bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film How I Became a Superhero (2021)

Punya kekuatan super seperti hal biasa di kota ini. Namun, tetap saja oleh orang-orang tak bertanggungjawab, kekuatan super yang dianggap istimewa menjadi buruan mereka. Tujuannya tentu saja uang sebanyak mungkin. Beberapa nyawa pun menghilang sia-sia dan kekacauan terjadi di mana-mana.

Mampukah seorang polisi bernama Gary yang rupanya juga punya kekuatan super menghadapi kejahatan tersebut? How I Became a Superhero (2021) cocok untuk kamu pecinta film-film mengenai pahlawan super. Seperti apa lengkapnya? Simak lebih dulu sinopsis dan ulasannya berikut ini sebelum lanjut nonton secara utuh!

Sinopsis

Sinopsis & Review Film How I Became a Superhero (2021) 1
  • Tahun Rilis: April 2021
  • Genre: Fantasy, Superhero, Sci-Fi
  • Produksi: Artemis Productions, Trésor Films, Les Productions du Trésor
  • Sutradara: Douglas Attal
  • Pemeran: Pio Marmai, Vimala Pons, Leila Bekhti, Benoit Poelvoorde

Sepulang dari pertunjukan di malam hari Eclipso, seorang pria dengan kekuatan super dapat membuat orang menjadi buta dari jarak jauh terlihat berjalan seorang diri di lorong minim penerangan. Dari arah belakang secara mengejutkan seorang pria lain berhasil melumpuhkannya.

Begitu sadar, Eclipso sudah dalam keadaan terikat. Di sekelilingnya menggantung banyak kantung darah; darah lelaki itu ‘dikuras’. Saat dia melihat ke arah samping, seorang pria aneh ikut terbaring. Berteriak pun percuma karena tak ada yang menolongnya.

Film berlanjut memperlihatkan seorang letnan penyidik bernama Gary Moreau (Pio Marmai) kehabisan kopi. Sambil melanjutkan sarapan yang seadanya letnan tersebut menonton sebuah video mengenai pemilihan super hero favorit. Tak lama sebuah panggilan telepon masuk dan pria itu bergegas pergi. Sejurus kemudian Gary sudah ada di lokasi.

Di sana dia bertemu penyidik lain yang sudah lebih dulu datang. Dia adalah Letnan Cecile Schaltzmann (Vimala Pons). Menurut laporan Cecile terjadi pembakaran sebuah gedung yang membuat beberapa orang mengalami luka.

Pelakunya remaja berusia 18-19 tahun. Cecile lalu diminta pergi karena ini adalah kasus yang berada di bawah departemen Gary. Namun, tak lama Gary juga pergi, meninggalkan lokasi tersebut pada petugas yang berjaga.

Sesampainya di kantor, Gary rupanya memang telat datang. Menghadapi atasannya, pria itu langsung kena tegur. Selepas berhenti bekerja dengan Pack Royal, hasil kerja Gary dinilai monoton. Diberi kepercayaan untuk menangani kasus kejahatan super, tapi penyidik itu tak mengerjakan apa pun. Selama sepuluh tahun Gary tak menunjukkan peningkatan yang berarti.

Dengan alasan mengalami masa sulit, sang atasan menyarankan Gary untuk bekerja sama dengan Letnan Cecile. Dia berpengalaman empat tahun di Divisi Penipuan dan merupakan seorang akademi polisi teladan. Atasannya menyebutkan bahwa Cecile ingin belajar dari keahlian Gary tapi ternyata itu hanya akal-akalannya, karena Cecile tak ingin belajar apa pun dari lelaki itu.

Kasus pertama yang melibatkan kerja sama antara dua orang tersebut dimulai. Cecile mendapat telepon dari sebuah SMA yang mengabarkan telah terjadi penyanderaan. Scene berpindah memperlihatkan kekacauan di sebuah sekolah.

Murid-murid berlarian, menyelamatkan diri dari semburan api cukup besar yang berasal dari kekuatan seorang siswa. Terlihat tangan siswa tersebut memperlihatkan api sambil terus mencari teman-temannya.

Salah satu siswi yang berhasil sembunyi tampak memperlihatkan mata yang aneh. Kedua matanya terlihat menyala dan mengeluarkan kilatan berwarna biru. Buru-buru dia pun berlari ke toiler sekolah dan kembali sembunyi di sana. Tanpa disadari seorang siswa lain mengetahui keberadaannya. Dia tak berani mendekat, hanya menyaksikan kilatan cahaya biru dari celah di bawah pintu.

Gary, Cecile dan anggota polisi yang lain sudah ada di sekolah. Ketika Cecile sigap dengan tugas yang harus dikerjakan, Gary entah ke mana. Sementara mencari Gary, Cecile melihat ke arah lapangan sekolah. Di sana siswa bertangan api tersebut membahayakan beberapa temannya sekaligus. Dengan mengeluarkan api dari dua tangan, para siswa terlihat sangat ketakutan.

Ternyata Gary sudah ada di lapangan sekolah, mencoba menenangkan siswa bertangan api dan mendekatinya dengan hati-hati. Siswa yang ternyata korban perisakan itu juga terlihat gemetar dan ketakutan. Gary membujuknya, mencoba mengerti posisinya sampai si anak tersebut mau ‘mengecilkan’ api di tangannya. Sejurus kemudian tim pun berhasil meringkus siswa tersebut.

Masih di lingkungan sekolah, penyelidikan terhadap siswa itu terus berlangsung. Cecile mengatakan pada Gary bahwa anak tersebut menyangkal terlibat dalam peristiwa pembakaran sebuah gedung yang diselidiki tadi pagi. Namun, hasil forensik menyebutkan ada kecocokan di luka bakarnya.


Dua letnan itu kemudian memutuskan pergi dari lokasi. Sebelum mobil mulai jalan, perhatian Gary tertuju pada seorang siswi yang dijemput oleh walinya. Siswi itu adalah pemilik mata yang menyala di kamar mandi sekolah tadi. Tak lama, Cecile mulai menjalankan mobilnya.

Cecile masih meragukan penyangkalan siswa tersebut. Menurutnya apakah mungkin dua orang punya kekuatan yang sama. Mendengar kecurigaan rekan kerjanya, Gary cuek saja dan menanggapi sekenanya. Dia bahkan minta diturunkan di tengah jalan, hendak berbelanja, tak ikut sampai ke kantor dan meninggalkan Cecile dalam kebingungan.

Di tempat lain, dua orang pemuda bertransaksi stik mercusuar seperti yang ditemukan Cecile di lokasi pembakaran dan pada diri siswa di sekolah tadi. Stik itu ternyata bukan stik sembarangan. Ia bisa memberikan sebuah kekuatan berupa semburan api pada siapa saja yang menghisap bagian dalamnya. Stik tersebut seperti menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda sana.

Tidak sedikit yang mencobanya dan benar saja, semburan api besar dengan mudah keluar dari kedua telapak tangan. Mereka hanya perlu mematahkan stik tersebut lalu menghirup semacam cairan berwarna orange dan seketika berhasil menghanguskan apa pun yang diinginkan.

Kali ini berhasilkah Gary menunjukkan hasil memuaskan dari kinerjanya? Siapa produsen dan penyebar stik tersebut?

Dunia Ketika Manusia Berkekuatan Super Terlihat Biasa Saja

Sinopsis & Review Film How I Became a Superhero (2021) 3

Film-film seputar super hero punya sisi misterius yang membuat penasaran ketika kekuatan super disembunyikan rapat-rapat oleh pemiliknya. Para pahlawan yang banyak kita kenal melalui film tersebut biasanya bertindak secara diam-diam karena tak ingin banyak orang terkejut atau tak ingin dimanfaatkan oleh orang-orang berniat jahat yang hanya mengejar keuntungan pribadinya.

Namun dalam film How I Became a Superhero (2020) ini kekuatan super jadi sesuatu yang biasa saja. Ia mendampingi keseharian masyarakat dan bukan sesuatu yang mengejutkan.

Kekuatan dalam film ini diceritakan dimiliki beberapa orang yang hidup berdampingan dengan orang biasa; tanpa disembunyikan, tanpa keterkejutan tapi tetap membuat pemiliknya menonjol di antara yang lain, seperti selebritas dan komoditas.

Saking biasanya, kamu akan melihat kekuatan super di film ini diperjualbelikan ke masyarakat sipil seperti narkoba. Walau illegal, peminatnya banyak hingga menjadi sumber uang bagi sang pelaku. Di sinilah Gary bertugas.

Dia mengejar pelaku di balik penjualan kekuatan super yang illegal tersebut. Karakternya yang tampak santai sebagai seorang penyidik ternyata cukup andal dan jeli. Dia juga punya masa lalu yang berhubungan dengan orang-orang berkekuatan super, termasuk dirinya sendiri.

Baca juga: Rekomendasi Film tentang Kekuatan Super yang Unik

Penculikan Orang-Orang Berkekuatan Super

Sinopsis & Review Film How I Became a Superhero (2021) 5

Film berdurasi sekitar 1 jam 40 menit ini menyuguhkan premis dan alur cerita yang menarik. Eksekusinya juga rapi sehingga sebagai film ber-genre sci-fi, ia cukup mudah dicerna.

Tak ada penjelasan berbelit-belit mengenai konflik utamanya, tidak pula ada plot hole. Penonton bisa memahami bahwa film ini bercerita mengenai penculikan orang-orang berkekuatan super untuk dikuras habis darahnya lalu mati.

Darah tersebut kemudian diekstraksi sedemikian rupa hingga menjadi zat yang disimpan dalam tabung, lalu diperjualbelikan secara illegal. Zat itu akan membuat pembelinya jadi punya kekuatan serupa. Melalui scene per scene serta dialognya, bagian-bagian tersebut sama sekali tak akan membuatmu bingung. Termasuk part flashback mengenai masa lalu Gary.

Dikemas dengan Mulus

Sinopsis & Review Film How I Became a Superhero (2021) 7

Cerita yang tak masuk akal dalam film How I Became a Superhero (2021) ini dikemas menggunakan bantuan visual effect yang mulus, sehingga kamu akan sangat menikmatinya tanpa merasa terganggu. Efek yang diciptakan terasa nyata seolah manusia di film ini memang punya kekuatan super di tubuhnya.

Kamu akan melihat api besar keluar dari telapak tangan lalu pelan-pelan meredup dan menyatu dengan kulit. Juga efek cahaya kilat warna biru dari mata seorang gadis remaja, sampai visual effect yang memperlihatkan kekuatan Gary; yang dapat membuat benda-benda melayang.

Dari segi sinematografi, How I Became a Superhero (2021) juga menyuguhkan gambar-gambar yang pas sesuai kebutuhan ceritanya. Kamu bisa menyaksikan film ini tanpa terganggu karena kualitas sinematografi yang buruk.

Sebagai film bertema pahlawan super, How I Became a Superhero (2021) menawarkan sesuatu yang cukup segar. Konflik yang disuguhkan bukan sekadar penjahat melawan super hero, tapi ada hal lainnya. Penasaran? Film berbahasa Perancis arahan sutradara Douglas Attal ini bisa disaksikan di Netflix mulai sekarang! Selamat menonton!

How I Became a Superhero
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram