Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Film Romantis If Beale Street Could Talk

Sinopsis & Review Film Romantis If Beale Street Could Talk

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seorang wanita muda yang sedang menjalani kehamilannya di tengah keluarganya yang sedang berusaha membuktikan jika kekasih, yang sekaligus teman masa kecilnya, tidak bersalah atas tuduhan kejahatan yang tidak dilakukannya. Film drama romantis ini sarat dengan kepedihan karena konflik diskriminasi di kota New York pada era 1970an.

Film yang disutradarai oleh Barry Jenkins ini diangkat dari novel berjudul If Beale Street Could Talk karya penulis James Baldwin yang diterbitkan pada tahun 1974. Setelah dirilis, film yang bercerita secara non-linear ini langsung dianggap sebagai salah satu film terbaik di tahun 2019. Apa saja yang menjadi kelebihan film ini? Mari kita telusuri bersama sinopsis dan review-nya.

Sinopsis

If Beale Street Could Talk

  • Tahun: 2018
  • Genre: Drama / Romance
  • Produksi: Plan B Entertainment, PASTEL
  • Sutradara: Barry Jenkins
  • Pemeran: KiKi Layne, Stephan James, Regina King

Clementine “Tish” Rivers (KiKi Layne) dan Alonzo “Fonny” Hunt (Stephan James) telah saling kenal dan tumbuh bersama sedari kecil. Setelah dewasa mereka baru merasakan jika mereka saling mencintai. Tetapi untuk menata hidup dan cinta secara baik tidak mudah bagi mereka di era awal 1970an di kota New York yang masih diliputi oleh kabut diskriminasi.

Banyak pemilik kontrakan tidak mau menyewakan apartemennya untuk mereka. Akhirnya mereka mendapat tempat di sebuah gudang yang disewakan dengan harga murah oleh pemiliknya yang simpati kepada mereka. Di suatu malam, Tish dan Fonny terlibat sebuah insiden di depan toko ketika ada seorang pria yang menggangu Tish dan membuat Fonny marah.

Polisi yang menyaksikan kejadian itu berusaha menangkap Fonny tetapi tidak jadi karena Fonny dan Tish dibela oleh pemilik toko yang bahkan menyebut sang polisi sebagai pendukung tindakan rasis. Tetap saja Fonny ditangkap oleh polisi atas tuduhan pemerkosaan kepada seorang wanita bernama Victoria. Meski alibi Fonny kuat, tetap saja dia didakwa atas dasar kesaksian polisi dan korban.

Tish seringkali mengunjungi Fonny di penjara, dan sekali waktu dia memberi tahu Fonny jika dirinya sedang hamil. Fonny senang sekaligus sedih mendengarnya. Tish lalu memberi tahu keluarganya juga yang sangat mendukung kehamilannya. Mereka langsung mengundang orang tua Fonny untuk memberi tahukan kabar gembira ini dalam sebuah makan malam.

Tetapi apa yang terjadi! Meski ayah Fonny bergembira dengan kabar ini, ibunda Fonny murka dan bilang jika anak yang dikandung Tish itu adalah kutukan atas sebuah dosa. Ayah Fonny murka kepada istrinya dan memukulnya sebelum mereka semua keluar dari rumah keluarga Tish dalam keributan. Orang tua Tish berjanji akan berusaha membiayai kehamilan putrinya meski mereka sedang kesulitan ekonomi.

Untuk membuktikan jika calon menantunya tidak bersalah, Sharon Rivers, ibunda Tish, terbang ke Puerto Rico untuk bertemu Victoria dan membujuknya agar mengubah kesaksiannya dalam kasus pemerkosaan itu. Meski sekilas tersirat jika Victoria dipaksa oleh polisi untuk menjatuhkan tuduhan kepada Fonny, tetapi dia tidak mau mengubah kesaksiannya dan terlihat bersikap seperti terkena gangguan jiwa.

Sharon akhirnya pasrah atas kasus yang menimpa Fonny, karena semua cara sudah dilakukan untuk bisa membuktikan jika dia tidak bersalah atau paling tidak bisa mengurangi masa hukumannya. Beberapa kali jadwal persidangan mengalami penundaan, hingga akhirnya Fonny menerima perjanjian hasil negosiasi dari pengadilan atas masa hukumannya dalam tahanan.

Drama Romantis Terbaik

Drama Romantis Terbaik

 

If Beale Street Could Talk memang bukanlah film drama romantis yang biasa. Nuansa melankolis akan kita rasakan sepanjang film dan banyak sekali pasangan kekasih ini menemui konflik dalam hidupnya, terutama masalah diskriminasi terhadap golongan, atau biasa juga disebut rasisme. Masalah ini sangat mempengaruhi kehidupan cinta mereka, meski mereka berusaha kuat, tetap saja harus pasrah.

Keadaan dan sistem hukum pada masa itu memang sedikit pincang, sehingga banyak sekali kasus yang menimpa warga Afrika-Amerika menjadi terdakwa pelaku kejahatan, meski kebanyakan mereka sama sekali tidak melakukannya. Dalam film ini, esensi cerita dan latar belakang yang kuat dalam novelnya, mampu diterjemahkan dengan baik oleh Barry Jenkins.

Proyek Ambisius Barry Jenkins

Proyek Ambisius Barry Jenkins

Sutradara Barry Jenkins lahir dan besar di kota New York yang hampir serupa dengan latar belakang cerita dalam film ini. Oleh karena itu, dia merasa sangat dekat dengan kisah novel karya James Baldwin ini dan sudah mulai menulis naskahnya sejak tahun 2013 silam ketika dia sedang dalam produksi film Moonlight [2016] yang ditulis naskah dan disutradarai juga olehnya.

Besar di jalanan membuat Jenkins mampu menampilkan detail kota New York era 1970an dengan sangat baik sekali, mulai dari lokasi, fashion, dan detail-detail lainnya yang menguatkan kisahnya sehingga terasa dekat dan membumi. Bahkan dia mampu memoles talenta akting kedua pemeran utamanya sehingga bisa menampilkan sinergi yang luar biasa.

Kekuatan Akting Menjadi Elemen Utama

Kekuatan Akting Menjadi Elemen Utama

KiKi Layne dan Stephan James adalah aktris dan aktor yang masih terbilang baru dalam dunia perfilman Hollywood. Terutama bagi KiKi Layne dimana If Beale Street Could Talk menjadi film layar lebar perdananya setelah sebelumnya hanya tampil di sebuah episode Serial TV Chicago Med dan sebuah FTV saja. Tapi tangan dingin Barry Jenkins mampu memoles aktingnya menjadi sangat baik.

Sementara Stephan James sudah beberapa kali kita lihat penampilannya, meski jarang tampil sebagai pemeran utama. James pernah berperan dalam biografi Dr. Martin Luther King, Jr., Selma [2014], kemudian dipercaya memerankan sosok Jesse Owens dalam biografinya, Race [2016].

Tidak hanya Stephan James dan KiKi Layne saja yang tampil dalam performa yang apik, tetapi aktris Regina King yang memerankan Sharon Rivers, ibundanya Tish, mampu tampil dalam kualitas akting yang sangat gemilang. Dia tampil sangat total. Dalam sebuah adegan dimana dia mencoba memakai wig, tampak sekali di wajahnya apa yang menjadi beban pikirannya saat itu, dan kita pun dapat merasakannya.

Maka wajar saja jika kemudian dia diganjar Oscar di kategori Best Supporting Actress sehingga lelah yang dia alami untuk mendalami karakternya itu terbayarkan secara lunas. Sekarang, tidak ada lagi yang meragukan kualitas aktingnya, karena sebelumnya Regina King lebih dikenal sebagai aktris yang berperan dalam film-film komedi ringan, seperti Miss Congeniality 2: Armed & Fabulous [2005]

Banjir Penghargaan Bergengsi

Banjir Penghargaan Bergengsi

Ketika untuk pertama kalinya film ini ditayangkan di Toronto International Film Festival di bulan September 2018, sudah banyak kritikus film yang memprediksi jika film ini akan menjadi salah satu film drama terbaik. Pujian semakin banyak ketika film ini diikutsertakan dalam New York Film Festival dan New Orleans Film Festival di bulan berikutnya.

Setelahnya review dari berbagai media massa dan surat kabar mulai bermunculan dengan respon yang sangat positif, bahkan The Playlist, Los Angeles Times, dan Vanity Fair memberikan nilai sempurna untuk film ini, tentu saja aroma Oscar mulai tercium, dimana film ini masuk sebagai nominator di kategori Best Adapted Screenplay, Best Original Score, dan Best Supporting Actress.

Kisah cinta tidak hanya selalu bercerita tentang yang indah-indah saja. Ternyata memperjuangkan kekuatan cinta di tengah gelombang badai keadaan, lebih berat daripada menata hati supaya cinta tetap abadi. If Beale Street Could Talk bercerita tentang penjagaan cinta yang tidak mudah di atas kepasrahan diri akan kondisi yang tidak berpihak secara adil.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *