bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Purple Love, Ketika Pasha Temukan Cinta

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 8 September 2021

Konon obat patah hati adalah kembali jatuh hati. Rumus seperti itu turut disetujui oleh Talita, seorang gadis ceria yang bertugas membuat orang patah hati kembali bahagia. Kebetulan kliennya kali ini adalah seorang pria tampan, pekerja sebuah agen periklanan bernama Pasha. Dia patah hati sebab diputuskan sang kekasih, tepat pada hari pelamaran.

Cerita cinta yang terlihat penuh masalah tersebut bisa Anda tonton dalam sebuah film karya Guntur Soeharjanto berjudul Purple Love. Melibatkan anggota band Ungu yang sempat terkenal beberapa tahun lalu, film ini segar untuk disaksikan. Penasaran? Akan lebih baik jika Anda membaca sinopsis serta review-nya berikut ini lebih dulu. Sudah siap? Silakan lanjutkan membaca ya!

Sinopsis

Sinopsis Purple LoveSumber: vidio.com
Tahun Rilis 2011
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Pasha Enda Onci Makki Rowman Nirina Zubir Qory Sandioriva Kirana Larasati Henidar Amroe

Menjalani hubungan serius dengan Lisa (Qory Sandioriva), Pasha (Pasha Ungu) berniat untuk melamarnya. Dia mengajak sahabat-sahabatnya, Onci, Makki, Enda dan Rowman untuk merencanakan proses lamaran yang tidak terlupakan. Sayang, belum sempat mengutarakan niatnya, Pasha harus menerima bahwa Lisa lebih memilih bersama pria lain dan mengakhiri hubungan dengannya.

Pasha merasa kaget sekaligus sedih sebab rencana indah yang sudah direncanakannya harus berakhir seperti ini. Melihat sahabatnya terpuruk, Makki merasa harus melakukan sesuatu. Dia berinisiatif menghubungi sebuah agensi yang menjual jasa, khusus untuk membuat orang menjadi kembali termotivasi.

Agency yang Makki hubungi adalah usaha milik Talita (Nirina Zubir). Sebagai pengola biro yang memang spesialis menghibur orang, Talita adalah gadis yang cantik dan ceria, sehingga sosoknya sangat bisa diandalkan. Mendapat tawaran dari Makki, tanpa pikir panjang Talita menyanggupi. Tidak ada niat apa pun kecuali profesional, Talita mulai melakukan tugasnya.

Berbagai cara dilakukan Talita untuk kembali menghibur Pasha. Gadis ini memakai cara yang unik agar Pasha dapat kembali menikmati hidup. Cara unik tersebut pun berhasil, walau Pasha belum sepenuhnya sembuh dari patah hati. Merasa tertantang, Talita mulai memikirkan cara lain untuk membantu kliennya. Dia lalu berinisiatif untuk membantu Pasha menemukan sesosok cinta yang baru.

Cinta yang dimaksud tentu saja dari seorang gadis yang siapa tahu bisa membuat Pasha kembali jatuh cinta dan melupakan Lisa. Talita kemudian mengenalkan Pasha pada Shelly (Kirana Larasati). Shelly adalah gadis yang cantik, naïf, romantis dan lucu. Namun, upaya Talita mengenalkan Shelly pada Pasha rupany tidak berjalan sesuai rencana.

Shelly yang diharapkan dapat menjadi kekasih baru Pasha justru tertarik pda Onci. Perasaan Shelly pun ternyata berbalas. Merasa tidak enak terhadap Pasha, keduanya menjalani hubungan secara diam-diam.  Talita mulai kebingungan ketika Shelly menolak untuk dijodohkan dengan Pasha. Dalam keadaan bingung, Talita mulai menyadari bahwa dirinya menyukai Pasha.

Pasha yang tidak tahu bahwa Talita adalah agency yang disewa teman-teman untuk menghiburnya, ternyata juga merasakan perasaan yang sama. Tidak ingin kehilangan lagi, Pasha segera menyatakan perasaannya pada gadis tersebut. Dia lantas melamar Talita. Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Kejutan apa yang menimpa kedua pasangan itu? Apakah cinta Pasha dan Talita bisa terwujud?

Subkonflik Tak Kalah Menggemaskan

Menonton sebuah film, konflik utama selalu menjadi acuan kesuksesan. Apakah seru untuk diikuti atau tidak. Namun, subkonflik yang dihadirkan rupanya juga bisa menjadi nilai tambah tersendiri. Subkonflik yang terbangun dengan baik, bisa membuat jalan cerita utama tambah terasa emosional.

Tidak jarang para penonton justru kerap menunggu subkonflik daripada konflik utamanya. Dalam film ini, hubungan Onci dan Shelly yang ditutup-tutupi menjadi salah satu subkonflik yang dimaksud. Perasaan Shelly yang lebih condong pada Onci membuat Talita bingung. Dalam kebingungan itulah sang karakter utama mulai menyadari perasaannya.

Dalam hal ini, cerita Onci dan Shelly menambah rasa emosional pada jalannya film. Konflik tersebut menjadi penghubung sang karakter utama menuju alur cerita selanjutnya. Jika Shelly diceritakan mau dijodohkan dengan Pasha, mungkin rasanya tidak se-greget itu. Subkonflik ini membuat Purple Love tambah berkesan.

Komedi Romantis yang Segar

Film romantis Indonesia tidak lengkap tanpa bumbu-bumbu yang bisa membuat penonton tertawa. Beruntung dalam Purple Love Anda akan menemukannya. Pengemasan cerita romantis disempurnakan dengan dialog-dialog lucu dari para pemain pendukung. Seperti Enda dan Rowman.

Kedua pemain tersebut tampil sebagai penyeimbang scene serius dan romantis yang dipertontonkan Pasha dan Nirina. Enda dan Rowman ditampilkan sebagai dua orang dengan latar belakang berbeda. Keduanya terdengar lucu dengan logat masing-masing. Enda akan mengocok perut dengan logat Manadonya, sementara Rowman sangat menjiwai peran dengan logat Betawi yang khas. Segar!

Baca juga: Film Musikal Hollywood Terbaik yang Wajib Ditonton

Cerita Ringan dan Manis

Akhir minggu memang waktu yang pas untuk melepas penat. Jika butuh tontonan, Purple Love bisa dijandalkan sebab ceritanya ringan dan manis. Premisnya sederhana, persis seperti FTV, yaitu tentang seorang pria yang patah hati lalu perlahan disembuhkan oleh seorang wanita yang periang.

Konflik dalam film ini sama sekali tidak berat; masalah patah hati yang bisa sembuh oleh kehadiran orang baru, sehingga tidak menguras tenaga dan emosi secara berlebihan. Apalagi pembawaan Nirina Zubir juga sangat pas ketika berakting sebagai Talita yang ceria. Unsur-unsur tersebut membuat film garapan Starvision Plus ini menyenangkan untuk ditonton.

Libatkan Personal Band Ungu

Beberapa tahun lalu, band Ungu menjadi salah satu band ternama di Indonesia. Albumnya sukses terjual dalam jutaan kopi. Lagu-lagu mereka menjadi hits yang disukai oleh banyak penikmat musik di negeri ini. Ketenaran mereka kemudian menginspirasi pihak produksi untuk menggandeng mereka dalam sebuah proyek film. Maka, jadilah Purple Love tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

Para anggota band yang dekat dan ahli bermusik, dituntut untuk berakting. Bagaimana mereka memerankan nama sendiri tapi dengan karakter berbeda tampak sebagai tantangan. Pasha dan kawan-kawan seperti ingin membuktikan bahwa kemampuan mereka dalam berakting juga bisa diperhitungkan.

Menariknya, dalam film ini mereka benar-benar berperan sebagai orang lain, maksudnya tidak sebagai personal band yang ceritanya dielu-elukan penggemar. Dalam Purple Love mereka digambarkan sebagai pekerja di sebuah agen periklanan. Ketika salah satu personli patah hati dan tidak semangat menjalani hidup, mereka kekurangan tenaga untuk produktif dan kegiatan menjadi terganggu.

Hal tersebut lah yang melatari Makki berinisiatif menggunakan jasa dari Talita. Plot semacam ini terlihat sepele, tapi cukup untuk menghubungkan cerita sehingga tidak terjadi plot hole yang mengganggu. Secara keseluruhan, akting para personil ungu di film ini tidak kalah oke dibandingkan dengan aktor yang sudah biasa bermain lakon. Mereka berhasil mengikuti arahan sutradara dan mengekspresikannya hingga film pun berjalan seru.

Cinta Bisa Datang Tanpa Diduga

Tema cinta yang diangkat dalam sebuah film selalu laris manis di pasaran. Pasalnya, ia adalah sesuatu yang semua orang pernah rasakan sehingga mudah bagi penonton untuk merasa related dengan cerita tersebut. Lalu, bagaimana cerita cinta dalam Purple Love? Apakah semua orang pernah merasakan jadi Talita?

Dalam beberapa kali, tanpa disadari Anda mungkin pernah menjadi Talita; menghibur orang lain yang patah hati kemudian malah jatuh cinta pada orang tersebut. Bedanya mungkin Talita lebih beruntung saja sebab perasaannya berbalas, atau Anda juga seberuntung Talita?

Perjalanan Pasha dan Talita dalam Purple Love menyenangkan untuk diikuti. Manisnya menemukan cinta setelah berhasil melalui masalah  akan membuat Anda terkenang pada seseorang dan senyum-senyum sendiri. tidak percaya? Saksikan saja sendiri. Film ini sudah bisa kembali dinikmati di Netflix mulai 15 Oktober 2020 lalu. Selamat menyaksikan!

No review box found! Insert a valid box ID.

Purple Love
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram