Sinopsis & Review Film National Treasure, Pencarian Harta Karun

Ditulis oleh Aditya Putra
National Treasure
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Apa yang terjadi dan kita miliki pada saat ini nggak bisa lepas dari apa yang pernah terjadi di masa lalu. Hal serupa berlaku dalam berdirinya sebuah negara yang pasti melewati proses di panjang pada zaman dahulu. Proses yang panjang itu tentu melewati peristiwa-peristiwa bersejarah yang seringkali menyimpan rahasia tertentu.

Salah satu rahasia yang kerap menjadi bahan penelitian adalah mengenai keberadaan harta karun. Sebagian orang percaya kalau harta karun sengaja disembunyikan di suatu tempat yang keberadaannya sulit untuk ditemukan oleh orang lain.

Film National Treasure menceritakan tentang harta karun yang disembunyikan karena peristiwa bersejarah di masa lalu. 

Baca Juga: 15 Film Tentang Pencarian Harta Karun yang Pasti Seru

Sinopsis

https://m.media-amazon.com/images/M/MV5BMjI0MTg1MjU0OF5BMl5BanBnXkFtZTcwMTk5NzUyMw@@._V1_.jpg
  • Tahun Rilis: 2004
  • Genre: Action, Adventure
  • Produksi: Walt Disney Pictures, Jerry Bruckheimer Films, Junction Entertainment, Saturn Films
  • Sutradara: Jon Turteltaub
  • Pemain: Nicholas Cage, Harvey Keitel, Jon Voight, Diane Kruger, Sean Bean, Justin Bartha

Benjamin “Ben” Franklin Gates adalah seorang ahli sejarah, pemecah kode, sekaligus pemburu harta karun. Ketika Ben kecil, kakeknya memberi tahu bahwa Charles Carroll pernah memberikan sebuah peta pada leluhur mereka. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1832.

Peta itu berisi lokasi harta karun Amerika yang disembunyikan Knights Templar, Freemasons dan para pendiri Amerika. 

Pada peta itu tertulis, “The secret lies with Charlotte”. Ben mencoba memecahkan maksud dari tulisan itu. Sementara ayahnya, Patrick bersikap skeptis dan menganggap tulisan itu hanyalah mengada-ngada.

Berselang 30 tahun kemudian, Ben ditemani oleh Riley Poole, seorang ahli komputer, menjalani ekspedisi pencarian harta karun yang dibiayai oleh Ian Howe, seorang pengusaha kaya raya. 

Ben, Riley, Ian dan anak buahnya mencoba menemukan Charlotte, yang diyakini sebagai perahu yang hilang di wilayah Kutub Utara. Mereka berhasil menemukan sebuah perahu kuno dan menemukan cangklong rokok. Di cangklong itu ada ukiran yang memberi pesan bahwa petunjuk selanjutnya adalah kertas Deklarasi Kemerdekaan Amerika.

Mengetahui harta karun yang dicari sangatlah berharga, Ian menunjukan bahwa dia sebenarnya berniat menjualnya demi keuntungan yang besar. Dia menyuruh Ben untuk mencuri kertas Deklarasi Kemerdekaan.

Peperangan pun terjadi, mereka akhirnya pecah kongsi. Ben tetap bersama Riley berjuang bersama sedangkan Ian bersama anak buahnya.

Ben dan Riley melaporkan niat jahat Ian pada FBI dan Dr. Abigail Chase, seorang ahli di Badan Arsip Nasional Amerika. Sayangnya, nggak ada satu pun yang mempercayai keterangan Ben dan Riley.

Ben memutuskan mencuri Deklarasi Kemerdekaan dari ruangan arsip supaya nggak jatuh ke tangan Ian. Ben datang pada sebuah acara kemudian mencuri sidik jari Abigail. Ben memerlukan itu untuk mengakses ruangan arsip tempat kertas Deklarasi disimpan.

Tindakan Ben mengambil kertas Deklarasi diketahui oleh Ian dan anak buahnya. Mereka mencoba mengambil kertas itu dari Ben. Ben menyembunyikan kertas di sebuah toko hadiah untuk mengecoh Ian. Ketika akan mengambil kertas, Ben diminta untuk membayar sejumlah uang karena mengira kertas itu adalah souvenir yang dijual di toko.

Abigail mulai merasakan hal yang aneh. Dia diculik oleh Ian dan anak buahnya. Ben dan Riley berhasil membebaskan Abigail dengan menipu Ian bahwa kertas Deklarasi yang asli ditinggalkan di toko hadiah. Hilangnya kertas Deklarasi Kemerdekaan membuat Sadusky, seorang agen FBI, mulai memburu Ben. Ben, Riley dan Abigail kabur ke rumah Patrick. 

Di sana mereka bertiga mencoba mencari petunjuk di kertas Deklarasi Kemerdekaan. Di balik kertas itu ternyata ada petunjuk tersembunyi yang ditulis oleh Benjamin Franklin. Tulisan itu berhasil diterjemahkan dan mengarah pada Independence Hall.

Mereka mendatangi Independence Hall untuk membaca lebih jauh petunjuk di kertas Deklarasi tapi Ian dan anak buahnya terus mengejar. Bisakah Ben, Riley dan Abigail menemukan harta karun?

Memadukan Teori Konspirasi dan Sejarah

https://m.media-amazon.com/images/M/MV5BMjA5MzA4NDIyMF5BMl5BanBnXkFtZTcwNjM2MzMzMw@@._V1_SX1500_CR0,0,1500,999_AL_.jpg

Para penikmat teori konspirasi pasti nggak akan asing dengan istilah-istilah macam Knight Templars dan Freemason. National Treasure berangkat dari pengembangan teori konspirasi yang dipadukan dengan sejarah Amerika. Bisa dibilang, film ini menjadi perwujudan nyata ide-ide dalam teori konspirasi yang benar-benar diciptakan oleh pemerintah Amerika. 

Kita pasti ingat pada judul lain yang menggunakan formula serupa yaitu Da Vinci Code. Nggak ada salahnya mengambil cerita dari teori-teori konspirasi. Sayangnya, film ini malah terlalu asyik menjadikan Ben sebagai orang yang menghadirkan solusi bagi teori-teori itu. Seolah-olah Ben adalah jawaban dari segala pertanyaan seputar teori konspirasi.

Ben dan teman-temannya bisa memecahkan misteri dan mendapatkan petunjuk dalam hitungan menit, bahkan beberapa dalam hitungan detik saja.

Film seakan-akan terpacu oleh tempo cepat untuk segera menyelesaikan pencarian harta karun yang dibuat serumit mungkin tapi diselesaikan dengan mudah. Untuk penikmat teka-teki dan misteri, segala kemudahan Ben terasa seperti plot hole yang mengganggu.

Pendalaman Karakter

https://deadline.com/wp-content/uploads/2021/03/MCDNATR_EC013-e1616608550538.jpg

Di film National Treasure, karakter Ben, Riley dan Abigail yang menjadi pemeran utama. Sayangnya, mereka semua nggak diberikan pendalaman karakter yang cukup. Ben hanya digambarkan berasal dari keluarga penikmat sejarah yang berkecimpung di dunia sejarah.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram