Review dan Sinopsis Timmy Failure: Mistakes Were Made

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Timmy Failure: Mistakes Were Made
3
/5

Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang merasa bahwa dia adalah detektif terbaik di kota Portland menjalankan agensi Total Failures dengan sahabatnya, seekor beruang kutub imajiner seberat 680 kg. Timmy Failure: Mistakes Were Made adalah original film Disney+ yang merupakan adaptasi buku berseri karya Stephan Pastis.

Film ini pertama kali ditayangkan di Sundance Film Festival pada 25 Januari 2020 yang kemudian bisa disimak secara streaming di Disney+ sejak 7 Februari 2020. Disutradarai oleh Tom McCarthy, film yang bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga ini dibintangi oleh Winslow Fegley, Ophelia Lovibond, dan Craig Robinson.

Berikut review kami tentang film yang mengandung unsur imajinasi tingkat tinggi dari daya khayal anak kecil yang cenderung introvert ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2020
  • Genre: Adventure, Comedy, Drama, Family, Fantasy
  • Produksi: Etalon Film, Walt Disney Pictures, Whitaker Entertainment
  • Sutradara: Tom McCarthy
  • Pemeran: Winslow Fegley, Ophelia Lovibond, Craig Robinson

Timmy Failure (Winslow Fegley) adalah anak laki-laki berusia 11 tahun yang memiliki daya khayal yang luar biasa, dimana dia merasa bahwa dirinya adalah detektif swasta yang menjalankan agensinya, Total Failures Inc., bersama rekannya, yaitu seekor beruang kutub imajiner yang selalu mengiringinya kemana pun dia pergi.

Ciri khasnya adalah dia selalu memakai syal berwarna merah yang tak pernah dilepasnya. Timmy merasa dirinya selalu mengerjakan kasus demi kasus yang sebenarnya tidak penting menurut orang dewasa, seperti kematian hamster milik temannya yang dianggap dibunuh.

Selain itu, dia selalu menduga adanya konspirasi kejahatan yang dilakukan warga keturunan Russia, padahal mereka hanyalah hipster berjanggut saja.

Semua ini diperparah dengan hilangnya segway milik ibunya yang dinamakan Failure-Mobile yang membuat ibunya, Patty (Ophelia Lovibond) marah besar, apalagi Timmy tidak fokus di sekolah yang menyebabkan dirinya diminta untuk menghadap guru BK, Pak Jenkins (Craig Robinson). Kematian hamster dan kehilangan segway menurutnya adalah karena orang-orang Russia itu.

Demi mencari hubungan antara kasus-kasus “aneh” ini, Timmy harus mencari referensi dan informasi di perpustakaan dan akhirnya menduga teman sekelasnya, Corrina Corrina, adalah dalang di balik semua kejadian ini.

Sementara itu, ibunya sedang didekati oleh petugas parkir, Crispin, yang dianggapnya melanggar peraturan, yaitu “tidak bekerjasama dengan penegak hukum”.

Timmy dan temannya, Rollo, mencoba mencari segwaynya di bank milik ayah Corrina dengan mengenakan topeng anggar yang tentu saja mengundang kecurigaan sekuriti bank. Pak Jenkins berhasil membuat Timmy mengerjakan tugas sekolahnya yang dianggap Timmy adalah sebuah misi khusus.

Dalam study tour ke sebuah bendungan raksasa, Timmy mencederai gurunya yang membuatnya dihukum oleh sekolah dan membuat ibunya dipecat dari pekerjaannya karena harus menemaninya selama di rumah yang kemudian membuat mereka harus pindah ke apartemen yang lebih kecil.

Karena agensinya ditutup oleh ibunya, dia harus melepas Total, nama beruangnya, ke kebun binatang. Berbicara dari hati ke hati, Pak Jenkins membuka pemikiran dan melepaskan keresahan Timmy yang membuatnya berpikir lebih dewasa.

Setelah dia menemukan penyadap di dalam kue dari Corrina, Timmy meminta bantuan Crispin untuk mengeluarkan Total dari kebun binatang, Setelah berhasil membawa Total, mereka juga berhasil menangkap pencopet di jalanan.

Di acara penggalangan dana, Timmy memukau teman-teman, guru-guru, dan wali murid yang hadir dengan pidato yang padat dan berisi. Timmy tidak melihat kehadiran Pak Crocus yang diduga olehnya sedang disekap di menara air oleh kelompok Russia. Mengendarai segwaynya, Timmy segera meluncur menyelamatkan Pak Crocus.

Khayalan Tingkat Tinggi

Khayalan Tingkat Tinggi

Timmy Failure: Mistakes Were Made bisa jadi bukanlah film keluarga yang biasa kita tonton selama ini, meski itu produksi Disney sekalipun. Gaya penceritaan yang cenderung berat dan dalam, kemungkinan besar bisa mengurangi faktor fun dari film sejenisnya. Terutama kita harus berpikir sedikit keras untuk mencari referensi humornya.

Karakter anak kecil seperti Timmy yang penuh imajinasi mungkin dialami juga oleh mayoritas anak kecil lainnya, tapi bedanya imajinasi Timmy sangat luar biasa tingginya hingga hanya Pak Jenkins yang bisa memahami dan mengarahkan anak sepertinya, bahkan ibunya pun kebingungan dengan sikap-sikapnya yang aneh.

Kehadiran Total sang beruang kutub memperbesar imajinasi Timmy. Mungkin dia terlalu banyak membaca buku detektif atau menonton serial kriminal di TV sehingga membuat pikirannya selalu curiga terhadap orang lain, apalagi terhadap Corrina yang dinggapnya gembong kejahatan di kota itu.

Tapi semua ditampilkan dalam konteks komedi datar yang hanya akan menghadirkan tawa bagi yang mengerti saja. Satu adegan yang pasti membuat kita tertawa adalah peristiwa di bendungan besar dimana Timmy dan Pak Crocus berada di luar bendungan ketika pintu air akan dibuka.

Mereka pasrah dan telungkup dimana Timmy menimpa badan Pak Crocus. Ternyata, mereka berada jauh di atas pintu air yang dibuka. Kejadian gagal paham ini adalah salah satu adegan terlucu di film dengan durasi 1 jam 39 menit ini.

Satu lagi imajinasi Timmy yang mengundang tawa ialah penggambarannya tentang SMP yang dianggapnya “penghancur jiwa” anak kecil dimana nanti kelasnya lebih besar dengan siswa yang lebih banyak dan tugas yang bakal menumpuk.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram