bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film How to Train Your Dragon (2010)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 21 September 2021

Seorang bocah Viking yang malang, Hiccup, memiliki cita-cita untuk menjadi pemburu naga justru tidak sengaja berteman dengan seekor naga muda dimana dia banyak belajar tentang spesies hewan legenda yang diburu oleh bangsanya ini. How to Train Your Dragon adalah film animasi petualangan yang seru berdasarkan buku karya Cressida Cowell yang dirilis oleh Paramount Pictures pada 26 Maret 2010.

Film ini menuai banyak pujian sejak penayangan perdananya di Gibson Amphitheater lima hari sebelum tanggal rilisnya dan sukses secara komersil hingga menghasilkan dua film sequel dan beberapa serial TV sebagai bagian dari franchise-nya. Tentu saja film ini termasuk ke dalam salah satu film animasi terbaik. Simak review kami berikut ini sebelum menonton ulang film ini di Netflix.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2010
  • Genre: Action, Adventure, Animation, Family, Fantasy
  • Produksi: Mad Hatter Entertainment, Vertigo Entertainment
  • Sutradara: Dead DeBlois, Chris Sanders
  • Pengisi Suara: Jay Baruchel, Gerard Butler, America Ferrera

Hiccup adalah bocah berusia 15 tahun yang merupakan putra dari kepala suku Viking, Stoick the Vast. Desa mereka sering diserang oleh sekelompok naga yang menjadikan memburu naga sebagai salah satu tradisi dan tujuan hidup bangsa ini. Karena fisiknya yang terlalu kurus dan tidak dianggap bisa bertarung melawan naga, Hiccup menciptakan banyak alat mekanik sebagai senjata, tapi seringkali gagal berfungsi.

Suatu saat dia menembak seekor naga dari jenis langka menggunakan salah satu alat tersebut. Tetapi ketika Hiccup mendapati naga itu terperangkap, dia tidak membunuhnya, justru melepaskannya. Hiccup dimasukkan ke dalam kelas memburu naga bersama teman-temannya untuk meningkatkan kemampuannya. Di hutan, Hiccup menemukan naga yang dia lepas masih berada di sana.

Naga berjenis Night Fury itu tidak bisa terbang karena setengah sirip ekornya sobek akibat tembakan dari Hiccup kemarin. Merasa bersalah, Hiccup memberinya makan dan mulai berteman. Dia memberi nama Toothless untuk naga itu dan mulai membuat sirip prostetik agar naga itu bisa terbang lagi, tapi di bawah kendalinya.

Stoick pulang dari perburuannya dengan tangan hampa, tapi rasa kecewanya terhapus dengan rasa bangga karena ternyata Hiccup menjadi juara di kelasnya yang mewajibkannya untuk membunuh seekor naga sebagai ujian akhirnya. Saat Hiccup ingin kabur dengan Toothless, Astrid memergokinya. Untuk menunjukkan jika Toothless bersahabat, Astrid dibawa terbang oleh mereka.

Toothless membawa mereka ke sarang naga dimana disana terdapat naga raksasa bernama The Red Death. Astrid ingin memberi tahu bangsanya, tapi Hiccup menolaknya demi keselamatan Toothless. Ujian akhir telah tiba dan Hiccup harus membunuh naga berjenis Monstrous Nightmare. Bukannya membunuh, Hiccup justru mencoba menjinakkan naga itu.

Ketika Stoick menggertak naga agar bertarung, Toothless datang melindungi Hiccup yang malah membuat dirinya tertangkap dan menjadi tawanan. Hiccup secara tidak sengaja mengatakan jika Toothless tahu letak sarang naga yang kemudian dipaksa untuk menjadi pemandu Stoick dan pasukannya dalam berburu. Hiccup putus asa, tapi dikuatkan oleh Astrid yang kemudian membuat mereka mengejar Toothless.

Pasukan Viking menemukan sarang naga dan menyerangnya yang menyebabkan banyak naga melarikan diri tapi justru membangunkan The Red Death. Hiccup dan rekan-rekannya datang membantu, sementara dirinya melepaskan Toothless. Stoick menyelamatkan Hiccup dan Toothless dari tenggelam dan berdamai dengan Hiccup.

Bersama Toothless, Hiccup melakukan aksi heroik untuk menamatkan The Red Death dengan menembakkan api ke mulutnya. Dalam pertarungan itu, Toothless berhasil menyelamatkan Hiccup, tapi sayangnya Hiccup harus kehilangan kaki kirinya.

Terbangun di desanya, Hiccup dibuatkan kaki prostetik dan disanjung oleh seluruh warga, termasuk Astrid. Bangsa Viking kini hidup berdampingan dengan damai bersama para naga.

Diangkat dari Buku Cerita Anak Sukses

Diangkat dari Buku Cerita Anak Sukses

Buku How to Train Your Dragon karya Cressida Cowell yang menjadi inspirasi film ini adalah buku berseri untuk anak-anak yang seluruhnya mencapai 12 jilid. Pertama kali diterbitkan di tahun 2003, buku berseri tentang petualangan Hiccup dan bangsa Viking ini disukai oleh anak-anak hampir di seluruh dunia. Hingga tahun 2015, penjualan buku berseri ini telah mencapai 7 juta eksemplar!

Film How to Train Your Dragon nyatanya tidak serta-merta mengambil cerita bukunya secara mentah-mentah, tetapi diolah lagi oleh Will Davies, Dean DeBlois dan Chris Sanders, sehingga tampil berbeda dengan cerita yang baru, meski mayoritas kisah masih sesuai dengan pakem bukunya. Hanya saja ada perbedaan di kisah pertemuan Hiccup dan Toothless, serta naga yang menjadi musuh mereka.

Apakah perubahan ini membuat para pembacanya kecewa? Sejak film ini dirilis dan sukses, tidak ada nada sumbang dari para pembacanya yang berarti mereka setuju dengan perubahan cerita ini. Hasilnya memang jalan cerita terasa lebih natural dan keterikatan antara Hiccup dan Toothless terasa lebih dekat jika dibandingkan jalan cerita yang disajikan dalam bukunya.

Kecemerlangan Para Pengisi Suaranya

Kecemerlangan Para Pengisi Suaranya

Untuk mengisi suara para karakter di How to Train Your Dragon, tim casting dengan cermat memilih aktor dan aktris yang sangat sesuai, terutama secara fisik. Hiccup yang diceritakan bertubuh kurus diisisuarakan oleh Jay Baruchel, komedian pendatang baru yang juga bertubuh kurus. Dan untuk memerankan ayahnya, Gerard Butler sangatlah pantas karena suaranya kembali mengingatkan kita dengan 300 (2006).

Bisa dibilang, seluruh pengisi suara bisa membawakan karakternya dengan baik sehingga membuat kita bisa menikmati dan memahami film dengan nyaman. Bahkan saat Astrid yang diisisuarakan oleh America Ferrera memotivasi Hiccup, kita pun akan ikut termotivasi.

Awal dari Sebuah Franchise Sukses

Awal dari Sebuah Franchise Sukses

Percaya gak kalau konsep awal rupa Toothless sangat menyeramkan? Digambarkan bertubuh kurus dengan tanduk panjang dan sayap seperti kelelawar berujung runcing rasanya tidak akan disukai oleh anak kecil. Oleh karena itu, DeBlois dan Sanders melakukan perombakan dengan hasil rupa yang tampil dalam film. Apakah kalian merasa ada kemiripan dengan karakter Stitch dari Lilo & Stitch (2002) milik Disney?

Jangan heran, karena film itu disutradarai juga oleh duet sineas yang menyeberang dari Disney ke DreamWorks ini. Dengan menghabiskan bujet produksi sebesar $165 juta, film ini berhasil meraih pendapatan di Amerika saja sebesar $217 juta dan dari seluruh dunia sebesar $277 juta. Dengan keuntungan sebesar ini, tentu saja ada wacana menjadikan film ini pijakan sebuah franchise.

Berbarengan dengan perilisan filmnya, Activision rilis video game berdasarkan jalan cerita filmnya untuk dimainkan di PS3, Xbox 360 dan Nintendo DS. Kemudian dua tahun setelahnya, terdapat pertunjukan arena yang menampilkan 24 naga animatronik yang digelar di Melbourne. Sedangkan serial TV Dragons mulai ditayangkan di Cartoon Network di bulan Agustus 2012.

How to Train Your Dragon bisa menjadi pilihan utama tontonan di akhir pekan bersama keluarga melalui layar Netflix yang kini sudah hadir secara lengkap dengan dua film lanjutannya. Dengan rating 8,1 dari IMDb dan Metascore sebesar 75 serta certified fresh dari Rotten Tomatoes semakin menambah keabsahan film yang masuk nominasi Oscar di kategori Best Animated Feature ini. Tonton sekarang, ya!

How to Train Your Dragon
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram