Sinopsis & Review Six Days Seven Nights, Terdampar di Pulau Asing

Ditulis oleh Aditya Putra
Six Days Seven Nights
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Siapa tak kenal aktor Harrison Ford? Aktor kawakan ini sudah banyak membintangi film-film box office seperti Indiana Jones dan Star Wars. Film-filmnya sering kali ber-genre action comedy seperti film berjudul Six Days Seven Nights yang akan kita ulas berikut ini.

Film ini bercerita tentang seorang workaholic terpaksa pergi ke suatu tempat untuk urusan pekerjaan tapi akhirnya terdampar bersama orang asing. Penasaran dengan kelanjutannya? Simak sinopsis dan review filmnya, yuk!

Sinopsis

six-days-seven-nights-2_

Robin Monroe adalah seorang editor untuk majalah fashion wanita yang berdomisili di New York. Frank Martin, pacarnya, memberi kejutan berupa liburan selama seminggu di Makatea, sebuah pulau di Pasifik Selatan.

Untuk sampai ke sana, mereka harus menggunakan pesawat kecil yang dikemudikan pilot bernama Quinn Harris. Mereka juga ditemani oleh pacar Quinn, Angelica.

Sesampainya di Makatea, Frank melamar Robin untuk menikah dengannya. Robin yang sempat terdiam memutuskan untuk menerima lamaran Frank. Quinn yang berada di bar sedang mabuk-mabukan sampai dia nggak mengenali Robin. Quinn malah mencoba merayunya tapi upaya itu gagal setelah Robin mengacuhkannya.

Keesokan harinya, atasan Robin, Marjorie, meminta Robin untuk terbang ke Tahiti guna memantau sebuah pemotretan. Karena nggak ada pesawat lain yang terbang ke Tahiti secara tiba-tiba, Robin menyewa pesawat yang pilotnya adalah Quinn.

Quinn diingatkan bahwa ramalan cuaca memprediksi akan terjadi badai. Benar saja, badai menerjang pesawat yang membawa Quinn dan Robin.

Petir menyambar pesawat yang dikemudikan Quinn sehingga menyebabkan pesawat mengalami kerusakan mesin. Quinn mendaratkan pesawat di sebuah pulau. Dia yakin wilayah itu bisa menangkap sinyal radio.

Quinn berniat meminta bantuan lewat radio, tapi ternyata mereka berada di pulau yang berbeda dengan dugaan Quinn. Di sana, sinyal radio nggak tertangkap sama sekali.

Di Makatea, Frank dan Angelica pergi bersama petugas untuk mencari keberadaan Robin dan Quinn. Setelah beberapa hari, pencarian itu nggak mendapatkan hasil sehingga pencarian diputuskan berakhir.

Frank mengira Robin sudah meninggal. Dia melampiaskan kesedihannya dengan mabuk-mabukan dan tidur dengan Angelica setelah Angelica menggodanya.

Quinn dan Robin melihat sebuah perahu karet di pesisir pantai. Dengan menggunakan tali, mereka berhasil menaikinya. Mereka kemudian menemukan dua perahu karet yang masih menyatu.

Nggak lama, mereka menyadari ada perompak yang menyerang kapal. Para perompak melihat keberadaan Quinn dan Robin. Mereka berdua pun terpaksa kembali ke daratan.

Quinn dan Robin nggak mampu melarikan diri dari para perompak sehingga mereka pun ditangkap. Quinn berhasil meloloskan diri dan membawa Robin lari. Mereka kemudian bersembunyi di hutan.

Dalam persembunyiannya, mereka menemukan bangkai pesawat kecil. Mereka mengaitkan perahu kayu dari pesawat itu ke pesawat Quinn untuk berjaga-jaga apabila mereka harus mendarat di lautan.

Para perompak berhasil menemukan keberadaan Quinn dan Robin tepat sebelum mereka berdua lepas landas. Para perompak menembakkan pistol berisi api untuk membakar pesawat Quinn dan api mengenai tubuh Quinn. Bisakah Quinn membawa Robin keluar dari pulau dan selamat dari serangan para perompak? Bagaimana dengan Frank dan Angelica?

Kombinasi Action, Adventure dan Comedy

six-days-seven-nights-3_

Six Days, Seven Nights memadukan tiga elemen yaitu action, adventure dan komedi. Langkah yang cukup ambisius memasukkan ketiganya ke dalam alur yang linear. Sayang sekali ambisi itu nggak disertai dengan narasi yang tertata dengan baik. Hasilnya, alur film terasa melompat-lompat, terlalu dangkal, dan dibuat-buat.

Untuk elemen action, ada adegan pelarian, tembakan, dan usaha-usaha untuk memukul antagonis. Harrison Ford yang memerankan karakter Quinn jadi andalan untuk menguatkan elemen ini. Hal yang sama terjadi untuk elemen adventure, cukup masuk akal karena dia pernah tampil dalam film yang mengharuskannya melakoni adegan-adegan serupa. 

Secara sinematografi, adegan dengan unsur adventure dikemas dengan baik. Kamera menyoroti pantai dengan hutan yang indah. Uniknya keindahan itu harus bertabrakan dengan situasi yang terjadi pada Quinn dan Robin.

Mereka harus berhadapan para perompak di tempat seindah itu. Bahkan, mereka juga harus mencari cara untuk melarikan diri dari sana dengan kondisi pesawat yang rusak.

Elemen komedi banyak disandarkan secara situasional. Ada adegan Quinn mengeluarkan ular yang masuk ke celana Robin, ada perdebatan tentang berbagai cara survival, sampai pertengkaran karena mereka berdua memiliki prinsip hidup yang berbeda.

David Schwimmer yang berperan sebagai Frank pun menguatkan elemen komedi dengan peran dan candaan khasnya di serial Friends.

Pendalaman Karakter yang Terasa Kurang

six-days-seven-nights-4_

Secara alur keseluruhan, kita bisa menebak ke arah mana Six Days, Seven Nights berjalan. Terdampar di antah-berantah dan berada dalam situasi terjepit membuat Quinn dan Robin yang sering bertengkar mulai tumbuh perasaan cinta.

Subplot klise itu sayangnya nggak digarap dengan baik walau cukup believable. Cerita terlalu memaksa mereka untuk jatuh cinta, padahal plot utama akan tetap berjalan meski hubungan mereka tetap sebagai teman.

Pendalaman karakter dalam film garapan Ivan Reitman ini terbilang minim dan kurang konsisten. Hal itu bisa dilihat dari karakter Robin.

Robin digambarkan sebagai seorang workaholic dan tampak nggak terlalu ingin menikah. Ketika ditelepon bosnya, Robin mengiyakan begitu saja tanpa ada gestur mengeluh karena liburannya terganggu. Latar belakang sebagai pekerja keras mungkin cukup untuk membuat adegan itu masuk akal tapi sosoknya menjadi kurang humanis.

Karakter Quinn diberi pendalaman cukup untuk menggerakkan cerita. Hanya ada beberapa hal yang membuat penonton mempertanyakan sosoknya.

Quinn digambarkan sebagai orang yang meninggalkan perkotaan demi hidup sebagai pilot pesawat kecil di wilayah pantai. Tapi, nggak ada penggambaran latar belakang yang meyakinkan kalau dia cukup tangguh untuk survive melawan para perompak. 

Chemistry Harrison Ford & Anne Heche 

six-days-seven-nights-5_

Harrison Ford dan Anne Heche tampil maksimal untuk menghidupkan cerita dalam Six Days, Seven Nights. Keduanya pun berhasil masuk ke dalam karakternya masing-masing.

Sayangnya subplot percintaan mengharuskan mereka untuk menunjukkan ketertarikan pada satu sama lain. Untuk bagian itu, mereka nggak bisa menghadirkan chemistry yang kuat. Perbedaan usia antara karakter Quinn dan Robin menjadi salah satu hal yang dikritik karena usia mereka terpaut jauh.

Terlepas dari hal itu, setiap interaksi mereka berdua untuk membangun narasi mereka saling mencintai nggak berhasil disampaikan dengan baik. Padahal perbedaan karakter keduanya merupakan formula khas film romcom, tapi film ini terasa gagal mengaplikasikan formula itu.

Six Days, Seven Nights menyajikan cerita yang terkesan random dengan dua orang terjebak di antah-berantah kemudian berhadapan dengan perompak. Dengan durasi selama 102 menit, film ini gagal untuk mengikat secara emosi.

Untungnya, adegan survival film ini cukup unik dengan selipan komedi. Kalau kamu menyukai film survival, film ini masih layak jadi hiburan ringan. Punya rekomendasi film survival yang seru? Langsung saja tulis di bawah, teman-teman!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram