bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Serial Norsemen Season 3 (2020)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 16 Juni 2021

Yang terbayang ketika mendengar kata bangsa Viking adalah sekumpulan orang yang menggunakan helm bertanduk. Beberapa dari mereka menjelajah dan menaklukkan banyak daerah sehingga kesan sangar melekat pada bangsa yang menjuluki diri mereka sendiri Norsemen. Norsemen secara harfiah berarti orang Utara sebagaimana bangsa tersebut hidup di Eropa Utara.

Norsemen menjadi judul dari serial yang sudah berlangsung selama tiga season. Season pertama dirilis pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan season kedua setahun setelahnya. Season ketiga dirilis tahun 2020 dengan cerita baru, dan sebagaimana Viking, ada peperangan yang mereka pilih. Mau menyimak review dan sinopsis Norsemen Season 3? Simak selengkapnya berikut ini ya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Viafilm, Sagveien Resosrt, Norsk Rikskringkasting
  • Jumlah episode: 6
  • Sutradara: John Iver Helgaker, Jonas Torgensen
  • Pemain: Henrik Mestad, Marian Saastad Ottesen, Nils Jorgen Kaalstad, Kare Conradi

Varg hidup bahagia bersama dengan istrinya, Reidur dan sahabatnya, Jarl Bjorn. Nggak ada yang salah dalam hidupnya sampai suatu saat Bjorn meledek Varg bahwa rambutnya sudah mulai menipis dan akan segera berubah menjadi botak. Varg marah besar sampai-sampai membunuh Reidur, Bjorn dan keluarga dari Bjorn dengan membuat kebakaran.

Di tempat lain, Orm bertindak nggak senonoh pada seorang pria. Merasa akan dituduh dan dihukum dia menjebak seorang wanita dan membuatnya disangka sebagai pelaku. Olav mengetahui tindakan Orm dan mencoba menyembunyikannya agar keluarganya nggak mendapatkan malu. Sebagai gantinya, Olav meminta Orm hidup selayaknya Viking yaitu menikah. 

Olav meminta Froya, seorang pemburu orang antisosial untuk menikah dengan Orm. Froya yang brutal diharapkan berubah setelah menikah. Varg frustasi karena gejala kebotakan semakin terlihat. Sementara itu, Bjorn ternyata selamat dari kebakaran. Froya bilang siap menikah dengan Orm. Dia mencari pendamping untuk pesta bujang tapi nggak ada yang menyukainya. 

Bjorn mulai menyiapkan pasukan untuk balas dendam pada Varg. Pernikahan Orm dan Froya digelar. Varg mengetahui Bjorn masih hidup karena melihat kado dari Bjorn untuk Orm dan Froya. Dia pun mulai marah dan melampiaskannya pada Orm. Dia meminta 10% dari yang didapat Orm di pernikahan demi membiayai persiapan perang.

Varg mulai menyiapkan pasukan untuk berperang dengan Bjorn. Strategi pertama Varg adalah menjebak Torstein, salah satu anak buah Bjorn untuk datang ke Nitthing Pole. Tempat itu adalah tempat kutukan dan siapa saja yang masuk akan mati. Hal itu membuat Torstein membunuh ayahnya sendiri.

Bjorn mulai mencari rencana baru untuk merespon tindakan Varg. Dia dibantu oleh Arvid tapi nggak menemukan cara yang jitu. Sementara itu, Varg berniat meminta bantuan dari makhluk buas, pilihannya adalah naga di sebuah air terjun. Dia memberi penawaran agar sang naga dan pemiliknya mau pergi ke medan perang untuk membelanya.

 Hari peperangan pun tiba. Bjorn mempunyai permintaan sederhana. Dia hanya ingin Varg meminta maaf sudah membunuh anggota keluarganya. Sementara itu, Varg menyalahkan Bjorn karena masalah kebotakan yang dialami dan bersikeras untuk tetap melaksanakan perang. Siapakah yang akan memenangkan perang? Varg ataukah Bjorn?

Eksekusi Menarik dari Premis yang Simple

Eksekusi Menarik dari Premis yang Simple

Norsemen season ketiga menggunakan premis yang simple yaitu peperangan yang terjadi karena pertikaian dua mantan sahabat. Premis itu kemudian dieksekusi dengan baik dalam sebuah plot yang menarik. Penyebab peperangan itu karena Varg tersinggung perkataan Bjorg yang mengomentari rambut dan kepalanya.

Plot utama berhasil dibangun menjadi konflik yang memuncak menuju akhir season. Subplot yang dimunculkan pun disajikan dalam porsi yang tepat. Olav yang meminta Orm dan Froya menikah, Liv yang dijadikan budak oleh Olvar, sampai Varg meminta bantuan pemilik naga. Subplot itu dimunculkan dalam satu episode, jadi nggak bikin bingung.

Prekuel untuk Season Pertama

Prekuel untuk Season Pertama

Pada episode terakhir Norsemen season ketiga, ada adegan yang menunjukkan bagaimana Olav mendapat informasi tentang keberadaan negara bernama Inggris dari seorang pria Arab. Dia ingin sahabatnya, Orm, dibebaskan oleh Varg yang memenjarakannya. Sebagai gantinya, Orm akan membuat peta menuju Inggris agar kelak bisa digunakan Varg untuk menaklukan negara itu.

Bagi yang sudah menonton season pertama dari Norsemen, episode terakhir season ketiga merupakan prekuel untuk season yang pertama. Di season pertama, Varg mendapat bantuan dari Olav untuk menemukan Inggris yang kemudian dia serang dan luluh lantakkan. Jadi nggak masalah kalau menonton season ketiga baru ke season pertama.

Komedi Konyol yang Total

Komedi Konyol yang Total

Sebagai serial bergenre komedi, Norsemen bisa dibilang menyajikan komedi konyol yang total. Perkataan dan kelakuan para karakternya benar-benar konyol dan menjadi ladang komedi yang bisa membuat kita tertawa. Walau banyak kejadian yang nggak masuk akal, tapi kita akan teralihkan untuk berpikir logis karena lebih tertarik untuk menertawakannya.

Metajokes dan slapstick bertebaran di mana-mana. Alhasil banyak istilah-istilah yang di masa itu belum ada, atau sudah ada tapi belum banyak digunakan. Salah satunya adalah perkataan Varg pada Olav ketika ditunjukkan peta. Dia menyatakan bahwa peta itu bisa membawa masalah besar pada season berikutnya, merujuk pada season pertama.

Selain candaan yang bermain di area aman, serial ini juga menyajikan candaan dewasa yaitu tentang seks. Di episode pertama, Orm melakukan tindakan pelecehan seksual pada pria. Ada juga episode ketiga, Orm yang masih perjaka nggak tahu caranya berhubungan seks dan Olav mempraktikannya di hadapan Orm. 

Nggak ada satu episode pun yang luput dari cara Norsemen berkomedi. Masing-masing episode punya bahan untuk dijadikan candaan yang dimasukkan ke dalam cerita dengan baik. Bahkan plot utama pertengkaran Varg dan Bjorn saja sebenarnya seperti sebuah candaan. Hebatnya candaan itu melahirkan konflik dengan candaan lain yang mengikuti.

Konflik Klimaks Ala Norsemen

Sebuah serial tentang bangsa Viking nggak akan lengkap rasanya kalau nggak ada peperangan. Norsemen yang menggunakan bangsa Viking sebagai karakternya pun nggak ketinggalan menyajikan peperangan. Bedanya, peperangan a la Norsemen adalah dengan tetap menyajikan komedi di tengah hiruk-pikuk orang-orang saling menghabisi.

Peperangan menjadi klimaks dari konflik antara Varg dan Bjorn. Varg yang meminta bantuan naga beserta pemiliknya harus kecewa. Pemilik naga itu mengaku bahwa naganya tertidur terlalu pagi sehingga terlambat datang ke peperangan. Kecewa, Varg membunuh pemilik naga itu. Nggak lama kemudian, naga itu muncul tanpa pemilik dan memilih untuk pulang meninggalkan perang.

Adegan peperangan di Norsemen season ketiga memperlihatkan pertarungan sesama bangsa Viking menggunakan pedang. Sebagaimana biasanya, ada yang tewas dan ada yang selamat. Tapi nggak semua benar-benar berperang, ada juga yang punya strategi khusus. Pemenang perang pun terbilang unik karena akan menyambungkan cerita pada season pertama Norsemen.

Norsemen sejatinya adalah tontonan komedi dengan menggunakan bangsa Viking sebagai karakter utamanya. Karakter bangsa tersebut dipertahankan tapi ditampilkan dalam kemasan yang berbeda. Kalau langsung nonton season ketiga, serial ini membuat kita ingin menonton dua season sebelumnya. Cukup menarik buat kamu? Tuangkan pendapatmu di kolom komentar, yuk!

Norsemen Season 3
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram