bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Resident Evil: Apocalypse (2004)

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 11 September 2021

Sejak tahun 90-an, berbagai rumah produksi film berlomba mengangkat cerita unik berdasarkan video game. Salah satu yang sukses membuahkan franchise film dari video game adalah Resident Evil. Game ini sudah menelurkan 6 buah film sejak tahun 2002 dan berakhir di tahun 2016.

Premisnya pun kurang lebih sama dengan gamenya, menceritakan zombie apocalypse di Kota Raccoon. Salah satu hal yang menarik dari film sebelumnya, Resident Evil: Apocalypse ini memiliki latar belakang cerita hingga segi tata rias yang diusung hampir akurat seperti pada game-nya. Untuk. Lebih lengkapnya, cek sinopsis dan ulasannya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal Rilis: 10 September 2004 (USA)
  • Pemain: Milla Jovovich, Sienna Guillory, Jared Harris, Oded Fehr
  • Genre: Action, Horror, Sci-Fi
  • Sutradara: Alexander Witt
  • Penulis: Paul W. S. Anderson
  • Produser: Paul W. S. Anderson, Jeremy Bolt, Don Carmody

Sebelumnya di Resident Evil: Genesis, diceritakan jika Alice, wanita amnesia yang harus bersama dengan tim Umbrella Corps menyelidiki fasilitas ruang bawah tanah yang ternyata merupakan sarang zombie akibat tersebarnya T-virus. Kini Alice terbangun di Kota Raccoon dalam kondisi sudah hancur akibat dari zombie apocalypse.

Semuanya berawal dari pihak Umbrella Corps – di bawah kepemimpinan Jendral Cain yang membuka kembali akses The Hive yang sempat ditutup akibat lepasnya T-virus dan mengontaminasi area tersebut. Namun siapa sangka jika ternyata T-virus sudah menjangkiti seluruh isi The Hive dan berkeliaran menginfeksi seisi Kota Raccoon.

Karena kejadian tersebut, beberapa orang penting Umbrella Corps pun diungsikan, termasuk juga Charles Ashford beserta putrinya – Angie Ashford. Sayangnya, saat Angie harus diungsikan oleh pihak Umbrella, mobil yang membawanya mengalami kecelakaan. Angie yang selamat pun akhirnya harus menyelamatkan diri dengan bersembunyi di sekolahnya.

Kondisi kota sudah terporak-porandakan oleh zombie, Alice bersama Jendral Cain kembali ke Kota Raccoon. Saat malam menjelang, seluruh penduduk berupaya untuk meninggalkan kota, sayangnya beberapa rombongan orang sudah terinfeksi dan Jenderal Cain memutuskan untuk menutup seluruh akses kota.

Di kejadian yang sama, Jill Valentine bersama dengan Sersan Peyton pun bertemu reporter – Terri Morales, di mana mereka pun mengungsi sementara di Gereja kota. Ketiganya pun bertemu beberapa monster yang disebut dengan Licker Beta, yang pada akhirnya pun dihabisi oleh Alice yang mengunjungi gereja tersebut.

Pertempuran dengan zombie dan monster belum usai, L.J yang sama-sama sedang mencoba untuk bertahan hidup bertemu dengan anggota S.T.A.R.S. Jenderal Cain pun terlihat sedang mencoba mengaktifkan proyek miliknya yang lain, Nemesis – yang sebelumnya adalah Matt Addison. Setelah Nemesis aktif, monster ini menghabisi anggota S.TA.R.S kecuali L.J.

Di lain pihak, ada Carlos Oliviera dan Nicholai Ginovaef yang telah ditugasi oleh Charles Ashford untuk mencari dan menyelamatkan anaknya – Angie Ashford. Sementara itu, Alice dan Jill pun ditugasi serupa dengan imbalan dipermudah untuk keluar dari Kota Raccoon sebelum dimusnahkan dengan bom nuklir.

Perjalanan Alice dan Jill tentu tidak mulus, saat berada di jalan menuju tempat pencarian Angie, mereka dihadang dengan Nemesis yang lebih dulu menghabisi Peyton. Di sinilah bumbu romansa muncul – Alice masih menyimpan memori akan Matt Addison saat di prequel, walaupun sudah dalam wujud Nemesis. Saat Alice tempur dengan Nemesis, Jill CS pun melarikan diri.

Sesaat sampai di Sekolah Angie, Jill CS berpapasan dengan Carlos Oliviera dan Nicholai Ginovaef – mereka bertemu untuk misi yang sama, yakni menyelamatkan putri Charles Ashford. Saat berada di sekolah, Angie memang ditemukan, naas Nicholai tewas lebih dulu karena Anjing Mutan dan Nicholai sempat menitah Jill dan Angie segera lari dari tempat tersebut.

Jill dan Angie pun melarikan diri dan mendapati Alice berada di sekolah tersebut dan mereka bertiga berupaya untuk meledakkan sekolah tersebut. Mereka pun bertemu dengan yang lain untuk memulangkan Angie kepada Charles Ashford dan meninggalkan Kota Raccoon. Sesaat di perjalanan, Alice membongkar bahwa wabah ini terjadi karena ulah Umbrella Corps.

Setelah apa yang diungkapkan Alice, ternyata seluruh kekacauan ini semua berawal dari Umbrella Corps – yang menawarkan keamanan mereka semua dari wabah yang terlanjur menghancurkan kota. Apakah mungkin mereka lolos dari Kota Mati ini?

Mengobati Euphoria Penggemar dengan Penampilan Karakter yang Akurat

Mengobati Euphoria Penggemar dengan Penampilan Karakter yang Akurat

Karakter utama dari Resident Evil ini sebenarnya memang karakter Alice sendiri. Saat kemunculan Resident Evil di awal, penggemar game nya mungkin akan bertanya-tanya, siapa karakter-karakter yang muncul ini – termasuk karakter Alice sendiri.

Namun untuk sekuel dari Resident Evil (2002) terbilang cukup mengobati euphoria penggemar. Bisa dibilang, apa jadinya Resident Evil tanpa Jill Valentine dan Carlos Oliviera? Di sinilah pernyataan tersebut diwujudkan, apalagi penampilan kedua karakter ini sangat akurat dengan penampilannya di game.

Walaupun memang, karakter Resident Evil tidak sebatas Jill dan Carlos, franchise ini nampaknya memang menelurkan karakter-karakter gamenya sedikit demi sedikit. Sehingga untuk melihat seluruh karakternya tidak cukup dengan menonton satu filmnya saja.

Nicholai Ginovaef pun sebenarnya adalah karakter yang cukup mencolok di game, sayangnya kemunculannya di film ini terbilang cukup singkat – bahkan totalnya bisa dalam hitungan menit. Belum lagi, kemunculannya bisa dikatakan minor, sehingga karakter inti dari game ini hanya sebagai “pajangan” di film.

Sementara itu, karakter ikonik yang akhirnya ditampilkan di film ini adalah kemunculan Nemesis – tak lain tak bukan adalah karakter yang bisa dikatakan archenemy dari Resident Evil. Akurasi penampilan dari Nemesis di film ini sangat memuaskan, hampir seperti karakter di game dan disulap menjadi wujud nyata.

Akurasi yang diterapkan Paul W. S. Anderson di film ini tidak hanya sebatas kostum setiap aktornya. Anderson pun menerapkan aspek lainnya yang dia ambil dari Resident Evil 2: Nemesis, mulai dari nama lokasi, property, hingga akurasi perspektif kamera yang diterapkan pun sebisa mungkin seperti game tahun 1998 ini.

Alice, Kunci Utama Segala Masalah

Alice, Kunci Utama Segala Masalah

Jika ditinjau lagi, mungkin cerita Resident Evil: Apocalypse ini mengacu pada jalan cerita game lawasnya, Resident Evil: Nemesis. Memang tepat sekali menelurkan karakter Jill Valentine, Carlos Oliviera, dan Nicholai Ginovaef untuk melangkapi alur cerita ini. Namun, sayangnya jika mengharapkan ceritanya akan terasa seperti game, rasanya jauh dari harapan.

Jika di game, sah-sah saja jika mengharapkan Jil dan Carlos menjadi hero di situasi apocalypse seperti ini. Namun sayangnya, di film ini porsi dari karakter ikonik Resident Evil terbilang hanya sebatas pelengkap – bahkan Nicholai pun yang merupakan karakter asli dari franchise game ini hanya sebatas karakter selewat.

Bisa terlihat dari setiap masalah yang muncul di sepanjang cerita, setiap karakter tidak bisa mengurusi masalahnya sendiri jika tidak ada Alice. Maka sayang sekali jika karakter ikonik Resident Evil sendiri hanya untuk melengkapi aksi Alice – bahkan mereka tidak bisa andil dalam pertempuran akbar melawan Nemesis.

Jadi bisa dikatakan karakter Alice ini selain terlalu dominan, karakter Alice ini pun terbilang overpower sehingga menutup karakter lain untuk andil dalam adegan-adegan penting. Apalagi dalam kasus ini, karakter yang disinggung adalah karakter ikonik yang benar-benar ada di dalam game-nya.

Digarap oleh Ahlinya Film Adaptasi dari Game

Digarap oleh Ahlinya Film Adaptasi dari Game

Istimewanya dari franchise film Resident Evil sendiri dikarenakan digarap langsung oleh sutradara yang memang memiliki spesialisasi film adaptasi game dan fiksi ilmiah – Paul W. S. Anderson.

Sebelumnya, Anderson telah sukses menggarap film adaptasi game pertamanya – Mortal Kombat pada tahun 1995. Bahkan kesuksesan dari film adaptasi game pertamanya ini diapresiasi tiada habisnya hingga pada tahun 2011, Warner Bros merilis karakter versi Anderson sebagai skin pack di Mortal Kombat 11.

Kesuksesan Anderson dari Mortal Kombat pun menggiringnya untuk membuat sederet franchise dari Resident Evil. Walaupun di Resident Evil: Apocalypse ini Anderson tidak seratus persen turun dalam proses produksi, namun visi yang ingin dicapai dari film ini benar-benar sesuai dengan visual Anderson – yakni tidak meninggalkan esensi yang ada di game.

Alexander Witt sebagai sutradara dari Resident Evil: Apocalypse sukses menggarap film ini sesuai dengan visi Paul W. S. Anderson dan menyambungkannya dengan visi di film sebelumnya. Selain itu, Resident Evil: Apocalypse ini berhasil memanjakan penggemar dengan menghadirkan karakter ikoniknya ke ‘dunia nyata’.

Bagi penggemar film yang jauh dari dunia game Resident Evil, mungkin film ini akan jauh dari ekspektasi entah segi cerita dan pembagian karakternya. Namun, bagi penggemar Resident Evil – apalagi yang tumbuh besar bersama game tentu dimanjakan secara visual. Jadi, bagaimana? apakah film ini sukses memuaskan hati? Coba share di kolom komentar ya!

Resident Evil: Apocalypse
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram