bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film The Courier, Pembuka Fakta Spionase

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
The Courier
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Seorang pengusaha terlibat dalam aksi spionase bagi negaranya atas inisiasi MI6 dan CIA yang memintanya menjadi kurir pembawa pesan dari sumber mereka di Moskow. Situasi menjadi genting ketika aksi terakhir mereka diketahui oleh KGB.

The Courier adalah film drama thriller yang membuka salah satu fakta sejarah di dunia spionase. Film produksi Amerika dan Inggris ini disutradarai oleh Dominic Cooke.

Kemudian, film ini dirilis oleh Roadside Attractions pada 19 Maret 2021 dengan pendapatan sejumlah $6 juta saja setelah sebelumnya tayang perdana di Sundance Film Festival pada 24 Januari 2020 dengan judul Ironbark.

Benedict Cumberbatch dipercaya sebagai pemeran utama dan menjalankan tugasnya dengan total hingga mengubah penampilannya menjadi sangat kurus. Apa lagi kualitas terbaik dari film ini? Sebaiknya simak review kami berikut ini terlebih dahulu sebelum menontonnya.

Sinopsis

The-courier-1_
  • Tahun: 2020
  • Genre: Drama, Thriller, History, War
  • Produksi: 42, FilmNation Entertainment, SunnyMarch
  • Sutradara: Dominic Cooke
  • Pemeran: Benedict Cumberbatch, Merab Ninidze, Rachel Brosnahan

Greville Wynne adalah seorang pengusaha asal Inggris yang terus mencoba menjalankan bisnisnya meski tidak selalu berhasil menarik minat konsumen.

Tapi sosoknya adalah yang dibutuhkan oleh dua agensi intelijen Blok Barat, MI6 dari Inggris dan CIA dari Amerika, untuk menjadi pembawa pesan dan penghubung bagi mereka dengan seorang pejabat Uni Soviet yang hendak membelot.

Meski ada keraguan dalam hati dan kekhawatiran yang besar akan keselamatannya, atas nama negara Greville menerima tugas itu.

Dia mendarat di Moskow dan menggelar pertemuan dengan perwakilan pemerintah Uni Soviet di bidang ekonomi dan perdagangan dimana kehadirannya langsung menarik perhatian salah satu pejabat, Oleg Penkovsky, yang adalah sumber rahasia CIA.

Greville yang selalu merasa khawatir dibimbing dengan baik oleh Oleg selama di Moskow sehingga berhasil meyakinkan pemerintah Uni Soviet untuk mengirimkan delegasi ke Inggris sebagai tindak lanjut pertemuan di Moskow. Selama di Inggris, Greville mengantar Oleg untuk bertemu dengan dua agen dari MI6 dan CIA secara rahasia.

Setelahnya diputuskan bahwa mereka akan terus menggunakan Greville sebagai kurir untuk mengantarkan pesan-pesan rahasia dari Oleg kepada Blok Barat.

Greville secara berkala datang ke Moskow untuk melakukan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha di sana sambil menerima pesan rahasia dari Oleg yang kemudian dia berikan kepada MI6.

Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur semakin memanas dengan masuknya pengaruh Komunis di Kuba. Kemudian, hal itu menjadi basis militer Blok Timur yang paling dekat dengan Amerika Serikat.

Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, berencana menjalankan perang nuklir setelah percobaan nuklir mereka di sebuah laut lepas berhasil.

Pemerintah Amerika Serikat melalui presidennya, John F. Kennedy, merilis keputusan pemerintah berupa ancaman kepada Kuba apabila tidak menghentikan proses pengadaan misil nuklir di negaranya.

Dalam situasi tegang seperti ini, kepergian Greville ke Moskow dihentikan oleh MI6 dan CIA, meski sebenarnya Emily dari CIA ingin meneruskannya demi informasi yang lebih dalam bagi negaranya.

Hati Greville yang sudah dekat dengan Oleg tetap merasa tidak tenang akan nasib temannya itu. Greville menawarkan diri untuk datang ke Moskow untuk membawa Oleg dan keluarganya membelot ke Amerika. Dengan rencana yang matang, Greville berangkat ke Moskow yang diikuti oleh Emily kemudian.

Emily mengirimkan pesan kepada Oleg melalui Greville tentang rencana pelarian. Di hari H, ternyata rencana mereka telah diketahui oleh KGB dan semua yang berperan ditangkap, termasuk Oleg, Emily dan Greville.

Bagaimana nasib mereka setelah itu? Hukuman apa yang dijatuhi pemerintah Uni Soviet kepada mereka? Tonton hingga usai filmnya untuk mendapatkan jawabannya.

Dunia Intelijen dalam Bingkai Nyata

The-courier-2_

Perang Dingin (Cold War) adalah sebuah periode dimana dua kekuatan ideologi dunia saling bertikai. Blok Barat yang berideologi Liberal dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang ber-ideologi Komunis dipimpin oleh Uni Soviet.

Banyak negara kemudian berafiliasi ke dua kubu ini, dan negara yang tidak bersekutu membuat kelompok sendiri yang dinamakan Non-Blok. Indonesia menjadi salah satunya.

Di era ini, peran intelijen sangat besar bagi masing-masing kubu. Amerika Serikat memiliki CIA dan Uni Soviet memiliki KGB, saling bertikai secara rahasia, meski hasil akhirnya tetap diketahui publik.

Film The Courier mengangkat salah satu kisah dari dunia intelijen yang dilakukan oleh seorang pengusaha asal Inggris, Greville Wynne, yang direkrut oleh MI6 sebagai pengantar pesan rahasia dari Moskow.

Faktor yang membuat kita lekat dengan cerita film ini ialah sosok Greville yang tidak memiliki latar belakang intelijen. Dia hanyalah warga biasa sehingga rasa khawatir yang dia rasakan, tentu kita pun ikut merasakannya.

Dunia intelijen dalam kenyataannya tidak diiringi dengan persenjataan canggih bagi seorang mata-mata, Greville datang dengan tangan kosong, hanya membawa berkas-berkas bisnis.

Di aksi terakhirnya, Greville begitu khawatir dan resah di dalam pesawat yang ditunda penerbangannya. Dia khawatir penyamarannya ketahuan.

Dan benar saja, tidak berapa lama datang tiga orang tentara yang menangkapnya dan membawanya ke sebuah penjara. Ketakutan kita pun terjawab sudah. Tapi justru kekuatan film berdurasi 1 jam 52 menit ini menjadi kendor dan terjatuh ke dalam kisah klise.

Sinergi Apik Cumberbatch dan Ninidze

The-courier-3_

Separuh film kedua memang sedikit menghadirkan rasa bosan, karena kita sudah sering menonton kisah penjara dengan penyiksaan seperti ini. Tapi untungnya, adegan terakhir di penjara yang mempertemukan kembali Greville dan Oleg sungguh mengharukan dan menyiratkan kesan patriotis yang mendalam.

Sungguh, jika bukan karena sinergi Benedict Cumberbatch dan Merab Ninidze, film ini akan hambar. Akting mereka sangat padu dan kita dibuat sangat yakin dengan persahabatan mereka melalui beberapa adegan pertemuan, baik hanya berdua maupun bersama keluarga masing-masing.

Dan dua adegan pertemuan keluarga ini meninggalkan kesan yang mendalam dengan barisan dialog yang memorable, dan menjadi sangat menyentuh ketika diungkit lagi menjelang akhir film.

Cumberbatch rela menurunkan berat badannya dan tampil sangat kurus. Ninidze sangat meyakinkan dengan tatapan matanya yang tajam.

Film yang temanya nyaris serupa dengan film Bridge of Spies (2015) ini juga didukung oleh dua aktris yang memainkan karakternya dengan cukup baik, yaitu Jessie Buckley sebagai Sheila, istri Greville, dan Rachel Brosnahan sebagai Emily, sang agen CIA.

Dalam sebuah adegan saat dia mengetahui identitas asli Greville, Buckley menampilkan tangis penuh rasa penyesalan karena selama ini dia telah menduga suaminya selingkuh lagi darinya karena seringnya dia pergi ke Moskow.

Begitupun Brosnahan yang tampil lugas sebagai agen CIA, sama seperti yang pernah dia tampilkan di serial The Blacklist, hanya kali ini dia tampil dalam karakter satu dimensi saja.

Atmosfir yang Sangat Autentik

The-courier-4_

Meski secara kekuatan cerita film ini kendor di setengah akhir, tapi kita akan dikejutkan dengan kehandalan di segi teknis, terutama sinematografi dan iringan aransemen musik yang membuat film ini terasa tepat berada pada zamannya.

Semua hal yang disuguhkan, mulai dari kostum, lokasi dan hal-hal lainnya dibuat secara detail, sehingga nuansa era 1960-an sangat kental terasa.

Sutradara Dominic Cooke yang baru menghasilkan dua film, terlihat memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi sineas hebat suatu saat nanti.

Sama seperti yang dia lakukan di film debutnya, On Chesil Beach (2017), Cooke pintar dalam mengarahkan para aktor-aktrisnya sehingga akting mereka bisa sangat meyakinkan dan dia pun lihai dalam menciptakan nuansa yang autentik.

The Courier memang memiliki tensi yang kurang terjaga dengan baik, tapi berkat performa akting yang baik dari para pemerannya menjadikan film tentang krisis misil di Kuba sebagai latar belakangnya ini tampil tidak mengecewakan dan layak untuk ditonton. Bagi yang menyukai film bertema spionase, maka film ini menjadi wajib untuk kalian simak.

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram