bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Resident Evil: Damnation (2012)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 25 Juni 2021

Film animasi ini merupakan sekuel dari Resident Evil: Degeneration (2008), sekaligus menjadi prekuel untuk menuju video game Resident Evil 6. Resident Evil: Damnation tayang secara perdana di Shinjuku, Tokyo, pada tanggal 27 Oktober 2012. Film ini tetap menghadirkan Leon S. Kennedy sebagai protagonis utamanya, dan juga menampilkan karakter ikonik lainnya di game Resident Evil 2, yakni Ada Wong.

Berbeda dengan Resident Evil: Degeneration, film animasi CGI ini mendapatkan respon yang cukup positif. Situs IGN memberikan nilai 7.8/10, dan memberi label sebagai “film Resident Evil terbaik saat ini." Sementara itu, majalah fiksi ilmiah dari Inggris, Starburst, mengeluarkan skor 7/10 untuk keseluruhan film Resident Evil: Degeneration ini.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Animation, Horror, Action
  • Rumah Produksi: Digital Frontier
  • Sutradara: Makoto Kamiya
  • Pengisi Suara: Matthew Mercer, Dave Wittenberg, Wendee Lee, Courtenay Taylor

Agen Federal Amerika Serikat, Leon S. Kennedy, menyelinap ke Republik Slavia Timur untuk menyelidiki penggunaan senjata Bio-Organik (BOW) dalam  perang saudara negara yang terjadi di negara tersebut. Pada malam harinya, Field Operations Support untuk Leon, Ingrid Hunnigan, memberitahu kepadanya jika ia harus pergi dari Slavia Timur karena Pemerintah Amerika telah menarik semua pasukannya.

Karena masih bertekad ingin menghentikan penggunaan BOW, Leon mengabaikan perintah tersebut, dan bergegas pergi mencari kontak seorang pria berinisial Scarecrow. Leon lalu menemukannya di sebuah lahan pakir basement dengan kondisi tewas yang mengenaskan oleh monster Licker. Monster itu juga kemudian menyerang Leon secara ganas, dan sebuah ledakan pun terjadi di lahan parkir.

Leon selanjutnya terbangun, dan ia diikat ke kursi oleh para pejuang pemberontak, yang terdiri dari JD, Alexander Kozachenko alias Buddy, dan Ivan Judanovich yang usianya lebih tua. Sementara itu, Presiden Republik Slavia Timur, Svetlana Belikova, bertemu dengan Ada Wong, yang melakukan penyamaran sebagai agen Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA).

Para pasukan tentara kemudian menyerbu tempat persembunyian kelompok pemberontak. Leon mencoba memperingatkan kepada mereka bahwa Ivan telah terinfeksi parasit Las Plagas, yang bisa membuat manusia menjadi makhluk bernama Ganados. Ivan lalu menyuruh Buddy untuk membunuhnya, karena takut kondisinya yang buruk akan menjadi beban perjuangan kelompok pemberontak

Baku tembak antara pasukan tentara dan kelompok pemberontak pun terjadi. Di kondisi seperti itu, Leon berusaha melarikan diri, namun bertemu dengan JD untuk membantunya dalam membunuh salah satu orang yang telah terinfeksi Las Plagas. Leon mencurigai para pemberontak memiliki parasit tersebut untuk digunakannya dalam tujuan tertentu.

JD lalu membawa Leon ke sebuah gereja, dimana mereka berkumpul kembali dengan pemberontak yang tersisa. Di gereja, JD sedikit menceritakan latar belakang Buddy kepadanya, dan ia meminta bantuan Leon untuk menghentikan temannya itu, yang sekarang bertindak semakin anarkis, dan penuh kebencian.

Saat melakukan investigasi lebih dalam lagi, Leon bertemu kembali dengan Ada Wong. Dia mengatakan kepada Leon bahwa tujuan utamanya di Slavia Timur adalah mengambil sampel Las Plagas, yang dimiliki oleh Presiden Svetlana Belikova. Ada Wong kemudian bergegas pergi untuk melanjutkan misinya, dan memperingatkan kepada Leon juga bahwa Republik Slavia Timur akan segera dibumi hanguskan.

Aspek Visual CGI Lebih Meningkat

Jika dibandingkan dengan Resident Evil: Degeneration, yang rilis tahun 2008 lalu, film animasi Resident Evil: Damnation ini jauh lebih baik dalam hal visual CGI yang ditampilkannya. Semua ekspresi, dan gerakan para karakternya tidak terlihat kaku, dan lebih dinamis sehingga visualnya sangat nyaman untuk dinikmati serta tidak mengganggu mata.

Damnation nampaknya telah belajar banyak dari segala kekurangan animasi yang ditampilkan dalam film sebelumnya. Berkat hal tersebut, film animasi ini sangat memuaskan dalam aspek visual CGI-nya. Banyak sekali adegan action yang cukup intens disajikan dalam Damnation ini, dan semuanya terlihat mulus, lebih menjanjikan, dan cukup menegangkan di beberapa adegannya.

Visual dari film ini pun semakin spesial karena ditunjang oleh konflik cerita yang cukup menarik. Dalam Resident Evil: Damnation, kita akan melihat perpaduan diantara action horror dengan konspirasi politik lewat Civil War, yang melanda Republik Slavia Timur. Kondisi perang semakin rumit karena mereka menggunakan senjata Biologis, yang terdiri dari monster-monster eksperimen sebagai alat perang.

Pendekatan cerita di film ini pun terbilang segar, khususnya untuk konflik Civil War menggunakan senjata Biologis di Slavia Timur. Resident Evil: Damnation sendiri memang menjadi penghubung cerita untuk game Resident Evil 6, maka tak heran saat memainkan campaign Chris Redfield di game tersebut, kita bakal menemui konflik yang sama, yakni Perang Saudara di sebuah negara fiksi di Eropa Timur bernama Edonia.

Resident Evil: Damnation juga kembali memunculkan salah satu karakter monster yang cukup mengganggu saat bermain game Resident Evil 2, yakni Licker dan Tyrant. Selain itu, film animasi ini menjadi tontonan yang jauh lebih brutal, karena tak jarang ada adegan yang cukup eksklusif memperlihatkan bagian tubuh terpotong, dan darah merah bercucuran secara jelas.

Baca juga: Sinopsis & Review Resident Evil, Petualangan Melawan T-Virus

Penuh Aksi Tanpa Basa-Basi

Resident Evil: Damnation tidak terlalu bertele-tele dalam penyajian jalan ceritanya. Di bagian pembuka saja, kita sedikit mendapatkan insight tentang apa yang terjadi di Slavia Timur, mulai dari latar belakang negaranya, dan kenapa Civil War bisa menyebar begitu cepat di negara tersebut.

Setelah babak pengenalan itu, kita langsung mengikuti perjalanan Leon untuk mengungkap penggunaan senjata biologis (BOW) dalam Perang Saudara di negara tersebut. Kita selanjutnya berkenalan dengan Buddy, salah seorang anggota kelompok pemberontak yang mampu mengendalikan Licker sebagai senjata perangnya.

Di film ini, tidak terlalu banyak sosok zombie yang mesti dihadapi oleh Leon, sebagai gantinya, ia mesti melawan para Licker yang dikendalikan oleh Buddy tersebut. Lalu, ada juga sosok monster Tyrant, yang menjadi ancaman sesungguhnya bagi Leon. Tyrant pun muncul sangat sangar, dan seolah mengingatkan kita pada sosok Mr. X, yang selalu mengejar-ngejar Leon maupun Claire dalam Resident Evil 2 Remake.

Pendekatan action dalam Damnation memang disajikan secara intens, berkala dari menit awal hingga menuju film selesai. Di beberapa bagian juga, adegan tersebut sedikit melambat untuk menurunkan tensi ketegangan yang telah dibangun sebelumnya. Sekuens berikutnya kemudian beralih ke adegan tembak-menembak yang seru dengan elemen action horror yang cukup kentara.

Film animasi ini tidak hanya menyajikan adegan tembak-menembak saja, ada juga bagian pertarungan yang sangat menawan diantara Ada Wong melawan Presiden Svetlana Belikova. Presiden Slavia Timur tersebut adalah sosok dibalik terjadinya Civil War yang melanda negaranya. Tanpa disangka juga, ia ternyata sangat piawai bela diri, dan menjadi lawan tangguh yang mesti dihadapi oleh Ada serta Leon.

Salah Satu Adaptasi Resident Evil yang Cukup Memuaskan

Karena film ini langsung tancap gas, dan tanpa basa-basi dalam cara penceritaannya, ada beberapa aspek yang kurang digali secara baik. Akibat hal itu, kemungkinannya bagi para penonton awam, yang tidak mengikuti keseluruhan franchise game Resident Evil, dirasa akan sedikit kesulitan mengikuti beberapa istilah hingga momentum yang dimunculkan di film ini.

Resident Evil: Damnation memberikan referensi ke dalam dunia game-nya mulai dari terminologi parasit Las Plagas (Resident Evil 4), pasukan militer Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA) di Resident Evil 5, istilah Bio-Organic Weapon (BOW), hingga hubungan rumit Leon dan Ada Wong, yang  mulai terjadi sejak di game Resident Evil 2.

Meskipun begitu, film animasi ini masih bisa dinikmati oleh siapa saja, baik penggemar Resident Evil maupun yang bukan. Toh, Resident Evil: Damnation juga bukanlah sebuah film yang rumit, dan sulit dimengerti. Film ini sangatlah menyenangkan lewat semua intensitas action horror, dan konspirasi politik yang disajikannya.

Pada akhirnya, Resident Evil: Damnation adalah sebuah sekuel yang memuaskan dari film sebelumnya. Film animasi ini juga setidaknya mampu memberikan jawaban bahwa film yang diadaptasi dari sebuah franchise video game populer tidak selamanya berakhir buruk, dan mengecewakan.

Resident Evil: Damnation
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram