Review dan Sinopsis This is Not a Comedy, Hanya Ada Drama

Ditulis oleh Yanyan Andryan
This is Not a Comedy
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

This Is Not a Comedy atau yang dikenal dengan judul El Comediante adalah sebuah film dari Meksiko yang disutradarai oleh Rodrigo Guardiola bersama dengan Gabriel Nuncio. Naskahnya sendiri ditulis oleh dua orang yakni Gabriel dan Alo Valenzuela.

Film ini juga memenangkan penghargaan Best Feature Film, dan Best Cinematography di ajang Film Internasional Guadalajara.

Selain menjadi penulis, dan menyutradarai This Is Not a Comedy, Gabriel pun turut membintangi filmnya ini dengan berperan seorang komedian yang kerap tampil kurang lucu di atas panggung. Ada juga aktris Cassandra Ciangherotti sebagai pacarnya yang bernama Leyre, dan Adriana Paz sebagai Melissa, yang menjadi teman dekatnya Gabriel.

Sinopsis

this-is-not-a-comedy-1_

Gabriel “Gabito” Nuncio memenuhi kebutuhannya sehari-sehari dengan bekerja sebagai seorang komika. Namun, setiap bahan candaan yang ia bawakan sering gagal membuat para penonton tertawa.

Pada suatu malam, Gabriel naik ke atas panggung, dan memulainya secara baik dengan menceritakan lelucon tentang orang-orang yang memiliki nama yang sama dengannya namun mempunyai tingkah laku aneh.

Akan tetapi, materi komedinya berubah menjadi menyedihkan. Ia malah sedikit mempermalukan pacarnya, Leyre, yang pada malam itu menonton pertunjukannya.

Di atas panggung, Gabriel menceritakan pengalaman pacarannya bersama dengan Leyre. Namun, sang kekasih tersinggung dengan apa yang ia ucapkan karena dirinya merasa seperti seorang psikopat.

Leyre pun langsung meninggalkan Gabriel yang masih pentas di atas panggung. Leyre sendiri adalah sosok perempuan yang unik. Ia meyakini bahwa alien sudah berkomunikasi dengannya dan sudah waktunya jika dirinya harus meninggalkan bumi untuk hidup bersama mereka.

Sementara itu, setelah acaranya selesai, Gabriel bertemu dengan temannya yang bernama Melissa di ruang tunggu sembari menikmati bir. Melissa kemudian mengatakan bahwa hubungannya dengan pacarnya, Ricardo, telah berakhir, dan ia meminta bantuan Gabriel karena dirinya ingin menjadi seorang ibu.

Keesokan paginya, Leyre mengunjungi tempat tinggal Gabriel dan ia masih marah atas materi komedinya malam kemarin. Keduanya kemudian jalan-jalan untuk pergi berbelanja bunga, dan permadani. Leyre kemudian mencoba mengajak Gabriel untuk ikut dengannya pergi ke Gunung Amethyst untuk melakukan perjalanan antar galaksi.

Gabriel menolak ajakan Leyre dan mengatakan bahwa ia tengah mempertimbangkan tawaran Melissa yang ingin memiliki anak. Dirinya berharap menjadi seorang ayah. Pada hari itu, keduanya berpisah, dimana Leyre pergi ke Gunung Amethyst sedangkan Gabriel naik taksi mengunjungi rumah pamannya yang sakit parah.

Sang paman kemudian meninggal setelah dijenguk dan mengobrol dengan Gabriel, yang pada hari itu tengah mengalami situasi yang sulit karena kekurangan uang, dan juga kepergiannya Leyre. Gabriel selanjutnya pulang ke rumah untuk kembali menulis naskah cerita untuk ia jual kepada produser film.

Naskah yang Gabriel tulis bercerita tentang seorang gadis yang pergi ke Mars dan tidak akan bisa kembali lagi ke Bumi. Setelah menyelesaikan sebagian naskahnya, teman Gabriel yang bernama Saevich lalu mengajaknya untuk menemui aktris terkenal, Cecilia Suarez.

Sang aktris lalu membaca naskah milik Gabriel. Ia mengatakan bahwa karakter Sophia di dalam ceritanya tidak memiliki arah yang jelas dan judul “Fourth Planet” sangat tidak menarik.

Cecilia kemudian menyarankannya untuk mengganti judul dengan nama “She Astronaut". keduanya lalu bertemu dengan aktor lainnya yang bernama Tenoch. Sang aktor dan Cecilia selanjutnya sepakat jika naskah tersebut harus menjadi film komedi, namun Gabriel menyatakan bahwa ceritanya tentang drama dan bukanlah sebuah komedi.

Karakter Gabriel Terlihat Natural

this-is-not-a-comedy-2_

Skenario cerita yang ditulis oleh Gabriel Nuncio dan Alo Valenzuela sepertinya mencoba untuk menyoroti krisis eksitensi yang dialami oleh karakter utamanya. Dalam film ini, Gabriel adalah seorang pria yang berusia sekitar 40 tahunan. Ia berhenti dari pekerjaannya di sebuah penerbit hanya karena ingin menjadi seorang komedian.

Pilihannya menjadi seorang komika tidak berjalan mulus. Ia kemudian malah terlihat seperti seorang komedian yang putus asa. Hidup terasa penuh tekanan dan Gabriel pun mencoba untuk menyesuaikan diri untuk menjalankan mimpi-mimpinya, khususnya membuat film dari naskah cerita yang ia buat.

Dengan akting halus dari Gabriel Nuncio, karakter yang ia perankan terasa seperti sedang memainkan dirinya sendiri. Semua berjalan sangat natural apa adanya. Terkadang karakternya menyedihkan dan seolah kita ingin membantu segala kesulitan yang ia hadapi.

Karakter Gabriel dalam film selalu berusaha untuk gembira, namun guratan wajahnya tidak pernah menggambarkan perasaan itu. Saat semua keinginan dan harapannya pupus, ia memutuskan untuk tidak berkomedi lagi.

Pada momen-momen tersebut, karakter ini benar-benar terasa berada dalam situasi krisis eksistensi. Gabriel tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan hindari, hingga akibatnya semua mulai menjauh darinya.

Akan tetapi, perjalanan Gabriel tidak berujung terlalu sedih. Ada sedikit harapan cerah ketika naskahnya ia ubah menjadi sebuah novel populer untuk anak-anak. Hasilnya, novelnya cukup sukses dan mereka sangat menyukai cerita tentang Sophia dan Astronot.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram