bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Big Short, Runtuhnya Ekonomi Amerika

Nggak ada seorang pun di dunia ini yang nggak membutuhkan orang lain. Kemampuan manusia yang terbatas menjadi alasan terbesarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita membutuhkan barang dan jasa dari orang lain. Cara mendapatkan barang dan jasa itu adalah dengan menggunakan alat tukar yang dalam kehidupan modern disebut dengan uang.

Membicarakan uang akan selalu terkait dengan ekonomi. Naik atau turunnya harga barang atau jasa nggak bisa dilepaskan dari keadaan ekonomi yang tengah berlangsung. Amerika sempat mengalami krisis ekonomi di tahun 2000-an seperti yang diceritakan dalam film The Big Short. Seperti apa lebih lengkapnya? Simak sinopsis dan review filmnya berikut ini.

Sinopsis

the-big-short-2_
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Biographical, Comedy, Drama
  • Produksi: Regency Enterprises, Plan B Entertainment
  • Sutradara: Adam McKay
  • Pemain: Christian Bale, Steve Carell, Ryan Gosling, Brad Pitt

Kebutuhan penduduk akan rumah dimanfaatkan betul di Amerika pada dekade 70-an. Sebuah sistem pun dibangun untuk memudahkan penduduk memiliki rumah.

Caranya adalah membuat semacam surat utang yang di dalamnya berisi cicilan rumah berjumlah ribuan. Surat itu kemudian diperjualbelikan dan laku di pasaran karena menyimpan cicilan serta bunga penduduk yang mengambil kredit rumah.

Pada tahun 2005, Michael Burry, seorang mantan neurologist yang beralih profesi menjadi hedge fund manager menemukan kejanggalan.

Ia menemukan bahwa tingginya jumlah rumah yang dicicil oleh penduduk nggak seimbang dengan resiko yang menyertainya. Kelayakan penduduk untuk mendapat rumah semakin dikesampingkan demi membuat bank mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Burry memprediksi pada kuartal kedua tahun 2007, akan terjadi permasalahan ekonomi. Untuk menyikapinya, dia mencoba mengasuransikan surat-surat hutang.

Dengan begitu, ketika ada kreditur yang nggak membayar kewajibannya, Burry akan tetap mendapatkan uang. Tapi idenya itu dianggap konyol oleh pegawai bank. Terlebih Burry harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membayar premi di awal.

Burry membayarkan uang sejumlah 1,3 miliar USD untuk membayar premi surat hutang. Tindakannya itu ditentang oleh klien-kliennya. Salah satu kliennya, Lawrence Fields, malah menuntut Burry ke pengadilan yang dituduh menghambur-hamburkan capital asset. Tapi Burry bergeming dan pada saat ekonomi merosot, dia mendapatkan keuntungan dua kali lipat.

Jared Vennett, salah seorang eksekutif Deutsche Bank memahami betul pola pikir Burry. Dia pun melakukan langkah yang sama dengan Burry. Vennett salah menelepon manajer FrontPoint Partners, Mark Baum.

Baum justru tertarik untuk menggunakan cara yang baru saja dipraktikan oleh Burry. Baum kemudian menemukan bahwa banyak kreditur rumah yang mengkreditkan rumahnya pada perusahaan di Wall Street yang rela membayar dengan harga lebih tinggi padahal resikonya terlalu besar.

Charlie Geller dan Jamie Shipley, dua orang investor, tanpa sengaja mengikuti sebuah seminar yang narasumbernya adalah Vennett. Mereka berdua tertarik atas ide Vennett yaitu membeli surat utang murah.

Surat utang itu akan memberikan penghasilan besar ketika ekonomi Amerika kolaps. Untuk meyakinkan diri, mereka berdua meminta bantuan pada Ben Rickert, seorang pensiunan pialang saham.

Mereka bertiga menemukan bahwa lembaga yang menangani verifikasi kredit nggak melakukan tugas monitoring dengan baik. Pada tahun 2008, krisis ekonomi melanda Amerika.

Banyak rumah yang gagal terjual, pun kreditur yang kesulitan untuk membayar cicilan. Puncaknya adalah Lehman Brothers, salah satu bank terbesar di Amerika yang bergerak di bidang investasi, dinyatakan bangkrut dan membuat para pegawainya dipecat.

Burry, Vernett, Baum, Geller dan Shipley mendapatkan keuntungan besar atas keberanian mereka melawan di runtuhnya krisis ekonomi.

Tapi keuntungan mereka nggak sebanding dengan efek yang ditimbulkan dari krisis, yaitu jutaan orang kehilangan pekerjaan serta rumah. Apakah yang akan mereka lakukan? Apa saja yang berubah setelah krisis?

Penggunaan Istilah Ekonomi Rumit Dikemas dengan Ringan

the-big-short-3_

Film The Big Short mengambil cerita dari buku berjudul The Big Short: Inside the Doomsday Machine karangan Michael Lewis. Cerita dalam buku maupun film berdasar pada kisah nyata yang terjadi di Amerika pada tahun 2008. Bahkan krisis ekonomi di periode tersebut dianggap sebagai salah satu krisis ekonomi terbesar di negara Paman Sam setelah The Great Depression di tahun 30-an.

Film yang disutradarai Adam McKay ini mengangkat cerita berlatar bidang ekonomi. Bagi penonton yang awam akan bidang ekonomi, ada potensi mengalami kebingungan sebagaimana banyak istilah rumit yang digunakan di dalam film. Tapi hal itu nggak menjadi masalah sebagaimana istilah-istilah itu dijelaskan dalam cara yang nggak biasa.

Bagaimana rasanya diberikan penjelasan istilah ekonomi oleh Margot Robbie dan Selena Gomez? Itulah cara film ini mencoba memaparkan istilah-istilah yang awalnya membuat kita pusing sebagai orang yang awam terhadap ekonomi.

Cameo-cameo di film ini tiba-tiba muncul untuk sekadar memberikan penjelasan pada momen yang nggak disangka-sangka pula.

Memanfaatkan Jajaran Cast

the-big-short-4_

Melihat poster The Big Short, akan langsung membebani film ini dengan ekspektasi tinggi. Pasalnya, ada nama-nama besar di dunia film yang masuk ke dalam jajaran cast. Keempat pemeran utamanya adalah Christian Bale, Steve Carrell, Ryan Gosling dan Brad Pitt.

Hebatnya, McKay tahu betul bagaimana memanfaatkan mereka dengan pendalaman karakter yang bagus. Motif Burry serta orang-orang yang mengikuti caranya melawan krisis ekonomi dipaparkan dengan lengkap.

Dari empat nama besar yang ada, Steve Carrell dan Christian Bale-lah yang paling menonjol. Carrell berhasil memerankan karakter Baum yang sering marah-marah.

Baum adalah seorang pemikir, keras kepala dan nggak mudah digoyahkan. Sisi humanisnya tetap diperlihatkan. Ketika krisis terjadi, dia mendapat keuntungan besar tapi sama sekali nggak terlihat bahagia.

Sedangkan Bale bisa tampil begitu natural memerankan Michael Burry. Burry bukanlah karakter yang mudah dimainkan karena dia adalah orang yang kaku untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kebiasaan Burry dalam bekerja juga terbilang unik. Burry suka bekerja sendirian di ruangannya sambil memutar lagu Metallica dalam volume yang kencang.

Penyertaan Unsur Komedi yang Pas

the-big-short-5_

The Big Short selain menggunakan cara yang ajaib dalam menjelaskan istilah ekonomi, juga menyertakan unsur komedi ke dalam cerita.

Tema berat tentang ekonomi pun terasa jauh lebih ringan untuk dimengerti. Ambil saja contohnya Ryan Gosling yang membawakan monolog di depan kamera untuk membalut tema berat itu agar bisa dinikmati dengan mudah.

Secara sinematografi, film ini banyak memasukkan footage serta editing yang terkesan begitu bertubi-tubi. Dengan maksud membuat cerita terasa intens, tapi yang terasa adalah agak berlebihan porsinya.

Untung saja, pengemasan yang lumayan komikal nggak membuatnya menjadi tontonan yang kehilangan tujuannya. Film ini juga nggak melupakan untuk menyisipkan pesan moral.

Ekonomi sebuah negara ternyata menyimpan kengerian tersendiri. Banyak pihak yang seolah-olah membantu penduduk tapi sebenarnya mengambil keuntungan.

Belum lagi keuntungan itu nggak diperhitungkan secara matang sehingga berakibat fatal sampai menciptakan krisis ekonomi. Hebatnya penyampaian pesan itu dilakukan lagi-lagi dengan cara yang nggak biasa, malah cenderung mengolok-olok kapitalis.

The Big Short secara sekilas terasa chaotic. Tema ekonomi jelas bukanlah sesuatu yang mudah dimengerti tapi secara tepat bisa dikemas dengan komedi yang mudah dimengerti dan menyenangkan.

Durasi yang cukup panjang yaitu 130 menit punya potensi membuat bosan, apa kamu sanggup bertahan menonton film ini sampai habis? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, guys!

The Big Short
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram