bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Film Drama Into The Wild (2007)

Review dan Sinopsis Film Drama Into The Wild (2007)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 1 Juni 2021

Into the Wild merupakan sebuah film adaptasi dari novel non-fiksi dengan judul yang sama, ditulis oleh Jon Krakauer pada tahun 1996. Ceritanya sendiri mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Christopher McCandless alias Alexander Supertramp, yang melintasi Amerika Utara menuju Alaska pada awal tahun 1990an.

Film ini dibintangi oleh Emile Hirsch sebagai McCandless dan Marcia Gay Harden serta William Hurt berperan sebagai kedua orang tuanya. Into the Wild menerima pujian kritis, dan masuk dua nominasi di Academy Awards untuk penghargaan Best Editing dan Best Supporting Actor untuk Hal Holbrook, yang di film ini ia memerankan karakter bernama Ron Franz.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2007
  • Genre: Biographical adventure drama
  • Rumah produksi: Paramount Vantage
  • Sutradara: Sean Penn
  • Pemeran Utama: Emile Hirsch, Marcia Gay Harden, William Hurt, Jena Malone, dan Catherine Keener

Pada tahun 1990, Christopher McCandless atau Chris lulus dari universitas dengan nilai yang sangat memuaskan. Setelah dirinya lulus, Chris pun memutuskan untuk hidup idealis, dan menyumbangkan semua tabungannya. Ia pun membuat petualangannya sendiri dengan melakukan perjalanan lintas negara menggunakan mobil miliknya.

Chris juga tidak memberitahu kedua orang tuanya, Walt McCandless dan Billie McCandless, maupun saudaranya, Carine, tentang rencana kepergiannya itu. Ia telah memutus kontak dengan mereka, dan hal itu membuat orang tua, hingga saudaranya semakin cemas, dan mereka pun lewat segala cara berusaha untuk menemukannya.

Di tengah perjalanannya, mobil Chris terkena banjir bandang, dan ia terpaksa harus meninggalkan mobil tersebut. Selain itu, ia juga membakar sisa uangnya, dan menyamar dengan nama baru sebagai Alexander Supertramp. Ia lalu bertemu dengan berbagai macam orang mulai dari pasangan hippies, Jan Burres dan Rainey, hingga bekerja di sebuah pertanian milik seorang pria bernama Wayne Westerberg.

Chris kemudian melakukan perjalanan di Sungai Colorado, dan tanpa diduga ia tiba di Meksiko. Namun, perahu sampan yang ia gunakan hilang, maka dari itu ia kembali lagi ke Amerika Serikat dengan berjalan kaki. Pada bulan Desember 1991, Chris bertemu lagi dengan Jan dan Rainey di California. Di sana, ia juga bertemu Tracy Tatro, seorang gadis remaja yang tertarik pada Chris, namun ia sendiri menolaknya karena Tracy masih di bawah umur.

Selepas dari California, Chris melanjutkan perjalanannya menuju Alaska, dan bertemu dengan seorang kakek bernama Ron Franz, yang merupakan veteran militer dari Angkatan Darat Amerika Serikat. Di masa pensiunnya, Ron menyibukan diri di bengkel sebagai pengrajin kulit. Ron lalu mengajarkan Chris tentang kerajinan kulit, dan membuatkan sebuah ikat pinggang untuk dikenakan Chris dalam perjalanan selanjutnya.

Chris kemudian harus kembali menjelajahi Alaska setelah menghabiskan dua bulan bersama Ron. Di sisi lain, Ron ingin mengadopsi Chris sebagai cucunya, tetapi Chris akan membicarakan hal tersebut setelah ia kembali dari Alaska. Chris kemudian melakukan perjalanan ke padang gurun, dan mendirikan tempat perkemahan di sebuah bus kota yang tidak terpakai, yang ia sebut sebagai "The Magic Bus.”

Awal kehidupannya di The Magic Bus terasa begitu menyenangkan, dan damai. Namun, beberapa bulan selanjutnya, Chris menghadapi banyak hal sulit karena persediaan makanan mulai habis, dan cuaca alam berubah menjadi ekstrim. Dalam keadaan putus asa, Chris membuat keputusan yang salah karena tidak sengaja memakan tanaman beracun. Chris akhirnya jatuh sakit, tidak ada orang-orang yang bisa menolongnya, dan ia perlahan-lahan sekarat karena kelaparan.

Film Garapan Sean Penn

Film Garapan Sean Penn

Into the Wild digarap oleh sutradara sekaligus seorang aktor yang bernama Sean Penn. Di film ini, ia cukup baik dalam mengadaptasi kisah nyata Christopher McCandless alias Alexander Supertramp dari sebuah novel karya Jon Krakauer. Lewat tangan dinginnya, Into the Wild berjalan dramatis, mengharukan, dan berujung tragis sesuai dengan apa yang terjadi pada cerita aslinya.

Pada tahun 1992, McCandles di usianya yang ke-24, ditemukan tewas di pedalaman Alaska di sebuah bus bekas yang ia namakan sebagai The Magic Bus. Selama petualangannya, McCandles kerap menuliskan catatan perjalannya di jurnal yang selalu ia bawa. Kisah hidup dan kecintaannya terhadap alam lalu diubah menjadi novel laris oleh Krakauer berdasarkan jurnal tersebut, dan direkonstruksi dengan apik sebagai sebuah film oleh Penn beserta timnya.

Film ini juga menghasilkan pemandangan lanskap Alaska yang indah, dan menawarkan perasaan emosional yang naik turun. Alur dalam film ini dibuat secara maju-mundur, dan ada beberapa adegan flashback yang menjelaskan alasan McCandless melakukan perjalanan tersebut. Penn kemudian dapat mengarahkan setiap adegan di film ini mengalir dengan baik satu sama lain, dan ceritanya disampaikan dengan jelas.

Selain itu, Emile Hirsch sebagai McCandless mampu memerankan sosok tersebut sangat menjanjikan. Ia berhasil menggambarkan McCandless sebagai seorang pemuda yang ingin mencari kebebasan, cerdas, dan jujur. Rasa marahnya terhadap kehidupan materialistis membuatnya melakukan “perjalanan spiritualnya” sendiri, hingga akhirnya ia belajar hidup dari berbagai macam orang yang ia temui dalam petualangannya.

Sosok McCandless yang Idealis

Sosok McCandless yang Idealis

Tanpa berpikir panjang, kita sudah langsung mengetahui jika sosok McCandless adalah seorang pemuda idealis, dan apa adanya. Di beberapa bagian, ia juga digambarkan sebagai orang yang penuh semangat, keras kepala, dan cerdas tentunya. Di usianya yang muda, ia berani untuk hidup membenamkan diri dengan alam, dan menyumbangkan semua tabungannya, hingga membakar sisa-sisa uangnya.

Apa yang ia lakukan tersebut seolah bentuk perlawanan terhadap kehidupan mapan yang ia terima dari orang- tuanya. McCandless memang berasal dari keluarga yang berada, dan terpandang. Mungkin karena itu, ia tidak menyukai segala bentuk kehidupan materialistis hingga memilih jalan hidupnya sendiri.

Keputusan yang dipilih oleh McCandless tentu membuat hancur kedua orang tuanya, hingga saudara perempuannya. Dari keputusannya tersebut, sebagian dari kita mungkin bisa bilang jika di satu sisi ia juga terlihat egois karena pergi berontak tanpa memberi kabar kepada mereka.

Akan tetapi, McCandless terlihat begitu hidup selama dalam perjalanannya. Ia mampu menemukan apa yang diinginkannya, hidup bebas menyatu dengan alam liar. Lewat pesonanya yang memikat, ia mampu dekat dengan pasangan Jan Burres dan Rainey. Ia juga berhasil membuat pasangan tersebut kembali bersatu lagi selepas hubungan keduanya hampir berada dalam fase perpisahan.

Selain itu, ia juga membuat ikatan yang kuat dengan Ron, seorang kakek yang begitu menyayanginya seperti cucunya sendiri. Adegan Ron saat berpisah dengan McCandless adalah momen yang mengharukan. Ron pada akhirnya tidak bisa menemuinya lagi karena McCandless lebih memilih hidup ekstrim di Alaska sampai ia tewas di The Magic Bus.

Alam Liar Mengalahkan McCandless

Alam Liar Mengalahkan McCandless

Dalam film ini, pesona alam tidak hanya ditampilkan sebagai lanskap yang memanjakan mata saja, namun alam juga diperlihatkan sebagai bagian yang “hidup” di keseluruhan cerita Into the Wild. Keindahan alam di film ini ditonjolkan apa adanya, namun bisa sangat berbahaya karena memiliki situasi dan cuaca yang tidak bisa diprediksi.

Into the Wild berhasil menghidupkan suasana alam yang asri dalam perjalanan yang dilakukan oleh McCandless di wilayah Amerika Utara. Dengan lingkungan alam di Alaska pulalah, McCandless merasa menjadi bagiannya dengan hidup lepas, dan bebas. Namun bagaimanapun juga, lingkungan baru tempat tinggal McCandless di Alaska adalah alam liar, yang memiliki segala ancamannya sendiri.

Perjalanan McCandless memang berakhir secara menyedihkan karena sejatinya ia tidak melakukan bunuh diri, melainkan membuat keputusan yang keliru dengan memakan tanaman yang ternyata beracun. Lewat segala keindahan, dan kemisteriusannya, alam menjadi tempat yang begitu ironis sekaligus tidak bersahabat bagi McCandless.

Secara singkat, film Into the Wild memang menyajikan momen-momen pelajaran hidup yang bisa kita pelajari. Film ini juga terasa menyedihkan dengan apa yang menimpa oleh McCandless, dan keluarganya. Tapi, jika dilihat sebagai sebuah film, Into the Wild adalah tontonan yang mempesona, baik dari segi cerita, maupun pemandangan alamnya.

Into The Wild
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram