bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Little Children, Bukan Film Tentang Anak

Little Children adalah film bergenre drama yang disutradarai oleh Todd Field. Ini adalah film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama yang ditulis oleh Tom Perrotta pada tahun 2004. Bersama dengan Todd dia juga menulis naskah untuk film ini.

Film ini dibintangi nama-nama terkenal seperti Kate Winslet, Jennifer Connelly, Phyllis Somerville, dan Patrick Wilson.

Little Children sukses meraih Oscar untuk aktris terbaik yang dimenangkan Kate Winslet dan aktor pendukung terbaik yang jatuh pada Earle Haley yang berperan sebagai Ronnie, serta skenario asli terbaik untuk Todd dan Tom. Berikut ini sinopsis dan reviewnya.

Sinopsis

little-children-1_

Sarah Pierce (Kate Winslet) adalah seorang ibu rumah tangga yang berhasil meraih gelar master dalam sastra Inggris dan tinggal di pinggiran kota kecil Boston. Dia menikah dengan Richard (Gregg Edelman) dan memiliki anak bernama Lucy (Sadie Goldstein) yang berusia 3 tahun.

Meski tinggal di rumah mewah dengan suami yang sudah mapan, tapi dia tidak bahagia dalam pernikahannya. Sarah mengetahui kalau suaminya ternyata pecandu pornografi online. Suatu hari saat berada di taman, dia bertemu dengan Brad Adamson (Patrick Wilson), seorang mahasiswa hukum yang berusaha untuk lulus dalam ujian pengacara.

Dia datang ke taman yang biasa dikunjungi Sarah dan ibu-ibu tetangga bersama anaknya yang baru berusia 4 tahun bernama Aaron (Ty Simpkins). Brad menikah dengan Kathy (Jennifer Connelly) yang seorang sutradara film dokumenter.

Pernikahan mereka dipenuhi dengan kasih sayang dan kedamaian, tapi pasangan suami istri tersebut memiliki masalah dalam hubungan suami istri.

Brad yang seharusnya belajar di perpustakaan untuk ujian pengacara, tapi tak pernah sampai ke gedung itu. Dia malah asyik menonton anak-anak yang sedang main skateboard dan berkhayal tentang dirinya jika dia di umur mereka. Kegiatan lainnya adalah bermain football (ala Amerika) bersama tim lokal yang terdiri dari para polisi.

Ternyata Brad selalu jadi perhatian para ibu-ibu yang ke taman bersama Sarah. Salah satu dari mereka memberikan julukan Prom King atau raja pesta dansa pada Brad.

Rupanya para ibu-ibu itu penasaran dengan Brad dan bertaruh 5 dolar jika Sarah bisa mendapatkan nomor telepon Brad. Di luar ekspektasi para ibu-ibu itu, Sarah malah meminta Brad untuk memeluknya bahkan menciumnya.

Tentunya ini menjadi skandal besar bagi para ibu-ibu karena mereka melakukannya di depan anak-anak. Sarah pun dikucilkan, tapi akhirnya kejadian tersebut membuat Sarah dan Brad menjadi tertarik satu sama lain. Sempat tak bertemu beberapa hari, akhirnya mereka bertemu di kolam renang umum dan menjalin hubungan platonis.

Suatu hari, ketika Sarah dan Brad berada di kolam renang, beberapa orang tua berteriak bersahut-sahutan dalam kepanikan karena pelaku pelanggaran seksual, Ronnie J. McGorvey (Jackie Earle Haley), berenang bersama anak-anak di kolam renang.

Ronnie baru mendapatkan kebebasannya setelah dipenjara.  Akhirnya polisi datang untuk mengusir Ronnie dari kolam renang.

Meski Ronnie sudah dewasa, dia masih tinggal bersama ibunya yang bernama May (Phyllis Somerville). Dia dan ibunya sering dilecehkan oleh Larry Hedges, teman Brad dalam tim football.

Larry adalah mantan polisi yang pensiun dengan terpaksa karena menembak seorang remaja secara tidak sengaja di mal setempat. Kini dia tak bekerja dan sering menghabiskan waktunya untuk melecehkan Ronnie.

May ingin Ronnie sembuh dari pedofilianya dan mengatur kencan untuknya. Dia pun setuju dan pergi bersama seorang perempuan bernama Sheila (Jane Adams).

Semuanya berjalan lancar sampai saat pulang. Dia mengantar Ronnie pulang dan berhenti dulu di taman bermain anak. Saat berbicara dengan Ronnie, ternyata dia melakukan masturbasi di sebelah Sheila dan mengancamnya untuk diam.

Tiba-tiba muncul hujan setelah peristiwa penangkapan Ronnie. Sarah dan Brad pun beranjak ke rumah Sarah yang lokasinya lebih dekat.

Saat anak-anak tidur dan Sarah mengeringkan handuk di ruang bawah tanah, Brad melihat salah satu buku Sarah dan menemukan foto dirinya di dalamnya. Dia kemudian menyusul Sarah dan tanpa aba-aba menciumnya kemudian mereka berhubungan intim.

Sarah dan Brad merasa menemukan kebahagiaan yang telah lama hilang dari kehidupan pernikahan mereka. Bahkan Sarah tidak merasa bersalah melakukan hal tersebut.

Keduanya pun akhirnya jadi sering menghabiskan waktu bersama dan berhubungan intim di rumah Sarah. Hanya pada akhir pekan mereka tidak bisa bersama. Dia saat itulah Sarah jadi gelisah, kesepian, dan cemburu dengan Kathy.

Saat harus mengikuti ujian pengacara lagi, Brad malah pergi dengan Sarah. Ketika dijemput sesudah ujian, Kathy merasa curiga dengan respon Brad saat ditanya soal ujian.

Dia mencurigai Sarah dan Brad hingga meminta mereka diundang untuk makan malam. Di sanalah Kathy yakin dengan kecurigaannya sehingga meminta ibunya datang untuk mengawasi Brad dan Sarah.

Setelah lama tak bertemu, akhirnya Sarah dan Brad bisa kembali saling berdekatan saat tim football Brad memainkan pertandingan terakhirnya. Sarah berteriak kegirangan saat Brad mencetak gol dan keduanya menghabiskan waktu bersama sehingga Brad mengacuhkan Larry dan tidak datang untuk perayaan kemenangan di bar.

Brad akhirnya mengakui bahwa momen tersebut merupakan saat paling bahagia dalam hidupnya, dan meyakinkan Sarah untuk melarikan diri bersamanya.

Sementara itu, Larry yang kesal pergi untuk mengganggu Ronnie dengan berteriak-teriak menggunakan pengeras suara. May marah dan bertengkar dengan Larry sampai pingsan dan dibawa ke rumah sakit.

Lalu apa yang akan terjadi dengan Brad dan Sarah? Akankah keduanya benar-benar melarikan diri? Bagaimana dengan nasib pasangan mereka? Dan bagaimana kondisi May di rumah sakit?

Orang Dewasa yang Seperti Anak-Anak

little-children-2_

Judul film yang berdurasi 2 jam-an ini menyiratkan cerita tentang anak-anak tapi yang dibahas adalah orang dewasa yang masih terperangkap dalam jiwa anak-anak. Sarah lebih senang mendekatkan dirinya dengan buku-buku dibanding Lucy. Permasalahan dengan suaminya membuat dirinya merasakan dorongan untuk meninggalkan suaminya.

Brad tampak masih terperangkap di masa lalu. Dia yang ditinggalkan ibunya saat masih remaja, jadi lebih sering menghabiskan waktu menonton anak remaja main skateboard.

Ia juga mengkhayalkan dirinya pasti akan seriang mereka saat remaja dulu. Belum lagi istrinya yang lebih peduli soal anak-anak dalam filmnya dan mengacuhkannya di tempat tidur.

Ronnie, yang meskipun sudah dewasa, tetap diatur hidupnya oleh ibunya, May. Bagi May dia tetap seorang anak yang baik meskipun sudah melakukan kesalahan. Dan Larry yang mantan polisi itu sering menutupi kesedihannya dan kesendiriannya dengan mengganggu Ronnie.

Film dengan Narator

little-children-3_

Mungkin agak sedikit tidak terbiasa menyaksikan film yang ada naratornya. Umumnya saat karakter berpikir sesuatu, penonton tidak akan bisa mendengar isi kepalanya. Tapi di film ini, penonton dibantu untuk memahami apa isi kepala karakternya dengan adanya narator yang menjelaskan apa yang sedang mereka pikirkan.

Bagi sebagian orang, mungkin kehadiran narator ini cukup unik dan menarik. Awalnya, suara narator itu mungkin cukup mengganggu untuk beberapa orang karena mereka seperti tidak diberi kesempatan untuk berpikir sendiri.

Namun bisa jadi suara itu biasa saja bagi sebagian lain. Suara narator tersebut tak selalu muncul. Terkadang lama tak terdengar.

Lingkungan Tenang & Rumah Besar Tidak Selalu Bahagia

little-children-4_

Little Children yang ber-setting di pinggiran kota Boston terlihat begitu indah dengan rumah-rumah besarnya. Perumahan ini dilengkapi dengan taman bermain anak. Dari luar, pemukiman ini terlihat begitu tenang dan aman.

Namun ternyata di dalamnya tersimpan banyak ketidakbahagiaan, perselingkuhan, kebusukan moral, dan seorang pedofilia. Orang-orang ini dilingkupi rasa bersalah, paranoia, dan saling tuduh.

What you see is not always what you get, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan lingkungan pemukiman dan orang-orang yang tinggal di sana.

Perlu Fokus dan Kesabaran Saat Menontonnya

little-children-5_

Karena film ini berisi banyak tokoh dan mereka masing-masing punya porsi sendiri dalam film ini, jadi untuk bisa memahami karakter satu tokoh perlu fokus dan kesabaran, apalagi filmnya berdurasi 2 jam-an. Mungkin akan berbeda jika ini film action. Durasi 2 jam tidak akan terasa karena banyaknya adegan laga.

Film ini juga bukan film “ringan” jadi tentunya perlu usaha untuk memahami apa yang disajikan oleh sutradara melalui para pemainnya. Kalau ada Kate Winslet berarti film tersebut kemungkinan bukan tipikal film blockbuster. Coba saja tonton filmnya yang berjudul Eternal Sunshine of the Spotless Mind.

Itulah sinopsis dan review Little Children yang ternyata bukan film tentang anak-anak meski ada anak-anak di dalam filmnya. Film ini seperti kurang cocok untuk yang ingin bersantai dari lelahnya bekerja atau ingin keceriaan di akhir pekan. Tapi bagi penyuka film sesungguhnya, film ini tak akan ada masalah ditonton kapan pun.

Film ini yang akan membuat penonton berpikir dan menelaah kehidupan masing-masing dengan berkaca dari ceritanya. Di akhir film ada pelajaran yang diucapkan oleh narator. Dia berujar setiap kita pernah melakukan kesalahan di masa lalu dan kita tidak bisa mengubahnya. Namun masa depan bisa memiliki cerita yang berbeda.

Little Children
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram