Bacaterus / Review Film Indonesia / Review & Sinopsis Teman Tapi Menikah 2, #FriendButMarried

Review & Sinopsis Teman Tapi Menikah 2, #FriendButMarried

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film romantic drama ini merupakan sequel dari Teman tapi Menikah [2018] (#FriendButMarried), dengan Adipati Dolken kembali berperan sebagai Dito dan Mawar Eva de Jongh berperan sebagai Ayu menggantikan Vanesha Prescilla. Kisahnya melanjutkan cerita dari film pertama setelah pernikahan mereka.

Sinopsis

  • Tahun: 2020
  • Genre: Biography/Drama/Romance
  • Produksi: Falcon Pictures
  • Sutradara: Rako Prijanto
  • Pemeran: Adipati Dolken, Mawar Eva de Jongh

Awal cerita film ini adalah akhir kisah dari film pertama, yaitu pernikahan Dito dan Ayu. Setelahnya, mereka merencanakan untuk mengadakan liburan ke banyak lokasi, tetapi semua urung terjadi karena Ayu hamil. Lalu mereka pun mulai menjalani rutinitas sebagai calon orang tua yang memang tidak mudah untuk pertama kalinya.

Ayu mulai sering marah-marah tidak jelas, alasannya karena hormon. Dan hal ini mulanya belum bisa dipahami oleh Dito yang masih lebih fokus kepada karir musik dan pertemanannya dibandingkan istrinya yang semakin sulit untuk dimengerti olehnya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil liburan ke Bali demi quality time.

Sepulang dari Bali, Ayu tanpa bilang sebelumnya ke Dito dan keluarganya, ingin melakukan persalinan di Bali secara normal. Meski harus menjalani berbagai prosedur yang diminta oleh kedua belah pihak keluarga, akhirnya Ayu berangkat ke Bali dan tinggal disana sendiri hingga proses kelahiran. Ayu dan Dito sementara menjalani long distance relationship, karena Dito tetap harus bekerja di Jakarta.

Saat melahirkan pun tiba, dan Dito sudah berada tepat di sisi istrinya untuk menemaninya menjalani proses persalinan. Dengan posisi bayi yang “sungsang”, mereka harus menjalani persalinan dengan rasa khawatir dan harus terima dengan segala konsekuensinya. Beruntung, proses persalinan berjalan lancar dan ibu serta bayinya sehat walafiat.

Pergantian Pemeran ‘Ayu’

Pergantian Pemeran 'Ayu'

Mungkin yang hadir di benak kita sebagai penonton yang pernah menyaksikan film pertamanya, pergantian pemeran Ayu di film ini menimbulkan tanda tanya yang besar. Apakah Mawar de Jongh mampu untuk menggantikan Vanesha Prescilla? Mungkin sebagian dari kita agak ragu ketika ada pergantian pemeran dari satu karakter.

Pada opening scene, imajinasi kita berusaha digiring oleh sang sutradara untuk melupakan Ayu versi Vanesha dengan mereview beberapa adegan film pertamanya secara ringkas dengan Mawar tampil sebagai Ayu. Sehingga ganjalan di hati kita pun akan sedikit sirna karenanya dan memastikan jika Ayu di film ini adalah Mawar tanpa perlu mengingat Vanesha lagi.

Kekuatan Akting MAwar

akting mawar

Karakter Ayu yang dibawakan Vanesha sedikit masih terasa dengan gaya manja dan centil yang ditampilkan Mawar di awal film, tetapi semakin durasi film bertambah dan cerita semakin berat, Mawar mampu menampilkan kedalaman akting yang cukup memukau sebagai calon ibu yang belum bisa mengontrol hormon di dalam tubuhnya sebagai efek dari kehamilan.

Emosi, amarah, dan sesal tampak begitu realistis tanpa meninggalkan sisi ceria yang menjadi pondasi karakter Ayu di awal film, untuk beberapa adegan romantisnya tentu saja. Akting Mawar Eva de Jongh terasa kuat di film ini setelah terasah di beberapa film sebelumnya dan tentu saja akan menuai banyak proyek film ke depannya.

Sedangkan Adipati Dolken sebagai Dito yang di film pertama tampil sedikit kalem dan banyak galaunya, kali ini tampil lebih ringan dan cenderung kekanak-kanakan, berbanding terbalik dengan karakter Ayu. Bisa jadi karena galau selama 13 tahun mencintai sebagai teman sudah lepas dengan Ayu sudah menjadi istrinya.

Tapi mendekati pertengahan film dimana konflik mulai terjadi, kehandalan akting Adipati mulai tampak dan berhasil mengimbangi Mawar yang sepertinya sudah sangat menjiwai karakternya cukup dalam. Hal ini kembali membuktikan jika dirinya adalah salah satu aktor papan atas perfilman Indonesia yang sudah banyak memerankan berbagai macam karakter.

Konflik Rumah Tangga

Sinopsis

Pertengkaran mereka di depan teman-teman Dito cukup membuat jantung berdegup, terutama bagi para jombloers yang belum pernah menikah ya! Apakah sesadis itu wanita yang sedang hamil? Bagaimana kalau nanti saya di posisi itu? Apa saya bisa menanganinya? Itu mungkin beberapa pertanyaan yang muncul di benak para jombloers yang menonton film ini.

Intinya, film ini adalah sebuah drama yang menampilkan kronologis dari kehamilan perdana yang dialami oleh wanita manapun nantinya. Bisa jadi kejadiannya seperti yang ditampilkan di film ini, secara film ini berdasarkan kisah nyata, atau bisa juga lebih mudah bagi sebagian orang, dan bisa juga lebih parah dari yang diceritakan bagi sebagian yang lainnya.


Maka, persiapkanlah mental terlebih dahulu sebelum menjadi calon orang tua. Tetapi, bagi yang sudah memiliki anak, bisa dipastikan akan banyak tersenyum ketika menonton film ini. Mungkin ada beberapa adegan yang mirip dengan kisah kehidupannya, atau cuma tersenyum lega saja karena hal yang rumit dalam film ini tidak menimpanya.

Bisa jadi ini adalah nostalgia masa-masa rutin ke bidan untuk check-up, berbicara dengan calon bayi dalam perut, dan persiapan kehamilan lainnya. Dari sekian banyak rutinitas pra-persalinan yang ditampilkan dalam film ini, masih ada satu moment seru yang terlewat, yaitu memilih pakaian untuk calon bayi!

Akankah Kisah Berlanjut?

Konflik Rumah Tangga

Film ini bisa dibilang adalah sebuah biografi cinta dari pasangan Dito dan Ayu yang memang cukup berkesan sehingga layak untuk diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Meski secara fisik Adipati dan Mawar tidak terlalu mirip dengan Dito dan Ayu, dan tidak berusaha dimirip-miripkan, membuat kita tidak berusaha untuk mengaitkannya.

Oleh sutradara Rako Prijanto, mindset kita digiring untuk tidak terlalu memikirkan itu dan fokus pada kisah yang digelar di depan mata kita. Karena film ini juga bukanlah murni biografi yang biasanya lengkap dengan penjabaran detailnya, termasuk lokasi dan tahun kejadiannya. Kita dibuat tidak peduli dengan itu semua.

Mengharapkan Sebuah Trilogi

Mengharapkan Sebuah Trilogi

Dito dan Ayu sudah saling kenal sejak masa SMP dan sempat masuk area friendzone selama 13 tahun. Masing-masing dari mereka pernah memiliki pasangan dan sibuk dengan karir keartisan mereka, tetapi hubungan pertemanan mereka tidak pernah terputus dan tetap saling komunikasi untuk sekedar curhat masalah hidup masing-masing.

Sempat terpisah kota demi mengejar pendidikan dan karir, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah pada September 2015. Dia Sekala Bumi, putra pertama mereka, lahir pada Mei 2016. Referensi nama anak mereka ini diceritakan juga di dalam film, dimana mereka menemukan kata demi kata dari hasil brainstorming mereka ketika di Bali.

Pada akhirnya, film ini layak untuk disimak, terutama lewat layar Netflix, sehingga bisa diulang berkali-kali. Apakah film ini menjadi akhir kisah cinta Dito dan Ayu? Atau bakal masih ada film ketiga untuk melengkapinya menjadi sebuah trilogy? Hal ini tersirat di akhir film. Untuk mengetahuinya, tonton filmnya sampai selesai ya!

Rating: 7.6/10 [IMDb]

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *