Review & Sinopsis Cloudy with a Chance of Meatballs (2009)

Ditulis oleh Syuri
Cloudy with a Chance of Meatballs
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Mungkin kamu pernah menontonnya sewaktu muda dulu. Cloudy with a Chance of Meatballs adalah film animasi yang dirlils pada tahun 2009. Saya masih SMP waktu itu, kalau kamu? Hihi. Film ini diproduksi oleh Sony Pictures Animation dan didistribusikan oleh Columbia Pictures.

Jika kamu suka baca dongeng cerita anak-anak, mungkin tahu juga kalau film Cloudy with a Chance of Meatballs ini terinspirasi dari buku yang berjudul sama. Bukunya merupakan mahakarya Judi Barret dan Ron Barrett. Film ini dibintangi oleh Bill Hader sebagai Flint Lockwood, Anna Faris sebagai Sam Sparks, dan uniknya monyet kesayangan Flint yang bernama Steve disuarai oleh aktor kenamaan, Neil Patrick Harris.

Film ini sangat sukses dan mendapatkan review positif. Padahal anggaran mereka $100 juta saja, tapi mendapatkan keuntungan hingga $243 juta di seluruh dunia! Tahukah kamu, film ini pernah di-dubbing dalam bahasa Indonesia dan pernah tayang di Trans TV dan HBO Asia? Yuk, ah, langsung saja simak sinopsis dan ulasan filmnya dari Bacaterus di bawah ini.

Sinopsis

Sejak kecil, Flint Lockwood (disuarakan oleh Bill Hader), memiliki ambisi besar untuk menjadi serang penemu. Didukung oleh ibunya yang pengertian, Flint cilik telah berhasil menciptakan barang-barang unik, yang sebenarnya tidak bisa dipakai, atau malah merusak, jadi tak layak dikomersilkan.

Beberapa produknya itu diantaranya semprotan sepatu (sekali semprot bisa menciptakan sepatu), tapi sayang sepatu itu tidak bisa dilepas sehingga sampai Flint dewasa pun ia masih mengenakannya. Lalu, ada remote control televisi yang malah membuat televisi ayahnya bisa berjalan ke mana-mana dan menghilang (kabur). Ia juga menciptakan mutasi makhluk hidup, yaitu burung tikus.

Namun, semuanya adalah produk gagal yang membuat Flint kehilangan kepercayaan dari orang-orang di Swallow Falls, sebuah pulau kecil di Samudra Atlantik dengan ekonomi berbasis ikan sarden. Yang paling menyakitkan adalah, ayahnya yang technophobic juga sudah lelah dengan ambisi Flint dan ingin anaknya meneruskan pekerjaannya sebagai pemilik toko sarden saja.

Satu-satunya produk Flint yang berhasil adalah penyuara monyetnya, yaitu Steve, sehingga beberapa ucapannya bisa dimengerti manusia. Walau tak mendapatkan dukungan dari siapapun, Flint terus berusaha menciptakan sesuatu yang besar. Harapannya adalah agar produknya dapat bermanfaat dan akhirnya dia bisa diterima oleh ayahnya dan orang-orang Swallow Falls.

Konflik besar dimulai ketika seluruh dunia tiba-tiba memiliki ketidak sukaan yang keras terhadap sarden. Sedangkan satu-satunya sumber pendapatan Swallow Falls adalah Baby Brent Sardine, yaitu sarden kalengan. Sehingga, pulau kecil ini tak mendapatkan pemasukan sama sekali, juga sarden-sarden yang telah diproduksi mau tak mau harus dimakan oleh warga pulau. Itu membuat warga muak karena ingin makan makanan lain.

Satunya sumber pendapatan kota itu adalah pabrik pengalengan Baby Brent Sardine yang telah ditutup, meninggalkan kot yanga hanya membutuhkan sarden untuk makanan. Flint pun mendapatkan ide untuk membuat mesin yang dapat mengubah air menjadi makanan. Dia menyebut mesinnya FLDSMDFR yang merupakan singkatan dari Flint Lockwood Diatonic Super Mutating Dynamic Food Replicator.

Selama Flint mengembangkan FLDSMDFR di lab-nya, walikota Swallow Falls, Mayor Shelbourne, juga sedang akan meresmikan Sardine Land, 'tempat bermain' baru di kota mereka untuk menarik wisatawan. FLDSMDFR milik Flint ternyata membutuhkan sumber tenaga yang banyak, sehingga dia pun menggunakan menara suset milik kotanya. Namun, FLDSMDFR jadi terlalu banyak energi dan akhirnya terbang tanpa arah seperti roket.

FLDSMDFR meluncur ke arah Sardine Land dan menghancurkannya. Padahal, acara itu sedang diliput secara live oleh intern reporter weather forecast bernama Samantha Sparks. Tak hanya membuat warga Swallow Falls marah dan ayahnya semakin kecewa, Flint juga mengacaukan pekerjaan Sam. Ketika Sam sedang marah-marah pada Flint, tiba-tiba saja ada awan aneh yang mengapung di atas pulau dan mulai turun hujan cheese burger!

Karena FLDSMDFR dianggap berhasil, Flint pun mengembangkannya dengan menambahkan 'alat komunikasi' untuk mengirim perintah dari bawah ke mesin yang ada di awan. Mayor melihat ini sebagai peluang untuk Swallow Falls. Dia pun meminta Flint terus memproduksi awan makanan untuk menarik wisatawan dari mancanegara. Kota pun berubah namanya menjadi Chewandswallow dan menjadi destinasi wisata kuliner.

Semua baik-baik saja hingga warga kota mulai rakus, terus menerus meminta hujan makanan. Flint kepayahan dan begitu pula FLDSMDFR. Flint pun menyadari ada kejanggalan dari bentuk makanan yang menjadi lebih besar seiring waktu. Akan tetapi, mayor (yang sekarang sudah jadi sangat gemuk, tak bisa berjalan sendiiri hingga harus menggunakan skuter), tak mengizinkan Flint berhenti memproduksi makanan.

Hingga, benar saja ada tornado spaghetti dan meatball (bakso) yang mengancam kota Chewandswallow juga para wisatawan yang ada di sana. Flint hendak mematikan mesin FLDSMDFR, namun alat komunikasinya dihancurkan oleh Mayor Shelbourne, sehingga mesin harus dimatikan secara manual. Walau sempat meltdown, Flint disemangati oleh ayahnya kalau dia pasti bisa memperbaiki keadaan.

Flint pun bangkit kembali. Dia secara singkat membuat mobil terbang terbaru juga kode pembatalan FLDSMDFR. Dia memasukan kodenya ke flashdisk untuk diinstal secara manual pada FLDSMDFR. Tadinya dia ingin pergi sendiri, namun Steve, Sam, Manny (cameraman Sam), dan Brent (musuh-jadi-teman Flint) ingin ikut untuk membantu Flint. FLDSMDFR ternyata telah berubah menjadi sebuah bakso raksasa yang dikelilingi awan badai.

Tidak hanya itu, ada rintangan-rintangan lainnya juga yang menyulitkan mereka mendekati FLDSMDFR. Lebih parahnya lagi, USB berisi kode untuk menonaktifkan mesin terjatuh. Flint pun mau tak mau mengandalkan ayahnya, Tim, yang gaptek luar biasa untuk mengirimkan kode itu melalui e-mail.

Sementara di Chewandswallow, bendungan penahan hujan makanan telah runtuh sehingga terjadi longsor. Di seluruh dunia pun tercipta awan makanan yang berpotensi menghancurkan seluruh dunia. Flint dan kawan-kawan harus segera menghancurkan FLDSMDFR. Namun, semakin mendekati mesin itu, rintangan jadi semakin berat.

Brent melawan ayam panggang yang 'hidup' dan Sam terkena kacang (sedangkan dia alergi). Flint pun meminta Manny untuk membawa Sam kembali ke kota untuk mendapatkan suntikan anti alergi, dan Flint pun berjuang seorang diri. Flint pun sampai ke mesin dan langsung menghubungkan ponselnya.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram