bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Love and Monsters, Mengejar Cinta di Dunia Monster

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 16 Juni 2021

Di dunia yang dipenuhi oleh monster, Joel mengetahui bahwa kekasihnya hanya berjarak 128 km darinya. Untuk menempuh perjalanan berbahaya, Joel menemukan kekuatan dalam dirinya demi bisa bersama kekasihnya. Love and Monsters dibintangi oleh Dylan O’Brien dengan dukungan cast lainnya seperti Jessica Henwick, Dan Ewing, Michael Rooker dan Ariana Greenblatt.

Film petualangan di dunia monster ini seharusnya dirilis secara luas di bulan Februari 2021 oleh Paramount Pictures. Tetapi karena adanya pandemi Covid-19, pihak studio memilih untuk merilisnya secara terbatas dan secara digital lewat video on demand (VOD) pada 16 Oktober 2020. Tidak disangka, film ini mendapat respon positif dari para kritikus.

Simak ulasan kami atas film yang menampilkan beragam monster dalam bentuk yang menyeramkan dan menjijikkan yang juga mengambil lokasi syuting di Australia ini.

Sinopsis

Sinopsis Love and MonstersSumber: dove.org
  • Tahun: 2020
  • Genre: Action / Adventure / Comedy
  • Produksi: 21 Laps Entertainment, Entertainment One
  • Sutradara: Michael Matthews
  • Pemeran: Dylan O’Brien, Jessica Henwick, Michael Rooker

Tujuh tahun semenjak terjadinya Monsterpocalypse, Joel Dawson (Dylan O’Brien), bersama dengan umat manusia lainnya, hidup di bawah tanah sejak makhluk-makhluk berukuran raksasa itu berkuasa di permukaan bumi. Sekilas diceritakan jika monster-monster ini adalah hasil mutasi dari sisa reaksi yang berasal dari penembakan senjata kimia ke asteroid.

Setelah terhubung kembali lewat radio dengan kekasih waktu SMA dahulu, Aimee (Jessica Henwick), yang sekarang berada 80 mil (sekitar 128 km) jauhnya di sebuah koloni di pesisir pantai barat, Joel mulai jatuh cinta lagi kepadanya. Mereka terpisah ketika monster-monster masuk ke Fairfield, kampung halaman mereka, dan mereka harus mengikuti evakuasi dari militer bagi seluruh warga.

Joel menyadari dia tidak memiliki motivasi lagi untuk tetap berada di koloni bawah tanahnya, apalagi hanya dia yang tidak memiliki pasangan, dia memutuskan untuk melawan logika akal sehat teman-temannya untuk pergi menemui Aimee, meski dia tahu akan banyak monster yang menghalangi jalannya. Dan dia sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang monster, juga persenjataan.

Beruntung, dalam perjalanannya, Joel bertemu dengan seekor anjing cerdas bernama Boy yang setia menemaninya setelah Boy menyelamatkan Joel dari monster kodok. Kemudian mereka bertemu dengan penyintas lainnya, Clyde dan Minnow, yang menuju arah utara, tempat yang diduga tidak dijamah oleh para monster. Darinya, Joel belajar tentang monster dan melindungi diri.

Love and MonstersSumber: nytimes.com

Mereka juga bertemu dengan Mav1s, sebuah robot unik di sebuah sisa motel tua. Mav1s mengorbankan baterainya supaya Joel bisa menghubungi Aimee. Lalu mereka bertemu dengan monster paling ganas, yaitu Queen Sand-Gobbler. Setelah berhasil membunuh monster itu, mereka menyeberangi sungai dimana badan Joel dipenuhi oleh lintah dan membuatnya tidak sadarkan diri.

Joel terbangun di koloni Aimee setelah ditemukan oleh rekan-rekan koloninya. Mereka sedang bersiap-siap hendak pergi dari tempat itu ke lokasi yang dianggap lebih aman menurut seorang kapten yang datang dengan sebuah yacht. Tetapi ternyata mereka dikelabui oleh kapten dan krunya tersebut dan hendak dijadikan makanan bagi monster peliharaan mereka.

Joel dan Aimee berusaha melawan monster dan sang kapten. Beruntung Joel masih mengingat pesan Clyde tentang mata monster, sehingga Joel berhasil menyelamatkan warga koloni dengan melepaskan sang monster dari rantai milik kapten yang mengikatnya dan berbalik menyerang kapten serta memusnahkan yacht miliknya.

Setelah mengetahui keadaan hati Aimee sebenarnya, Joel memilih untuk menyelamatkan koloninya dan mengajak para penyintas lainnya untuk menuju pegunungan di utara, sesuai arahan Clyde dan Minnow. Di akhir film, Clyde dan Minnow yang berada atas gunung sedang melihat kelompok para penyintas sedang menuju ke arah mereka. Terbuka kemungkinan adanya sequel film ini.

Kesolidan Naskah, Kunci Utama Kesuksesan Film

Kesolidan Naskah, Kunci Utama Kesuksesan FilmSumber: imdb.com

Naskah Love and Monsters yang ditulis oleh Brian Duffield dan Matthew Robinson memang sangatlah solid dengan pondasi cerita yang baik dan bangunan cerita yang menarik. Menciptakan dunia fantasi post-apocalyptic yang sudah banyak difilmkan dalam berbagai variasi, mereka bekerja keras untuk membuat film ini berbeda dengan film sejenis yang sudah ada.

Di luar perjalanan yang ditempuh Joel, yang sudah pasti seru dan mendebarkan, ada beberapa kejutan di sepanjang perjalanan, dan hal-hal kecil yang akan menjadi sangat berarti untuk jalan cerita selanjutnya. Salah satunya adalah beberapa hal yang Joel pelajari dan serap dari Clyde tentang jenis dan sikap monster, tumbuhan dan buah-buahan beracun atau yang bisa menjadi obat.

Pengembangan karakternya juga berjalan baik. Kita diperlihatkan perubahan berarti sosok Joel dari pemuda yang penakut hingga menjadi sebuah icon bagi penyintas lainnya. Ceritanya memberikan latar belakang yang cukup kepada kita lewat beberapa adegan kilas balik untuk mengetahui mengapa dia memiliki sifat penakut seperti itu, tapi fokus cerita tetap pada perkembangan Joel saat ini.

Akting Memikat dari Dylan O’Brien

Akting Memikat dari Dylan O’BrienSumber: imdb.com

Selain naskah yang solid, arahan dari sutradara Michael Matthews membuat setiap karakter, dari Joel hingga warga koloni lainnya, menjadi hidup dan tidak hanya sebagai figuran saja. Interaksi antar karakter tampak lebih realistis menyikapi situasi yang terjadi daripada yang ditampilkan dalam kebanyakan film-film bertema post-apocalyptic lainnya.

Dylan O’Brien menyadari bahwa karakternya menjadi satu-satunya sosok penting yang difokuskan dari awal hingga akhir film. Dan dia mampu mengemban tugasnya ini dengan baik. Performa apiknya ini ditampilkan dalam semua situasi, baik itu kala dia serius, konteks humor, bahkan hingga adegan mengerikan, semua terasa menyegarkan dan tidak seperti karakter serupa dalam film sejenis lainnya.

Dylan O’Brien akhirnya bisa keluar dari karakter Thomas yang tersemat pada dirinya di trilogy The Maze Runner selama empat tahun lamanya. Dia tampil lebih santai, tapi sekaligus dewasa dalam berakting, sehingga terlihat talenta sesungguhnya dari dirinya yang belum pernah ditampilkannya dalam film-filmnya selama ini. Lihat saja bagaimana reaksi dia saat bertemu monster-monster di hadapannya. It’s so real!

Tampilan Monster-Monster yang Menakjubkan

Tampilan Monster-Monster yang MenakjubkanSumber: imdb.com

Faktor terakhir dari kesuksesan film ini ialah pameran special effects-nya yang menampilkan beragam monster yang terlihat lebih realistis daripada yang dapat kita bayangkan sebelum menontonnya. Sepertinya mereka berpikir keras untuk menciptakan monster-monster ini, seperti sebab mereka menjadi monster dan bagaimana penampakan mereka setelahnya.

Dari cerita yang kita amati, monster-monster ini lebih bersumber kepada ilmu pengetahuan daripada fantasi belaka. Misalnya, pergerakan dan kebiasaan hewan-hewan asalnya sebelum menjadi monster mampu diaplikasikan dengan baik ketika mereka telah menjadi monster. Hal inilah yang membedakan makhluk-makhluk raksasa ini dibandingkan dengan monster lainnya dalam film sejenis.

Love and Monsters menjanjikan petualangan yang seru tentang perjalanan yang ditempuh seorang penyintas dalam mengejar cintanya dan harus siap berhadapan dengan beragam monster dalam perjalanannya. Didukung dengan performa memikat dari Dylan O’Brien, tidak hanya aksinya saja, tetapi kedalaman ceritanya mampu menyentuh sisi emosional secara tidak terduga.

Tentu saja film ini akan melengkapi khasanah film-film bertema post-apocalyptic, tetapi tampil dengan mengedepankan unsur fun dan balutan sains dalam kadar yang cukup, sehingga tidak membosankan sama sekali. Dengan status certified fresh dari Rotten Tomatoes, film ini sangat kami rekomendasikan untuk ditonton, apalagi untuk mengisi weekend kalian bersama keluarga.

Love and Monsters
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram