng bukan main gara-gara nemu jackpot MacBook tak bertuan, namun rasa senangnya berubah jadi horror seketika.

Film ini menjadi film debut dari sutradara Stephen Susco, meski begitu, film Unfriended: Dark Web ini bisa dibilang awal yang bagus untuk karir Stephen.

Perusahaan produksi hanya menggelontorkan budget sebesar $ 1 juta untuk membuat film, akhir dari penayangan, Unfriended: Dark Web mampu menutup keuntungan sebesar $ 16 juta. Oh iya, film ini merupakan film sekuel dari film Unfriended yang tayang lebih dulu tahun 2014.

Sinopsis

Unfriended Dark Web (Copy)

  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Horror, Thriller
  • Produksi: Bazelevs Company
  • Sutradara: Stephen Susco
  • Pemain: Colin Woodell, Rebecca Rittenhouse, Bett Gabriel

Matias (Colln Woodell) merupakan pemuda yang gemar mengotak-atik aplikasi di laptop. Suatu ketika, saat dirinya sedang surfing di Internet Café (warnet), Matias tidak sengaja menemukan sebuah MacBook tak bertuan. Bukannya menyerahkan ke pihak Internet Café, Matias malah membawa pulang MacBook itu karena baginya, itu adalah jackpot.

Matias segera men-setting semua yang ada di MacBook menjadi akun miliknya; mulai dari akun Spotify, Facebook, iCloud dan lainnya. Matias bahkan menduplikat sebuah aplikasi miliknya yang berguna sebagai ‘kamus’ visual untuk kekasihnya Amaya yang tunawicara.

Merasa MacBook tak bertuan itu sudah menjadi miliknya, Matias mulai menggunakannya untuk keperluan pribadi. Salah satunya untuk berhubungan dengan semua temannya lewat Skype.

Di aplikasi Skype, Matias terhubung dengan teman-temannya; Serena, Lexx, Erica, A.J.,Damon dan Nari. Mereka berkomunikasi seperti biasa dan bermain layaknya tidak terjadi apa-apa. Di saat yang sama, Matias menghubungi kekasihnya Amaya untuk ikut join dalam Skype, tapi Amaya sedang sibuk sehingga tidak bisa bergabung.

Obrolan di Skype mulai semakin ramai. Selagi mengobrol, Matias mulai kembali mengotak-atik MacBook ‘baru’nya. Saat sudah bisa Log In, Matias tahu kalau MacBook tersebut milik seseorang bernama Norah C. IV dan di dalam MacBook ada sebuah hidden file yang terenkripsi.

Penasaran, Matias meminta bantuan temannya, Damon, untuk membuka hidden file tersebut. Saat terbuka, Matias menyaksikan banyak video-video aneh dan sambungan juga MacBook miliknya itu mulai freeze.

Berkat Damon, MacBook itu kembali nyala dan menampilkan seluruh data yang tersembunyi. Damon sadar akan sesuatu, kalau Matias membuka portal dark web; sebuah situs bersifat private yang isinya dipenuhi oleh tindak tanduk kriminal dan hal-hal illegal lainnya.

Bukannya menutup portal, Matias malah share isi MacBook itu ke dalam Skype sehingga semua teman-temannya Matias tahu akan isi dari MacBook dan dark web itu.

Damon yang curiga akan hal tersebut menanyakan pada Matias kalau aplikasi dan hal-hal tersebut ia tahu darimana. Matias berbohong dengan mengatakan bahwa MacBook itu miliknya dan aplikasi itu terunggah karena dia tahu dari internet.

Celaka, seluruh data privasi Matias dan teman-temannya kini bocor ke dalam dark web. Pemilik MacBook asli tersebut langsung menghubungi Matias. Norah C. IV ternyata sebuah anagram dari Charon IV.

Charon sendiri adalah nama kelompok peretas sadis yang berkuasa di dalam dark web. Charon IV ini menghubungi kalau MacBook itu berbahaya dan meminta agar segera dikembalikan.

Terlambat, Charon lainnya langsung tahu kalau MacBook Charon IV ada di orang lain. Akhirnya keselamatan Charon IV, Matias dan teman-temannya yang lain dalam bahaya mengingat Matias dan teman-temannya sudah terlanjur melihat isi MacBook Charon.

Untuk menutup mulut, satu per satu teman Matias dieksekusi. Dan yang terakhir adalah Amaya. Kekasih Matias. Matias mati-matian untuk mengembalikan MacBook tersebut kepada Charon. Lagi-lagi, semuanya sudah terlambat.

Matias harus bertanggung jawab atas perbuatan ‘pencurian kecil’nya itu. Matias diburu oleh semua Charon. Bagaimanakah akhir dari cerita Matias. Akankah dia hidup atau ikut tewas bersama dengan teman-temannya yang lain?

The Charon

The River Charon (Copy)

Buat kalian yang gak tau apa itu Charon, bakal dijelasin di sini ya. Jadi nanti kalian tahu kenapa para begundal-begundal peretas di dark web tersebut menamakan diri mereka sebagian Charon.

Charon sendiri dalam mitologi Yunani dikenal sebagai dewa pembawa roh orang mati. Charon membawah roh orang mati tersebut menggunakan perahunya melintasi sungai Acheron.

Setiap roh yang dibawa oleh Charon melewati sungai Acheron harus membayar Charon menggunakan kepingan uang koin. Apabila roh orang mati tidak dilengkapi uang koin di mulutnya, kepercayaan zaman dahulu mengatakan bahwa roh tersebut tidak akan bisa menyeberang ke alam lain dan akan ditinggalkan Charon sehingga roh nya akan gentayangan beratus-ratus tahun.

Ini kenapa Charon dipakai di dalam film Unfriended: Dark Web ini. Para peretas dianggap Charon yang bisa membawa orang-orang ‘terpilih’ untuk masuk ke dalam dark web dengan membayar untuk melewati banyak halangan.

Halangan yang dimaskud adalah firewall yang digunakan pemerintah supaya dark web tidak dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat umum.

Salah satu Teman Matias asli Indonesia!

Lexx (Copy)

Masa sih? Beneran! Dia adalah Savira Windyani. Savira memerankan tokoh Lexx Putri. Teman Matias yang tewas terjatuh atau lebih tepatnya dibuat jatuh dari atas atap apartemennya.

Dalam salah satu adegan ketika semua sudah panik akibat Charon meminta para peserta Skype yang ada dalam satu room dengan Matias jangan pergi, tapi Lexx malah mangkat menerima telepon dari ibunya. Kalau dilihat dari film, si Lexx ini kayak lagi ngamuk dengan Ibunya.

Soalnya literary Lexx berdialog pakai Bahasa Indonesia; ‘Mama! Aku tuh capek begini terus! Bisa ngerti ‘gak sih Mama!’, kalau tidak salah seperti itu percakapan dengan Bahasa Indonesia yang terdengar oleh saya. Awalnya saya gak menyangka sama sekali, karena Lexx memang muka Asia dan pelafalan Bahasa Inggrisnya pun fasih sekali.

Setting Sederhana namun Mumpuni

Setting Computer (Copy)

Ketika kalian menonton film ini, kalian akan disuguhkan dengan tampilan film yang seluruhnya adalah layar komputer. Se-simple itu. Jadi selama hampir 2 jam, ya kalian tidak akan disuguhkan pemandangan lain selain layar komputer dengan menu sana-sini juga tab yang terbuka kanan kiri.

Meski begitu, kalian tidak akan merasa bosan mengingat kita semua sudah sering sekali melihat layar komputer super lama. Bukan hanya film Unfriended: Dark Web ini saja kok yang menggunakan setting  layar komputer super lama.

Film Unfriended sebelumnya juga menggunakan layar komputer sebagai settingnya, lantas film Searching, The Net dan film-film bertema hacker lainnya yang sudah lebih dulu booming  dari film besutan Stephen Susco ini.

Seramnya Dunia Dark Web

The Charon (Copy)

Dark Web diumpamakan sebagai bagian paling bawah dari segala pencarian internet yang ada. Bila selama ini kita surfing di lapisan atas yang cenderung aman, maka pada Dark Web; rasa aman dan privasi kalian tersebut akan hilang. Di sana, perdagangan manusia, pembelian obat-obatan terlarang atau perdagangan illegal lainnya bisa ditemukan dengan mudah.

Untuk masuk ke dark web sendiri kita harus punya aplikasi yang membunuh firewall. Lalu harus menggunakan VPN dan melewati jaringan-jaringan lainnya sebelum akhirnya bisa masuk ke dark web. Bisa dibilang dark web itu adalah kotak Pandora yang memang tidak usah dibuka. Rasanya kalau sampai iseng buka-buka dark web, kok rasanya bodoh saja.

Dari film ini saya juga belajar kalau jangan sembarang membuka tautan atau apapun yang dikirim ke laptop/gawai kita via e-mail dari pengirim yang tidak dikenal. Selain memang berbahaya karena bisa saja terdapat virus, tautan tersebut mungkin berisi sesuatu yang bisa mencuri seluruh data di laptop/gawai kita seperti data pribadi atau semacamnya.

Oh iya, jangan macam-macam juga dengan apapun yang kita temukan. Apa yang bukan milik kita, mending kembalikan deh. Siapa tahu barang yang kita temukan dan kita bawa pulang ternyata punya mafia kelas kakap atau para anggota hacker profesional seperti yang ada di film ini.

Lebay? Silakan berpikiran begitu, tapi saat itu terjadi dengan kalian. Don’t tell me that I never tell you about this. Sebagai bahan tontonan baru, Unfriended: Dark Web ini sudah bisa dibilang cukup oke kok. Meski ada beberapa cerita yang menurut saya terpotong dan jadi tidak tahu bagaimana endingnya, tapi keseluruhan ceritanya asyik buat diikuti.

Untuk kalian yang sudah menonton, gimana nih filmnya? Kasih skor dong! Dari satu sampai sepuluh, kira-kira film ini dapat skor berapa? Kalau Bacaterus kasih 6/10 untuk film ini. Oh iya, selain film ini, kami juga sudah pernah me-review banyak film lainnya yang bisa dicek di link ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *