bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Korea The Spy Gone North (2018)

Park Seok Young, seorang anggota BIN Korea Selatan mengemban tugas sangat berat karena dia harus memata-matai dan mencari tahu tentang nuklir milik Korea Utara. Dia sampai harus menghilangkan identitas aslinya untuk mendukung rencana tersebut.

Pergi ke Utara sebagai seorang pengusaha, Park Seok Young dengan mudah meyakinkan mereka menggunakan sejumlah uang. Dia membantu penjualan barang-barang antik milik Utara dan menawarkan kerjasama bisnis iklan dengan mereka.

Namun, rencana yang sudah rapi disusun itu mendadak diubah oleh organisasi. Dia tak ingin menggunakan rencana baru karena khawatir dapat memanaskan kembali hubungan Utara dan Selatan. Berhasilkah dia melakukannya? Sinopsis dan ulasan The Spy Gone North (2018) akan memberimu sedikit bocoran!

Baca juga: Sinopsis & Review Sisyphus: The Myth, Perpaduan Aksi & Sains Fiksi

Sinopsis

Sinopsis

Setelah Perang Dunia II Korea terpecah di bawah kekuasaan Amerika untuk wilayah Selatan dan URSS di Utara. Pada 25 Juni 1950 Perang Korea terjadi dan menewaskan lebih dari 3 juta jiwa, bahkan saat gencatan senjata. Sejak itu Korea Utara dan Selatan terlibat perang dingin. Masing-masing negara mengirimkan mata-mata.

Korea Utara mengundurkan diri dari NPT setelah sebelumnya menanggapi permintaan IAEA atas pemeriksaan Reaktor Nuklir Yongbyon. Korea Selatan dan Amerika mengadakan pertemuan darurat untuk memutuskan tindakan tegas terhadap Korea Utara, terutama karena di Semenanjung Korea keadaan sedang krisis.

Di sebuah pemancingan Hwang Byung Chul dan Park Suk Young (Hwang Jung Min) ditangkap oleh anggota BIN. Pada Januari 1992, BIN meminta Suk Young memata-matai Korea Utara. BIN mengatakan bahwa satu-satunya cara menyelamatkan Korea adalah dengan menghentikan Utara mengembangkan senjata nuklir mereka.

Suk Young harus menghapus identitas aslinya sebagai perwira militer dan mulai banyak minum serta berjudi. Suk Young meminjam sejumlah uang dari rekan lamanya dengan alasan memulai bisnis sebagai salah satu kedok.

Namun, saking banyaknya hutang, kondisi keuangan Suk Young berantakan. Bagaimana pun dia melakukan itu untuk menyesatkan mata-mata dari Utara dan menghapus identitasnya.

Misi keduanya sebagai mata-mata setelah menghapus identitas aslinya adalah membawa fisikawan Kim Jang Hyuk (Park Jin Young); seseorang yang mengetahui banyak fakta mengenai program nuklir Korea Utara ke Korea Selatan dengan selamat.

Maret 1993, di ruang interogasi urusan luar negeri BIN Korea Selatan, Hwang Byung Chul diinterogasi terkait krisis besar karena nuklir di Utara. Choi Hak Sung (Cho Jin Woong) yang menginterogasinya menjelaskan bahwa Kim Jang Hyuk, profesor yang dikenal oleh Hwang Byung Chul kerap pergi ke Pyongyang karena alasan tersebut.

Byung Chul mencemaskan kondisi Suk Young tapi Hak Sung mengatakan bahwa dia adalah mata-mata Korea Utara dan siapa pun yang berhubungan dengannya bisa terancam hukuman. Agar selamat dari itu Byung Chul harus membawa Kim Jang Hyuk menemui Hak Sung.

Kim Jang Hyuk mengaku bahwa dirinya seorang ilmuwan nuklir tetapi tidak tahu apapun soal krisis besar di Pyongyang karena dia sibuk mengajar di sebuah universitas di Tiongkok.

Hak Sung membeberkan fakta sebaliknya bahwa Jang Hyuk mengunjungi Pyongyang sebanyak 26 kali dalam satu tahun. Hak Sung menawari fisikawan itu kerjasama dengan nilai bayaran lebih tinggi daripada gajinya sebagai pengajar.

Jang Hyuk tertarik tapi dia tetap pada pendiriannya bahwa tak tahu apa pun soal masalah di Pyongyang. Dengan kegigihan dan iming-iming yang lebih besar, Hak Sung mendapat informasi yang dia butuhkan. Menurut Jang Hyuk program nuklir di Utara digalakkan setelah kejatuhan Blok Timur di tahun 1989. Pengembangannya bermarkas di Akademi Sains di Pyongsong.

Penelitiannya pun diawasi oleh para peneliti Universitas Kim Chaek. Jang Hyuk menjelaskan bahwa Utara tidak lagi mengembangkan nuklir melainkan sudah memiliki teknologinya. Hak Sung terkejut mendengar fakta itu.

Jang Hyun melanjutkan kesaksiannya bahwa keberadaan senjata di Utara merupakan rahasia besar yang hanya diketahui oleh perwira tinggi di Biro 121 yang berada di bawah komando langsung Kim Jong Il.

Mendengar hal tersebut Hak Sung kembali menugaskan Suk Young. Kali ini dia harus menyusup ke jajaran elite Korea Utara untuk mencari tahu rencana mereka. Hak Sung memberi informasi mengenai direktur Komite Ekonomi Eksternal Korea Utara yang sedang ada di Beijing, Ri Myong Un (Lee Sung Min).

Ri Myong Un adalah lulusan terbaik Universitas Kim Il Sung dan menangani semua perdagangan mata uang asing Utara. Ri Myong Un bukan anggota militer atau keamanan jadi dia tidak punya pangkat tetapi pengaruhnya di Utara sangat luar biasa. Hanya Ri Myong Un, seseorang yang bisa bertemu Kim Jong Il secara pribadi, yang bisa didekati.

Untuk mendekatinya, Suk Young harus menyamar sebagai pengusaha internasional. Hanya tiga orang yang tahu identitas asli Suk Young, termasuk Hak Sung.

Pada hari kejatuhan Pyongyang, Hak Sung akan menemui Suk Young di Sungai Taedong. Lantas, apakah Suk Young bisa menjalankan misi rahasia yang berisiko tersebut? Dapatkah dia selamat sampai akhir?

Kisah Nyata Agen BIN Dibuang Organisasinya

Kisah Nyata Agen BIN Dibuang Organisasinya

Selama ini film-film tentang spionase identik dibuat dari kombinasi antara trik, intrik dan tak-tik. Kejeniusan seorang mata-mata dalam menyadap dan mengintai targetnya dipamerkan dengan detail dan di luar dugaan.

Begitu pula materi yang disuguhkan oleh The Spy Gone North (2018). Namun, bagaimana jadinya jika agen tersebut ‘dibuang’ oleh organisasinya sendiri?

Plot menarik dari film yang meraih banyak penghargaan di Korea Selatan ini, diambil berdasarkan kisah nyata seorang agen intelijen Korea Selatan yang ditugaskan mematai-matai dan mencari informasi tentang nuklir milik Korea Utara. Semua berjalan lancar sampai akhirnya muncul perubahan rencana dari organisasinya sendiri, yang berkembang jadi pengkhianatan.

Si Black Venus Jaga Ketenangan Utara dan Selatan

Si Black Venus Jaga Ketenangan Utara dan Selatan

Kisah nyata yang dijadikan latar cerita The Spy Gone North (2018) adalah kisah seorang agen dengan nama kode Black Venus bernama asli Park Chae Seo. Karakter Black Venus ini jadi bagian paling menarik dibandingkan alur filmnya yang terlampau sederhana.

Penggambaran karakternya sebagai seorang agen mengesankan karena dia melawan rencana organisasinya demi menjaga ketenangan Utara dan Selatan. Untuk ukuran film spionase, The Spy Gone North (2018) tidak menyuguhkan alur berbelit.

Kekuatannya ada pada skrip dan penokohan. Dari dua hal itu tensi ketegangan layaknya film tentang mata-mata dapat terbangun. Selama kurang lebih 2 jam 16 menit, beberapa kunci setiap adegan lebih banyak terdapat pada dialog dan interaksi antara karakter. 

Jajaran Nama Besar Sebagai Pemainnya

Jajaran Nama Besar Sebagai Pemainnya

Selain kuat di segi naskah dan penokohan, sinematografi The Spy Gone North (2021) juga berkualitas. Kamu bisa melihat lanskap Korea Utara atau pasar tradisional mereka dan masalah sosial yang mengerikan di Korea Utara dengan dramatis, terutama karena ada perbandingan mencolok dengan kondisi yang ada di sekitar pemimpinnya.

Sinematografi bukan satu-satunya elemen berkualitas di film ini, melainkan juga jajaran nama-nama besar sebagai pemainnya. Mereka yang dilibatkan untuk mengisi karakter-karakter dalam The Spy Gone North (2021) jaminan pembawa kesuksesan, sebut saja Hwang Jung Min, Lee Sung Min, Cho Jin Woong hingga Ju Ji Hoon.

Ditata sedemikian rupa dari mulai gaya rambut, busana, gesture dan cara bicara mereka membawa film The Spy Gone North (2018) semakin meyakinkan. Setiap karakternya sukses menghidupkan konflik di film ini.

Jika kamu suka dengan film tentang mata-mata yang tidak sekadar berisi tak-tik tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan, The Spy Gone North (2018) salah satu pilihan yang bisa dicoba. Tertarik? Film ini sudah bisa kamu saksikan di Netflix!

The Spy Gone North
Rating: 
3.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram