bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 28 September 2021

Sebuah pertunjukan karya Hideaki Takizawa tayang Desember 2020 lalu. Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) merupakan serangkaian pertunjukan seni yang diadaptasi dari drama Kabuki yang dimainkan sekaligus disutradarainya sejak 2006 lalu. Untuk menampilkan karyanya ini, idol J-Pop Snow Man dipercaya sebagai performer.

Sejak menit pertama, penampilan mereka sangat menarik perhatian. Semakin lama, pertunjukan semakin asyik. Para anggota Snow Man memperlihatkan kepiawaiannya sebagai penampil. Total dan profesional adalah dua kata yang bisa menggambarkannya. Daripada semakin penasaran, mari simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini agar kamu semakin yakin untuk menontonnya!

Sinopsis

Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie_
  • Tahun Rilis: Desember 2020
  • Genre: Drama, Musical, Kabuki Drama
  • Produksi: -
  • Sutradara: Hideaki Takizawa
  • Pemeran: Hikaru Iwamoto, Tatsuya Fukuzawa, RaulMaito Murakami, Shota Watanabe, Koji Mukai, Ryohei Abe, Daisuke Sakuma, Ren Meguro, Ryota Miyadate

Diawali dengan seorang anak kecil yang tampak dibawa oleh wanita cantik ke sebuah lautan setelah sebelumnya dia berteriak di dalam kamar. Anak kecil itu lalu diperlihatkan sebentuk pulau yang tampak gemerlap dari kejauhan. Wanita itu memintanya untuk melihat ke depan, melihat keindahan, kesenangan yang luar biasa, kemurungan Jepang yang fana.

Pulau itu merupakan jembatan antara masa lalu dan masa depan serta tantangan baru untuk dunia hiburan Jepang. Ia adalah Takizawa Kabuki ZERO; yaitu kota masa depan yang hanya akan diketahui olehnya dan anak kecil tersebut. Wanita itu akan membawanya ke sana, ke kota masa depan yang hanya diketahui olehnya.

Segera setelah itu sembilan pria dewasa yang merupakan para anggota Snow Man tampil sebagai idol. Selepas penampilan tersebut mereka ‘berubah’ menjadi Sembilan Swordsmen dalam balutan busana yang megah dan gagah.

Mereka lihai memainkan pedang hingga berhasil mengalahkan lawan satu per satu. Masih di atas panggung, tiga di antara mereka kembali berubah. Koji Mukai, Ren Meguro dan Hikaru Iwamoto tampil memukau dalam balutan busana serba putih dan topeng wajah berwarna-warni.

Scene berpindah, memperlihatkan RaulMaito Murajami menampilkan dance solo diiringi lagu Maybe yang dinyanyikan oleh Ryohei Abe dan Tatsuya Fukuzawa. Selesai dengan Maybe, tiba giliran lagu My Friend dimainkan. Personil Snow Man yang dipercaya membawakannya adalah Shota Watanabe.

Diiringi pertunjukan akrobatik dan latar penuh cahaya seperti bintang, Watanabe membawakan lagu tersebut dalam balutan jas merah yang mewah. Pertunjukan masih berlanjut, kali ini sembilan personil Snow Man menampilkan tarian dan gerakan memukau disertai musik bernuansa tradisional.

Mereka terus menari dengan tambahan efek hujan yang mendramatisir. Seluruh panggung basah, mereka basah, para pemusik basah. Setelahnya mereka tampak lelah, semua merebahkan badan sambil bergantian berteriak. Scene berpindah lagi, kali ini kembali memperlihatkan anak kecil dan wanita di awal pertunjukan.

Anak itu juga basah karena seperti keluar dari bawah air. Sang wanita di sebelahnya bertanya apakah dia menyukainya. Anak kecil tersebut menyukainya. Dia mengaku tak punya teman jadi hidupnya tak menyenangkan.

Menurutnya semua orang selalu bertengkar. Untuk saat ini, dirinya tak bisa bermain di luar sehingga selalu menderita. Namun, setelah melihat pertunjukan tadi, dia mengaku bersenang-senang.

Menggunakan kekuatannya wanita cantik yang sejak awal berada di dekatnya mengeluarkan sebuah buku berjudul Takizawa Kabuki. Anak kecil itu pun mulai membukanya. Di sana dia menemukan tulisan yang kurang lebih berbunyi, “Terdapat 999 pedang, berikutnya adalah pedang ke 1000 yang telah lama diinginkan.”

Sejurus kemudian tiba giliran Daisuke Sakuma untuk tampil. Dia mengatakan bahwa di Jembatan Gojo Ohashi Kyoto, Benkei yang tangguh mengangkat tombak untuk menyerang Ushiwaka. Cerita itu merupakan bagian dari lagu anak-anak berjudul Ushiwakamaru.

Masih menurut penurutan Sakuma, pada akhir era Heian takdir menyatukan dua pria, mereka adalah Musashibo Benkei dan Ushiwakamaru yang menjadi Minamoto no Yoshitune. Film berlanjut memperlihatkan drama panggung yang membawakan cerita tersebut. Terlihat seorang pria berbaju khas membawa sebilah senjata.

Dia, yang diketahui adalah Benkei, tampak berbicara pada seorang gadis yang menurutnya tak pantas berada di tempat itu saat hari sudah larut. Benkei merasa aneh terutama karena pedang bagus menggantung di pinggang gadis tersebut. Benkei lalu merasa harus menghentikannya.

Sejurus kemudian dia menyadari bahwa orang yang dilihatnya itu bukan seorang gadis. Benkei lalu bersiap melawannya secara jantan. Kini mereka sudah saling berhadapan tapi Benkei terlihat kewalahan.

Terdengar narasi dari Sakuma mengiringi penampilan keduanya. Sakuma menggambarkan bagaimana seseorang yang ternyata Ushiwaka itu melompat dari susuran tangga secara bolak-balik.

Ushikawa secara cepat dan gesit menyerang Benkei. Alhasil Benkei menyerah dan mengaku telah dikalahkan oleh Ushikawa. Pria itu lalu ingin mengetahui siapa orang yang berhasil mengalahkannya. Sejak pertarungan tersebut Ushiwaka menghormati Benkei dan Benkei melindunginya.

Keduanya mengalahkan Klan Taira dan mendirikan Kesyogunan Kamakura, Ushiwaka diburu oleh saudaranya yang bernama Yoritomo sampai berakhir tragis di Hiraizumi. Selesai dengan pertunjukan drama tersebut terlihat sekelompok pemuda bertelanjang dada saling berteriak.

Sejurus kemudian Hikaru Iwamoto mulai memukul-mukul Taiko atau Wakaido, yaitu alat musik tradisional Jepang yang bentuknya seperti bedug berukuran kecil. Iwamoto tak sendiri karena sedetik setelahnya para personil yang lain juga sudah bersiap dengan Taikonya.

Mereka kompak memainkan Taiko secara penuh semangat hingga menghasilkan bebunyian dan gerakan yang harmonis. Selesai dengan pertunjukan tradisional yang memukau, para anggota Snow Man tampil dalam balutan nuansa modern yang futuristik.

Membawa semangat yang sama mereka menyanyikan lagu Make it Hot, Crazy F-R-E-S-H Beat, dan Black Gold sambil menari dengan lincahnya. Penasaran dengan pertunjukan apa lagi yang akan mereka sajikan?

Selarasnya Pertunjukan Tradisional dan Modern

Selarasnya Pertunjukan Tradisional dan Modern_

Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) bukan seperti film Jepang pada umumnya. Ia merupakan sebuah seni pertunjukan yang dibuat berdasarkan drama Kabuki karya Takizawa Hideaki.

Takizawa Kabuki sendiri secara rutin tampil dalam karya panggung tersebut sejak 2006. Dalam tayangan berdurasi lebih dari 2 jam ini, kamu akan menyaksikan sebuah suguhan yang luar biasa.

Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) secara selaras menampilkan seni pertunjukan tradisional Jepang dan modern. Di awal pertunjukan kamu akan disuguhi penampilan para anggota Snow Man yang kompak membawakan lagu dan tarian dengan busana bernuansa merah muda.

Selanjutnya kamu akan dikejutkan dengan penampilan mereka yang berwibawa saat memainkan pedang dengan lihai. Belum lagi suguhan teater drama Kabuki di bagian tengah pertunjukan yang juga dibawakan dengan megah.

Disajikan secara terpisah, pertunjukan-pertunjukan tersebut seperti saling mengisi dan memperlihatkan bahwa seni hiburan Jepang tersusun atas tradisional dan modern.

Penampilan Snow Man yang Spektakuler

Penampilan Snow Man yang Spektakuler_

Jika ada yang patut dipuji dalam pertunjukan ini, para personil Snow Man adalah jawabannya. Mereka menunjukkan kualitasnya sebagai penampil yang serba bisa, serba luar biasa. Menari sambil membawakan lagu-lagu, di antaranya Black Gold sebagai lagu baru mereka, anggota Snow Man dijamin akan menghipnotis para penggemarnya.

Tidak berhenti di sana, mereka juga memperlihatkan kemampuan dalam menabuh Taiko. Mereka tampak sekali bersemangat dan memberikan ‘nyawa’ untuk setiap tabuhan yang dikeluarkan.

Hasilnya, sebuah pertunjukan Taiko tersaji dengan sangat apik. Selesai dengan Taiko, para anggota Snow Man didaulat untuk menampilkan sebuah drama Kabuki yang khas. Tak segan dipakaikan make up ekstra tebal, mereka tampil secara maksimal.

Pada salah satu scene beberapa di antara mereka juga didandani sebagai seorang perempuan serta memperlihatkan gesture yang gemulai hingga sangat meyakinkan. Semua suguhan tersebut dibungkus menggunakan teknik sinematografi yang memuaskan.

Kamera terlihat bebas bergerak dari banyak sisi dan menangkap setiap pertunjukan secara proporsional; dari atas, depan, samping, kanan atas, kiri atas atau close up.

Dikemas Melalui Cerita Imajinasi Anak

Dikemas Melalui Cerita Imajinasi Anak_

Menonton Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) kamu akan bingung dengan alurnya karena pertunjukan ini tampak hampir tak punya alur. Namun, segala macam suguhan yang ada di sini, berada dalam imajinasi anak-anak. Kamu seperti diajak masuk ke dunia masa depan yang berisi pertunjukan dan kesenangan.

Setiap penampilan dalam Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) disuguhkan per bagian dengan durasi sekitar 5 – 15 menit lalu berganti lagi dengan penampilan selanjutnya. Tidak ada plot yang menghubungkan sajian-sajian tersebut. Semua berdiri sendiri sebagai sebuah pertunjukan tunggal.

Memuat Cerita Nezumi Kozo

Memuat Cerita Nezumi Kozo_

Menariknya Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) juga memuat cerita tentang pencuri ulung yang tampan dan populer yang dikenal dengan nama Nezumi Kozo atau julukan untuk Nakamura Jirokichi. Saat akan masuk ke bagian ini, kamu akan bertemu lagi dengan si anak kecil yang dibawakan oleh Shosei Oda.

Pertunjukan tidak lagi berada di panggung seperti pada awal hingga setengah perjalanan, karena kali ini kamu akan melihat mereka berakting selayaknya berteater di tempat yang sudah ditata sedemikian rupa.

Masing-masing personil Snow Man didaulat menjadi karakter yang hidup di masa Nezumi Kozo. Lagi-lagi penampilan mereka sangat memuaskan. Terutama didukung pula oleh kostum dan tata rambut yang rapi serta terkonsep.

Secara keseluruhan, Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie (2020) merupakan sebuah tontonan yang memuaskan. Hanya, walau ada embel-embel The Movie di belakang judulnya, jangan harap menemukan plot dan konflik layaknya sebuah film ya.

Pasalnya, ia adalah serangkaian pertunjukan dari banyak seni; menari, menyanyi, berteater hingga drama Kabuki. Daripada penasaran, kamu bisa menontonnya sendiri. Khusus bagi penggemar Snow Man, kamu pasti akan terpuaskan. Bagaimana? Tertarik?

Takizawa Kabuki ZERO 2020 The Movie
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram