bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Mission: Impossible - Fallout (2018)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 18 Mei 2021

Film ini menjadi yang paling sukses dalam franchise Mission Impossible karena mampu mendapatkan pendapatan tertinggi sekitar 791 juta dollar di seluruh dunia. Hasil tersebut tentunya melebihi ekspektasi dari Tom Cruise sendiri, yang sedari awal projek film ini, ia turut membesarkan Mission Impossible hingga sebesar sampai sekarang.

Selain sukses secara komersial, dan box office, Mission: Impossible – Fallout pun sangat baik dalam berbagai ulasan. Film ini mendapatkan penilaian fresh di Rotten Tomatoes, dan memiliki peringkat rating 97% berdasarkan 409 ulasan, serta nilai 8,37/10. Franchise ini kemudian akan berlanjut ke seri berikutnya di Mission: Impossible 7, dan 8, yang keduanya dijadwalkan akan rilis pada November 2021, dan 2022.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Action spy
  • Rumah produksi: Skydance Media dan Bad Robot Productions
  • Sutradara: Christopher McQuarrie
  • Pemeran Utama: Tom Cruise, Henry Cavill, Ving Rhames, Simon Pegg, dan Rebecca Ferguson

Di film Mission: Impossible – Rogue Nation, pimpinan kelompok kriminal Syndicate, Solomon Lane, berhasil ditangkap oleh IMF. Dua tahun setelah itu, anggota Syndicate yang tersisa mendirikan kelompok teroris bernama Apostles. Di lain sisi, Ethan Hunt, agen IMF, ditugaskan untuk mengamankan tiga inti plutonium Rusia yang dicuri oleh para gangster Eropa Timur.

Ethan lalu bergabung bersama rekan-rekannya, Benji Dunn, dan Luther Stickell, dalam menjalankan misi tersebut. Namun, Apostles ternyata ikut campur, dan berusaha menjual plutonium kepada seorang pria bernama John Lark. Misi kemudian gagal karena Luther disandera, dan Apostles berhasil mencuri barang itu.

Selepas menyelamatkan Luther, Ethan, dan Benji menangkap ahil senjata nuklir bernama Nils Debruuk. Ketiganya lalu mengetahui jika Nils telah membangun tiga senjata nuklir portabel untuk kelompok Apostles. Karena IMF gagal mengamankan plutonium, direktur CIA, Erica Sloane, mengirimkan agennya, August Walker, untuk mengawasi Ethan dalam rangka mengambil tiga inti plutonium di tangan Apostles.

Ethan, dan August lalu bekerjasama, dan keduanya pergi ke sebuah acara pesta di klub yang ada di kota Paris. Mereka meyakini bahwa di tempat tersebut ada John Lark, yang telah membeli plutonium dari seorang pedagang senjata dengan sebutan White Widow. Namun, pria yang diduga bernama John Lark terbunuh oleh mantan agen MI6, Ilsa Faust.

August lalu menduga jika sosok bernama John Lark adalah Ethan Hunt itu sendiri. Ia lalu melaporkan kepada Erica tentang dugaannya itu, dan mengatakan bahwa orang yang dibunuh oleh Ilsa adalah sebuah umpan. White Widow kemudian bertemu dengan Ethan, dan ia akan memberikan salah satu inti plutonium asalkan Ethan mau membebaskan Solomon Lane.

Misi berbahaya itu kemudian disetujui oleh August, Ethan, dan rekan-rekannya. Ethan bersama August lalu menyerang sebuah konvoi polisi yang tengah membawa Solomon Lane di mobil lapis baja. Keduanya memancing polisi agar mengejarnya, sementara Benji dan Luther mengamankan Solomon.

Di Kota London, selepas dari kejadian itu, Sekretaris IMF, Alan Hunley, menginterogasi Ethan kenapa dirinya menjadi John Lark. Namun, Ethan menyangkalnya, dan melumpuhkan Alan untuk melanjutkan kembali misinya. Ethan bersama Benji, dan Luther menipu August dengan mengakui sebagai John Lark yang asli.

Alan kemudian memberitahu kepada Erica untuk memerintahkan CIA agar menginterogasi para agennya. Namun, CIA ternyata sudah dibajak oleh Apostles, dan August memerintahkan mereka untuk menyerang semua agen IMF. August pun berhasil membunuh Alan, dan pergi ke kamp medis di Kashmir bersama Solomon.

Ethan, Benji, Luther, dan Ilsa, pergi mengejar Solomon menuju Kashmir. Mereka lalu mengetahui jika Solomon berniat meledakan dua senjata nuklir yang tersisa di atas Gletser Siachen. Solomon berusaha mencemari pasokan air di wilayah Pakistan, India, dan China, dan ingin mengubah dunia menjadi anarkis supaya tatanan dunia baru muncul.

Penuh dengan Totalitas

Penuh dengan Totalitas

Franchise Mission: Impossible memang sangat lekat dengan aktor Tom Cruise. Di mulai dari seri pertamanya pada tahun 1996, karakternya sebagai agen IMF bernama Ethan Hunt begitu ikonik sampai sekarang. Meski usianya tidak muda lagi, Tom selalu tampil maksimal dalam setiap film yang dibintanginya, terutama saat bermain lagi di film keenam dari Mission: Impossible ini.

Di sekuel keenamnya ini, Tom terlihat tidak lelah sama sekali dalam memerankan karakter Ethan Hunt. Justru, di sini ia nampak bugar, dan totalis menjalankan setiap adegan action berbahaya. Mungkin diantara kalian sudah mengetahui jika Tom selalu melakukan adegan tersebut secara nyata, jarang menggunakan efek CGI, apalagi stuntman.

Begitu juga dalam Mission: Impossible – Fallout, Tom tetap memperlihatkan performa maksimalnya, dan ia masih membawa adegan-adegan mendebarkan di film ini, sama seperti film-film Mission: Impossible sebelumnya. Perbedaannya adalah, dengan usianya yang sudah menua, Tom terlihat begitu kuat, dan superior selama jalan cerita film ini.

Kita yang menontonnya akan kagum lewat aksi gila yang ia lakukan mulai dari melompati gedung, menerbangkan helikopter, memanjat tebing di jurang, hingga bertarung dengan sosok Henry Cavill (August Walker) yang berbadan lebih besar dari dirinya. Rata- rata semua adegan tersebut ia lakukan seorang diri, yang tentunya sudah dipersiapkan lewat koreografi sedemikian rupa.

Apa yang ditampilkan oleh Tom di dalam filmnya ini membuat franchise Mission: Impossible sangat jauh berbeda dari film-film bertemakan action spy lainnya. Tom rasanya begitu cerdik dalam memberikan sisi emosional kepada penontonnya, maka tak heran ia selalu memberikan totalis akting, dan adegan berbahaya agar semuanya terlihat mendebarkan, dan terasa nyata.

Karakter Antagonis Tampil Cemerlang

Karakter Antagonis Tampil Cemerlang

Karena franchise film ini sangat erat dengan Tom Cruise sebagai jagoannya, beberapa aktor yang pernah memerankan sosok penjahatnya kurang disoroti secara detail, dan mendalam. Tapi, di film Mission: Impossible – Fallout ini, sosok villain alias antagonisnya ditampilkan secara apik, dan tak terduga. Penokohan karakter penjahatnya cukup kuat dalam hal karakterisasi, dan sisi misteriusnya.

Dalam Mission: Impossible – Fallout, Henry Cavill sebagai August Walker didapuk sebagai sosok antagonisnya bersama dengan Solomon Lane (Sean Harris). Keduanya kemudian ditampilkan dalam porsi yang cukup, terlebih lagi August Walker, ia memiliki adegan tampil yang seimbang dengan karakter Ethan Hunt.

August memang memiliki sorotan lebih daripada Solomon, dan ia secara tak terduga menjadi penjahat yang dihadapi oleh Ethan Hunt, dan kawan-kawannya. Tapi, jangan lupakan juga Solomon, setelah penampilannya di Rogue Nation (2015) yang berkhianat sebagai agen IMF, di film ini ia tampil lewat peran yang cukup penting, apalagi dirinya adalah seorang pimpinan Syndicate yang ingin merusak tatanan dunia.

Henry Cavill memang tampil gemilang di film ini sebagai sosok penjahat. Ia rasanya berhasil keluar dari sosok superhero Superman dalam DC Universe milik Warner Bros, dan memperlihatkan sisi jahatnya lewat karakter August Walker. Pesonanya sebagai Clark Kent tergantikan dengan August yang berkumis, licik, namun tetap berotot seperti layaknya pahlawan super dari planet Krypton tersebut.

Sebelum keluar sebagai penjahat, di menit-menit awal karakternya memainkan sosok yang “abu-abu”, di mana kita yang menontonnya menebak-nebak apakah dirinya sebagai lawan atau kawan dari Ethan Hunt. Namun, kepastian tersebut dijawab di pertengahan film, dan ia tepat dijadikan sebagai karakter antagonis karena menjadi lawan yang sepadan untuk Ethan Hunt.

Di Garap Secara Baik Oleh Christopher McQuarrie

Di Garap Secara Baik Oleh Christopher McQuarrie

Lewat arahan McQuarrie, Mission: Impossible – Fallout mempunyai jalan cerita yang seru, dan sekaligus menegangkan dengan adegan-adegan action yang dilakukan oleh Tom Cruise. Selain itu, ia cukup berhasil membuat karakter August Walker sebagai sosok yang misterius. Meski di awal diperkenalkan sebagai agen CIA, karakter tersebut tentunya menyimpan rahasia yang berpengaruh kepada jalan cerita film ini.

McQuarrie nampaknya berusaha sebaik mungkin agar kita tidak bisa langsung menebak jika August sebenarnya adalah sosok yang jahat. Oleh karena itu, ia membangun August sebagai karakter misterius di awal-awal film. Langkah itu cukup sukses membuat kita penasaran, dan mungkin sebagian dari kita sudah ada yang bisa memperkirakan jika ia memang karakter antagonis.

Setelah ia terbongkar sebagai penjahatnya, rasa penasaran tidak berhenti disitu saja, kita pun dihadapkan pada motif sebenarnya dari August, yang tentunya bisa ditemui dengan menonton film ini hingga selesai. Apa yang dilakukan McQuarrie terhadap karakterisasi August sebenarnya cukup sederhana. Dirinya “menyembunyikan” peran aslinya guna membuat penonton terlibat langsung dengan karakter tersebut.

Namun, pendekatan yang sederhana itu justru membuat kita hanyut terhadap sosok August itu sendiri. Meski untuk sebagian orang karakternya mudah ditebak, tapi McQuarrie memainkan twist tersebut cukup rapih. Saat August mengeluarkan sifat aslinya, adegannya itu menjadi momen yang berkesan karena akhirnya Ethan Hunt mempunyai lawan tangguh, yang secara fisik lebih kuat daripada dirinya.

Mission: Impossible – Fallout menjadi salah satu karya terbaik yang dibuat oleh McQuarrie. Untuk Tom Cruise sendiri, sekuel keenam dari Mission Impossible ini menjadi film berpenghasilan paling tinggi selama karirnya di industri perfilman. Maka tak heran, saat ini ia begitu bersemangat dengan membuat kembali sekuel ketujuh, dan kedelapan untuk franchise-nya ini.

Mission: Impossible – Fallout
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram