Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Netflix Phantom Thread

Sinopsis dan Review Film Netflix Phantom Thread

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

London era 1950an, Reynolds Woodcock adalah seorang fashion designer terkenal yang hidup dalam kemewahan dan kepopulerannya. Tiba-tiba hidupnya berubah dengan hadirnya Alma, seorang wanita muda yang memiliki kemauan yang keras. Sejak itu, Alma menjadi inspirasi dan cinta bagi Reynolds. Drama romantis dengan latar belakang sejarah yang detail ini menjadi film perpisahan bagi Daniel Day-Lewis.

Phantom Thread [2017] menjadi film kolaborasi kedua bagi sutradara Paul Thomas Anderson dengan Daniel Day-Lewis serta musisi Jonny Greenwood dari band Radiohead sebagai penggubah musiknya. Tentu saja, jika sutradara dan aktor kelas Oscar bertemu, aroma panggung Academy Awards langsung terlihat jelas, dan ini dibuktikan dengan menjadi nominator di beberapa kategori utamanya.

Sinopsis

Phantom Thread

  • Tahun: 2017
  • Genre: Drama / Romance
  • Produksi: JoAnne Sellar Productions, Ghoulardi Film Company
  • Sutradara: Paul Thomas Anderson
  • Pemeran: Daniel Day-Lewis, Vicky Krieps, Lesley Manville

London di tahun 1954 adalah tahun terbaik bagi fashion designer terkenal di zamannya, Reynolds Woodcock. Sudah banyak gaun pengantin, atau gaun lain karyanya yang dipakai oleh kalangan atas dari warga negara kekuasaan Ratu Elizabeth II itu. Cyril, adiknya, mengelola semua urusan hariannya sehingga dia bisa fokus dalam mendesain dan mengerjakan gaun rancangannya.

Dalam sebuah liburannya ke pedesaan, Reynolds bertemu Alma, seorang waitress di café kecil di desa itu. Reynolds pun kemudian membawa Alma ke kota dan menjadikannya model, inspirasi, dan cintanya. Meski Cyril awalnya tidak menyukainya, tapi Alma bisa membuktikan dirinya dengan keteguhan dan kedisiplinan sikapnya.

Reynolds memiliki beberapa kebiasaan dan rutinitas yang bisa menentukan mood-nya untuk hari itu, apakah baik atau buruk, dan hal ini tidak bisa diterima oleh Alma yang ingin mencintai Reynolds dengan caranya. Bahkan, romantic dinner yang disiapkan Alma, mengundang amarah Reynolds yang tidak biasa dengan kejutan yang mengganggu rutinitasnya.

Dalam kerapuhan hati Alma, dia tetap ingin membuat Reynolds mencintainya dengan caranya. Alma membuatkan teh dengan campuran jamur yang beracun untuk Reynolds dan membuatnya sakit setelah meminumnya. Alma dengan telaten merawat Reynolds hingga dia sembuh dan membuat Reynolds mengajukan lamaran untuk menikahinya.

Tetapi memang susah sekali untuk mengubah tabiat, apalagi sudah berusia dewasa seperti Reynolds. Setelah menikah, pada awalnya Reynolds memaklumi kebiasaan Alma yang tidak sesuai dengannya, tetapi lama kelamaan, emosi yang sudah berusaha dikontrol dengan baik olehnya meledak juga, dan menyakiti hati Alma kembali.

Karena sudah sangat cinta, Alma tetap menyayangi Reynolds, dan sekali lagi mencampur jamur beracun ke dalam masakannya dengan maksud supaya Reynolds sakit lagi dan Alma bisa merawatnya dengan harapan Reynolds bisa bergantung kepadanya kembali dan membutuhkannya. Tetapi apakah kali ini “permainan racun” ini akan kembali efektif untuk menundukkan Reynolds?

Film Perpisahan Daniel Day-Lewis

Film Perpisahan Daniel Day-Lewis

Daniel Day-Lewis adalah aktor watak senior yang memiliki banyak film berkualitas yang menggambarkan kehandalan performa aktingnya. Tercatat sudah enam kali dia masuk sebagai nominator Oscar di kategori Best Actor dan berhasil memenangkan tiga di antaranya, yaitu untuk film My Left Foot: The Story of Christy Brown [1989], There Will Be Blood [2007], dan Lincoln [2012].

Kualitas aktingnya memang sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, Day-Lewis juga banyak membintangi film-film yang juga sukses secara komersial atau menjadi film box-office, seperti The Last of the Mohicans [1992] dan Gangs of New York [2002]. Karena darah Irish yang kental dalam tubuhnya, maka tidak heran jika dia lebih sering berperan dengan karakter orang Irlandia.

Demi mendalami karakter Reynolds Woodcock di Phantom Thread, Day-Lewis meminta kepada semua rekan-rekan dan kru filmnya untuk memanggilnya dengan “Reynolds” supaya dia bisa tetap berada pada karakter ini. Bahkan dia pun sempat melakukan riset tentang fashion di era 1950an dan kursus menjahit serta mendesain pakaian, hingga banyak berkonsultasi dengan kurator fashion.

Aktor berkewarganegaraan Inggris ini, dan sudah mendapat gelar “Sir” dari kerajaan Inggris, telah menyatakan jika dirinya pensiun dari dunia film setelah merampungkan Phantom Thread ini. Sangat disayangkan memang ketika seorang aktor berkaliber Oscar sudah tidak bisa kita saksikan lagi aktingnya, padahal faktor inilah yang menjadi salah satu keinginan kita untuk menjadi moviegoers.

Siapakah Vicky Krieps?

Siapakah Vicky Krieps

Mungkin banyak dari kita yang melontarkan pertanyaan serupa. Masalahnya, kita sepertinya baru kali ini melihat aktingnya dalam film, tetapi dia bisa mengimbangi performa Daniel Day-Lewis yang jauh lebih senior darinya. Jawabannya, Vicky Krieps adalah aktris asal Luksemburg! Jadi wajar saja ya, jika kita jarang melihatnya dalam film-film Hollywood.

Tapi kalau kita jeli, Krieps pernah tampil sebagai ibu dari Hanna dalam film action thriller Hanna [2011] yang dibintangi oleh Saoirse Ronan. Kemudian, dia muncul lagi di film historical thriller Colonia [2015] yang dibintangi oleh Emma Watson. Film ini merupakan produksi bersama dari empat negara Eropa, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, dan Luksemburg.

Kualitas aktingnya mulai diakui ketika dia berperan dalam sebuah film pendek produksi bersama antara Jerman, USA, dan Austria, berjudul Pitter Patter Goes My Heart [2015] yang panen penghargaan dari berbagai festival film dunia. Dan pastinya, Paul Thomas Anderson tidak salah memilihnya untuk memerankan Alma, yang digambarkan tidak terlalu cantik tapi senyumnya bisa meluruhkan hati.

Kontender Oscar

Kontender Oscar

Aroma Oscar sudah mulai tercium ketika Paul Thomas Anderson mulai menulis naskah ini dan berhasil membujuk Daniel Day-Lewis untuk kembali berakting untuk terakhir kalinya setelah Lincoln [2012] lima tahun sebelumnya. Dan film ini menjadi film pertama bagi Anderson mengambil cerita dan lokasi syuting di luar Amerika Serikat.

Ada enam kategori dimana Phantom Thread dinominasikan, yaitu Best Picture, Best Director untuk Paul Thomas Anderson, Best Actor untuk Daniel Day-Lewis, Best Supporting Actress untuk Lesley Manville, Best Original Score untuk Jonny Greenwood, dan Best Costume Design untuk Mark Bridges. Di kategori terakhirlah, film ini berhasil membawa pulang Oscar.

Pesan Psikologis yang Tersirat

Pesan Psikologis yang Tersirat

Kisah cinta tidak hanya melulu penuh dengan kalimat-kalimat puitis dan melankolis, dari cinta jadi benci, atau pola tipikal lainnya, tapi juga bisa dengan pemaparan yang realistis seperti yang ditampilkan dalam Phantom Thread ini. Reynolds dan Alma sebenarnya saling mencintai, tetapi mereka berdua memiliki sifat dan sikap yang bertolak belakang.

Reynolds terlalu teguh dengan rutinitasnya yang tidak boleh diganggu, dan Alma ingin membuat Reynolds mencintainya dengan caranya. Mungkin Alma adalah orang yang posesif, yang ingin menguasai Reynolds hanya untuk dirinya saja dan dia buktikan dengan merawat Reynolds sendirian, bahkan dokter yang datang pun tidak berlaku untuknya.

Dan bisa jadi Alma memiliki sedikit masalah dalam psikologisnya. Dia sudah dua kali mencampurkan jamur beracun dalam minuman dan makanan Reynolds supaya Reynolds sakit dan dirawat hanya oleh Alma. Mungkin dia tidak menemukan cara lain untuk menaklukkan keegoisan Reynolds, selain dengan cara yang bisa membahayakan jiwa ini.

Meski begitu, Alma tidaklah sembarangan dalam mencampur jamur beracun itu. Omphalotus Olearius, nama jamur yang digunakan oleh Alma, tidaklah mematikan. Efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsinya adalah mual-mual dan diare, seperti yang dialami Reynolds kali pertama. Tentu saja ini akan membuat tubuh terasa lemas. Tetapi dengan perawatan yang tepat, pasiennya akan segera sembuh.

Peran Wanita dalam Kehidupan Pria

Peran Wanita dalam Kehidupan Pria

Meski film ini menampilkan kisah utama pada diri Reynolds Woodcok, tetapi sebenarnya film ini lebih mengedepankan peran para wanita di dalam kehidupannya. Sedari kecil dia sudah ditinggal ibunya yang sempat dibuatkan gaun pengantin untuk pernikahan kedua baginya. Kehilangan ini masih membekas dalam dirinya dan menjadi beban psikologis sendiri baginya.

Kemudian ada Cyril, adiknya yang mengatur semua urusan usaha fashion-nya. Tentu, tanpa kehandalan Cyril, karya Reynolds tidak akan bernilai tinggi dengan keuntungan yang besar. Lalu masih ada para penjahit yang bekerja siang dan malam di rumahnya demi mewujudkan gaun sesuai sketsa desain yang dibuat olehnya. Keahlian mereka menjadi penopang utama kualitas gaunnya.

Jadi, jika tanpa keberadaan para wanita ini, Reynolds bukanlah apa-apa. Benar yang dikatakan oleh Alma di akhir film tentang diri Reynolds yang terlalu egois dan keinginan Alma untuk Reynolds merasakan peran para wanita di sekelilingnya. “I want you flat on your back. Helpless, tender, open with only me to help.

Ending yang Ambigu

Ending yang Ambigu

Ketika Reynolds sedang terbaring sakit karena makanan bercampur jamur beracun yang disuguhkan Alma, kita diperlihatkan dialog antara Alma dan Dr. Robert Hardy. Jika kita mengamati dengan teliti, kita tidak bisa menentukan, apakah Reynolds akan terus hidup atau mati. Bayangan yang diceritakan oleh Alma tentang masa depannya, hanyalah imajinasinya saja.

Alma berkata, “If he didn’t wake up from this, if he wasn’t here tomorrow, no matter. For I know he’d be waiting for me in the afterlife or some safe celestial place, in this life and the next and the next one after.” Sepintas, Alma sudah ikhlas jika Reynolds tidak bisa selamat dari racun jamur kali ini. Berarti hal ini mengindikasikan jika sakit Reynolds lebih parah dari sebelumnya, makanya Dr. Hardy datang ke sana.

Pada akhirnya, jika kalian ingin mencari kisah cinta yang berbeda dari yang sudah biasa kita lihat, maka Phantom Thread adalah salah satu film yang wajib ditonton. Apalagi, film ini berkualitas Oscar yang tentu saja sangat layak untuk disimak. Nikmati setiap detail cerita dan temukan rasa yang berbeda setelah selesai menonton film fiksi yang terkesan seperti biografi ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *