Sinopsis & Review Film I’m Your Man, Sebuah Pilihan Besar

Ditulis oleh Gerryaldo
I'm Your Man
3.3
/5

Film I’m Your Man atau Ich bin dein Mensch merupakan film fiksi ilmiah yang tayang di tahun 2021 silam. Film yang terpilih sebagai perwakilan Jerman untuk Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards ke-94 ini disutradarai dan ditulis oleh Maria Schrader.

Film yang dibintangi oleh Maren Eggert ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Berlin ke-71.

Baca Juga: 10 Film Tentang Robot yang Paling Seru dan Wajib Ditonton

Menceritakan tentang seorang ilmuwan pintar yang butuh bantuan untuk penelitiannya, sehingga membuat dirinya harus hidup selama tiga minggu bersama dengan sebuah robot bernama Tom yang menyerupai manusia.

Robot itu sudah diset sebagai pasangan sempurna mengingat tujuan penelitian ilmuwan itu untuk memproduksi perilaku manusia terhadap sesama.

Sinopsis

I'm Your Man_Poster (Copy)

Seorang ilmuwan juga arkeolog bernama Dr. Alma Felser (Maren Eggert) datang ke sebuah klub dansa. Seorang staf nya memperkenalkannya kepada seorang pria bernama Tom (Dan Stevens).

Alma akhirnya menghabiskan waktu bersama Tom, sedikit demi sedikit, ia menanyakan Tom perihal soal matematika super sulit dan hal-hal detail mengenai puisi yang Alma suka.

Tom menjawabnya dengan benar dan cepat. Tom lantas mengajak Anna untuk menari namun tiba-tiba Tom mengalami malfungsi. Tom bukanlah manusia, melainkan seorang robot yang sedang dalam evaluasi.

Alma merupakan salah satu dari-hanya 10 ahli yang diundang untuk mengevaluasi robot humanoid yang sedang dalam projek perusahaan Terrareca.

Mengetahui ada malfungsi, Alma lantas mengunjungi kepala departemennya di Museum Pergamon, Roger (Falilou Seck). Alma lantas menceritakan apa yang terjadi dengan robot tersebut. Ia agak keberatan mengingat robot itu di stel untuk memenuhi kriteria pria idaman Alma meskipun itu bagian dari perkembangan projek.

Meski demikian, Alma tetap ingin menulis evaluasi terhadap robot tersebut. Roger lantas menyetujui keinginan Alma. Ia diberi waktu selama 3 minggu untuk menulis laporan mengenai Tom.

Roger juga mengingatkan, evaluasi ini penting karena hal itu akan dibawa ke rapat komite etika yang nantinya memutuskan apakah robot Tom ini bisa diberikan hak asasi manusia atau tidak.

Apabila ia berhasil akan eksperimen terhadap robot itu, Roger berjanji akan mengalokasikan dana untuk Anna dan timnya guna pergi ke Chicago. Anna dan timnya benar-benar menunggu hal itu karena ada sebuah cuneiform yang ingin mereka lihat secara langsung. Mendengar hal ini, Anna menyetujui kesepakatan tersebut.

Setelah pertemuan tersebut, keesokan paginya Alma mengunjungi Ayahnya yang sudah sakit-sakitan. Ia masih menyayangi Ayahnya tersebut meski Ayahnya mengalami kehilangan ingatan karena semakin tua.

Setelah mengunjungi Ayahnya, Alma lantas kembali ke perusahaan Terrareca dan membawa Tom ke rumahnya untuk tinggal bersama selama 3 minggu.

Tom selalu baik kepada Alma dan menunjukan sisi romantisnya yang menjadi bagian dari kalibrasi sebelumnya. Tom benar-benar menjadi pria yang baik untuk Alma; namun Alma menolaknya. Ia mnegatakan tidak benar-benar membutuhkan cinta, ia hanya ingin mengevaluasi Tom selama 3 minggu dan semua selesai

Alma lantas membawa Tom bersamanya ke museum, Tom diperkenalkan pada semua orang, ia juga memperlihatkan projek lain yang sedang dikerjakan bersama timnya.

Namun Tom tiba-tiba memberi tahu Alma kalau ada peneliti lain yang telah mengerjakan makalah tentang apa yang Alma dan timnya sedang kerjakan. Alma marah besar, ia tidak bisa mengontrol dirinya hingga mabuk.

Dalam keadaan mabuk, Alma lantas menanyakan pada Tom apakah ia bisa merasakan emosi, marah atau hal lainnya layaknya manusia. Alma juga bahkan menanyakan apakah ia diprogram untuk bisa memenuhi hasrat seksual?

Alma memancing Tom, namun alih-alih melakukan hubungan badan, Tom membawa Alma ke tempat tidur dan mengatakan bahwa Alma butuh istirahat.

Keesokan harinya, staff dari Terrareca datang untuk meminta laporan evaluasi Alma. Alma mengatakan bahwa Tom bekerja dengan baik, seluruh programnya berjalan sesuai yang diharapkan.

Namun saat staff itu memperlakukan Tom layaknya mesin bisa, Alma marah besar, dan akhirnya tahu bahwa staff itu adalah robot. Alma mengusirnya keluar dan minta maaf pada Tom.

Alma lantas mengajak Tom untuk pergi ke rumah Ayahnya. Disana mereka bertemu adik perempuan Alma juga, Cora (Annika Meier) dan anak lelakinya.

Mereka mengobrol bersama dan menceritakan bahwa mereka memiliki teman semasa kecil bernama Thomas waktu mereka ada di Kongsmark. Setelah mengunjungi kediaman Ayahnya, Alma dan Tom pergi ke pesta housewarming Jullian, mantan kekasih Alma.

Alma kaget saat mengetahui, Steffi, kekasih Julian yang baru telah hamil. Ia patah hati lantas mengingat bahwa dulu ia juga pernah mengandung anaknya lantas keguguran.

Tom lantas menyadari sesuatu bahwa Alma memiliki ketakutan akan tua seorang diri seperti Ayahnya. Hal itu membuat Alma marah, Alma lantas pergi keluar apartemen untuk menenangkan diri.

Tom keluar dari apartemen mengejarnya, Alma diam-diam memperhatikan Tom yang mencari-carinya di semua tempat yang pernah ia kunjungi sembari memanggil-manggil namanya hingga ia pun mencari ke museum.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram