bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Jaka Sembung Sang Penakluk (1981)

Ditulis oleh Jihan Fauziah - Diperbaharui 30 September 2021

Pada awal tahun 1980-an, film action mendapatkan banyak sorotan, terutama bagi penikmat film di seluruh dunia. Dimulai dari kesuksesan film Fist of Fury yang dibintangi oleh Bruce Lee di tahun 1974, kemudian bermunculan banyak bintang film action baru, seperti Jackie Chan, Chuck Norris, Tadashi Yamashita, Jet Li, Steven Seagal, Claude van Damme, di dekade 80-an.

Kesuksesan tren film yang menampilkan aksi seni bela diri ini juga diikuti oleh para sineas dari Indonesia, salah satunya adalah film Jaka Sembung, atau dikenal juga dengan judul The Warrior.

Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama dinobatkan sebagai salah satu film action klasik Indonesia yang bahkan diakui statusnya oleh para penggemar film sebagai film kultus (cult film). Penasaran, sama film satu ini? Simak sinopsis dan review film Jaka Sembung dari kami.

Sinopsis

Sinopsis & Review Film Jaka Sembung Sang Penakluk (1981) 1
Tahun Rilis 1981
Genre ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Barry Prima,

Berlatar pada masa kolonial Belanda, Parmin (Barry Prima), atau lebih dikenal dengan Jaka Sembung, bersama penduduk Kandangharu ditangkap, dan dijadikan tawanan untuk kerja paksa oleh Komandan van Schramm (Dicky Zulkarnaen).

Di saat kerja paksa tersebut, Jaka Sembung bersama tawanan lainnya melakukan pemberontakan terhadap penjajah atas tindakan yang tidak adil terhadap mereka. Hingga akhirnya mereka pun dapat meloloskan diri dari kerja paksa.

Kaburnya Jaka Sembung beserta para tawanan tersebut membuat murka Komandan van Schramm beserta bawahannya. Sadar akan sulitnya melawan Jaka Sembung, Komandan van Schramm kemudian memutuskan untuk mengadakan sayembara demi menangkap Jaka Sembung kembali.

Berita tentang sayembara tersebut bahkan terdengar oleh kekasih Jaka Sembung, Surti (Eva Arnaz). Salah satu jawara yang berada di sana, Kohar (S. Parya), tertantang untuk mengikuti sayembara dengan syarat dia mendapatkan imbalan 3 kali lipat dari imbalan awal.

Komandan van Schramm menyetujuinya, tetapi dia ingin menguji kemampuan Kohar terlebih dahulu dengan cara menantang Kohar untuk melawan seekor banteng. Kohar pun berhasil menumpaskan banteng tersebut.

Jaka Sembung kemudian bertemu dengan Kohar dalam pertarungan. Ia melalui pertarungan yang sengit dengan Kohar, tetapi Kohar masih dapat dikalahkan oleh Jaka Sembung dengan cara menusukkan tongkat pada jawara itu. 

Geram atas kekalahannya dari Jaka Sembung, Komandan van Schramm didatangi oleh Ki Bidin (Him Damsyik) yang mengusulkan untuk menghidupkan kembali Si Hitam (W.D. Mochtar), seorang jawara yang menggunakan ilmu sihir bernama Rawa Rontek, sehingga dia sampai sekarang belum bisa mati jika tubuhnya menyentuh tanah.

Si Hitam pun berhasil dihidupkan kembali. Di sisi lain, Jaka Sembung yang sedang berada di suatu desa pengasingannya, bertemu dengan para kompeni yang telah mengobrak-abrik penduduk di desa tersebut. Di tempat itu, Jaka Sembung juga bertemu dengan Si Hitam. 

Pertemuan tersebut berakhir dengan pertarungan yang dimenangkan oleh Si Hitam. Nahas, Jaka Sembung juga ditangkap dan diarak keliling kampung atas tuduhannya sebagai perampok oleh Komandan van Schramm.

Setelah Jaka Sembung ditangkap, dia dijebloskan ke penjara dengan tangannya dipasung ke tembok. Melihat kekejaman yang dilakukan oleh ayahnya serta rasa iba terhadap Jaka Sembung, Maria (Dana Christina) berencana untuk membebaskan pria itu. 

Akan tetapi, rencana tersebut gagal karena Komandan van Schramm sudah terlebih dahulu memperhatikan tindakan yang akan dilakukan oleh anaknya. Amarah Komandan van Schramm pun memuncak sampai dia melanjutkan penyiksaan terhadap Jaka Sembung dengan cara menusuk kedua matanya.

Merasa sedih atas penangkapan Jaka Sembung, Surti mencoba untuk membebaskan kekasihnya dari penjara. Sialnya, Surti terlebih dahulu tertangkap oleh para penjaga di rumah Komandan van Schramm dan akhirnya ia dijebloskan juga ke dalam jeruji besi.

Mendengar jeritan Surti di penjara, Jaka Sembung menjadi marah dan berhasil meloloskan diri dari pasung di tangannya, serta dia juga berhasil membebaskan tawanan lainnya yang ada di penjara tersebut.

Pemberontakan lanjutan pun terjadi setelah itu namun pada akhirnya mereka gagal melakukan pembebasan. Jaka Sembung yang tidak memiliki kekuatan lagi, disihir oleh Si Hitam menjadi seekor babi dan kabur. Surti yang melihat Jaka Sembung berubah menjadi seekor babi, lalu mengejarnya. Dalam pelariannya, mereka bertemu dengan guru Jaka Sembung.

Jaka Sembung berhasil disembuhkan oleh gurunya dan kembali menjadi normal. Tapi keberhasilan tersebut diganjar oleh sesuatu hal yang harus dikorbankan. Surti mati dan mendonorkan matanya, sehingga Jaka Sembung bisa melihat kembali. Melihat pengorbanan yang diberikan oleh Surti, Jaka Sembung memutuskan untuk membalaskan dendam kepada Si Hitam dan para kompeni.

Hasil Adaptasi dari Komik Silat

review film jaka sembung sang penakluk 3

Tren film action dengan seni bela diri juga diikuti dengan berkembangnya banyak cerita komik silat di masa itu. Sebut saja seperti komik Panji Tengkorak karangan Hans Jaladara, Pendekar Manggala karangan Mansyur Daman, Si Buta dari Gua Hantu karangan Ganes TH, dan Wiro Sableng karangan Bastian Tito.

Film Jaka Sembung sendiri adalah film adaptasi dari komik karangan Djair Warniponakanda, yang bercerita tentang seorang pendekar silat bernama Parmin yang bertarung untuk menumpas para penjajah di zaman kolonialisme Belanda. Dia bersama kekasihnya, Baji Ireng, serta pendekar-pendekar lainnya berusaha mengalahkan semua ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah di seluruh Nusantara.

Film Action dengan Nuansa Mistis

review film jaka sembung sang penakluk 2

Selain menyajikan aksi pertarungan yang menegangkan dan seru, film ini juga menyelipkan beberapa unsur mistis dan religius di dalamnya. Unsur mistis yang dimaksud adalah penggunaan ajian Rawa Rontek, yang sebetulnya merupakan ilmu Jawa kuno yang sering digunakan oleh para jawara di zamannya.

Tak hanya unsur mistis, film ini juga menekankan sisi spiritualis yang sangat kental. Jaka Sembung setiap memulai tindakan selalu menggemakan takbir bersama pasukannya.

Selain itu, sikap berserah diri dan meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi poin yang penting bagaimana film ini menegaskan akan pentingnya melawan kejahatan dan ketidakadilan berdasarkan landasan agama, khususnya agama Islam.

Efek Visual dan Artistik yang Spesial

review film jaka sembung sang penakluk 1

Ciri khas yang membuat penonton menyukai bahkan menyandangkan status cult film pada film Jaka Sembung adalah kemampuan penata artistik di film tersebut yang bisa dibilang secara teknologi masih belum berkembang, namun bisa menampilkan visual yang menakjubkan.

Salah satu adegan yang mungkin terngiang setelah menonton ini adalah, bagaimana kepala Si Hitam bisa lepas dari tubuhnya sendiri. Selain itu, adegan sadis yang ditunjukkan di film ini juga sangat bagus. Kemudian, bagaimana keadaan mata Jaka Sembung setelah dihunus oleh Komandan van Schramm, serta Kohar yang ditusuk oleh Jaka Sembung.

Film yang Melejitkan Nama Barry Prima

Sinopsis & Review Film Jaka Sembung Sang Penakluk (1981) 6

Berkat kesuksesan dari film Jaka Sembung, nama aktor Barry Prima melambung. Ia dikenal sebagai aktor laga papan atas di Indonesia pada zamannya. Bahkan, kepopulerannya bisa dibilang setara dengan Rhoma Irama dan aktor lainnya.

Beberapa film-film lanjutan ‘pun banyak dibintangi oleh Barry Prima. Di antaranya seperti Si Buta Lawan Jaka Sembung (1983), Golok Setan (1984), Tarzan Raja Rimba (1989), Komandan Samber Nyawa (1985), Noda X (1985), dan lain-lainnya.

Secara keseluruhan, film ini cukup memuaskan apalagi kalau kamu tertarik dengan film action klasik Indonesia yang menampilkan unsur-unsur khas budaya dari Indonesia sendiri, seperti silat dan ajian.

Selain itu, banyak juga yang bisa dipelajari dari film ini, mulai dari artistik film yang menakjubkan pada zamannya serta cerita yang penuh dengan makna.

Sampai di sini pembahasan tentang sinopsis dan review film Jaka Sembung dari kami. Kalau kamu nonton film ini, jangan lupa bagikan pendapat kamu di kolom komentar yang ada di bawah.

Jaka Sembung Sang Penakluk
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram