bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Starship Troopers, Aksi Tentara Remaja Abad 23

Dekade 90-an menjadi waktu ketika film-film ber-genre sci-fi bermunculan. Kebanyakan film mengangkat sosok mengerikan.

Sosok itu menebar bahaya yang dapat membahayakan keberadaan umat manusia. Film pun menyajikan sosok pahlawan dengan tindakan heroiknya. Beberapa ada yang memorable, beberapa lagi terlalu mudah dilupakan.

Salah satu perjuangan menyelamatkan bumi yang memorable ada pada film Starship Troopers. Film ini diangkat dari buku dengan judul yang sama karya Robert A. Heinlein.

Bukunya dirilis pada tahun 1959, tapi filmnya baru bisa dirilis tahun 1997. Seperti apa filmnya? Apakah bisa memenuhi ekspektasi? Simak sinopsis dan review Starship Troopers berikut ini.

Sinopsis

starship-troopers-2_

Pada abad ke-23, dunia berada di bawah pemerintahan United Citizen Federation. Manusia sedang berperang dengan makhluk ekstraterestrial. Makhluk-mahkluk itu berbentuk serangga dan mereka dijuluki Bugs. Mereka berasal dari planet bernama Klendathu. Pemerintah mendeskripsikan Bugs sebagai makhluk yang kejam dan mesin pembunuh manusia. 

United Citizen Federation membagi masyarakat ke dalam dua kelas yaitu Citizens dan Civilians. Citizens merupakan kedudukan yang lebih tinggi dari Civilians. Mereka dilibatkan dalam pemilihan serta suaranya dapat menentukan keputusan pemerintahan.

Sementara, Civilians nggak mendapat privilese itu. Civilians hanya bisa menjadi Citizens apabila melakukan tugas militer.

John Rico adalah remaja yang baru lulus SMA di Buenos Aires. Ia ingin bergabung dalam militer walau ditentang kedua orang tuanya. Rico kemudian masuk di divisi infanteri, yakni divisi paling depan untuk berhadapan dengan Bugs.

Sementara itu, Carmen, kekasih Rico juga ikut bergabung di militer. Disana, Carmen diangkat menjadi pilot pesawat luar angkasa sedangkan Carl bergabung di divisi intelijen.

Di divisi infanteri, Rico bertemu dengan Sergeant Zim yang menjadi pelatih. Sergeant Zim merupakan pelatih yang tegas. Dia melatih anak buahnya tanpa ampun. Rico juga bertemu dengan Isabelle “Dizzy” Flores yang merupakan teman sekelas Rico di sekolah dulu.

Hubungan mereka memang hanya teman, tapi Dizzy menyukai Rico meskipun dia nggak mengutarakan perasaannya. Rico juga berteman dengan sesama anggota divisi infanteri, Ace Levy.

Bekerja dengan sangat baik, Rico kemudian diangkat menjadi pemimpin kelompok di divisi infanteri. Sayangnya, kisah cintanya nggak sebaik karirnya saat itu. Carmen mengirimi surat untuk Rico. Carmen menyatakan hubungan mereka berdua sudah berakhir.

Carmen beralasan ingin fokus mengejar karir. Di surat itu, Carmen juga memberi tahu bahwa atasan dia adalah Zander Barcalow, musuh Rico di sekolah. Rico yang menjadi single, mulai dekat dengan Dizzy.

Ketika sedang latihan, anggota kelompok Rico tertembak mati. Hal itu mengakibatkan banyak anggota kelompok yang memilih mundur. Rico pun mendapat hukuman dan pangkatnya dicabut.

Kecewa dengan dirinya sendiri, dia kemudian mengajukan pengunduran diri. Rico lalu memberi tahu orang tuanya bahwa dia akan pulang. Tragisnya, kedua orang tua Rico serta penduduk Buenos Aires malah tewas karena asteroid kiriman Bugs. 

Melihat hal itu, Rico pun membatalkan pengunduran dirinya. Rico bersama divisi infanteri melakukan invasi ke Klendathu. Namun sayangnya, invasi itu gagal total.

Manusia menyangka Bugs bisa dengan mudah ditaklukan. Padahal ada banyak jenis Bugs di Klendathu. Ada Bugs yang bertugas sebagai tentara bahkan ada Bugs yang bisa mengeluarkan senjata plasma. Rico terluka parah dan sulit ditemukan oleh rekan-rekannya. Ia pun dianggap sudah tewas.

Carmen melihat nama Rico dalam daftar pasukan yang tewas. Rico yang tersadar dari lukanya, menuju stasiun luar angkasa. Pemerintah menemukan fakta bahwa para Bugs diperintah oleh Brain Bugs, pemimpin Bugs yang pintar. Bisakah Rico dan rekan-rekannya mengalahkan para Bugs?

Satir Pemerintahan dan Patriotisme

starship-troopers-3_

Starship Troopers nggak hanya menyajikan adegan-adegan laga keren melawan Bugs. Ia memberi kesempatan untuk bercerita tentang kondisi bumi di masa depan.

Bumi digambarkan sudah diperintah oleh satu pemerintahan yakni, United Citizens Federation. Keberadaan pemerintahan itu merupakan satir dari New World Order. Gagasan New World Order memang sudah ramai sejak dulu.

Masyarakat di bawah United Citizens Federation dibagi ke dalam dua kelas. Pembagian ini ditujukan untuk membawa narasi patriotisme. Civilians digambarkan sebagai kelas rendahan. Mereka nggak punya hak yang sama dengan Citizens. Civilians harus melakukan tindakan patriotik supaya bisa menjadi seorang Citizens. 

Paul Verhoeven, sutradara film ini kembali menunjukkan cirinya yang kerap menampilkan propaganda. Film sebelumnya, Robocop, menyelipkan propaganda tentang kapitalisme. Dalam Starship Troopers, propaganda terasa begitu ironis. Pasalnya, film ini diambil dari buku yang kebanyakan dibaca oleh remaja berusia belasan tahun. 

Verhoeven nggak membabi buta menunjukkan sikapnya pada patriotisme dan dunia militer. Dia lebih memilih membuat satir.

Satirnya cukup tajam karena cerita dalam film berfokus pada karakter Rico, Carmen dan Carl. Ketiganya adalah pemuda yang baru saja lulus dari SMA. Mereka diceritakan rela mempertaruhkan nyawanya demi menjadi bagian Citizens.

Terselip Cerita Remaja

starship-troopers-4_

Starship Troopers bukan hanya serius menyisipkan satir tapi juga mengupas kehidupan remaja. Ada subplot tentang cinta segitiga serta rivalitas dengan sesama teman sekolah. Sebagaimana remaja, Rico, Carl dan Carmen pun diberi pendalaman karakter yang berbeda. Carl dan Carmen lebih pintar, makanya mereka nggak bertugas di garda depan zona perang. 

Rico yang kecerdasannya di bawah standar diterjunkan langsung di medan perang. Bukan tugas mudah untuk remaja menjadi anggota militer. Terlebih Rico yang akan berada di garda depan.

Ada adegan yang menampilkan bagaimana dia kewalahan dilatih oleh Zim. Film ini seperti ingin menegaskan bahwa setiap orang akan berguna jika berada di tempat yang tepat.

Ada banyak film yang mengupas kehidupan remaja. Begitu juga dengan film yang mengangkat narasi patriotisme. Tapi, film yang menggabungkan keduanya bisa dibilang sangat jarang.

Apalagi untuk film ber-genre sci-fi. Pada masanya, film ini menjadi perbincangan kalangan remaja di berbagai belahan dunia. Kurang lebih sama seperti Power Rangers yang memorable untuk anak-anak 90-an.

Adegan Aksi yang Kurang Greget

starship-troopers-5_

Secara sinematografi, nggak ada yang spesial dengan film ini. Kamera akan berfokus pada ekspresi para karakter ketika berdialog. Ketika adegan laga, mid shot akan bergantian dengan long shot.

Adegan aksi di Starship Troopers menggunakan special effect. Untuk ukuran film yang dirilis tahun 1997, penggunaan efek di film ini sangat rapi. Hal ini nampak juga dalam tampilan Bugs yang nggak terlihat seperti tempelan.

Kecemerlangan dari penggunaan efek nggak berjalan seirama dengan adegan aksi. Verhoeven seperti kekurangan ide untuk menampilkan pertarungan manusia dengan Bugs yang seru.

Para manusia selalu menembakkan senjata secara membabi buta untuk menyerang Bugs. Bugs akan melompat kemudian menyerang balik. Adegan seperti itu terlalu banyak diulang.

Sepertinya sang sutradara ingin film sci-fi garapannya tetap relevan seperti remaja kebanyakan. Mengingat karakter utamanya adalah para remaja, aksi-aksi yang mereka tampilkan pun harus merepresentasikan usia mereka.

Cukup masuk akal kalau mereka kerap menyerang dengan membabi buta. Tapi, untuk sebuah film, adegan aksi seperti itu terasa kurang greget.

Starship Troopers melatari cerita dengan satir tentang kehidupan masa depan dan patriotisme. Dalam durasi selama 129 menit, film nggak menyajikan elemen sci-fi yang rumit.

Untuk ukuran film yang mengadaptasi dari buku, film ini cukup memenuhi ekspektasi. Film adaptasi dari buku yang memenuhi ekspektasi versi kamu apa nih? Tulis judulnya di kolom komentar yuk, teman-teman!

Starship Troopers
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram