bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Transformers War For Cybertron: Siege

Sinopsis dan Review Transformers War For Cybertron: Siege

Ditulis oleh Glen Sahetapy - Diperbaharui 21 Mei 2021

Bagi mereka para anak yang tumbuh di tahun 80-an, Transformers mungkin adalah salah satu waralaba pahlawan robot yang begitu memorable. Berangkat dari mainan yang diciptakan oleh produsen mainan Hasbro di Amerika Serikat dan dikembangkan di Jepang oleh Takara Tomy, pada 17 September 1984, serial animasi petualangan para Autobot versus Decepticon pun tayang di layar kaca.

Hingga akhirnya, Steven Spielberg berhasil meyakinkan para petinggi IDW, penerbit yang menjadi pemegang hak dari lisensi komik Optimus Prime dan kawan-kawan, untuk menggarap film layar lebar Transformers. Pada tahun 2007, pertempuran antara dua kubu makhluk mekanis asal planet Cybertron itupun hadir.

Tahun ini, Netflix resmi mengangkat lini mainan Transformers War For Cybertron sebagai sebuah serial trilogi animasi untuk tayang di jaringan media services provider tersebut, dan mendapat tanggapan positif baik dari para penggemar dan kritikus. Mari kita bahas seperti apa sebenarnya serial animasi garapan orisinil Netflix ini.

Sinopsis

Transformers War For Cybertron Siege
*
  • Tahun rilis: 2020
  • Season: 1
  • Genre: Action, Science fiction
  • Produksi: Rooster Teeth Studios, Polygon Pictures, Allspark Animation
  • Sutradara: Takashi Kamei, Kazuma Shimizu, Koji
  • Pengisi suara: Jake Foushee, Jason Marnocha, Linsay Rousseau, Edward Bosco, Joe Zieja

Wheeljack, salah satu anggota Autobot tengah mencari sisa-sisa Energon, energi yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup makhluk Cybertron bersama dengan Bumblebee, robot yang bekerja sebagai ‘pemulung’ demi kelangsungan hidupnya. Namun, keduanya bertemu dengan The Seekers, pasukan udara milik Decepticon yang dipimpin oleh Jetfire.

Sementara The Seekers menahan kedua robot tersebut, Megatron yang muncul memutuskan untuk mengeksekusi lawannya. Namun, di saat-saat kritis Optimus Prime datang untuk menyelamatkan rekannya dan Bumblebee yang dikisahkan bukan, atau lebih tepatnya, belum bergabung bersama kubu dibawah kepemimpinan Optimus tersebut.

Saat kembali ke markas rahasia mereka, Optimus mendapat nasihat dari rekannya, Ultra Magnus untuk menghentikan konflik antara Autobot dan Decepticon mengingat planet mereka kini berada diambang kehancuran. Magnus yang merindukan perdamaian terjadi atas Cybertron kemudian memilih menyerahkan diri pada pihak Decepticon dengan maksud untuk berdialog dengan Megatron.

Hal tersebut justru membuat Magnus masuk dalam tahanan Decepticon yang sementara itu unggul dalam pertikaian kedua kubu. Shockwave, salah satu anggota Decepticon kemudian mengusulkan pada Megatron untuk menemukan The Allspark, sebuah objek legenda yang merupakan sumber kehidupan makhluk di Cybertron.

Pada akhirnya, Megatron setuju untuk mendapatkan The Allspark dan ia berencana untuk berkuasa secara penuh atas Cybertron dengan ‘menghapus’ keberadaan para Autobot.

Namun Magnus yang berada di dalam tahanan mendengar dan menyampaikan hal tersebut pada Optimus. Para Autobot yang menyangka Magnus telah mengkhianati mereka pun mencegah Optimus untuk tidak mempercayai pesan rekan mereka itu.

Setelah sempat bentrok dengan para Decepticon, Optimus dan kawan-kawan berhasil menemukan The Allspark, dengan bantuan Jetfire yang memilih pindah sisi dari Decepticon, menjadi Autobot. Sementara, Magnus sendiri akhirnya tewas di tangan Megatron, namun berhasil mengaktifkan protokol Alpha Trion yang merasuki Bumblebee.

Dibantu oleh Ratchet, para Autobot berhasil mengaktifkan kembali sebuah space bridge, namun rencana Optimus dan kawan-kawan untuk pergi dengan Allspark di tangan mereka, diketahui oleh Megatron yang berusaha menghentikan usaha tersebut.

Bentrokan antara Autobot dan Decepticon tidak terelakan. Namun di saat-saat yang krusial, Omega Supreme, salah satu dari anggota Guardian di Cybertron muncul memberikan dukungan pada Optimus dan para Autobot, hingga mereka berhasil pergi, demi menyelamatkan keberlangsungan hidup yang damai di planet Cybertron.

Transformers ‘Yang Sebenarnya’

Transformers ‘Yang Sebenarnya’
*

Selama ini sudah banyak seri animasi Transformers yang telah tayang di layar kaca, dan menyuguhkan berbagai kisah perseteruan antara Autobot dan Decepticon. Sebelum membahas lebih lanjut, kami ingatkan bahwa tentu saja, serial animasi ini diperuntukan bagi penonton yang memiliki usia 7 tahun ke atas.

Di luar rating kanak-kanak yang dilabeli pada Siege, para penggemar Transformers dewasa seharusnya merasa girang. Karena, kisah Siege seolah menceritakan kembali dari awal seperti apa sejarah konflik antara Autobot dan Decepticon. Lantas, banyak karakter-karakter yang bisa jadi selama ini menjadi favorit para fans bermunculan, seperti Elita One, Arcee, Hound, Red Alert dan lain-lain.

Mengingatkan pada serial animasi terdahulunya, kali ini kita disuguhkan dengan penampilan sebuah planet elektronik yang tengah berada dalam ambang kehancuran. Kelam, dan benar-benar menunjukan situasi layaknya sebuah negeri yang tengah dilanda peperangan.

Lantas, ada call back dimana Siege dan serial animasi tahun 84-nya, sama-sama memunculkan karakter Wheeljack dan Bumblebee sebagai adegan pembuka.

Segi unik yang menjadi poin plus sehingga membuat Siege terasa berbeda adalah, Bumblebee yang belum menjadi seorang anggota Autobot. Tentunya, kita juga menjadi ‘KEPO’ bagaimana kisah Bee selanjutnya mengingat selama ini, kita terlanjur mengenal sosok robot berwarna kuning ini sebagai salah satu tangan kanan Optimus yang tangguh, namun friendly.

Grafik Sangar

Grafik Sangar
*

Kami tidak akan heran jika setelah serial ini tayang, akan banyak orang yang berlari ke toko mainan untuk membeli mainan War For Cybertron. Bukan apa-apa, tapi animasi yang dikerjakan oleh tim Polygon Pictures ini memang menghadirkan sosok para Autobot dan Decepticon yang penampilannya, sangat persis dengan lini mainan milik Hasbro.

Baik para Autobot dan Decepticon, tidak memiliki tubuh yang mulus. Kita tentu sering melihat bagaimana sebuah film animasi menyuguhkan penampilan robot yang telah melampaui sekian kali petualangan dan peperangan tapi tetap terlihat tidak memiliki cacat sedikitpun, bukan?

Berbeda dengan serial animasi lain, robot-robot Transformers dalam Siege terlihat memiliki bagian tubuh yang lecet, cat yang sudah tidak utuh karena terkena gesekan, bahkan memiliki goresan-goresan bak luka atau battle scar. Sehingga, memberikan kesan semi realistis ketika kita melihatnya. Mereka telah melalui pertempuran-pertempuran dahsyat, masakan tetap mulus, ya kan?

Lantas, dipadu dengan teknik animasi yang begitu baik, kita akan melihat gerakan-gerakan para Transformers yang masih masuk akal, selayaknya mesin dengan bentuk tubuh mereka masing-masing. Tapi juga tetap luwes, dengan art karakter mirip goresan komik yang sedap dipandang. Singkatnya, dari segi grafis, serial ini memang bisa dinikmati baik oleh anak-anak, maupun orang dewasa.

Dialog Cerdas

Dialog Cerdas
*

Meski dirancang untuk bisa dinikmati oleh anak-anak, menurut kami, percakapan demi percakapan yang disuguhkan oleh Transformers War For Cybertron: Siege bisa dikatakan tidak childish. Baik Optimus Prime, Megatron atau Ultra Magnus berbicara dengan kata-kata yang mungkin biasa kita temukan dalam film-film yang menyuguhkan perang-perang kolosal.

Di satu sisi, dialog-dialog yang disampaikan memiliki pesan-pesan filosofis yang...., entahlah, apa anak-anak bisa mengerti percakapan seperti itu atau tidak. Tapi jika iya, ada pesan positif yang disampaikan dalam perbincangan-perbincangan yang terjadi antara para robot perubah wujud tersebut. Terutama, yang berkaitan dengan konflik, peperangan, juga kekuasaan.

Dialog-dialog cerdas ini juga membuat kita dapat lebih mengenal sosok dua karakter sentral dalam Transformers, yaitu Optimus Prime dan Megatron. Seolah, kita tidak bisa menilai bahwa Megatron adalah benar-benar tokoh antagonis, dan apa yang dilakukan Optimus –mungkin- juga tidak sepenuhnya benar. Cukup dalam memang.

Penuh dengan Fan Service

Penuh dengan Fan Service
*Sumber: twitter/tfsource

Bagi mereka para om yang sudah lama menggemari Transformers, tentunya memiliki karakter favorit mereka masing-masing. Dan Transformers War For Cybertron: Siege akan memanjakan para fans dengan kehadiran karakter-karakter kegemaran mereka, dari sudut pandang yang bisa dibilang anyar.

Contohnya, Jetfire yang memang dikisahkan membelot dari Decepticon. Dalam serial ini, alasan dia membangkang dari kelompoknya juga diceritakan dengan lebih baik. Lantas, karakter Shockwave hadir layaknya tokoh ‘mad scientist’ dalam kisah-kisah perang dalam dunia nyata manusia, dengan ide-ide briliannya yang sinting.

Ada juga kehadiran salah satu karakter antagonis yang menjadi favorit para fans Transformers movie, yaitu Barricade si ‘polisi jahat’. Satu lagi yang menarik, sang robot mobil ambulans Ratchet dikisahkan telah keluar dari keanggotaan Autobot. Tentu saja latar belakang Ratchet ini menjadi satu hal yang unik dalam Siege, mengingat dia selalu tampil sebagai salah satu anggota kepercayaan Optimus Prime.

Setelah kemunculan sederet robot-robot Transformers terkenal lainnya seperti Ironhide, Sideswipe, Prowl Mirage, Impactor, hingga Soundblaster, serial ini menutupnya dengan kehadiran epik dari Omega Supreme. Para om bahkan kamu juga mungkin akan dibuat bergumam, ‘wooowww…!’.

Transformers War For Cybertron akan hadir dalam seri trilogi. Setelah Siege, film animasi ini akan dilanjutkan dengan sekuelnya yaitu Earthrise, lantas ditutup dengan Kingdom. Dan seperti diberitakan Screenrant.com, Netflix telah menggoda penonton melalui akun Twitter resmi mereka bahwa Kingdom akan mengangkat kembali Transformers: Beast Wars.

Kami tidak memiliki ruang yang cukup untuk menceritakan tentang Beast Wars. Yang jelas, kita akan melihat para Transformers berubah wujud menjadi hewan. Akhir kata, War for Cybertron merupakan sebuah tayangan yang sangat menarik untuk disaksikan oleh para penggemar yang telah lama mengenal Transformers, bahkan untuk kamu yang baru ingin mengenal lebih dekat waralaba Transformers.

Dengan total durasi 22 menit dan memiliki 6 episode, Transformers War for Cybertron: Siege bisa menjadi sebuah serial alternatif yang ringan dan bermutu pada waktu-waktu senggang kamu. Jangan lupa, tetap pantau Bacaterus untuk pembahasan tayangan serial-serial Netflix lainnya.

Transformers War for Cybertron: Siege
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram