Sinopsis dan Review Film The Matrix Reloaded (2003)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
The Matrix Reloaded
3.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Para pejuang kemerdekaan Neo, Trinity dan Morpheus terus memimpin pemberontakan melawan tentara mesin, melepaskan kemampuan dan persenjataan yang luar biasa melawan kekuatan penindas yang mengekploitasi umat manusia secara sistematis. The Matrix Reloaded melanjutkan perjuangan Neo yang sudah dimulai sejak The Matrix (1999), dan kali ini menjanjikan aksi dalam skala yang lebih besar.

Dengan dana yang besar untuk mewujudkan imajinasi mereka, Wachowski Bersaudara menampilkan lebih banyak hal baru dalam segala elemen, mulai dari adegan action, terobosan special effect, musuh-musuh baru selain Agen Smith dan cerita yang lebih filosofis. Warner Bros. Pictures merilis film ini pada 15 Mei 2003 bersama dengan koleksi film animasi pendek The Animatrix dan video game Enter the Matrix.

Banyak harapan disematkan pada film ini, terutama dari para penggemar yang sudah tersihir oleh aksi memukau The Matrix. Simak review kami tentang film yang sudah bisa ditonton ulang di layar Netflix secara lengkap beserta dua film lainnya di dalam trilogi mutakhir ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2003
  • Genre: Action, Sci-Fi
  • Produksi: Warner Bros., Village Roadshow Pictures, Silver Pictures
  • Sutradara: The Wachowski Brothers
  • Pemeran: Keanu Reeves, Laurence Fishburne, Carrie-Anne Moss

Enam bulan setelah akhir film pertama, Neo dan Trinity menjalin asmara, Agen Smith sudah bukan agen lagi dan Zion terancam serangan tentara sentinel. Commander Lock memanggil pulang semua kapal untuk memperkuat pertahanan, tapi Morpheus memastikan dewan jika satu kapal harus berada di luar Zion agar bisa berkomunikasi dengan Oracle. Kepergian Nebuchadnezzar diiringi dua kapal lainnya.

Neo bertemu dengan Oracle dan menyadari jika Oracle adalah program bagian dari Matrix. Oracle memerintahkan Neo untuk mencapai sumber Matrix dengan bantuan Keymaker. Sesaat setelah Oracle dan penjaganya, Seraph, pergi, Agen Smith datang dan memiliki kekuatan baru, yaitu bisa menduplikasi dirinya sebanyak mungkin dengan mengubah orang-orang disekitarnya.

Neo, Morpheus dan Trinity menemui Merovingian yang mengurung Keymaker. Dengan bantuan Persephone, istri Merovingian, mereka berhasil menemukan Keymaker dan berusaha membawanya kabur. Mereka dikejar oleh The Twins, anak buah Merovingian, dan di jalan raya bertemu dengan para agen yang juga ikut mengejar mereka.

Setelah berhasil mengamankan Keymaker, dua kapten kapal beserta krunya membantu Neo untuk mencapai sumber Matrix di sebah gedung yang tidak memiliki lift dan tangga! Tim dibagi tiga, ada yang bertugas menghancurkan pembangkit listrik, ada yang menyabotase listrik cadangan di dalam gedung dan Mopheus juga Neo bertugas mengawal Keymaker untuk menembus sumber Matrix.

Tetapi rencana tidak berjalan mulus. Kru Vigilant tewas semua karena serangan sentinel dan Agen Smith muncul di saat yang tidak terduga membuat mereka terpojok dan menewaskan Keymaker. Neo berhasil masuk ke sumber Matrix dan bertemu Sang Arsitek, sebuah program yang merupakan pencipta Matrix. Dia menjelaskan jika Neo juga adalah program dan bukanlah “The One”.

Ternyata sudah ada lima Neo sebelumnya, tapi Neo kali ini berbeda karena memiliki cinta. Neo diberikan dua pilihan oleh Sang Arsitek, yaitu kembali ke sumber untuk me-reboot Matrix dan memilih beberapa manusia untuk membangun Zion yang baru atau menghancurkan Matrix yang akan menyebabkan semuanya musnah termasuk umat manusia di Zion.

Trinity yang sudah dilarang oleh Neo untuk tidak masuk ke Matrix karena takut mimpinya jadi kenyataan, ternyata tetap nekat untuk masuk ke dalamnya demi menolong misi Neo. Dan mimpi Neo pun terwujud yang membuat Neo mengambil pilihan menyelamatkan Trinity dan meninggalkan Sang Arsitek. Trinity nyaris mati jika bukan karena kemampuan Neo yang bisa membuat Trinity hidup kembali.

Kembali ke dunia nyata, Nebuchadnezzar diserang sentinel dan meledak, tetapi mereka sudah berhasil keluar. Kapal lain mengangkut mereka dan membawa ke Zion bersama salah satu kru kapal lain yang selamat.

Filosofi yang Semakin Dalam

Filosofi yang Semakin Dalam

The Matrix Reloaded dipenuhi dialog dengan bahasa yang sangat filosofis. Menggunakan bentuk kalimat seperti di teater yang mementaskan drama karya William Shakespeare, kita akan dibuat sedikit tidak mengerti sekaligus dibuat terkesan karenanya. Terutama beberapa kalimat yang diucapkan oleh Morpheus. Apakah mungkin Morpheus ini sekolahnya sekelas dengan Obi-Wan Kenobi (Star Wars)?

Selain filosofi, penggambaran mitologi dan religi juga semakin ditempelkan lebih lekat. Sosok Neo sudah menjadi sandaran warga Zion yang membuatnya seolah-olah sosok Mesias, sang penyelamat. Mengutip ungkapan Roger Ebert, Neo adalah “Christ figure in training.” Kota Zion dan warganya yang hanya sebuah cerita imajinasi di film pertamanya ditampilkan dalam visualisasi yang mencengangkan.

Diceritakan terletak di dalam perut bumi yang dekat dengan inti bumi, Zion digerakkan oleh mesin-mesin yang menjaga kehidupan mereka agar bisa bernafas dan terjaga dari panas perut bumi. Terdapat satu adegan dengan durasi yang cukup panjang dan terasa tidak penting, yaitu ketika warga Zion berpesta dan berdansa setelah Morpheus memberikan informasi bahwa mereka akan menghadapi serangan sentinel!!

Sedikit terasa absurd dan dipaksakan. Harusnya warga Zion menjadi takut atau sebaliknya, mempersiapkan diri, strategi dan senjata untuk menghadapi musuh, bukan berpesta-pora! Tapi mungkin ini adalah salah satu filosofi yang ingin disampaikan oleh Wachowski Bersaudara yang saya tidak mengerti maknanya. Apa ada diantara kalian yang bisa memahaminya?

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram