bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Young Messiah, Masa Kecil Sang Penyelamat

Setelah 7 tahun berada di Mesir, Joseph sekeluarga menempuh jalan pulang ke Nazareth. Termasuk di dalamnya Jesus cilik. Sangat antusias melihat tanah kelahirannya, Jesus tidak tahu bahwa di wilayah Israel sedang terjadi banyak kekacauan.

Jesus pun tidak tahu bahwa dia berada dalam bahaya pengejaran pasukan Roma. Bahkan dia belum menyadari jati dirinya sebagai Sang Juru Selamat.

The Young Messiah adalah film drama karya Cyrus Nowrasteh yang dirilis oleh Focus Features pada 11 Maret 2016. Menceritakan masa kecil Jesus dalam perjalanan kembali ke tanah kelahirannya, kisah film ini berdasarkan novel karya Anne Rice, Christ the Lord: Out of Egypt, yang terbit di tahun 2005.

Cerita dalam novel dan filmnya murni adalah interpretasi fiktif kisah Jesus yang diambil dari berbagai sumber yang sangat minim.

Berada pada sudut pandang berbeda mengenai kehidupan Jesus, apakah film ini mampu menampilkan kisah yang menggugah jiwa? Simak review berikut untuk mendapatkan ulasan tentang film yang meraih penghasilan sebesar $6 juta ini.

Baca Juga: Inilah 10 Film Bertema Agama dengan Pesan-Pesan Religius

Sinopsis

The Young Messiah sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama
  • Produksi: 1492 Pictures, CJ Entertainment
  • Sutradara: Cyrus Nowrasteh
  • Pemeran: Adam Greaves-Neal, Vincent Walsh, Sara Lazzaro

Jesus dan sepupunya, Salome, bermain di jalanan Alexandria. Salah seorang bocah, Eliezer, mengganggu Jesus dan memukulnya. Karena dipukul oleh Salome, Eliezer bermaksud mengejar gadis itu, tapi dia terjatuh dan kepalanya terantuk batu. Eliezer pun tewas seketika.

Orang-orang yang melihatnya terhasut oleh ucapan seseorang yang telah dibisiki Satan bahwa Jesus adalah pembunuhnya. Mary datang menjemput Jesus dan Salome. Warga berdatangan ke rumah Joseph untuk meminta pertanggungjawaban.

Salome meminta Jesus untuk melakukan mukjizat seperti yang pernah dia lakukan kepada burung yang mati. Jesus kemudian menyelinap keluar dan menuju rumah duka dimana jasad Eliezer terbaring.

Saat Jesus menyentuh wajah Eliezer, ayah bocah itu masuk ke kamar dan memarahi Jesus. Beruntung Joseph datang tepat waktu dan mengamankan Jesus yang baru saja dipukul oleh Eliezer yang hidup kembali.

Salah seorang warga meminta mereka pergi dari Alexandria. Joseph berkata bahwa mereka memang akan kembali ke Israel karena Raja Herod sudah wafat.

Dalam perjalanan, Jesus yang berjalan terlebih dahulu bertemu dengan pasukan Centurion yang mengejar para pemberontak. Terjadi pertarungan sengit di depan mata Jesus yang membuat dia hanya terdiam. Saat salah satu tentara hendak melayangkan pedangnya kepada Jesus, Severus sang pemimpin, menghentikannya.

Setelah memastikan bahwa Jesus dan kedua orang tuanya bukan pemberontak, Severus membiarkan mereka pergi. Sesampai di Sungai Jordan, penyakit Cleopas sudah semakin parah.

Jesus menghampiri pamannya itu dan berdoa untuk kesembuhannya. Setelah menenggelamkan seluruh badannya sesaat, Cleopas langsung sembuh seketika. Berita ini pun langsung menyebar ke seantero Israel.

Raja Herod Archelaus, pewaris tahta Raja Herod, meminta Severus untuk melacak kebenaran berita ini dan mencari bocah ajaib itu. Raja Herod takut jika ramalan Sang Mesias menyebar maka bangsa Israel akan menentangnya.

Mendekati wilayah Israel, rombongan Joseph bertemu dengan seorang wanita yang baru saja membunuh seorang pria. Joseph dan Cleopas mengubur jasad pria tersebut dan membawa wanita itu bersama mereka atas permintaan Jesus.

Di luar Nazareth, mereka melihat pemandangan sadis orang-orang yang disalib di pinggir jalan. Sesampai di rumah keluarga, mereka dihentikan oleh tentara Roma yang sedang memburu pemberontak.

Atas kebaikan hati nenek Sarah, tentara Roma itu melepaskan mereka. Sementara itu, Severus mendapat informasi dari pria yang memberikan patung unta kepada Jesus.

Jesus membuat para Rabbi di sekolah terpukau dengan kebijaksanaan dan pengetahuannya tentang agama. Sekembali dari sekolah, Jesus pingsan.

Saat terbaring demam di ranjang, Satan datang mengancam. Tapi, justru Jesus balik mengancam dengan mengatakan siapa dirinya dan kekuatan apa yang dimilikinya, kemudian membuat Satan ketakutan.

Jesus sudah sembuh seperti sedia kala keesokan paginya. Dia meminta kepada kedua orang tuanya untuk menghadiri acara Paskah di Jerusalem. Mereka pun segera berangkat. Tidak berapa lama, Severus datang ke rumah Sarah dan segera mengejar rombongan Jesus ke Jerusalem.

Di perjalanan, pasukan Centurion mengumumkan pencarian seorang bocah berusia 7 tahun kepada para peziarah. Joseph dan keluarganya kemudian bersembunyi di gua. Joseph memutuskan untuk kembali ke Nazareth demi menghindari Severus dan pasukan Centurion. Di tengah malam, Jesus berdoa lalu pergi sendiri menuju Jerusalem.

Jesus sampai di Jerusalem dan sempat dihentikan oleh seorang tentara di pintu kota. Tapi atas kebaikan seorang pria, Jesus akhirnya bisa masuk ke dalam kota.

Dia bertemu seorang Rabbi yang buta dimana Jesus meminta untuk diceritakan peristiwa di Bethlehem 7 tahun yang lalu. Setelah mendengar semuanya, Jesus memegang wajah Rabbi dan berlalu. Rabbi itu mendadak bisa melihat kembali.

Severus dan pasukannya masuk ke dalam kuil demi mencari Jesus. Setelah mereka menemukannya, langkah Jesus dihadang. Apa yang akan terjadi pada Jesus? Bagaimana cara dia selamat dari kepungan pasukan Centurion? Tonton sampai habis untuk menemukan jawabannya.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film Judas and The Black Messiah (2021)

Adaptasi Novel Fiksi

Adaptasi Novel Fiksi_

Di pembukaan film, terdapat pernyataan bahwa kisah dalam film ini dikumpulkan dari berbagai manuskrip kuno yang bercerita tentang kehidupan masa kecil Jesus. Namun kemudian di credit title tertera bahwa film ini adalah adaptasi dari sebuah novel fiksi karya Anne Rice.

Mungkin kita sedikit kecewa ketika mengetahui bahwa cerita film ini bukan berdasarkan fakta sejarah atau nukilan kisah dari Alkitab. Anne Rice sendiri dalam menulis novelnya menyandarkan kisahnya dari sumber yang dianggap tidak jelas dan masih diperselisihkan. Salah satunya adalah dari Gospel of Peter.

Gospel of Peter (Injil Petrus) yang ditemukan di Mesir pada tahun 1886 ini tidak termasuk ke dalam Kitab Perjanjian Baru karena mengandung unsur gnostic dan diragukan keasliannya. Terdapat juga perbedaan fakta sejarah, yaitu gubernur Jerusalem yang memerintahkan penyaliban Jesus bukanlah Pontius Pilate, melainkan Herod Antipas.

Mengupas Psikologi Sang Mesias

Mengupas Psikologi Sang Mesias_

Meski hanya kisah fiktif, Anne Rice mencoba mengungkit sisi manusiawi dari Jesus secara psikologis. Penerjemahan visualisasinya ke dalam film pun cukup bagus, dimana kita diperlihatkan Jesus di usia 7 tahun sama dengan bocah yang lain.

Ia masih senang bermain dan memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dia juga sempat menjadi korban perundungan dan sangat dekat dengan ibunya.

Kejadian demi kejadian di dalam perjalanan ke tanah kelahiran ditampilkan untuk menguatkan sosoknya yang akan menjadi Sang Mesias saat dewasa nanti. Sutradara Cyrus Nowrasteh cukup apik dalam menjaga tempo dan keseimbangan cerita, sehingga film berdurasi 1 jam 51 menit ini tidak menjadi membosankan.

Apalagi dikemas dengan sinematografi yang cukup indah dalam menampilkan panorama alam Matera, Italia, menambah nilai plus film ini. Daerah yang masih alami itu terlihat cocok untuk menggambarkan suasana pada zaman kerajaan Roma berkuasa di tanah Israel dan sangat terasa kesan kolosalnya, meski tidak ada adegan peperangan.

Selain itu, pencahayaan yang lembut, membuat mata kita merasa teduh saat menontonnya, seteduh hati kita yang mulai tergugah dengan perjalanan pemahaman jati diri Sang Juru Selamat ini.

Pancaran sinar mentari yang berada di belakang Jesus saat di Alexandria, seolah menggambarkan cahaya ilahi pada dirinya. Begitupun saat Mary dan Jesus duduk di bawah pohon di akhir film.

Hanya saja, masih ada beberapa lubang dalam cerita yang memperlihatkan kelemahan naskah film ini. Dari beberapa kejadian di perjalanan menuju Nazareth, ada satu adegan yang tidak memiliki makna juga tidak ada pengaruhnya pada jalan cerita.

Adegan itu ialah perkelahian antara seorang wanita dengan seorang pria yang berakhir dengan tewasnya sang pria. Wanita yang masih shock itu lalu ikut bersama mereka sampai Nazareth.

Karakter ini tidak berbuat banyak dalam cerita, juga tidak memberi makna. Kematian sang pria pun tidak juga meninggalkan kesan apa-apa. Jika adegan dan karakter ini dihilangkan, tidak akan pengaruh ke jalan cerita.

Minim Ketegangan Berarti

Minim Ketegangan Berarti_

Menampilkan pasukan Centurion dari Kerajaan Roma, film The Young Messiah tidak serta merta memiliki unsur ketegangan di dalamnya. Meski beberapa kali bersinggungan dengan pasukan ini, nyatanya Jesus dan keluarga selalu dilepaskan begitu saja. Apalagi sosok panglimanya tidak kharismatik.

Saat mereka mengepung Jesus di Jerusalem, meski sudah di edit sedemikian rupa supaya kesan menegangkan hadir di layar, kita tetap tidak akan terpacu adrenalinnya. Karena apa? Karena kita tahu bahwa tidak ada yang bisa membuat Jesus celaka di usia mudanya ini, sampai nanti dia disalib oleh pasukan Roma di akhir hidupnya.

The Young Messiah memiliki kesan tersendiri dalam menceritakan kisah Jesus, karena belum pernah ada sebelumnya yang menampilkan kisah Jesus muda secara khusus.

Meski kisahnya hanya fiktif belaka dan bersumber dari manuskrip yang diragukan keasliannya, film ini cukup apik dalam mengungkit sisi psikologis seorang bocah dalam memahami jati dirinya.

Walau secara keseluruhan film ini tidak mampu memaksimalkan semua elemen yang ada, terutama dari sisi naskah, The Young Messiah masih cukup layak untuk ditonton.

Semua berkat atmosfer masa lampau yang ditampilkan dengan skala cukup bagus meski sederhana. Bagi kalian penikmat film-film bertema keagamaan yang menggugah jiwa, maka film ini patut diperhitungkan. Selamat menonton!

The Young Messiah
Rating: 
2.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram