bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review If I Stay, Memilih Pergi atau Hidup Kembali

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 25 Juni 2021

Hidup Mia yang sempurna karena limpahan kasih sayang dari kedua orangtua dan kekasihnya, mendadak berubah jadi nestapa saat sebuah kecelakaan terjadi. Mia berlari-lari di rumah sakit, menangis, berteriak histeris saat mengetahui kedua orangtuanya meninggal, tapi tidak ada satu pun orang yang menyadari itu.

Mia hanya melihat orang-orang tersayang bergantian menjenguknya, sementara dia sendiri bimbang apakah akan ikut pergi dengan kedua orangtua atau melanjutkan hidup. Cerita pilu dalam film If I Stay diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Gayle Forman. Ia disutradarai oleh R. J. Cutler dan dibintangi oleh bintang muda berbakat Chloë Grace Moretz dan Jamie Blackley. Sudah tayang sejak 2014 lalu, film ini masih berkesan jika Anda tonton sekarang. Sebelum itu, baca sinopsis dan ulasannya dulu yuk!

Sinopsis

Sumber: filmfed.com
  • Tanggal/Tahun Rilis:  18 Agustus 2014
  • Genre:  Remaja, Drama, Romantis, Fantasi
  • Produksi: New Line Cinema, Metro-Goldwyn-Mayer, Di Novi Pictures
  • Sutradara: R.J Cutler
  • Pemeran: Chloë Grace Moretz, Jamie Blackley, Mirelle Enos, Joshua Leonard

Mia Hall (Chloë Grace Moretz) dan keluarga yang terdiri atas ayah, ibu serta adik lelakinya, terlihat bersiap melakukan aktivitas mereka di hari itu. Ayah Mia bernama Denny Hall (Joshua Leonard) merupakan seorang guru di sebuah sekolah menengah atas yang dulu lebih dikenal sebagai bintang rock. Sementara itu ibunya, Kat Hall (Mireille Enos) bekerja sebagai agen perjalanan paruh waktu.

Mia dan adik lelakinya, Teddy Hall (Jakob Davies) terlihat sedang menikmati sarapan saat sebuah kabar tersiar dari radio bahwa sekolah diliburkan karena badai salju. Kat lalu berinisiatif mengajak mereka untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek yang tinggal di sebuah peternakan. Mia sendiri sudah memiliki kekasih bernama Adam Wilde (Jamie Blackley) yang merupakan seorang bintang rock terkenal.

Cerita berlanjut dengan menceritakan kali pertama Adam dan Mia bertemu di SMA. Adam terlihat memerhatikan Mia yang sedang asyik bermain cello di dalam kelas dari luar ruangan. Adam tampak tertarik lalu penasaran dan mencari tahu tentang Mia pada Kim Schein (Liana Liberato), sahabat Mia.

Tak lama Kim masuk dan memberi tahu bahwa saat Mia bermain cello tadi, Adam memerhatikannya dari luar. Dua gadis itu lalu keluar ruangan sementara Adam masih ada di sana. Kim lalu mengambil foto salah satu siswa populer tersebut dengan buru-buru sementara Mia terlihat berlalu.

Adam lalu memberanikan diri untuk mulai membuka pembicaraan dengan Mia. Pemuda tersebut terlihat menghampiri Mia yang sedang berdiri di depan loker. Adam menyapa dan mengajak bicara sebelum akhirnya berusaha mengajak Mia ke sebuah pertunjukan cello. Mia terkejut mendapat ajakan dari siswa populer itu, tapi sekaligus bersedia.

Alur kembali ke kehidupan Mia yang sekarang saat sang ibu mengajaknya untuk pergi ke rumah kakek. Mia bingung karena dirinya sedang menunggu surat pengumuman mengenai keputusan apakah dia diterima di universitas atau tidak. Namun karena bujukan kedua orangtuanya yang membolehkan Mia memilih musik selama di perjalanan, gadis itu bersedia ikut.

Mereka akhirnya berangkat menuju kediaman kakek. Sambil mendengarkan lagu kesukaan, Mia teringat kejadian di masa lalu ketika sang ayah masih aktif sebagai anggota band rock. Mia kecil digendong ibu untuk melihat ayahnya manggung. Mia juga mengingat pertama kali dirinya tertarik dengan cello. Pada saat itu Mia yang duduk di kelas dua sekolah dasar melihat sebuah cello lalu ingin memainkannya.

Ketertarikan Mia pada alat musik tersebut membuatnya terus memainkan cello hingga berjam-jam. Hal ini mulai menjadi pemikiran kedua orangtuanya. Keesokan harinya Denny terlihat membawa sebuah cello sebagai hadiah karena selama ini sang putri memainkan cello pinjaman dari sekolah. Saat sedang mengingat-ingat kejadian di masa lalu, tiba-tiba sebuah mobil datang dari arah berlawanan lalu menabrak mobil yang Mia dan keluarganya tumpangi. Kecelakaan pun tidak bisa dihindari.

Sumber: filmfed.com

Mia sudah tergeletak di hamparan salju sebelum terbangun dan lebih kaget lagi karena melihat orang-orang mulai melakukan evakuasi tapi tidak ada satu pun yang menyadari keberadaannya. Tak lama dia melihat tubuhnya sendiri tergolek di pinggir jalan dengan keadaan berdarah-darah. Gadis ini berteriak dan memanggil-manggil keluarganya. Rupanya, yang terbangun tadi adalah ruh Mia. Sang ruh pun lalu naik ke ambulans dan ikut ke rumah sakit bersama tubuhnya.

Film kembali berjalan mundur, kali ini memperlihatkan saat pertama kali Adam dan Mia berkencan. Kat terlihat sibuk memilihkah gaun untuk anak gadisnya sementara Adam terlihat sudah datang mengenakan setelan jas dan terlihat sedang bicara dengan Denny. Dua lelaki ini tampak akrab karena sama-sama memiliki hobi bermain musik rock.

Mia terlihat begitu menikmati pertunjukan cello yang sedang dilihatnya sementara Adam mulai teralihkan dan pelan-pelan memegang tangan Mia. Pertunjukan berakhir dan keduanya tampak berjalan ke luar. Mia mengatakan bahwa dirinya punya selera musik yang berbeda dengan kedua orangtua. Jika Kat dan Denny menyukai rock, Mia lebih suka cello dan alunan-alunan musik dari Beethoven.  

Seminggu kemudian, Adam mengundang Mia untuk melihatnya beraksi di atas panggung. Gadis itu datang dan melihat Adam dari kejauhan. Selesai acara, Adam pun mengantar Mia pulang. Pemuda tersebut ingin mengundang Mia ke pesta tapi malam sudah sangat larut. Adam pun pamit pulang lalu tiba-tiba kedua orangtua Mia keluar dari rumah dan mengundangnya makan malam di hari Minggu.

Cerita berlanjut saat ruh Mia yang sudah ada di rumah sakit kebingungan karena tidak mengetahui bagaimana nasib keluarga yang lain. Dia hanya mengetahui dirinya dioperasi karena pendarahan yang parah. Saat operasi hendak dimulai seorang suster bernama Ramirez (Aisha Hinds) mengatakan pada tubuh Mia bahwa sekarang keputusan ada di Mia, apakah dia mau tetap hidup atau tidak. Lalu apa yang akan dipilih gadis itu? Bagaimana nasib keluarganya? Bagaimana kesedihan Adam menerima kabar ini?

Cerita Dikemas dalam Alur Maju Mundur

Sumber: dailynews.com

Alur film If I Stay sebagian besar adalah alur mundur. Jika dipersentasikan, film ini tersusun atas 70% flashback dan 30% memperlihatkan scene saat ruh Mia berlari-lari di rumah sakit. Penceritaan menggunakan metode alur mundur cukup penting dalam film ini karena dari sini emosi akan terbangun.

Penonton diperlihatkan kehidupan Mia yang nyaris sempurna sebelum kecelakaan melalui scene-scene di masa lalu yang manis antara dirinya dan Adam serta dirinya dan keluarga. Anda diajak begitu mengagumi dan mendambakan kehidupan seorang Mia, sampai-sampai berpikir jika kehidupannya terlalu sempurna bila sampai sesuatu yang buruk terjadi.  

Setelah berhasil membangun citra itu di benak para penonton, sebuah adegan kecelakaan didatangkan untuk mengacak-acaknya. Ketika ruh Mia berlarian di selasar rumah sakit, Anda bisa ikut merasa perih karena mengingat kebahagiaan yang ditampilkan melalui alur maju mundur itu tadi.

Film Penuh Kasih Sayang

Sumber: noobabble.com

Anda tidak akan menemukan plot berisi pemberontakan khas remaja seperti pada film-film coming of age lain di dalam film ini. Perbedaan selera musik yang dimiliki Mia dan kekasih atau Mia dan kedua orangtua bisa saja menjadi masalah jika cerita ini berada dalam film lain. Namun, karena fokus If I Stay bukan itu, perbedaan tersebut justru melahirkan kasih sayang dan dukungan. Sang ayah bahkan diceritakan rela menjual semua peralatan band-nya dulu agar bisa membeli cello untuk Mia.

Saat menonton If I Stay, Anda akanmerasakan bahwa hal yang membuat seseorang merasa bahagia sekaligus sangat bersedih adalah kasih sayang. Anda bisa melihat melalui scene-scene dalam film ini, terutamaketika Mia koma. Pada saat sang kakek duduk di sebelahnya dan menginginkan Mia sadar serta kembali hidup, di saat bersamaan dia juga rela jika Mia ingin pergi.

Dalam keadaan paling sedih pun, scene tersebut tetap terasa memperlihatkan kasih sayang. Kerelaan dan harapan yang ditampakkan setiap karakter memancing emosi penonton untuk turut larut dalam dramatisasinya. Tak apa jika Anda menangis atau minimal ikut bersedih saat menontonnya, karena goal film ini memang begitu.

Pilihan Gadis Pemain Cello

Sumber: azcentral.com

Judul If I Stay terlihat merujuk pada kebimbangan Mia saat berada dalam keadaan koma; apakah dia mau bertahan untuk kembali hidup atau tidak. Suster Ramirez yang membisikkan sebuah kata-kata pada Mia memperjelas bahwa pilihan itu ada di tangannya.

Mia diceritakan bimbang karena jika hidup, dia harus menghadapi kenyataan bahwa kedua orangtua dan adiknya tiada, tapi jika dia pergi, Mia tidak akan lagi bisa bertemu dengan Adam dan orang-orang yang dia sayangi dan menyayanginya. Pilihan gadis pemain cello untuk tetap melanjutkan hidup akhirnya menjadi cerita penutup yang bahagia pada film If I Stay.     

Dalam film ini chemistry antara  Chloë Grace Moretz dan Jamie Blackley dalam memainkan karakter Mia dan Adam dinilai tidak terlalu oke. Akting Jamie dianggap biasa untuk mengimbangi kemampuan akting seorang Chloë. Benarkah? Untuk membuktikan penilaian tersebut Anda bisa menontonnya secara langsung. Jangan lupa siapkan tissue ya! 

If I Stay
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram