bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Sweet 20, Kisah Nenek Tua Kembali Muda

Sinopsis & Review Sweet 20, Kisah Nenek Tua Kembali Muda

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 24 Maret 2021

Menjadi tua adalah hal yang pasti dialami oleh setiap orang. Seiring dengan berjalannya waktu, terkadang banyak hal yang pada akhirnya harus berubah. Kenangan-kenangan di masa muda pun menjadi terasa begitu menyenangkan dan terasa ingin kembali ke masa-masa indah di kala muda tersebut. 

Hal inilah yang diangkat dalam sebuah film Indonesia yang berjudul Sweet 20. Ketika waktu merubah kita menjadi tua, masihkah kita memiliki kesempatan untuk sekali lagi merasakan masa-masa muda? Dalam film ini, kita akan melihat bagaimana jika hal tersebut benar-benar terjadi. 

Sinopsis

review sweet 20_Sinopsis
  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Drama, Romansa, Komedi, Musikal
  • Produksi: Starvision Plus / CJ Entertainment
  • Sutradara: Ody C Harahap
  • Pemeran: Tatjana Saphira, Morgan Oey, Kevin Julio

Sweet 20 adalah film drama komedi musikal Indonesia yang merupakan karya remake dari sebuah film Korea berjudul Miss Granny yang dirilis pada tahun 2014. Film Sweet 20 juga merupakan karya kolaborasi antara rumah produksi Indonesia, Starvision Plus dengan rumah produksi asal Korea Selatan, CJ Entertainment

Film ini mengisahkan tentang seorang nenek berumur 70 tahun yang bernama Fatmawati. Ia tinggal bersama anaknya yang seorang dosen, Aditya, dan juga menantunya, Salma, serta dua cucunya, Luna dan Juna. Salma dan anak-anak Aditya seringkali merasa bahwa nenek Fatmawati begitu bawel dan cerewet, namun Aditya tetap menyayangi ibunya tersebut. 

Fatmawati pun begitu bangga dengan Aditya. Namun suatu hari ia mendengar percakapan anak dan menantunya tersebut yang mengatakan bahwa mereka akan mengirim nenek Fatmawati ke panti jompo. Hal ini karena kehadiran Fatmawati di rumah tersebut seringkali menjadi sumber konflik keluarga karena ia terlalu ikut campur urusan rumah tangga Aditya. 

Nenek Fatmawati yang sedih mendengar kabar tersebut kemudian menyusuri jalanan di malam hari dengan wajah putus asa. Tanpa sengaja, ia melihat sebuah studio foto bernama Forever Young. Ia pun terpikir untuk memotret dirinya di studio tersebut agar memiliki foto yang bisa dipajang di hari pemakamannya kelak. 

Saat bersiap dipotret, Fatmawati meminta agar sang fotografer membuatnya tampak muda dan cantik. Sang fotografer pun berkata bahwa ia akan membuat nenek tersebut terlihat lebih muda lima puluh tahun. Setelah  selesai dipotret, Fatmawati pun keluar dari studio foto. Ia kemudian berlari mengejar bis dengan kecepatan berlari seperti anak muda. 

Di dalam bis, para lelaki pun mencoba untuk menggoda Fatmawati. Ia kemudian baru sadar bahwa kini tubuhnya telah berubah menjadi sosok wanita berusia 20 tahun. Wajahnya kembali cantik dan kekuatan fisiknya kembali seperti saat muda dulu. Meski senang, Fatmawati juga bingung karena ia tak mungkin pulang ke rumah Aditya dalam kondisi seperti itu. 

Fatmawati pun memilih untuk menyewa kamar kos di tempat Hamzah, kakek lanjut usia yang juga sahabatnya namun telah menyimpan rasa suka pada sosok Fatmawati sejak muda. Ia pun mengganti identitasnya menjadi Mieke Wijaya, seperti nama artis idolanya. Meskipun berjiwa muda, namun Mieke tetap berpenampilan dengan gaya klasik dan retro ala tahun 70-an. 

Mieke juga memiliki suara yang begitu indah. Suara dan penampilannya pun menarik hati tiga orang pria. Mereka adalah Hamzah, yang sejak dulu mengagumi Fatmawati, Alan, produser musik yang terpikat melihatnya bernyanyi, dan Juna, cucunya sendiri yang memintanya untuk menjadi vokalis band-nya. 

Mieke pun meraih kesuksesan sebagai penyanyi band dan banyak dipuja puja para pria. Sementara sang anak, Aditya masih kebingungan mencari ibunya yang hilang. Suatu hari, sebuah kecelakaan menimpa Juna, dimana ia harus mendapatkan transfusi darah yang sesuai. Fatmawati memiliki darah yang sesuai dengan Juna, namun ia akan kembali ke sosok semula jika melakukannya. 

Demi cintanya pada sang cucu, MIeke pun melakukan hal tersebut. Ia kembali menjadi sosok Fatmawati, namun hidupnya berubah. Ia bisa lebih bahagia serta lebih memahami anak dan keluarganya. 

Cerita yang Ringan dengan Pesan Mendalam

review sweet 20_Cerita yang Ringan dengan Pesan Mendalam

Film Sweet 20 menawarkan cerita yang cukup ringan, bahkan banyak unsur-unsur komedi yang akan membuat kamu tertawa saat menontonnya. Film yang ringan seperti ini cocok untuk dinikmati pada waktu-waktu santai bersama keluarga. Cerita yang disajikan akan membuat kamu mendapat hiburan yang menarik di sepanjang film. 

Meski dikemas dengan cerita yang ringan, film Sweet 20 tetap memiliki pesan moral yang cukup mendalam. Setelah menonton film ini, mungkin akan merenung tentang kehidupan, dimana setiap orang akan mengalami masa muda dan masa tuanya masing-masing. Selain pesan tentang kehidupan, film ini juga mengangkat pesan-pesan moral mengenai hubungan keluarga. 

Dalam film, diceritakan bagaimana sosok Fatmawati yang begitu cerewet seringkali menjadi sumber konflik di rumah tangga anaknya yang sudah dewasa dan seharusnya sudah memiliki wewenang untuk mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri. Kisah ini akan mengajak penonton melihat dari dua sisi, yaitu sisi Fatmawati sebagai orang tua, serta Aditya dan Salma sebagai anak. 

Pada akhirnya, film ini akan mengingatkan penontonnya tentang betapa pentingnya arti sebuah keluarga. Sweet 20 juga mengajarkan bahwa seberapa buruk pun anggota keluarga kita, mereka adalah orang-orang terbaik yang kita miliki yang sosoknya takkan pernah bisa tergantikan. 

Konsep Klasik yang Konsisten di Seluruh Aspek Film

review sweet 20_Konsep Klasik yang Konsisten di Seluruh Aspek Film

Cerita dalam film Sweet 20 berfokus pada sosok nenek Fatmawati yang berusia 70 tahun. Maka, konsep klasik pun diterapkan dalam seluruh aspek film guna mendukung jalan cerita dan memberi visual yang sejalan. Konsep dan tema klasik dalam film ini dapat terlihat dari pemilihan wardrobe, musik, hingga setting lokasi yang dipilih. 

Dari pemilihan wardrobe, konsep klasik ini jelas terlihat dari gaya penampilan Tatjana Saphira yang berperan sebagai Mieke. Ia selalu bergaya retro namun tetap terlihat stylish. Setting lokasi yang dipilih dalam beberapa adegan dalam film ini pun tampaknya agar menampilkan kesan klasik, seperti Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan Balai Kota Bandung yang memiliki banyak bangunan bergaya art deco.  

Film ini juga banyak menampilkan musik-musik lawas di era 60-an, seperti Layu Sebelum Berkembang, Payung Fantasi, dan Bing. Penggunaan lagu-lagu ini tentunya akan semakin membawa penonton terhanyut dalam suasana tempo dulu. 

Akting Tatjana Saphira yang Memukau

review sweet 20_Akting Tatjana Saphira yang Memukau

Tatjana Saphira yang menjadi pemeran utama dalam film ini memberi penampilan akting terbaiknya dalam memerankan sosok Mieke. Tentu tidak mudah untuk bermain peran dalam peran. Tatjana harus memerankan sosok Fatmawati, nenek berusia 70 tahun yang juga tengah berperan sebagai Mieke, sosok gadis berusia 20 tahun. 

Dalam beberapa adegan, Tatjana harus merubah karakternya dari Mieke menjadi Fatmawati atau dari Fatmawati menjadi Mieke. Ia juga harus berperan seolah-olah benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi nenek berusia 70 tahun. Penampilannya dalam film ini pun cukup memuaskan dan menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. 

Itulah sinopsis dan sedikit review dari film Sweet 20, sebuah film yang akan mengajakmu tertawa sekaligus juga merenungkan proses kehidupan manusia. Apakah kamu juga sudah menonton film ini? Bagaimana tanggapanmu setelah selesai menonton? Ceritakan di kolom komentar ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram