bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Sci-Fi Thunder Force (2021)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 1 Juni 2021

Di dunia dimana para penjahat berkekuatan super terbiasa beraksi sehari-hari, dua sahabat masa kecil yang sudah lama tidak bertemu terpaksa harus bersatu kembali setelah percobaan serum yang memberikan kekuatan super berhasil ditanamkan ke dalam tubuh mereka masing-masing dengan tujuan menghentikan kejahatan yang diperbuat oleh para Miscreants.

Thunder Force adalah original film Netflix yang merupakan kolaborasi kelima Melissa McCarthy dengan suaminya, Ben Falcone. Film yang juga dibintangi oleh Octavia Spencer, Bobby Cannavale dan Jason Bateman ini dirilis pada 9 April 2021. Uniknya, meski diceritakan peristiwa dalam film ini berada di kota Chicago, tapi nyatanya keseluruhan syuting dilakukan di kota Atlanta, Georgia.

Akankah kali ini McCarthy bisa mengocok perut kita lagi dengan lelucon-leluconnya yang menggelitik? Simak review Film Thunder Force sebelum menonton filmnya, ya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2021
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Fantasy, Sci-Fi
  • Produksi: On the Day Productions, Marc Platt Productions
  • Sutradara: Ben Falcone
  • Pemeran: Melissa McCarthy, Octavia Spencer

Lydia Berman dan Emily Stanton bertemu sejak kecil ketika Emily sering diejek oleh teman-teman sekolahnya dan selalu dibela oleh Lydia. Persahabatan mereka berlanjut hingga ke masa remaja. Tetapi karena Emily terlalu serius dalam sekolah dan pendidikannya, sedangkan Lydia lebih cuek dan selalu menghabiskan waktunya dengan bermain-main, mereka berpisah dan tidak pernah bertemu lagi.

Hingga 20 tahun kemudian sekolah mereka mengadakan reuni, dimana Lydia yang bekerja di pelabuhan datang ke acara itu dengan harapan bisa bertemu Emily, tapi ternyata Emily sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan yang baru saja didirikannya. Lydia mendatangi kantor Emily dan akhirnya bisa bertemu lagi setelah sekian lama terpisah. Karena kesibukannya, Emily meninggalkan Lydia sejenak di ruangannya.

Padahal sudah dipesan oleh Emily untuk tidak menyentuh apapun, Lydia tidak sengaja memencet beberapa tombol dan duduk di kursi yang ternyata menyuntikkan serum hasil percobaan Emily untuk meningkatkan kekuatan orang biasa hingga mencapai 10.000 kali lipat. Dengan terpaksa, Emily menempatkan Lydia dan melatihnya agar bisa mengontrol kekuatannya.

Sementara itu, Emily juga melakukan terapi obat untuk bisa membangun kekuatan super lainnya, yaitu membuat dirinya tidak terlihat. Tapi berbeda dengan Lydia yang dilatih secara fisik, Emily hanya beberapa kali harus minum obat secara teratur, hingga dia bisa menggunakan kekuatan itu. Mereka dilengkapi dengan kostum superhero dan mobil yang keren, meski mereka susah untuk masuk ke dalamnya.

Meski tugas pertama mereka nyaris gagal karena masih canggung, tetapi beberapa tugas sukses berikutnya berhasil menjadikan nama mereka mulai dikenal publik. Mereka pun menyokong Rachel Gonzales yang mencalonkan diri sebagai walikota, berseberangan dengan William “The King” Stevens yang didukung oleh pasukan Miscreants, kelompok musuh yang menjadi incaran Thunder Force.

Salah satu Miscreants yang susah ditaklukkan ialah Laser, seorang wanita dengan kekuatan listrik. Laser menjadi kekuatan utama The King untuk menghadapi Thunder Force, selain Jerry “The Crab” yang justru menjalin cinta dengan Lydia. The King kalah dalam pemilu oleh Rachel dan berencana untuk melakukan pemusnahan massal dengan kedok pesta kemenangan.

Rencana busuk ini diketahui oleh Lydia dari Jerry yang langsung membuat Thunder Force bergerak cepat mencari bom di dalam gedung dimana pesta diselenggarakan. Tapi tidak disangka, ternyata mereka dijebak oleh teman mereka sendiri, Allie, yang selama ini menjadi operator mereka. Hal ini diketahui oleh Tracy, putri Emily, yang langsung membekuk Allie dan menyusul ibunya dengan kostum superhero.

Lydia dan Emily bertarung hebat melawan The King yang juga memiliki kekuatan super karena dia juga seorang Miscreants. Akhirnya Lydia bisa mengalahkan The King dengan melemparnya jauh keluar dari gedung dan setelah itu mengambil koper berisi bom untuk kemudian terjun ke sungai dan meledakkan bomnya. Lydia tidak terluka sedikitpun dan langsung bangkit kembali di depan sambutan publik.

Cerita yang Tidak Menarik

Cerita yang Tidak Menarik

Thunder Force diawali dengan latar belakang kisah yang mengulang cerita-cerita yang pernah disuguhkan oleh film-film sebelumnya, yaitu radiasi yang membuat beberapa orang memiliki kekuatan super. Anehnya radiasi ini hanya menginfeksi para pelaku kriminal dan sosiopat, sehingga orang biasa tidak mampu melawan mereka yang tiap hari melakukan berbagai tindak kejahatan.

Karena mengusung tema komedi, sosok yang menjadi superhero untuk melawan kelompok ini adalah dua wanita di usia 30-an yang bertubuh gemuk tanpa keahlian bela diri sebelumnya. Sosok yang sangat tidak ideal inilah yang akan mengentaskan kejahatan di kota Chicago. Apakah mereka bisa? Tentu saja bisa, meski semua dalam nuansa penuh kekonyolan.

Tapi tidak semua Miscreants memiliki kekuatan super, buktinya Jerry The Crab hanya memiliki tangan lobster tanpa kekuatan apapun. Semakin absurd lagi ketika Emily memilih kekuatan super yang membuatnya tidak bisa terlihat tanpa kekuatan lainnya yang kemudian dibekali alat setrum oleh putrinya sebagai senjata.

Rencana balas dendam Emily atas nama orang tuanya sepertinya tidak dipersiapkan dengan baik, padahal diceritakan dia sudah merancangnya selama lebih dari 20 tahun, lho! Untung saja Emily memiliki putri yang bisa menutup celah itu dengan baik, karena Tracy juga memiliki tingkat kecerdasan serupa dengan ibunya, bahkan lebih cemerlang, dia lulus kuliah di usia 15 tahun. Apa kalian bisa sepertinya?

Chemistry Tidak Berjalan Antara Dua Tokoh Utamanya

Chemistry Tidak Berjalan Antara Dua Tokoh Utamanya

Secara individu, Melissa McCarthy dan Octavia Spencer memiliki kapabilitas akting di genre masing-masing. Seperti yang kita tahu, McCarthy sukses dengan peran-peran komedinya di beberapa film yang bisa dibilang sukses secara komersial, sedangkan Spencer lebih banyak berkutat di genre drama. Jadi, agak riskan juga memadukan mereka berdua dalam film action comedy seperti ini.

Ternyata hasilnya memang sesuai dengan prediksi para kritikus film saat proyek Thunder Force ini mulai berjalan. McCarthy seolah berjuang sendirian untuk menampilkan suasana lucu di setiap adegannya, sedangkan Spencer terlihat sangat kikuk ketika harus berakting ala komedian. Dan tidak ada chemistry diantara mereka, bahkan untuk satu adegan pun.

Tidak seperti perpaduan McCarthy dengan Sandra Bullock dalam The Heat (2013) sebagai contoh. Kita pun tahu, Bullock juga baik ketika berakting dalam film drama, juga pernah tampil konyol dalam film komedi, dan chemistry-nya dengan McCarthy di film itu adalah yang terbaik sejauh ini, meski kualitas film tersebut hanya berada sedikit di atas Thunder Force ini.

Kisah Ibu dan Anak yang Kurang Diolah

Kisah Ibu dan Anak yang Kurang Diolah

Sebenarnya, Thunder Force memiliki satu sub-kisah yang kurang diolah dengan baik, yaitu hubungan ibu dan anak dalam diri Emily dan Tracy. Dalam sebuah adegan dimana Emily berbicara hati ke hati dengan Tracy tentang sikapnya yang mungkin terlalu keras adalah adegan terbaik di dalam film ini yang mampu menampilkan kapasitas akting Spencer sebenarnya sebagai salah satu aktris drama terbaik.

Begitupun hubungan antara Lydia dengan Tracy, ketika mereka bermain game bersama, yang seolah-olah Tracy menemukan sosok lain yang bisa membuatnya keluar dari zona kedisiplinan ala ibunya. Tapi sayangnya, sub-kisah ini hanya ditampilkan selewat saja tanpa akhir yang memuaskan.

Thunder Force mungkin bisa sedikit menghibur dengan menggelar kelucuan dan aksi superhero yang cukup memukau. McCarthy yang berakting di zona amannya kembali menampilkan karakter yang melemparkan lelucon dengan referensi yang tidak diketahui oleh lawan mainnya, mungkin juga sebagian dari kita. Ditambah lagi dengan kehadiran Jason Bateman yang sama sekali tidak lucu.

Jika kalian menganggap adegan dimana kedua superhero ini masuk dan keluar dari mobil Lamborghini ungunya yang memakan waktu cukup lama terkesan lucu, maka kalian adalah fans setia McCarthy. Tapi bagi penonton umum, adegan ini belum tentu lucu. Keberadaan Laser yang tidak diketahui di akhir film seolah membuka jalan untuk sequel, tapi apakah akan ada film berikutnya dari mereka? Who knows!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram