bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Hot Chick, Ketika Ada Jiwa Tertukar

Ternyata bukan anak saja ya yang bisa tertukar, jiwa pun ternyata bisa tertukar dengan efek kejut yang serupa pastinya. Sama-sama bikin pening. Cerita tersebut menjadi inti plot dari film ini. Disutradarai oleh Tom Brady, film ini menggaet para pemain beken seperti Rachel McAdams, Rob Schneider dan Anna Faris.

Film dengan unsur komedi remaja seperti ini mungkin sudah banyak sekali muncul, namun melihatnya dalam cerita yang dibungkus dengan plot cerita berbeda kayaknya seru juga untuk ditonton ya? Penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan para tokoh di dalamnya? Kenapa bisa sampai jiwa mereka tertukar satu sama lain? Simak terus ya sinopsis dan ulasannya berikut ini!

Sinopsis

The Hot Chick_Poster (Copy)

Pada tahun 50 sebelum masehi, seorang putri Nawa yang tinggal di sebuah kastil Abyssinian menggunakan sepasang anting-anting yang sudah memiliki jimat.

Ia melakukannya untuk melarikan diri dari perjodohan yang dilakukan oleh keluarga dengan seorang pria yang tidak ia sukai. Jimat di anting-anting tersebut mampu membuat jiwanya tertukar oleh seorang budak secara ajaib sementara pikiran mereka tetap di tempatnya.

Di masa sekarang, hadirlah seorang gadis populer bernama Jessica Spencer (Rachel McAdams). Meski populer, attitude yang ia miliki tidak terlalu bagus. Selain doyan manipulatif dan merendahkan banyak orang, ia pun kadang jadi public enemy para gadis di sekolah. Jessica hanya berteman dengan teman-teman populernya saja.

April (Anna Faris), Keecia/Ling-Ling (Maritza Murray) dan Lulu (Alexandra Holden) merupakan teman baiknya Mereka sama-sama menjadi anggota pemandu sorak paling top di sekolah. April adalah sahabat Jessica, dan keempat gadis itu adalah pemandu sorak. Satu kali, setelah pulang sekolah, mereka pergi bersama ke Mall lokal. 

Kemampuan manipulatif dan seducing yang Jessica miliki, ia pakai untuk berbelanja tanpa harus membayar. Tak hanya itu saja, Jessica yang bertemu dengan rivalnya yang sesama anggota cheerleaders dari sekolah lain bernama Bianca (Maria-Elena Laas), membuat gadis itu jadi tertangkap oleh petugas keamanan karena Jessica memasukan item yang belum dibayar ke dalam tasnya.

Seperti tak lengkap untuk merusak hari banyak orang, Jessica yang melihat sebuah anting kuno di toko antik datang dan mengincarnya. Anting-anting itu sangat bagus, ia yakin kalau memakai anting itu ke pesta prom, maka ia akan jadi pusat atensi banyak orang dan gadis-gadis lain akan iri padanya karena Jessica akan terlihat super cantik.

Begitu akan membayar, sang pemilik toko tidak mengijinkan Jessica membelinya karena anting itu merupakan barang koleksi kuno yang punya sejarah bagi keluarganya. Memang dasar iseng, Jessica malah memasukan anting tersebut ke dalam salah satu item yang akan ia beli sehingga pemilik toko tidak sadar, Jessica pun memasukan anting lain ke dalam kotak anting yang ia curi.

Jessica berhasil membawa anting-anting itu pergi dan segera memakainya. Di jalan pulang, ia dan temannya menyempatkan untuk mengisi bensin dan menservis mobilnya. Lagi-lagi, mereka semua mengerjai orang lain, kali ini seorang pria urakan bernama Clive Maxtone (Rob Schneider) yang super mischievous dan seorang kriminal. 

Setelah selesai membayar dan pulang, Jessica lantas pergi dan tak sengaja menjatuhkan 1 anting-anting di stasiun pengisian bahan bakar yang langsung diambil oleh Clive. Karena melihat anting itu bersinar emas, Clive pun mencobanya. Di saat yang sama, saat sampai di rumah, Jessica yang lupa melepas anting-antingnya langsung tertidur pulas.

Keesokan paginya, Jessica terkejut bukan main saat mengetahui dirinya terjebak di tubuh seorang pria yang tak ia kenal. Jessica panik sehingga memanggil dan juga meyakinkan teman-temannya bahwa pria yang mereka lihat adalah Jessica. Hal ini menyulitkan Jessica mengingat dia memiliki kompetisi cheerleader dan pesta prom sekolah yang akan segera datang.

Berhasil meyakinkan April, Keecia/Ling-Ling dan Lulu, mereka semua akhirnya membantu untuk menyelidiki bagaimana Jessica bisa mendapatkan kembali tubuhnya. Ia pun mendapatkan bantuan dari Hindenburg (Megan Kuhlmann), Eden (Sam Doumit) dan Bianca yang awalnya jadi musuh namun kini menjadi teman.

Eden berhasil mendapatkan gambar anting itu di internet dan segera melacaknya, tujuan mereka adalah toko antik yang tempo lalu didatangi oleh Jessica, tempat ia mencuri anting-anting itu.

Sang pemilik toko yakni suku Afrika asli mengatakan bahwa anting-anting itu harus ditemukan secepatnya kalau tidak Jessica akan terperangkap di tubuh pria itu. Parahnya, Clive telah menggunakan tubuh Jessica untuk melakukan tindakan kriminal. Clive juga menggunakan tubuh Jessica untuk mendapatkan uang dengan menjadi penari erotis dan menggoda banyak pria.

Sementara Jessica dan teman-temannya mencari Clive, Jessica berpura-pura menjadi tukang kebun di rumahnya sendiri dan menemukan banyak cerita dari keluarganya yang tidak ia tahu. Ia berusaha untuk memulihkan keadaan dan berhasil. Dewi fortuna bak berpihak padanya, setelah keluarganya utuh kembali, Jessica juga tahu dimana keberadaan Clive.

Setelah memergoki Clive yang sedang menjadi penari erotis, Jessica segera merebut kembali anting-anting yang jadi akar perkara. Tak lama kemudian, Jessica dan Clive kembali pada tubuhnya masing-masing. Semua orang yang tahu sangat senang mengetahui Jessica kembali. Sedangkan yang tidak tahu bingung bertanya-tanya. Hidup Jessica pun berakhir bahagia.

Komedi Remaja

The Hot Chick_Comedy (Copy)

Rencana Tom Brady untuk membuat film komedi remaja khas Amerika, sudah tentu masuk dan diterima pasar. Namun dari segi cerita apakah banyak orang akan meresponnya dengan baik? Ternyata tidak sama sekali, banyak orang yang menyayangkan film ini tayang dengan plot yang "oh-begini-saja?" Ini mengingat komedi yang di dapat hanya akibat adanya Rob Schneider.

Komedi yang ditawarkan pun bisa dibilang terlalu 2000-and-late karena lagi-lagi berputar dengan omongan kasar yang dibalut akting lucu, pertunjukan dan obrolan sensual yang dipaksa masuk sebagai ‘hiburan’ selama menonton. Sayang sekali, padahal si cantik Rachel McAdams sudah bagus memerankan si kriminal Clive. 

Big Flaw

The Hot Chick_Flaw (Copy)

Kalau diperhatikan secara seksama oleh kalian para peneliti cerita film, kalian pasti akan menemukan banyak celah yang membuat kita berpikir Loh-kok-bisa? Dari sekian banyak adegan, kita akan ambil contoh soal orang tua Jessica yang kelewat santai mengetahui anak gadisnya hilang entah kemana tak ada kabar.

Padahal Jessica lumayan sering berada di rumah, menghabiskan waktu dengan adiknya yang melambai namun terus di-support untuk menjadi dirinya sendiri yang suka make up dan berdandan layaknya perempuan.

Contoh lain adalah, orang tua April sama sekali tidak mengetahui bahwa ada pria asing di kamar anaknya sendiri (mengacu pada tubuh Clive yang jiwanya tertukar oleh Jessica). Duh, banyak juga ya cacatnya?

Tipe Film Sekali Tonton

The Hot Chick_Movie (Copy)

Mengatakan film ini sempurna, sudah pasti tidak akan mungkin. Namun melihat effort Tom Brady untuk membuat film ini jadi menarik untuk diikuti patut diacungi jempol.

Selain komedi lambat dan ceritanya yang bisa ditebak, banyak pesan yang bisa kita ambil sepanjang menonton film ini, contohnya seseorang akan berubah ketika dalam keadaaan genting, meski sebenarnya pesan tersebut sudah umum diketahui banyak orang.

Segala hal di atas membuat film The Hot Chick menjadi salah satu kategori film sekali tonton cukup. Bukan menjadi film yang membekas di pikiran dan sengaja untuk menontonnya kembali. Jadi, kalau kalian ingin menontonnya juga; be my guest! Pastikan mengulas di kolom komentar artikel ini ya! Bacaterus memberi skor 2/5 untuk film ini.

The Hot Chick
Rating: 
2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram