bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Limbo, Kegelisahan Imigran dalam Penantian

Seorang musisi muda dari Suriah menjalani hidupnya di sebuah pulau terpencil di Skotlandia yang digunakan sebagai tempat penampungan dan belajar bagi para pengungsi dan imigran.

Berteman dengan tiga pengungsi lainnya, dia selalu gelisah dengan penantian yang tidak jelas dan keinginan keluarganya agar dia kembali ke negaranya dan berjuang bersama kakaknya dalam peperangan.

Limbo adalah film drama produksi Inggris yang disutradarai oleh Ben Sharrock. Awalnya film ini akan tayang perdana di Cannes Film Festival 2020 tapi dibatalkan karena pandemi Covid-19 dan Toronto International Film Festival menjadi venue berikutnya dimana film ini ditayangkan di event itu pada 12 September 2020.

Focus Features sebagai distributor di Amerika merilisnya pada 30 April 2021, sedangkan di Inggris sendiri baru dirilis pada 30 Juli 2021

Film tentang kehidupan pengungsi di Inggris ini berhasil masuk sebagai nominasi di beberapa kategori pada dua ajang penghargaan film bergengsi di Inggris, yaitu British Academy Film Awards dan British Independent Film Awards.

Disajikan dengan rasio layar 4:3, film ini sepertinya akan menghadirkan banyak keunikan. Benarkah akan seperti itu? Simak dulu review berikut ini sebelum menontonnya.

Sinopsis

limbo-1_
  • Tahun: 2020
  • Genre: Drama
  • Produksi: Caravan Cinema, Creative Scotland
  • Sutradara: Ben Sharrock
  • Pemeran: Amir El-Masry, Vikash Bhai, Ola Orebiyi, Kwabena Ansah

Omar adalah seorang musisi muda dari Suriah yang pergi dari negaranya yang sedang dilanda peperangan. Mengungsi ke Inggris seorang diri, ayah dan ibunya mengungsi ke Turki sedangkan kakaknya memilih berjuang di Suriah, Omar merasa terasing.

Terlebih lagi karena para pengungsi yang mencari suaka di Inggris harus menunggu di sebuah pulau terpencil di Skotlandia.

Pulau yang terbentang luas dengan hamparan bukit-bukit itu hanya dihuni oleh sejumlah kecil penduduk saja, termasuk para pengungsi dari berbagai negara yang sedang mengalami konflik.

Omar berteman dengan Farhad dari Afghanistan, Wasef dari Nigeria, dan Abedi dari Ghana. Keseharian mereka adalah belajar bahasa Inggris dan segala hal tentang adab, etika dan perilaku di masyarakat Inggris.

Di waktu luang, mereka seringkali menghubungi keluarga dari telepon umum di tengah bukit. Omar sering menghubungi orang tuanya di Turki yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, bahkan mereka nyaris tidak bisa membayar rumah kontrakan.

Sementara Omar pun tidak bisa memberikan apa-apa kepada orang tuanya karena belum ada kepastian penerimaan suaka dari pemerintah Inggris.

Suatu hari, polisi datang ke penampungan dengan maksud menangkap Wasef dan Abedi, tapi Wasef berhasil melarikan diri.

Hanya tinggal berdua saja di rumah itu, Omar dan Farhad seringkali bersitegang dikarenakan kegelisahan hati Omar yang seolah tidak berdaya saat ini, sedangkan Farhad tulus ingin membantu Omar mengembangkan karirnya sebagai musisi.

Beberapa hari setelahnya, saat badai salju melanda, secara tidak sengaja Omar diminta membantu Boris dan rekan-rekannya mencari ternak mereka di pulau seberang.

Saat mencari empat kambing yang hilang, Omar justru menemukan jasad Wasef yang tergeletak di tanah dan sedikit tertutup salju. Omar kembali ke rumah dengan perasaan gundah gulana.

Omar mendapat kabar dari ibunya bahwa Nabil ingin mengajaknya kembali ke Suriah dan berjuang bersamanya.

Bahkan ayah Omar juga ingin kembali, tapi ibunya mendukung Omar untuk tetap bertahan disana demi mengejar kehidupan yang lebih baik daripada kembali ke Suriah dan tewas sebagai martir. Di tengah badai itu, Omar behalusinasi bertemu dengan Nabil.

Kembali ke rumah penampungan, Omar mendapati Farhad sedang merenung di depan sebuah surat yang menyatakan bahwa suakanya diterima pemerintah Inggris dan dia akan segera bekerja di negara barunya itu. Omar menyambut kabar gembira ini dengan lapang dada, justru dia bahagia untuk temannya itu.

Apakah permintaan suaka Omar juga akan disetujui oleh pemerintah Inggris? Atau dia kembali ke negaranya memenuhi keinginan Nabil? Tonton filmnya sampai habis untuk mendapatkan jawabannya.

Makna Limbo bagi Para Pengungsi

limbo-2_

Istilah limbo, tidak akan kita temukan dan disebutkan dalam film ini, tapi maknanya adalah sebuah metafora dari situasi yang para pengungsi ini rasakan. Dalam teologi Katolik, limbo adalah sebuah tempat di akhirat dimana para pendosa menunggu keputusan untuk masuk ke neraka.

Sama seperti yang dirasakan oleh para pengungsi ini, mereka menunggu keputusan suaka dari pemerintah Inggris.

Sudah banyak film yang mengisahkan perjalanan para pengungsi dari daerah konflik untuk menemukan jalan bagi dirinya agar memiliki hidup yang aman dan lebih baik. Tema ini sebenarnya cenderung sensitif karena saat ini jumlah pengungsi dari wilayah konflik sangat banyak, terutama dari Jazirah Arab dan Afrika.

Tapi berkat pengarahan yang unik dari sutradara debutan Ben Sharrock, kisah tentang pengungsi ini hadir dengan kesan yang intim. Dibubuhi selera humor yang datar tapi tidak kering pastinya sedikit banyak akan membuat kita heran terlebih dahulu lalu tersenyum setelah mengetahui maksudnya.

Seperti saat petugas pos yang datang dan selalu memindahkan mobilnya padahal jarak antar rumah sangat dekat.

Kental dengan Nuansa Keterasingan

limbo-3_

Latar lokasi film yang diceritakan berada di sebuah pulau terpencil di Skotlandia (tidak disebutkan nama pulaunya), belum apa-apa sudah memunculkan kesan keterasingan.

Apalagi kemudian ditambah dengan desain produksi oleh Andy Drummond dan timnya yang menampilkan tatanan rumah dan pemilihan perbukitan yang kosong dan luas juga menambah nuansa kesepian.

Film berdurasi 1 jam 44 menit ini juga menampilkan sinematografi yang apik dan mampu menangkap keindahan lansekap pulau terpencil itu, baik saat cerah, mendung dan saat badai salju turun.

Ada hal unik lainnya dari kerja kamera yang terkesan kaku dan lambat dalam bergerak, bahkan sesekali tidak mengarah kepada karakter-karakternya. Semua ini dilakukan untuk menambah atmosfer keterasingan.

Emosi dan Harapan Para Pengungsi

limbo-4_

Cerita sederhana nan unik yang naskahnya ditulis oleh Ben Sharrock ini bisa dibilang minim emosi di setengah perjalanan film, tapi kemudian karena beberapa masalah yang muncul, baik dari keluarga dan teman di pengungsian, tensi emosi langsung melonjak.

Disinilah kedetailan cerita yang disusun dengan apik mampu menggulirkan emosi dalam jiwa tanpa harus ada konflik fisik.

Hubungan emosi antara Omar dan ibunya yang mengungsi di Turki awalnya murni karena rasa rindu, dimana ibunya selalu mengingatkan untuk mengganti sprei dan Omar meminta resep makanan kesukaannya.

Tapi setelah ada kabar dari Nabil, muncul kegelisahan dan pertentangan di dalam jiwa Omar yang membuatnya berada di persimpangan jalan.

Ia berpikir apakah dia akan meneruskan pengungsiannya dan menjadi imigran di Inggris atau dia kembali ke Suriah dan berjuang bersama kakaknya. Tapi pada dasarnya, ibu Omar sangat bijak dan memotivasi Omar untuk memiliki kehidupan yang aman dan lebih baik.

Pergulatan jiwa Omar mereda seiring hasil perenungannya tentang makna hidup melalui keberhasilan Farhad diterima sebagai imigran yang akan mulai bekerja di kota setelah tiga tahun lebih di pengungsian dan kematian Wasef karena melarikan diri dari kejaran polisi.

Dari kedua contoh yang dialami temannya itu, Omar kemudian memiliki motivasi baru yang akan dia jalani ke depannya.

Limbo memang film drama yang tidak biasa, terutama dari sisi tone yang terasa sangat datar dengan pergerakan kamera yang kaku sekaku ekspresi para pemerannya.

Tapi justru faktor inilah yang menjadi kelebihan film ini, dimana semua itu bisa membuat kita ikut merasakan situasi keterasingan dan kesepian dari proses penantian yang belum jelas jawabannya.

Sebagai salah satu nominator di kategori Outstanding British Film di ajang British Academy Film Awards dan nominasi Best Actor dan Best Cinematography di ajang British Independent Film Awards, sudah cukup menempatkan film ini untuk masuk ke dalam film yang wajib untuk ditonton.

Apalagi rotten tomatoes memberikan cap certified fresh. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk menontonnya, ya!

Limbo
Rating: 
4.1/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram