bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Kiss and Cry, Kisah Skater Pengidap Kanker 

Film yang digarap oleh sutradara Sean Cisterna ini diangkat dari kisah nyata perjalanan Carley Allison (Sarah Fisher), seorang skater berbakat yang harus menyerah terhadap mimpinya. Bukan karena putus asa, tapi kanker merenggut mimpi remaja enerjik dan selalu ceria ini. Meskipun sudah berusaha menjaga semangat, kanker dengan kejamnya menghentikan langkah Carley. 

Carley telah berusaha menjaga tubuh dan patuh pada pengobatan yang disarankan dokter. Sayangnya, tubuhnya tetap kalah oleh sel-sel kanker yang menjalari paru-parunya. Bagaimana kisah seorang atlet pengidap kanker ini bisa begitu menginspirasi? Kami akan paparkan informasi mengenai film berdurasi 1 jam 33 menit ini dalam bentuk sinopsis dan ulasan singkatnya.

Sinopsis

Review Kiss and Cry_sinopsis_

Carley Allison adalah seorang figure skater yang sedang merintis anak tangga kesuksesan. Ia giat berlatih di bawah bimbingan Shin (Denis Akiyama), seorang pelatih skater yang tegas dan disiplin. Ketekunan dan semangatnya berlatih mulai membuahkan hasil saat ia lolos ke tingkat elite. Itu berarti peluang Carley untuk ikut olimpiade terbuka lebar. 

Shin yang senang dengan keberhasilan anak didiknya tersebut langsung memberikan porsi latihan yang lebih ketat. Ia cerewet soal makanan yang dikonsumsi Carley, berat badan dan beban latihannya. 

Namun, kejadian tidak terduga merubah semuanya, bahkan hidup Carley. Ketika sedang berlatih seluncur es, Carley merasa tubuhnya tidak prima. Ia merasa lelah dan terengah-engah, padahal ia tidak biasanya merasakan kelelahan yang amat sangat seperti itu. 

Shin menduga Carley lalai berolahraga sehingga menyebabkan staminanya menurun. Setelah dua tiga kali latihan, Carley menyerah dan pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatannya sebab fisiknya tidak kunjung membaik. Di luar dugaan, penyebab Carley tidak fit bukanlah faktor stamina saja, tapi ada sel kanker yang disebut sarcoma yang berkembang di bagian trakeanya. 

Inilah yang menyebabkan Carley kesulitan bernafas. Sarkoma adalah jenis kanker yang sangat langka. Hanya ada dua kasus di dunia dan Carley adalah orang kedua yang didiagnosis mengidap penyakit tersebut. Sarcoma termasuk kanker langka. 

Dokter menyarankan untuk melakukan operasi guna mengangkat sel kankernya agar Carley dapat bernafas dengan normal. Dan sejak saat itu, Carley punya lubang di lehernya dan selang untuk mengalirkan oksigen ke paru-parunya. 

Karena penyakitnya, Carley harus hiatus. Ia tidak menyentuh ring es sedikit pun dan fokus menjalani kemoterapi. Inilah salah satu bagian tersulit di hidup Carley. Ia harus menjalani rentetan prosedur terapi, mengalami kebotakan dan kehilangan banyak berat badan. 

Terapi pertama dilalui dengan baik. Meskipun menyakitkan, namun Carley tetap tekun menjalaninya. Tapi rupanya kanker itu tetap bercokol di tenggorokannya. Ia kembali harus menjalani terapi. 

Kali ini Carley sedikit terguncang. Namun, ia mengambil kamera dan merekam hal-hal yang ingin ia ceritakan. Ia juga merekam dirinya yang tengah bermain piano sambil bernyanyi. Video tersebut diunggah ke internet dan tersebar luas. 

Meski dengan selang trakea di lehernya, banyak yang memuji suara merdu Carley dan permainan pianonya. Sejak saat itu, ia menyadari bahwa music adalah penghiburan yang efektif untuknya. Ia juga mulai menulis jurnal selama sakit dan berkisah tentang perjuangannya menghadapi kanker. 

Perjuangan Carley berhenti di usia 19 tahun. Semangatnya memang terus menggelora, bahkan di masa-masa paling menyakitkannya, tapi tubuhnya tidak kuat lagi menahan sel kanker yang semakin banyak menyebar. 

Tulisan Carley, rekaman video perjuangannya melawan kanker, semangatnya menginspirasi banyak orang. Saat itu, banyak orang yang merasa kehilangan satu sosok yang begitu kuat dan mampu menularkan semangatnya ke orang lain. 

Film dengan Cerita yang Menginspirasi 

Review Kiss and Cry_Film dengan Cerita yang Menginspirasi_

Inspirasi dan motivasi terkadang didapat dari hal yang tidak terduga. Bahkan tidak jarang muncul dari perjalanan hidup seseorang. Salah satu yang contohnya adalah Carley Elle Allisson, atlet figure skater yang mengidap kanker sarcoma. 

Dua tahun perjalanan Carley melawan kanker diangkat ke dalam sebuah film oleh sutradara Sean Cisterna. Ia mengumpulkan informasi tentang Carley mulai dari keluarga, teman-teman dan lingkungan atletnya. 

Dalam film garapannya, kita bisa melihat bagaimana Carley mulai merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Lalu, kisah bergulir bagaimana gadis itu bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian perawatan dan kemoterapi. 

Adegan saat Carley mengalami kebotakan cukup membuat mata berkaca-kaca. Yang membuat terenyuh bukanlah saat helai rambut Carley terlepas dari kepalanya, tapi justru karena ia tampak ceria menerima semuanya. Carley memang sempat terguncang, tapi ia tidak butuh waktu lama untuk bangkit kembali. 

Sean Cisterna tidak lupa menyelipkan kutipan-kutipan inspiratif Carley, misalnya motonya untuk tetap tersenyum bahkan saat berada dalam keadaan paling sulit sekalipun yang beberapa kali diulang-ulang. Ia seperti ingin mengatakan bahwa bahagia tidak ditentukan oleh hal di sekeliling kita, tapi kitalah yang memutuskan untuk bahagia dengan apa yang ada di sekeliling kita. 

Cerita tentang Kanker yang Disajikan dengan Ceria 

Review Kiss and Cry_Cerita Tentang Kanker yang Disajikan dengan Ceria_

Ketika membaca sedikit penjelasan alur ceritanya di Netflix, kita mungkin akan dibuat bersiap menyaksikan kisah sedih yang akan membuat air mata sulit dibendung, seperti yang biasa disajikan film-film tentang kanker lainnya. 

Namun, ketika menit demi menit ceritanya bergulir, Kiss and Cry justru memperlihatkan kisah Carley dengan pengemasan cerita yang ceria. Sarah Fisher tampil apik membawakan karakter Carley Allison yang periang dan supel, tapi di sisi lain ia mampu menunjukan emosinya yang hampir menyerah ketika kanker semakin ganas. 

Di beberapa adegan kita diperlihatkan bagaimana ia menghadapi rasa sakit ketika terapi, mengganti selang trakeanya dan dihadapkan pada perlakuan orang-orang sekitar yang tidak semuanya memiliki empati. Semuanya disajikan dengan ceria dan sedikit sentuhan komedi. 

Di bagian akhir film, kita diperlihatkan sosok Carley Elle Allison asli. Ada potongan video saat Carley berada di rumah sakit, foto-fotonya bersama keluarga dan orang terdekatnya yang semuanya menampilkan Carley yang selalu tersenyum. Tidak ada raut wajah khawatir atau sedih dari gadis itu. 

Mendapat Perhatian Para Selebriti Amerika 

Review Kiss and Cry_Mendapat Perhatian Para Selebriti Amerika_

Mungkin kita masih bertanya-tanya apa yang membuat Carley disebut sebagai sosok yang menginspirasi. Jawabannya tentu saja karena ia tidak pernah lelah melawan penyakit mematikan yang belum diketahui jenisnya. 

Dua tahun terakhir hidupnya dipergunakan untuk hal yang bermanfaat bagi orang lain. Carley melakukan kampanye secara tidak langsung lewat tulisannya dan videonya mengenai sarcoma serta menggalang dana untuk penelitian dan perawatan kanker untuk yayasan kanker anak di Amerika. 

Selain itu, beberapa kali Carley diundang media dan televisi untuk menjadi narasumber dan membicarakan perihal penyakit yang diidapnya.  Dia juga tak lupa untuk terus memberi semangat pada orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan dirinya agar tidak menyerah.  

Setelah dirawat di rumah sakit hampir dua minggu, Carley tidak boleh banyak berkegiatan sebab tubuhnya masih lemah. Namun, ia tidak praktis berdiam diri saja di rumah. Carley mulai membuat video cover lagu-lagu artis top Amerika seperti One Direction. 

Bernyanyi membuatnya sadar bahwa musik mempunyai pengaruh yang besar. Melalui lagu, ia bisa mengungkapkan perasaannya. Maka dari itu, di waktu-waktu terakhirnya, Carley menyempatkan membuat cover lagu-lagu dari artis lain seperti Christina Perry, Lana del Rey, dll. 

Video-videonya tersebut mendapat perhatian dari para selebriti seperti Selena Gomez, Hilary Duff dan Christina Grimmie. Melalui media sosialnya, mereka memberikan dukungan baginya. Berkat videonya, ia juga diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Kanada pada acara pembukaan sebuah pertandingan hoki di Kanada. 

Kiss and Cry mungkin tidak memuaskan secara visual lantaran tampilan film sangat sederhana dan latar tempatnya pun tidak banyak. Namun, di awal diperlihatkan Carley yang tengah berseluncur di atas es dengan anggun. 

Pengambilan gambar secara slow motion membuat adegan itu terlihat dramatis. Kameramen menyorot pakaian Carley secara close up sehingga membuat penampilan Carley terlihat menakjubkan. Untuk kamu yang sedang merasa kehilangan semangat, Kiss and Cry akan jadi booster yang membangkitkan semangat. 

Meski kamu akan sedikit merasa geli dengan pemilihan kata dalam dialognya, terutama dalam adegan Carley dan John bertemu, tapi semua itu tidak mengurangi keseruan kisah Carley dan film ini.

Simak juga rekomendasi film tentang penyakit langka dari Bacaterus yang tak kalah seru dan bisa memotivasimu. Selamat menonton!

Kiss and Cry
Rating: 
3.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram