bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Rurouni Kenshin: The Beginning (2021)

The Beginning merupakan angsuran kelima sekaligus terakhir dalam franchise film live-action Rurouni Kenshin. Film ini juga bisa dibilang menjadi prekuel untuk keseluruhan film Rurouni Kenshin, yang pertama kali rilis pada tahun 2012 lalu.  

Dalam The Beginning, Takeru Satoh tetap bermain sebagai Kenshin Himura, Yosuke Eguchi sebagai Saito Hajime, pemimpin pasukan elit Shinsengumi, serta Kasumi Arimura menjadi mantan istrinya Kenshin yang bernama Yukishiro Tomoe.

Film ini sendiri berfokus pada masa lalunya Kenshin Himura saat aktif menjadi Hitokiri Battosai selama tahun-tahun terakhir di zaman Bakumatsu.

Rurouni Kenshin: The Beginning rilis terlebih dulu di bioskop Jepang pada tanggal 4 Juni 2021, kemudian film ini ditayangkan secara global pada tanggal 30 Juli 2021 lewat layanan streaming Netflix. The Beginning lalu berhasil meraup pendapatan lebih dari 21 juta dollar di box office seluruh Jepang.

Baca juga: Review & Sinopsis Live Action Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno

Sinopsis

Sinopsis

Selama era Bakumatsu di Kota Kyoto, Kenshin Himura menjadi seorang Hitokiri Battosai, dan bergabung dengan Klan Choshu di bawah pimpinan Katsura Kogoro.

Kenshin mempunyai tugas yang cukup kelam, dan penuh darah, karena harus membunuh semua samurai atau lawan politik yang mendukung kekuasaan Shogun Tokugawa.

Kenshin sendiri bergabung dengan Klan Choshu karena berharap bahwa akan ada era kedamaian di bawah Kekaisaran Meiji. Di suatu malam, Kenshin membunuh sekelompok samurai pro- Shogun yang tengah berada di jalanan. Pada pertempuran itu, seorang samurai yang sulit untuk mati berhasil memberikan luka di pipinya Kenshin.

Setelah dari kejadian itu, Kenshin berada di sebuah kedai untuk minum sake seorang diri. Di saat itu juga, seorang wanita bernama Yukishiro Tomoe datang untuk meminum sake sendirian.

Kenshin lalu ikut campur setelah beberapa samurai memperlakukan Tomoe dengan tidak sopan. Selepas itu, Kenshin pergi meninggalkan kedai, dan tiba-tiba diserang oleh seorang pembunuh yang tidak dikenal.

Meski Kenshin mampu membunuhnya, namun ia juga sangat terkejut ketika Tomoe melihat aksinya dalam menghabisi nyawa sang pembunuh tersebut. Melihat hal itu, Tomoe pun pingsan dengan kondisi bajunya berlumuran darah karena aksi yang dilakukan oleh Kenshin.

Ia lalu membawa Tomoe ke tempat persembunyiannya di sebuah penginapan milik kelompok revolusioner Klan Choshu. Esok paginya, Tomoe memutuskan untuk tetap tinggal dan bekerja di penginapan tersebut. Lambat laun hubungan diantara keduanya semakin terikat satu sama lain.

Tomoe pun pernah meminta Kenshin untuk tidak melakukan pembunuhan lagi, namun Katsura memintanya agar supaya tidak menghentikan Kenshin dari perannya sebagai Battosai dalam menyongsong era Meiji.

Pada malam selanjutnya, pertemuan rahasia antara kelompok Ronin (samurai tak bertuan) dan Klan Choshu di penginapan Ikedaya diketahui oleh pasukan elit Shinsengumi.

Dua Kapten dari unit Shinsengumi, Haijme Saito, dan Okita Soji beserta seluruh anak buahnya datang ke tempat tersebut untuk menangkap Katsura Kogoro bersama dengan seluruh Klan Choshu

Kenshin yang mengetahui hal itu lalu bergegas ke sana untuk menyelamatkan Klan Choshu dan Katsura. Shinsengumi sendiri tidak bisa menemukan Katsura yang ternyata telah melarikan diri sebelumnya. Kenshin kemudian bertemu dengan Okita Soji, dan melakukan pertempuran secara singkat dengannya.

Pertarungan keduanya dihentikan oleh Saito bersama pasukannya, dan Klan Choshu yang datang guna membawa Kenshin pergi.

Shinsengumi kemudian melacak keberadaan Klan Choshu, dan Kenshin di penginapan tempat persembunyian mereka. Tetapi, Kenshin dan Tomoe berhasil melarikan diri dengan yang lainnya.

Di sebuah tempat yang kumuh, Kenshin menemui Katsura, dan pemimpin Klan Choshu tersebut menyuruh Kenshin serta Tomoe untuk bersembunyi di desa terpencil di luar Kyoto. Katsura pun meminta Tomoe untuk menjaga Himura dan berpura-pura menjadi suami istri agar mereka tidak dicurigai.

Di desa itu, Kenshin menjalani kehidupan yang tenang, namun dirinya masih belum menyadari jika ada pengkhianat di dalam tubuh Klan Choshu yang berusaha membunuh nyawanya.

Eksploratif dalam Mengisahkan Masa Lalu Kenshin

Eksploratif dalam Mengisahkan Masa Lalu Kenshin

Selama lebih dari dua jam, Rurouni Kenshin: The Beginning cukup baik dalam merinci masa lalu Kenshin Himura sebagai seorang Hitokiri Battosai. Kisah Kenshin di film ini memang sangat terikat dengan Tomoe (Kasumi Arimura) serta perjalanan hidupnya menjadi sang Battosai.

Karena film prekuel ini dirilis terakhir, The Beginning mampu meletakkan dasar bagi cerita perjalanan Kenshin untuk keseluruhan seri.

Oleh karena itu, alur cerita dalam The Beginning mempunyai momentum yang penting untuk terhubung langsung dengan film-film sebelumnya. Film ini merupakan bentuk refleksi dari perjalanan kelam Kenshin sebelum ia berubah menjadi samurai yang tenang di film Rurouni Kenshin pertama pada tahun 2012 lalu.

The Beginning dan keempat film live-action Rurouni Kenshin lainnya bisa dibilang adalah contoh adaptasi anime terbaik yang pernah dibuat untuk saat ini.

Selama 10 tahun terakhir ini, seri Rurouni Kenshin mendapatkan pujian yang baik karena pendekatan visual sinematografinya yang solid, serta koreografi pertarungan adu pedang yang sangat fantastis.

Di film ini, Kenshin Himura terjun ke dalam tragedi politik penuh darah dengan bekerja sebagai seorang samurai pembunuh untuk Klan Choshu, sekelompok revolusioner Anti-Shogun yang ingin membawa peradaban modern untuk Jepang lewat Restorasi Meiji.

Di bagian awal, kita bakal melihat urutan adegan brutal penuh pembunuhan yang merepresentasikan Kenshin sebagai seorang Battosai yang ditakuti.

Ia muncul dengan pakaian hitam di sebagian besar film ini, dan simbol warna kostum tersebut benar-benar memperlihatkan kondisi psikologi Kenshin yang begitu kelam.

Karakter Kenshin Himura dalam The Beginning kembali dimainkan oleh Takeru Satoh, dan penampilannya kali ini lebih gelap jika dibandingkan dengan keempat film sebelumnya.

Seiring dengan hubungannya dengan Tomoe (Kasumi Arimura), Kenshin mengalami transformasi yang signifikan menuju bagian akhir film, dimana ia menggunakan pakaian putih yang mewakili penebusannya sebagai seorang Battosai.

Di sisi lain, Karakter yang dimainkan oleh Arimura sebagai Tomoe yang dingn, namun lembut adalah salah satu titik balik berubahnya Kenshin menjadi seorang yang lebih tenang.

Terasa Dingin dan Kelam

Terasa Dingin dan Kelam

Saat ini Takeru Satoh harus diakui menjadi aktor ikonik yang mampu memainkan karakter Kenshin Himura dengan sangat solid. Perannya sebagai Kenshin begitu berkembang dalam film The Beginning ini.

Dirinya mampu mempertahankan karakteristik Battosai selama satu dekade lamanya hingga masih tetap melekat saat berada di depan kamera. Seperti yang sudah dibicarakan di atas, sosok Kenshin dalam The Beginning memang lebih kelam dari film sebelumnya.

Saat dia menggunakan pedang samurainya, Kenshin seolah menjelma seperti sesosok “iblis” yang berkeliaran membunuh di sudut-sudut jalan Kyoto. Tetapi di lain sisi, watak pembunuhnya kemudian melunak ke dalam kehidupan rumah tangga dengan Tomoe.

Ikatan yang dibangun oleh Satoh, dan Arimura disampaikan melalui tatapan dan bahasa tubuh mereka yang sangat melekat.

Kenshin dan Tomoe digambarkan seperti pasangan yang bertolak belakang dalam bagaimana cinta dan benci adalah dua sisi dari mata uang yang sama, dimana kehidupan Kenshin dikonsumsi hanya oleh kematian, dan Tomoe lebih banyak meratapi cinta yang hilang melalui keinginan obsesif untuk membalas dendam.

Sebagai dua jiwa yang hancur, keduanya berada dalam kontradiksi karena harus hidup satu sama lain sebagai pasangan suami istri. Tomoe melihat Kenshin dengan dingin, namun dalam hatinya penuh dendam karena dialah orang yang membunuh calon suaminya.

Tetapi, kedekatannya dengan Kenshin justru menciptakan cinta baru, dan hatinya pun tertuju kepada Kenshin sebagai sosok pelampiasan balas dendamnya.

Penutup yang Memuaskan

Penutup yang Memuaskan  

Kisah Kenshin Himura dalam film live-action akhirnya ditutup dengan cara yang epik. The Beginning membawa kita untuk mengikuti secara intim perjalanan Kenshin saat masih menjadi seorang Battosai yang kerap menciptakan “hujan darah” di Kyoto.

Selama satu dekade lamanya, proyek Rurouni Kenshin selesai dengan memuaskan, dan membawa kita untuk kembali menonton film pertamanya di tahun 2012 lalu.

The Beginning masih tetap solid, dan tangguh untuk urusan urutan adegan adu pedangnya. Intensitas film ini cukup memukau dalam memberikan sajian aksi tersebut.

Para pemain yang terlibat pun tampil baik, meski ada yang bilang akting Arimura sebagai Tomoe terlihat datar-datar saja, tetapi hal teknis seperti itu tidak membuat film ini terlihat buruk.

Secara singkatnya, The Beginning adalah penutup sekaligus bagian awal dalam perjalanan kelam Kenshin Himura di era Bakumatsu hingga di masa Meiji.

Film ini menjadi salah satu adaptasi anime terbaik yang pernah diproduksi. Semuanya diadaptasi secara pas, tidak terlalu komikal, sehingga akhirnya menjadi film yang memuaskan untuk ditonton.

Rurouni Kenshin: The Beginning
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram