bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Timmy Failure: Mistakes Were Made

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 19 September 2021

Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang merasa bahwa dia adalah detektif terbaik di kota Portland menjalankan agensi Total Failures dengan sahabatnya, seekor beruang kutub imajiner seberat 680 kg. Timmy Failure: Mistakes Were Made adalah original film Disney+ yang merupakan adaptasi buku berseri karya Stephan Pastis.

Film ini pertama kali ditayangkan di Sundance Film Festival pada 25 Januari 2020 yang kemudian bisa disimak secara streaming di Disney+ sejak 7 Februari 2020. Disutradarai oleh Tom McCarthy, film yang bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga ini dibintangi oleh Winslow Fegley, Ophelia Lovibond, dan Craig Robinson.

Berikut review kami tentang film yang mengandung unsur imajinasi tingkat tinggi dari daya khayal anak kecil yang cenderung introvert ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2020
  • Genre: Adventure, Comedy, Drama, Family, Fantasy
  • Produksi: Etalon Film, Walt Disney Pictures, Whitaker Entertainment
  • Sutradara: Tom McCarthy
  • Pemeran: Winslow Fegley, Ophelia Lovibond, Craig Robinson

Timmy Failure (Winslow Fegley) adalah anak laki-laki berusia 11 tahun yang memiliki daya khayal yang luar biasa, dimana dia merasa bahwa dirinya adalah detektif swasta yang menjalankan agensinya, Total Failures Inc., bersama rekannya, yaitu seekor beruang kutub imajiner yang selalu mengiringinya kemana pun dia pergi.

Ciri khasnya adalah dia selalu memakai syal berwarna merah yang tak pernah dilepasnya. Timmy merasa dirinya selalu mengerjakan kasus demi kasus yang sebenarnya tidak penting menurut orang dewasa, seperti kematian hamster milik temannya yang dianggap dibunuh.

Selain itu, dia selalu menduga adanya konspirasi kejahatan yang dilakukan warga keturunan Russia, padahal mereka hanyalah hipster berjanggut saja.

Semua ini diperparah dengan hilangnya segway milik ibunya yang dinamakan Failure-Mobile yang membuat ibunya, Patty (Ophelia Lovibond) marah besar, apalagi Timmy tidak fokus di sekolah yang menyebabkan dirinya diminta untuk menghadap guru BK, Pak Jenkins (Craig Robinson). Kematian hamster dan kehilangan segway menurutnya adalah karena orang-orang Russia itu.

Demi mencari hubungan antara kasus-kasus “aneh” ini, Timmy harus mencari referensi dan informasi di perpustakaan dan akhirnya menduga teman sekelasnya, Corrina Corrina, adalah dalang di balik semua kejadian ini.

Sementara itu, ibunya sedang didekati oleh petugas parkir, Crispin, yang dianggapnya melanggar peraturan, yaitu “tidak bekerjasama dengan penegak hukum”.

Timmy dan temannya, Rollo, mencoba mencari segwaynya di bank milik ayah Corrina dengan mengenakan topeng anggar yang tentu saja mengundang kecurigaan sekuriti bank. Pak Jenkins berhasil membuat Timmy mengerjakan tugas sekolahnya yang dianggap Timmy adalah sebuah misi khusus.

Dalam study tour ke sebuah bendungan raksasa, Timmy mencederai gurunya yang membuatnya dihukum oleh sekolah dan membuat ibunya dipecat dari pekerjaannya karena harus menemaninya selama di rumah yang kemudian membuat mereka harus pindah ke apartemen yang lebih kecil.

Karena agensinya ditutup oleh ibunya, dia harus melepas Total, nama beruangnya, ke kebun binatang. Berbicara dari hati ke hati, Pak Jenkins membuka pemikiran dan melepaskan keresahan Timmy yang membuatnya berpikir lebih dewasa.

Setelah dia menemukan penyadap di dalam kue dari Corrina, Timmy meminta bantuan Crispin untuk mengeluarkan Total dari kebun binatang, Setelah berhasil membawa Total, mereka juga berhasil menangkap pencopet di jalanan.

Di acara penggalangan dana, Timmy memukau teman-teman, guru-guru, dan wali murid yang hadir dengan pidato yang padat dan berisi. Timmy tidak melihat kehadiran Pak Crocus yang diduga olehnya sedang disekap di menara air oleh kelompok Russia. Mengendarai segwaynya, Timmy segera meluncur menyelamatkan Pak Crocus.

Khayalan Tingkat Tinggi

Khayalan Tingkat Tinggi

Timmy Failure: Mistakes Were Made bisa jadi bukanlah film keluarga yang biasa kita tonton selama ini, meski itu produksi Disney sekalipun. Gaya penceritaan yang cenderung berat dan dalam, kemungkinan besar bisa mengurangi faktor fun dari film sejenisnya. Terutama kita harus berpikir sedikit keras untuk mencari referensi humornya.

Karakter anak kecil seperti Timmy yang penuh imajinasi mungkin dialami juga oleh mayoritas anak kecil lainnya, tapi bedanya imajinasi Timmy sangat luar biasa tingginya hingga hanya Pak Jenkins yang bisa memahami dan mengarahkan anak sepertinya, bahkan ibunya pun kebingungan dengan sikap-sikapnya yang aneh.

Kehadiran Total sang beruang kutub memperbesar imajinasi Timmy. Mungkin dia terlalu banyak membaca buku detektif atau menonton serial kriminal di TV sehingga membuat pikirannya selalu curiga terhadap orang lain, apalagi terhadap Corrina yang dinggapnya gembong kejahatan di kota itu.

Tapi semua ditampilkan dalam konteks komedi datar yang hanya akan menghadirkan tawa bagi yang mengerti saja. Satu adegan yang pasti membuat kita tertawa adalah peristiwa di bendungan besar dimana Timmy dan Pak Crocus berada di luar bendungan ketika pintu air akan dibuka.

Mereka pasrah dan telungkup dimana Timmy menimpa badan Pak Crocus. Ternyata, mereka berada jauh di atas pintu air yang dibuka. Kejadian gagal paham ini adalah salah satu adegan terlucu di film dengan durasi 1 jam 39 menit ini.

Satu lagi imajinasi Timmy yang mengundang tawa ialah penggambarannya tentang SMP yang dianggapnya “penghancur jiwa” anak kecil dimana nanti kelasnya lebih besar dengan siswa yang lebih banyak dan tugas yang bakal menumpuk.

Semua digambarkan sangat imajinatif di dalam film ini yang pastinya akan membuat kita tertawa ketika kita mengenang masa kecil kita saat akan lulus dari SD.

Deretan Cast Cilik yang Mengagumkan

Deretan Cast Cilik yang Mengagumkan

Sebagai studio film yang dekat dengan dunia anak, Disney tidak pernah berhenti untuk menelurkan bakat-bakat baru. Kali ini, mereka memperkenalkan salah satu calon aktor masa depan pada diri Winslow Fegley yang dipercaya membawakan peran Timmy Failure.

Meski Timmy Failure: Mistakes Were Made adalah film pertamanya, tapi dia lebih dahulu dikenal lewat beberapa serial TV. Fast Layne adalah serial TV yang ditayangkan di Disney Channel dimana Fegley tampil sebagai salah satu dari empat karakter utamanya, yaitu Mel yaitu sepupu Layne yang berusaha mencari tahu apa yang dilakukan oleh Layne dan Zora.

Meski serial ini tidak mendapat respon yang baik dan hanya bertahan hingga 8 episode saja, tapi nyatanya bakat Fegley tidak tersia-siakan.

Hal ini dia buktikan dengan membawakan karakter Timmy Failure dengan sangat meyakinkan. Rasa percaya diri yang tinggi sebagai detektif swasta dan lontaran kalimat dengan humor datar dari mulutnya menjadi elemen utama kesuksesan dia menjawab tantangan dalam karir yang baru dimulainya ini.

Bukan tidak mungkin jika dia akan memiliki masa depan yang cerah di dunia film nantinya. Selain itu, ada dua aktor cilik lainnya yang juga menyita perhatian, yaitu Kei sebagai Rollo dan Chloe Coleman sebagai Molly.

Rollo diceritakan adalah mantan rekan Timmy di agensinya yang kemudian kembali bekerjasama untuk mengungkap kasus baru mereka. Kei membawakan karakter ini dengan ringan dan lucu. Sumber kelucuan film ini mayoritas karena aksi konyolnya.

Sedangkan Molly adalah teman sekelas Timmy yang ceria dan cerdas. Diam-diam dia menyukai Timmy yang dianggapnya mempesona. Coleman terlihat nyaman membawakan perannya dimana dalam salah satu adegan dia sangat lincah memaparkan argumennya di depan Timmy.

Selera Humor yang Sulit Dimengerti

Selera Humor yang Sulit Dimengerti

Satu hal yang mungkin bisa mengurangi kenikmatan kita menonton film ini ialah selera humornya yang datar. Jika kita tidak mengerti referensi leluconnya, tentu kita tidak akan tertawa, belum lagi dengan beberapa istilah dalam bahasa Inggris yang mungkin akan memiliki makna berbeda, atau malah tidak ditemukan, dalam bahasa Indonesia.

Semua ini memang harus kita pelajari terlebih dahulu. Sepanjang film kita akan disuguhkan dengan lelucon-lelucon kering nan satir yang berasal dari kalimat-kalimat datar yang dilontarkan Timmy. Tapi dari sekian banyak lelucon itu, pastinya ada salah satu yang bisa kita mengerti.

Tapi kita harus menunggu dan bersabar untuk menemui lelucon yang kita anggap lucu. Selain itu, visualisasi film ini cukup apik dalam menampilkan imajinasi anak seusia Timmy.

Timmy Failure: Mistakes Were Made bisa menjadi pilihan film untuk mengisi waktu liburan keluarga kita. Tempo film yang stabil dengan ritme yang cepat membuat kita tidak akan mengantuk dan tetap tertarik dengan ceritanya. Meski selera humornya agak sulit dimengerti, tapi film ini memiliki banyak adegan lucu yang bisa membuat kita tertawa.

Bagi pelanggan Disney+, tentunya bisa langsung menonton film ini dan menikmati petualangan “small detective with big imagination” pada diri Timmy Failure ini. Belum ada rencana akan adanya film sequel, tapi jika melihat akhir film yang membuka pintu petualangan baru dan kesuksesan dalam penayangannya, besar kemungkinan petualangan Timmy akan berlanjut. Kita tunggu saja ya!

Timmy Failure: Mistakes Were Made
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram