bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tokyo Ghoul 1, Anime Penuh Adegan Gore

Tokyo Ghoul menjadi salah satu anime paling hype di tahun 2014. Anime dengan main character-nya adalah seorang remaja lugu yang jarang bersosialisasi bernama Ken Kaneki ini menjadi perbincangan di forum-forum pencinta anime.

Banyak yang menyukai, tidak sedikit yang membenci. Anime ini mengingatkan kita pada Sword Art Online yang dalam beberapa waktu mendapat perhatian serupa.

Anime yang dibuat oleh Sui Ishida ini adalah anime psikologi horror-thriller dengan kisahnya dipusatkan pada Kaneki yang harus menyesuaikan diri dengan tubuhnya yang baru.

Pasca dilahap ghoul, ia menjadi spesies unik yang diburu oleh dua pihak, yakni petugas anti-ghoul dan ghoul Pencicip yang ingin memakan daging dan darah langkanya.

Sinopsis

tokyo-ghoul-1_
  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Action, Drama, Horror, Mystery, Supernatural
  • Jumlah Episode: 12
  • Produksi: Studio Pierrot
  • Pengisi Suara: Yurie Kobori, Sora Amamiya
  • Sutradara: Shuuhei Morita

Protagonis kita, Ken Kaneki, adalah seorang anak yatim piatu yang pendiam. Ia sangat menyukai buku dan menghabiskan waktunya dengan membaca novel-novel anti-mainstream dengan bahasa yang ribet. Kaneki hanya punya satu teman, yakni Hideyoshi Nagachika. Mereka sudah berteman sejak kecil dan seterusnya menjadi keluarga terdekat.

Di satu siang yang cerah, Kaneki dan Hide nongkrong di Anteiku Kafe. Mereka tengah membahas rencana Kaneki yang akan mengajak kenalan wanitanya ke sebuah toko buku sebagai tempat kencannya. Rencana Kaneki ditertawakan Hide sebab ia berpikir sahabatnya itu sangat lugu dan rencananya itu sangat membosankan.

Tapi Kaneki yang tidak punya referensi apapun mengenai tempat menarik, keukeuh dengan rencananya untuk mengajak kenalannya tersebut ke sana. Di hari itu, Kaneki bertemu si wanita yang ternyata menyukai buku karya penulis favoritnya. Dalam waktu singkat mereka merasa cocok dan berjanji untuk bertemu keesokan harinya.

Kaneki tidak tahu bahwa wanita yang memperkenalkan diri dengan nama Rize Kamishiro adalah seorang ghoul pemangsa yang sedang mengincarnya. Praktis acara kencan hari itu menjadi awal dimana hidupnya akan berubah. Kaneki dilahap Rize dan tubuhnya dalam kondisi kritis. Beruntung, Kaneki tidak tewas sebab Rize tertimpa alat berat dari atas gedung.

Kaneki dibawa ke rumah sakit dalam kondisi hampir kehilangan nyawa dan organ tubuhnya terkoyak parah. Dokter yang bertugas melakukan transplantasi organ Rize ke tubuh Kaneki agar selamat.

Karena transplantasi itu, Kaneki menjadi manusia setengah ghoul. Organ Rize yang ada dalam tubuh Kaneki bekerja layaknya ghoul tapi nalurinya tetap manusia.

Aroma darah dan daging manusia adalah siksaan terberat baginya. Kaneki nyaris tidak bisa menahan hasrat ingin berburu manusia untuk makan.

Ia tidak ingin menjadi ghoul tapi ia kelaparan setengah mati sedangkan makanan manusia terasa buruk di lidahnya. Di saat-saat itu, ia bertemu dengan Touka Kirishima, ghoul yang menyamarkan identitasnya dengan menjadi pelayan Anteiku Kafe.

Anteiku Kafe rupanya bukan sekadar kedai kopi biasa. Tempat itu adalah tempat di mana ghoul berlindung dan bersosialisasi. Anteiku Kafe juga tempat dimana para ghoul belajar tentang manusia dan budayanya.

Pemilik kafe menjadikan Anteiku sebagai tempat di mana ghoul yang tidak bisa berburu mendapatkan makanan. Mereka memungut korban bunuh diri yang tidak punya keluarga.

Orang-orang di Anteiku banyak membantu Kaneki beradaptasi dengan kehidupan ghoul-nya. Ia dilatih oleh Yomo, diajari beradaptasi dengan makanan manusia dan bersikap layaknya manusia biasa.

Ia bersama orang-orang Anteiku berusaha menghentikan perburuan manusia dan melawan uni satuan anti-ghoul yang semakin gencar memburu ghoul-ghoul lemah.

Premis Unik dengan Pengemasan yang Apik

tokyo-ghoul-2_

Ide cerita adalah salah satu yang menarik dari anime ini. Latar cerita yang mengangkat kisah kehidupan mahluk astral VS manusia selalu menarik. Bukankah kisah tentang vampir, drakula, roh, peri, dll punya penggemar tersendiri?

Saya pikir para ghoul ini bisa menjadi salah satu makhluk yang akan punya penggemar setia sebab makhluk yang berasal dari mitologi Arab ini belum banyak diangkat.

Ghoul adalah makhluk yang memakan manusia untuk bertahan hidup. Bagi mereka manusia adalah sumber pangan dan juga sumber kekuatan. Di anime ini, ghoul punya organ unik yang muncul sebagai senjata di saat mereka terdesak bernama Kagune. Setiap ghoul golongan Kakuhou punya Kagune dengan tingkat kekuatan yang berbeda.

Kagune muncul dari punggung, bentuknya bermacam-macam, sebagian besar berwarna merah, terlihat lentur dan lembut tapi mematikan. Ujungnya yang lancip bahkan dapat mengoyak isi perut dan memotong bagian-bagian tubuh.

Sui Ishida dan Shin Towada meramu cerita perjuangan Kaneki menjadi ghoul dengan baik. Mereka memadukan kisah supernatural dengan realitas yang terjadi di dunia nyata.

Cerita Gore Nyaris Tanpa Sensor

tokyo-ghoul-3_

Melihat sinopsis Tokyo Ghoul kita seharusnya sudah bisa membayangkan adegan berdarah-darah yang mungkin akan muncul di sepanjang episodenya. Namun, rupanya anime ini sangat banyak menampilkan adegan kekerasan yang sadis dan banjir darah di mana-mana.

Adegan pertempuran para ghoul dan satuan tugas anti-ghoul ditampilkan secara eksplisit. Selain itu, adegan kanibalisme para ghoul beberapa kali ditampilkan nyaris tanpa sensor. Kamu bisa melihat bagaimana para mahluk ini melahap ‘sajian’ di depan mereka. Ghoul ini, dengan ekspresi rakusnya, melahap sepotong tangan korban tanpa sisa.

Adegan penuh darah dan kekerasan ini mungkin akan terasa ngilu bagi mereka yang tidak terbiasa melihatnya. Di hampir sepanjang episodenya kita akan melihat adegan-adegan tersebut digambarkan dengan cukup jelas. Meskipun ada bagian yang tidak begitu banyak diekspos, tapi adegan berdarah-darah ini cukup bikin kepala pening.

Anime dengan Tone Suram tapi Bermoral

tokyo-ghoul-4_

Ini mungkin akan bertentang dengan apa yang ditampilkan di hampir sebagian episode Tokyo Ghoul musim pertama ini. Anime ini adalah salah satu anime bernada sangat gelap. Visual dan latar yang diambil cukup bikin bergidik. Tapi diperhatikan lebih jauh, anime ini banyak menyentuh nilai moral kemanusiaan dan topik sosial yang mendalam.

Suasana Anteiku Kafe adalah satu-satunya bagian yang bikin hati hangat. Di sini kita akan melihat bagaimana para ghoul menjunjung tinggi asas kemanusiaan dan tenggang rasa.

Sang pemilik kafe menjadikan Anteiku sebagai sekolah untuk mempelajari cara hidup manusia. Di sana ia menerapkan cara untuk hidup berdampingan dengan manusia lainnya dan beradaptasi dengan makanan manusia.

Dengan begitu mereka dapat hidup tentram meskipun mereka adalah ghoul. Pelajaran moral itu diajarkan pada para pegawai di sana, termasuk Kaneki yang belakangan menjadi bagian dati Anteiku Kafe.

Nilai moral yang cukup banyak disorot dari anime ini adalah bagaimana menjadi ghoul yang bermartabat. Bagi mereka, menjadi ghoul bukan berarti harus menjadi pembunuh untuk bertahan hidup. Topik ini membuat orang berpikir apakah kejahatan dan perlakuan yang merugikan orang lain bisa dimaklumi karena naluri alamiah mereka?

Di salah satu adegan tampak Kaneki bertarung habis-habisan melawan Amon, petugas Anti-Ghoul yang dikirim untuk membinasakan para ghoul di Distrik 20. Kaneki hampir mati melawannya sehingga ia terpaksa memanggil Rize dalam dirinya agar kekuatannya bertambah. Memanggil Rize sama artinya dengan melepaskan hasratnya memakan manusia.

Setelah Amon kalah, Kaneki harus berjuang menahan hasratnya untuk memakan petugas tersebut. Namun, alih-alih menerkam pria itu, Kaneki menyuruhnya untuk lari menyelamatkan diri. Meredakan hasratnya memakan manusia saat itu adalah hal tersulit baginya. Tapi Kaneki tidak mau membunuh siapapun untuk membuatnya kenyang.

Skor Musik dan Seiyuu yang Jempolan

tokyo-ghoul-5_

Di deretan seiyuu anime ini, nama-nama besar seperti Yuki Kaji, Takahiro Sakurai, dan Mamoru Miyano berada di deretan seiyu yang menyuarakan karakter penting di anime ini bersama Yurie kobori dan Sora Amamiya. Karakter suara mereka terasa pas dan luar biasa, membuat penampilan Kaneki, Touka dan yang lainnya terlihat dramatis.

Karakter animasi dan seninya yang baik terlihat hidup berkat suara mereka. Ditambah dengan skor musik, adegan pertarungan dan penampilan keseluruhan dapat ditampilkan dengan cerah. OST pembuka yang berjudul “unravel” yang dibawakan oleh Toru Kitajima meninggalkan kesan mendalam.

Elemen-elemen lain dari segi visual dan yang lainnya tampak menarik. Bagi pencinta anime bergenre horror dan supranatural, Tokyo Ghoul bisa menjadi rekomendasi tontonan yang baik. Episode terakhir Tokyo Ghoul musim pertama ini menyisakan kisah yang menggantung.

Untungnya, Kaneki punya kisah yang panjang dan bisa disaksikan di platform menonton. Oh, ya topeng milik Kaneki yang dibuatkan oleh Uta sangat menarik. Agaknya sulit dipercaya bahwa di balik topeng menyeramkan dengan Kagune yang kuat ini ada seorang remaja lugu yang harus berjuang untuk menjaga kewarasan dirinya.

Tokyo Ghoul
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram