Sinopsis & Review Film Suspiria, Sekolah Tari Para Penyihir

Ditulis oleh Aditya Putra
Suspiria
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Setiap orang lahir di dunia dengan dibekali bakat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bakat itu nggak akan mencapai potensi terbaiknya apabila nggak diarahkan dan dimaksimalkan dengan baik.

Untuk mengembangkan bakat di bidang non-formal, ada tempat-tempat yang menyediakan pelatihan dengan bimbingan para ahli di bidang tertentu.

Untuk orang-orang yang merasa tertarik dan berbakat di bidang seni tari, biasanya akan mengasah bakatnya di sekolah tari. Hal itulah yang menjadi tujuan Susanna Bannon untuk rela jauh-jauh pergi ke Berlin di film Suspiria.

Tapi sekolah tari yang dimasukinya dicurigai menjadi tempat praktek supranatural. Sinopsis dan review filmnya bisa kamu nikmati di sini.

Sinopsis

suspiria-1_

Patricia Hingle adalah seorang perempuan muda yang mencoba berkonsultasi dengan seorang psikoterapi, Dr. Josef Klemperer. Patricia datang dengan merasa ketakutan.

Dia curiga bahwa sekolah tari yang dia ikuti menyimpan rahasia besar yaitu tempat praktik sihir. Sekolah tari itu menyembah Three Mothers yang terdiri dari Mother Tenebraum, Mother Lachrymarum dan Mother Suspiriorum.

Di tahun 1977, Susanba “Susie” Bannon memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya di Ohio dan pindah ke Berlin untuk ikut sekolah tari bernama Markos Dance Academy.

Dia meninggalkan sang ibu yang merupakan orang yang konservatif dan dianggap sedang menebus dosanya di masa lalu. Kedatangan Susie bersamaan dengan hilangnya salah satu murid di sekolah tari itu, Patricia.

Susie langsung mendapat teman yaitu Sara Simms. Dia juga mendapat perhatian khusus dari salah satu pengajar di Markos Dance Academy, Madame Blanc.

Ketika sedang latihan, Olga Ivanova, teman dari Patricia menuduh para petinggi Markos Dance Academy bertanggung jawab atas hilangnya Patricia. Dia pun secara berani menuduh sekolah tersebut sebagai tempat praktik sihir.

Olga ditenangkan ke dalam sebuah ruangan latihan tari berbeda dibanding teman-temannya. Madame Blanc mulai meminta Susie untuk menari.

Setiap tarian Susie membuat tubuh Olga rusak dengan tulang-tulangnya yang bergerak ke arah-arah yang nggak seharusnya. Para pengajar di Markos Dance Academy pun menyingkirkan mayat Olga supaya nggak diketahui oleh murid yang lain.

Markos Dance Academy hendak melakukan pemilihan pemimpin sekolah tari. Pilihannya ada dua yaitu Mother Helena Markos yang sudah menjalankan sekolah tari sejak lama dan Madame Blanc. Markos sendiri berniat untuk mencari tubuh baru dari para murid yang belajar di sekolah tari.

Para pengajar yang taat pada Markos berencana menggunakan tubuh Susie sebagai tempat Markos bersemayam. Ketika sedang makan malam, Miss Griffith tiba-tiba menyayat lehernya sendiri dan tewas.

Susie mulai mendapat peran penting dalam pertunjukan tari di bawah arahan Madame Blanc. Klemperer meminta Sara, salah satu murid, untuk bekerja sama membuktikan kecurigaan terhadap Markos Dance Academy.

Sara berhasil menemukan tempat para pengajar melakukan ritual, mengambil kail yang dicurigainya berhubungan dengan hilangnya Patricia dan memberikannya pada Klemperer.

Malam diselenggarakannya Volk, pertunjukan tari para murid Markos Dance Academy tiba. Sara berhasil menemukan Patricia yang berada dalam kondisi mengerikan.

Tindakan Sara itu diketahui oleh para pengajar yang langsung mencederai kakinya. Sara pun dibuat tampil dalam keadaan kerasukan. Di hadapan para penonton, Sara tiba-tiba pingsan dan diamankan oleh murid lain dan para pengajar.

Keanehan yang disaksikan pada pertunjukan Volk membuat Klemperer meyakini bahwa Markos Dance Academy merupakan kedok para penyihir.

Para pengajar di Markos Academy pun sudah bisa mencium gelagat Klemperer. Sementara itu, ritual Mother Markos untuk mempunyai tubuh yang baru sudah dipersiapkan dan Susie yang akan menjadi tumbalnya. Akankah Susie selamat?

Berbeda dengan Versi Asli

suspiria-3_

Suspiria merupakan remake dari film dengan judul serupa yang dirilis tahun 1977. Lucas Guadagnino selaku sutradara versi 2018 mengubah pengemasan film dari yang dulunya lebih condong ke arah slasher menjadi kental dengan drama dan unsur supranatural. Hasilnya adalah tempo film garapan Guadagnino jauh lebih lambat daripada versi aslinya.

Berbeda dengan versi asli bukan berarti Guadagnino nggak mempertahankan nuansa menyeramkan. Cerita yang dibangun dengan lambat tetap bisa menyajikan adegan-adegan yang bisa bikin penonton nggak nyaman.

Tulang-tulang di badan bergeser serta kulit yang hancur merupakan beberapa cara sutradara asal Italia itu mengemas kembali salah satu film horor paling ikonik tersebut.

Plot dalam Suspiria terasa rumit dengan alur yang sedikit non-linear walau di third act sudah secara jelas menjadi linear. Secara sinematografi, film ini tampil dengan nuansa 70-an yang kental bahkan nggak melakukan pewarnaan ulang sama sekali.

Alhasil, kita dibuat menyaksikan sebuah tontonan dengan warna yang begitu dingin untuk menguatkan ada misteri di balik Markos Dance Academy.

Banyak karakter dalam film ini, terutama dari posisi pengajar. Walau begitu, mereka diberi pendalaman karakter yang cukup kuat dengan diperlihatkan lebih condong ke pihak Mother Markos atau Madame Blanc. Begitu juga dengan sosok Susie yang diperlihatkan polos tapi menyimpan berbagai rahasia dalam gerak-geriknya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram