Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review The Fast and The Furious: Tokyo Drift

Sinopsis & Review The Fast and The Furious: Tokyo Drift

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seorang remaja menjadi pesaing utama di dunia balap drift setelah pindah bersama ayahnya di Tokyo untuk menghindari hukuman penjara di Amerika. Setelah kesuksesan dua film sebelumnya, tentu menarik untuk melihat aksi apa lagi yang bisa ditawarkan film yang tidak dihadiri oleh seluruh tokoh utama pada cerita sebelumnya.

The Fast and the Furious: Tokyo Drift menjadi kendaraan sutradara yang masih terbilang baru saat itu, baru memiliki dua film saja, untuk menuju kesuksesannya di industri perfilman Hollywood. Hal ini menjadi pertaruhan tersendiri bagi produser Neal H. Moritz yang tidak bisa mempertahankan tim sukses di dua film sebelumnya dan harus membuat tim yang diisi oleh orang-orang baru semua.

Lalu bagaimana hasil yang dicapai oleh film yang sudah bisa disaksikan kembali di layar Netflix ini? Simak ulasan kami berikut untuk mengetahui keseluruhan informasinya sebelum kalian menonton film ini dan mungkin dilanjutkan dengan menonton secara marathon film-film franchise Fast & Furious lainnya yang sudah tersedia di Netflix.

Sinopsis

The Fast and The Furious

*https://usa.newonnetflix.info/info/70044885

  • Tahun: 2006
  • Genre: Action / Crime / Thriller
  • Produksi: Universal Pictures, Relativity Media
  • Sutradara: Justin Lin
  • Pemeran: Lucas Black, Sung Kang, Bow Wow

Seorang remaja yang frustasi dari keluarga broken home, Sean (Lucas Black), adalah siswa yang tidak populer tetapi ingin membuat namanya terkenal di sirkuit balap jalanan ilegal. Ketika Sean ditangkap oleh polisi karena merusak properti akibat balap liar yang diikutinya, dia diberikan dua pilihan yaitu mendekam di dalam penjara atau pindah ke Tokyo untuk hidup bersama ayahnya disana.

Sean memilih untuk pergi ke Jepang dan tinggal bersama ayahnya, seorang tentara yang sedang bertugas di Tokyo. Meski pada awalnya dia enggan untuk beradaptasi dengan tradisi dan adat-istiadat setempat, Sean mulai bersahabat dengan Twinkie (Bow Wow), remaja Afrika-Amerika yang memiliki akses ke dunia balap liar di Tokyo, meski Twinkie bukanlah pembalap.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di lintasan, Sean secara tidak sengaja menantang juara lokal yang juga keponakan dari seorang yakuza berinisial DK alias Drift King. Sean kemudian terpaksa bekerja untuk seorang ekspatriat, Han (Sung Kang), demi membayar hutangnya karena gagal memenangi balapan dan malah menghancurkan mobil milik Han.

Karena Han melihat ketertarikan Sean pada dunia balap, dia menyambut Sean dengan hangat untuk bergabung dalam komunitas pecinta drift di Tokyo. Han perlahan-lahan memperkenalkan kepada Sean prinsip-prinsip utama balapan yang baru mulai populer ini.

Ketika Sean membuat kesalahan yang fatal karena jatuh cinta pada kekasih DK, Neela (Nathalie Kelley), dia membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapatkan untuk menghadapi balapan paling menantang dalam hidupnya dan menghadapi pembalap paling terkenal di kancah drift Tokyo dalam balapan dimana pemenang mendapatkan segalanya.

Ide Cerita yang Tidak Orisinil

Ide Cerita yang Tidak Orisinil

*https://www.themoviethemesong.com/the-fast-and-the-furious-tokyo-drift/

Menjadi sebuah pertaruhan bagi seorang produser untuk membuat film sequel tanpa kehadiran orang-orang dibalik kesuksesan film sebelumnya. Tetapi langkah yang diambil Neal H. Moritz sangatlah berani. Dia merekrut sutradara Justin Lin karena terpesona oleh film karyanya, Better Luck Tomorrow (2002). Padahal film setelahnya, Annapolis (2006) tidak memiliki kualitas yang baik.

Bahkan, ketika naskah yang ditulis oleh Chris Morgan, penulis naskah yang baru memiliki satu film yaitu Cellular (2004), sampai di tangan dan dibacanya, Lin sama sekali belum mengetahui tentang balap drift. Tetapi ketika mendekati awal syuting, Lin mulai memahami balapan yang saat itu sedang naik daun berkat film produksi Hong Kong berjudul Initial D (2005) yang dibintangi oleh Jay Chou.

Tidak ada hal baru yang ditampilkan dari sisi penceritaan, semuanya terkesan tipikal dan sesuai formula film-film action. Justin Lin sebagai sutradara pun tidak diberikan keleluasaan untuk menampilkan visi yang diinginkannya, karena semua harus sesuai dengan formula yang sudah ditentukan oleh produser.

Meski sempat berseteru di saat proses syuting, Lin akhirnya memiliki hubungan erat dengan franchise ini. Lin kemudian mengarahkan Fast & Furious (2009), Fast Five (2011), dan Fast & Furious 6 (2013). Dan untuk F9 yang rencananya akan dirilis di tahun 2021, Lin kembali duduk di kursi sutradara. Dan kabarnya akan dilanjutkan dengan film edisi ke-10nya juga.

Deretan Mobil Keren yang Tampil di Film

Deretan Mobil Keren yang Tampil di Film

*https://en.wikipedia.org/wiki/File:Mazda_rx7_veilside.jpg

Dalam catatan produksi film, Tokyo Drift menggunakan 250 mobil dan 80 diantaranya rusak atau hancur selama proses syuting. Semua adegan balapan dan dilakukan oleh stuntman dan para pembalap drift profesional, salah satunya adalah Keiichi Tsuchiya, yang juga bertindak selaku konsultan dan tampil sebagai cameo dalam satu adegan.

Mobil yang pertama kali dipakai Sean balapan di Tokyo adalah Nissan Silvia yang digambarkan menggunakan mesin RB, padahal tetap menggunakan mesin aslinya, dan di balapan terakhir dipasangkan ke mobil Ford Mustang milik ayah Sean.

Kemudian mobil yang dikendarai Han adalah Mazda RX-7 yang dibuat oleh Veilside untuk Tokyo Auto Salon di tahun 2005. Universal membelinya dan mencat ulang untuk kebutuhan film. Dan mobil yang dikendarai Dominic di akhir film adalah Plymouth Satellite tahun 1970 yang dibuat khusus untuk acara Specialty Equipment Market Association (SEMA).

Menurut majalah Sport Compact Car (SCC) yang melakukan test drive mobil-mobil yang digunakan untuk Tokyo Drift ini, mereka menilai mobil-mobil ini sedikit lebih cepat dalam akselerasi jika dibandingkan dengan mobil-mobil yang digunakan di film 2 Fast 2 Furious (2003).

Lokasi Syuting Tidak Seluruhnya di Tokyo

Lokasi Syuting Tidak Seluruhnya di Tokyo

*https://www.themoviethemesong.com/the-fast-and-the-furious-tokyo-drift/

Meskipun mengusung judul dengan referensi kota Tokyo, tidak semua proses syuting dilakukan disana. Kepolisian kota Tokyo tidak memberikan izin untuk melakukan syuting adegan balapan di jalanan kota, bahkan Justin Lin sempat menginap semalam di penjara karenanya.

Akhirnya khusus untuk beberapa adegan balapan, proses syuting dilakukan di Los Angeles dengan mengimpor lampu jalanan dan beberapa atribut lainnya untuk menyulap jalanan kota Los Angeles seperti kota Tokyo. Lokasi parkir Hawthorne Mall digunakan untuk ajang balap drift di awal film.

Performa Akting yang Datar

Performa Akting yang Datar

*https://letterboxd.com/film/the-fast-and-the-furious-tokyo-drift/

The Fast and the Furious: Tokyo Drift yang diperankan oleh aktor dan aktris muda ini tidak memberikan performa akting yang patut diacungi jempol. Lucas Black dan Bow Wow seperti baru belajar berakting, nyaris tidak ada nafas yang mereka berikan. Sung Kang memiliki kharisma, tetapi dia tampil terlalu santai yang malah memudarkan kharisma itu.

Aktor yang patut dicermati ialah Brian Tee yang berperan sebagai DK. Kesan sadis dan jahat bisa ditampilkan dengan cukup baik, meski mimik wajahnya seperti sedikit dipaksakan. Ketika dalam satu adegan bersama Sonny Chiba, kedua aktor ini menampilkan drama yang berbobot yang sebenarnya dibutuhkan oleh film. Sayangnya, itu hanya satu adegan saja.

The Fast and the Furious: Tokyo Drift sebenarnya tampil tidak mengecewakan, meski terkesan dipaksakan. Cerita yang standar dan performa akting yang datar membuat kelas film ini berada di bawah pendahulunya, juga film setelahnya. Aksi balapannya juga tidak lebih seru dari film lainnya di dalam franchise, meski di film ini tampil lebih realistis karena dipandu oleh ahlinya.

Dua hal yang menarik dalam film ini ialah lagu “Tokyo Drift” yang dibawakan oleh Teriyaki Boyz yang di masa itu banyak dijadikan nada dering ponsel, dan kehadiran Vin Diesel di akhir film sebagai cameo. Diesel menawarkan dirinya sebagai cameo di film ini untuk mengangkat pamor film yang pada saat penayangan preview mendapat respon buruk.

Jika kalian adalah fans franchise Fast & Furious, Tokyo Drift bisa disaksikan ulang di layar Netflix, dan bagi kalian yang melewatkan film ini di tahun 2006 silam, sebaiknya masukkan dulu ke watchlist sambil menunggu Netflix melengkapi seluruh film dalam franchise ini ke dalam katalognya. Jadi nanti bisa ditonton secara marathon.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *