bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Resident Evil: Degeneration (2008)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 25 Juni 2021

Film ini adalah seri animasi CGI pertama dalam franchise Resident Evil milik Capcom. Resident Evil: Degeneration sendiri dibuat oleh Capcom, yang bekerjasama dengan Sony Pictures Entertainment Jepang sebagai distributor filmnya. Film animasi dari game survival horor populer ini tayang perdana di Tokyo Game Show pada tahun 2008, dan rilis secara teatrikal di tanggal 17 Oktober 2008.

Resident Evil: Degeneration tentunya memiliki perbedaan dengan franchise live-action Resident Evil, yang digarap oleh sutradara Paul W. S. Anderson. Film animasi ini masih berada dalam semesta yang sama dengan serial video game aslinya, dan alur ceritanya pun saling berkaitan satu sama lain. Film ini juga menghadirkan karakter utama di game Resident Evil 2, yakni Leon S. Kennedy dan Claire Redfield.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2008
  • Genre: Animation, Horror, Action
  • Rumah Produksi: Digital Frontier
  • Sutradara: Makoto Kamiya
  • Pengisi Suara : Paul Mercier, Alyson Court, Laura Bailey, Roger Craig Smith

Pada tahun 2005, wabah serangan T- Virus, yang bisa merubah manusia menjadi zombie, menyerang Bandara Harvardville di Amerika Serikat. Di bandara tersebut, seorang aktivis dari organisasi TerraSave, Claire Redfield, serta gadis kecil bernama Rani terjebak bersama dengan Senator Ron Davis diantara kekacauan yang sedang terjadi.

Mereka selanjutnya bersembunyi di ruangan VIP Bandara Harvardville untuk menghindari serangan zombie. Pada malam harinya, bandara telah dikunci oleh Tim Respon Khusus (SRT) dan Angkatan Darat Amerika Serikat sekaligus membantu untuk mengevakuasi orang-orang yang masih selamat.

Dua petugas dari SRT, Angela Miller dan Greg Glenn, bergabung dengan agen federal, Leon S. Kennedy, untuk menyelamatkan Claire dan yang lainnya. Claire, Rani, dan Senator Ron Davis akhirnya bisa diselamatkan, namun mereka terpaksa meninggalkan Greg yang terinfeksi menjadi zombie.

Deretan truk dari perusahaan farmasi WilPharma lalu tiba di Bandara Harvardville untuk memberikan vaksin T-virus yang mereka buat. Akan tetapi, semua truk yang sudah tiba meledak secara misterius.  Leon kemudian mengungkapkan kepada Claire, dan Angela bahwa seorang teroris mengancam akan melepaskan T-virus di seluruh wilayah Amerika.

Claire kemudian menemani Kepala Peneliti dari WilPharma, Frederic Downing, ke fasilitas penelitian mereka. Di tempat tersebut, Downing mengungkapkan rencananya kepada Claire bahwa ia sedang membuat vaksin G-Virus berikutnya. Claire marah akan rencana itu karena akan menimbulkan bahaya besar seperti yang pernah ia alami bersama dengan Leon di Raccoon City pada tahun1998 lalu.

Downing yang bersikeras dengan rencananya itu meninggalkan Claire di kantornya seorang diri. Claire lalu memberi tahu Leon tentang apa yang direncanakan oleh Downing. Keduanya akhirnya mengetahui jika nama teroris tersebut adalah Curtis Miller, kakak dari Angela Miller sekaligus mantan ilmuwan dari WilPharma.

Fasilitas WilPharma lalu mengeluarkan bunyi peringatan jika ada bom waktu yang telah diaktifkan. Claire secara singkat melihat sesosok pria bernama Curtis berada di gedung WilPharma untuk mempersiapkan bom. Sementara itu, Leon dan Angela tiba tepat waktu di sana, dan bertemu dengan Claire. Di sisi lain, Angela menemukan Curtis, yang kini berubah menjadi monster setelah menyuntikan dirinya dengan G-Virus.

Alur Cerita Mudah Ditebak

Resident Evil: Degeneration mengambil latar waktu diantara peristiwa game Resident Evil 4 dan Resident Evil 5. Film animasi ini kembali menghadirkan duet ikonik Leon S. Kennedy, dan Claire Redfield, setelah bertahun-tahun selamat dari peristiwa mengerikan di Raccoon City tahun 1998. Di film ini, keduanya bertemu dalam kondisi yang jauh lebih berpengalaman dibandingkan dengan pertemuan pertama mereka pada tahun itu.

Kedua karakter tersebut lalu diperankan oleh Paul Mercier dan Alyson Court sebagai pengisi suaranya. Mercier juga sebelumnya adalah pengisi suara Leon di game Resident Evil 4, dan di film ini ia kembali mampu mengeluarkan karakter vokalnya yang khas, dan sangat cocok untuk diterapkan ke dalam sosok Leon S. Kennedy.

Film ini sebenarnya mempunyai plot yang cukup menarik, dimana Leon kini menjadi agen federal Amerika Serikat setelah pengalamannya sebagai polisi di Kota Raccoon saat wabah T-Virus merebak, sedangkan Claire bergabung di organisasi kemanusian bernama TerraSave. Keduanya lalu harus bernostalgia kembali untuk mengungkapkan zombie outbreak yang melanda Bandara Harvardville.

Meski terdengar sangat menarik untuk diikuti jalan ceritanya, namun plotnya sendiri relatif dapat diprediksi dengan mudah, terutama jika kalian penggemar setia franchise game Resident Evil. Resident Evil: Degeneration pun lebih cenderung menjadi film animasi bergaya action-horror, berbeda dengan seri klasik Resident Evil, yang sedari awal mengusung tema survival horror dengan atmosfer menyeramkan.

Selama 1 jam 37 menit, film animasi ini sangat menghibur, walaupun alurnya melambat, dan cenderung mondar-mandir saat berada di babak pertengahan film. Tapi setidaknya, aksi pertarungan yang terjadi diantara Leon saat melawan Curtis, yang telah menjadi monster Tyrant, adalah salah satu adegan paling berkesan selama Resident Evil: Degeneration berjalan.

Visual CGI yang Terlalu Kaku

Skor asli atau musik orisinal untuk film animasi ini disusun oleh Tetsuya Takahashi. Walaupun bukan sesuatu yang istimewa, namun setidaknya latar belakang musik yang disajikan seolah membawa kita seakan sedang memainkan video game Resident Evil itu sendiri. Skor musik dalam film Resident Evil: Degeneration juga menjadi penambah keseruan ketika kita menikmati keseluruhan jalan ceritanya.

Di bagian yang lain, Resident Evil: Degeneration memiliki kualitas animasi CGI yang tidak terlalu buruk untuk dilihat. Namun entah kenapa, ada beberapa gerakan karakter dan ekspresi wajah yang terlihat sangat kaku, khususnya Leon yang kurang ekspresif sama sekali. Saat pertama kali ia muncul, Leon seperti robot mulai dari gerakan, dan mimik mukanya. Semuanya terlihat aneh, dan sangat kurang menarik sama sekali.

Resident Evil: Degeneration sepertinya berusaha menampilkan visual CGI utuh, yang bertujuan untuk memperlihatkan kesan yang lebih realitstis. Sebagai sebuah konsep animasi hal itu adalah langkah yang bagus, namun ada beberapa eksekusinya yang kurang mulus, dan tak jarang malah menyajikan beragam ekspresi yang tidak bagus dan kaku.

Jika dibandingkan dengan film animasi Final Fantasy: The Spirits Within (2001), dan Final Fantasy VII: Advent Children (2005), Resident Evil: Degeneration masih belum sehebat dari kedua film tersebut untuk masalah visual animasinya. Tapi apapun itu, film ini tetaplah menarik dengan premis ceritanya, dan kita bisa melihat lebih jauh lagi perjalanan Leon dan Claire sebagai salah satu karakter ikonik dalam semeseta Resident Evil.

Franchise Resident Evil Semakin Luas

Bagi para veteran game Resident Evil, mungkin sudah menyadari jika enam film live-action Resident Evil, yang digarap oleh Paul W. S. Anderson, telah melenceng dari cerita originalnya. Reaksi negatif dari para penggemar pun memang cukup beragam menanggapi film adaptasi itu, meski tidak bisa dipungkiri keseluruhan film live-action tersebut tetap mendapatkan pendapatan box office yang lumayan tinggi.

Hadirnya Resident Evil: Degeneration di tahun 2008 silam ini, sedikit membuat para penggemar lebih lega karena mendapatkan fitur adaptasi, yang jauh lebih membumi dan berada dalam semesta utama game Resident Evil. Walaupun visual animasi film ini masih belum sempurna, namun apa yang disajikan oleh Capcom, dan Sony Jepang bisa menghibur para penggemar, yang kecewa dengan film live-action Resident Evil sebelumnya.

Resident Evil: Degeneration dirasa bukan hanya sebagai film pelipur lara bagi para penggemarnya. Film ini telah membuka dunia baru Resident Evil, yang bisa dinikmati lewat cara lain, tanpa harus memainkan gamenya. Franchise Resident Evil memang telah berkembang dari tahun ke tahun, dan membuat projek film animasi seperti ini adalah langkah yang dirasa sangat tepat.

Selain sebagai fitur film animasi, Resident Evil: Degeneration dan dua sekuel selanjutnya pun menjadi jembatan cerita untuk menghubungkan kepada game Resident Evil terbaru, yang nantinya akan dirilis oleh Capcom. Saat ini, semesta Resident Evil semakin luas, dan ceritanya juga berkembang tidak hanya menceritakan wabah zombie dan makhluk-makhluk eksperimen saja, namun ada konspirasi politik, hingga kelompok perkumpulan rahasia.

Lalu, Resident Evil: Degeneration adalah film animasi yang wajib masuk dalam daftar tontonan, bagi kalian yang ingin mengikuti semesta Resident Evil secara keseluruhan. Lewat film ini, kalian setidaknya bisa terhubung dengan game Resident Evil 4, dan 5, serta dua film animasi selanjutnya yakni, Resident Evil: Damnation, dan Vendetta.

Resident Evil: Degeneration
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram